Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
S2 Asalkan Kau Bahagia


__ADS_3

Charle memandangi Mawar yang masih tertidur itu,dirinya langsung datang ke rumah sakit saat mendengar wanita itu sudah siuman.


Meski begitu Mawar masih harus dirawat kurang lebih satu minggu lamanya sampai keadannya lebih membaik.


Charle menelan ludahnya saat melihat tubuh wanita itu mulai bergerak-gerak,sepertinya Mawar akan segera membuka mata.


Dan benar saja,saat ini Mawar tengah mengedipkan matanya berkali-kali mencoba menyesuaikan cahaya yang mulai masuk kematanya.


Entah mengapa Charle merasa sangat gugup,ia sedang takut menghadapi Mawar saat ini.


Karena ia tahu hal apa yang akan menimpanya nanti,dan Charle sudah berusaha untuk menguatkan hatinya mulai sekarang.


"Kau sudah bangun?",ucap Charle lamat-lamat.


Mawar menengok saat mendengar ada suara yang menyapanya.


"Charle...?"


"Apa kau merasa lebih baik..?"


Mawar mengangguk dengan tersenyum.


"Aku baik-baik saja"


Setelah itu pembicaraan terputus,suasana berubah menjadi canggung.


Baik Charle maupun Mawar tidak ada yang menyambung pembicaraan lagi.


Mawar yang gugup saat berhadapan Charle,dirinya takut ingin mengungkapkan apa yang menjadi keputusannya saat ini.


Ia takut Charle akan merasa sangat tersakiti karena dirinya lebih memilih Azam.


Disisi lain Charle merasa sangat kacau,ia sedang menahan emosi sedihnya karena tahu Mawar akan meninggalkannya.


"Honey..ada yang ingin aku bicarakan...",ucapnya memberanikan diri.


"A..apa...?"


"Maafkan aku...",ucapnya lirih.


Mawar terkejut saat mendengar permintaan maaf Charle,Mawar kira Charle akan bertanya perihal hubunganya dengan Azam.


Charle pasti penasaran dan bingung kenapa rekan kerja mereka Azam ada di rumah sakit ini bersamanya.


"Kenapa kau meminta maaf...? kau tidak salah apapun"


"Tidak...selama ini aku bersalah..karena sudah memaksamu dan mengganggumu terus menerus"


Mawar diam,dia tak tahu harus menjawab apa.


"Mungkin ini terdengar lucu...aku yang menajakmu menikah..dan hari ini adalah hari keputusanmu ditentukan...tapi honey...aku benar-benar tidak akan memaksamu..kau berhak bahagia dengan pilihan cintamu sendiri...kau tidak perlu memikirkan soal kakek,biar aku saja yang akan bicara padanya..."

__ADS_1


Mawar terkejut saat Charle mengatakan itu,ia tak mengira Charle secara tidak langsung melepaskan hubungan mereka.


Mawar menangis, ia sungguh merasa sangat bersalah pada lelaki itu,tapi ia juga tidak mau berpisah lagi dengan Azam.


"Maaf...maafkan aku Charle..kuharap kau akan menemukan wanita yang lebih baik dariku.."


Charle memeluk Mawar,mungkin ini adalah bentuk pelukan perpisahan untuk yang terakhir kalinya.


"Its okay honey...aku baik-baik saja...asalkan kau bahagia aku akan ikut senang..."


Lama mereka berpelukan dalam keadaan yang haru,sampai akhirnya mereka dikejutkan dengan suara Azam yang berada di depan pintu.


"Lepaskan pelukanmu sialan...!"


Charle tