Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Rasa Kecewa


__ADS_3

Adi mengusap peluh yang berjatuhan di keningnya,mengibas-ngibaskan tangannya ke wajah yang sudah terlihat merah itu.


Langkah kakinya kian melebar saat ia hendak memasuki kantor guru,karena disana ada AC yang bisa menyejukan badannya yang terasa gerah.


Terik matahari terasa sangat menyengat di kulit hari ini,setelah selesai melakukan upacara bendera semua guru maupun siswa langsung masuk ke kelas masing-masing.


Sembari menunggu waktu beberapa menit untuk istirahat,Adi menyempatkan membuka hp miliknya,sekedar mengecek notifikasi pesan dari aplikasi chatnya.


Serentetan pesan langsung masuk saat ia menyalakan mode datanya.


Disana juga terlihat beberapa panggilan yang tidak terangkat.


Adi menghembuskan nafas beratnya,wajahnya sungguh terlihat seperti orang kelelahan.


Semua pesan yang ia dapatkan tadi bukan lain yaitu dari Rosi,istri mudanya.


Semenjak Rosi mengalami keguguran,ia bahkan belum bisa istirahat dengan benar.


Ia terus bolak-balik rumah sakit selama beberapa hari,belum lagi ia harus menuruti semua permintaan istrinya itu.


Sebisa mungkin Adi mengabulkan apa yang Rosi minta,karena kehilangan calon anak itu sangat menyakitkan.


Meskipun ada rasa kecewa dari dalam dirinya kepada Rosi yang tak bisa menjaga bayi mereka,namun rasa marah dan kecewa kepada Mawar lebih besar.


Gara-gara Mawar Rosi jadi keguguran,ia melihat semua dengan mata kepalanya sendiri waktu itu.


Ia tak menyangka Mawar akan berbuat kasar kepada Rosi,meskipun salahnya yang telah menikahi Rosi diam-diam,namun tak seharusnya Mawar berbuat sejauh itu.


Adi memejamkan matanya,ia memijit kepalanya yang terasa pening itu.


Ada rasa gelenyar aneh di hatinya saat ia mengingat kejadian di taman,bagaimana bisa ia mengucapkan kata talak begitu saja untuk Mawar.


Meskipun Adi yakin ia tak akan merasa kecewa sedikitpun karena telah menalak Mawar,tapi entah mengapa kini rasanya ada yang kurang di hatinya.


Padahal Mawar adalah wanita yang pernah sangat ia cintai,namun semenjak Mawar membuat Rosi keguguran rasa menyesal mulai mengalir dihatinya.


Ia sangat menyesal karena mencintai orang yang ternyata begitu kejam,Mawar yang sekarang bukanlah Mawar yang ia kenal dulu.


Kalau dulu,Mawar pasti tidak akan berani menampar seseorang,apalagi posisi Rosi saat ini sedang hamil.


Kehilangan anak bersamaan dengan perceraiannya dengan Mawar sungguh membuat Adi merasa frustasi dan sangat kelelahan.


Ia jadi kurang fokus dan sering melamun di saat melakukan pekerjaan.


Dimatikannya hp miliknya saat bel mengajar sudah terdengar.


Semua itu ia lakukan agar bisa fokus dalam mengajar,ia tak mau Rosi menelfonya saat ia sedang bekerja.


Adi adalah lelaki yang selalu fokus dan kompeten dalam mengajar,catatan bekerjanya juga selalu sempurna,ia sungguh sangat profesional dalam hal pekerjaan.

__ADS_1


Dulu ia tak pernah merasa repot seperti ini saat masih bersama Mawar,wanita itu jarang sekali menelfonya saat ia masih bekerja,Mawar juga tidak pernah minta yang aneh-aneh kepadanya.


api dengan Rosi,Adi sedikit merasa repot karena istri mudanya itu sering minta ini itu.


Mungkin karena umurnya yang masih muda dan juga mereka baru saja mengalami musibah kehilangam bayi Rosi jadi seperti itu.


Adi yakin seiring dengan bertambahnya waktu Rosi pasti akan berubah menjadi seperti dulu,wanita yang lucu dan juga menyenangkan.


Adi menjinjing tas miliknya bersiap menuju kelas dimana muridnya berada.


Namun belum sempat ia sampai,tiba-tiba seorang satpam terlihat berjalan kearahnya.


"Permisi pak Adi...",ucapnya dengan senyum ramahnya.


"Iya pak,ada apa..?"


"Saya disuruh pak kepala sekolah untuk memanggil pak Adi.."


"Memangnya ada apa ya pak..?


"Oh untuk itu saya kurang faham pak,saya cuma disuruh menyampaikan ini saja"


Adi terlihat sedikit bingung dengan itu,memangnya kenapa kepala sekolah memangilnya? padahal selama ini ia jarang sekali bertemu dengan kepala sekolah,karena beliau lebih sering menghabiskan waktu di luar kota.


"Baiklah..terimaksih pak,nanti saya akan kesana",ucapnya.


Secepat mungkin Adi menuju kelas yang akan ia ajar,memberikan beberapa tugas kepada para muridnya lalu bergegas ke ruang kepala sekolah.


Adi hanya diam melihat punggungnya,sepertinya itu adalah pembicaraan yang serius ,kepala sekolah bahkan berbicara sangat sopan dan formal kepada lawan bicaranya.


Setelah beberapa menit menunggu,akhirnya kepala sekolah mengakhiri telefonya,kemudian ia di perintahkan duduk bersama.


Terlihat pak kepala sekolah menyodorkan sebuah map kepada dirinya,dengan wajah yang sedikit was-was Adi membukanya.


Betapa terkejutnya ia saat membaca tulisan yang tertera disana satu persatu.


Adi menutup mulutnya karena merasa tak percaya dengan semua yang telah terjadi,semua rasa frustasinya hilang saat ia melihat isi surat itu.


***


Sore hari setelah pulang kerja Adi berlari menuju rumah dimana Rosi sang istrinya berada.


Melihat sang istri sedang menonton Tv di sofa,Adi langsung menghambur kedalam pelukannya.


"Ada apa kak..?"tanya Rosi yang masih bingung dengan sikap aneh suaminya.


"Aku senang sekali..!",ucapnya sembari mengecup-ngecup wajah Rosi.


"Kenapa..?"

__ADS_1


"Aku akan segera diangkat jadi kepala sekolah! "


Bu Winar yang baru saja tiba disana langsung berbinar saat mendengar apa yang dikatakan anaknya.


"Yang bener di..?!"


"Bener ma...! tadi aku udah ngurus semuanya"


"Jadi kamu diangkat jadi kepala sekolah disana?"


"Nggak ma...aku bakal di pindah ke sekolah favorite ma,salah satu sekolah elit di jakarta!"


Bu Winar dan juga Rosi terlihat sangat bahagia,bukankah jika pangkatnya naik gajinya semakin besar?


"Kok bisa ya kak..padahalkan kakak baru beberapa bulan ngajar di jakarta"


"Namanya aja juga rezeki,jadi nggak ada yang tahu...makanya dari dulu dengerin mama buat cerai sama Mawar,dia emang pembawa sial di keluarga kita.."


"Ma...",ucap Rosi berakting sehalus mungkin,ia berpura-pura menjadi wanita yang baik di depan Adi.


"Emang gitu...kamu liat kan sekarang? sejak kamu nikah sama Rosi dan ninggalin Mawar karir kamu langsung naik gini"


Adi hanya diam mendengar ucapan mamanya,ia tak menyangkal ataupun menampik hal tersebut.


"Kak...kamu jadi kan cerai sama Mawar",ucap Rosi.


Karena sewaktu ditaman ia mendengar langsung Adi menalak Mawar,dan saat di rumah sakit Adi pernah berjanji akan menceraikan Mawar dan menikahinya secara sah di depan hukum negara.


Adi mengangguk sebagai jawaban" kita akan melangsungkan pernikahan setelah aku diangkat jadi kepala sekolah nanti"


Rosi tersenyum lebar mendengarnya,satu langkah lagi ia akan hidup sejahtera,sudah tidak ada Mawar lagi dan juga kak Adi akan sepenuhnya jadi miliknya.


Suaminya itu juga akan diangkat jadi kepala sekolah,jadi ia tak perlu khawatir akan keuangan mereka kedepannya.


.


.


.


.


.


...~~~...


......Hai para pembacaku yang setia...!๐Ÿ˜†......


...Jangan lupa kasih author dukungan dengan klik tombol favorite,like,coment dan vote ya..biar author terus semangat buat novelnya๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜...

__ADS_1


...Aku sayang kalian๐Ÿ˜˜๐Ÿค—๐Ÿค—...


__ADS_2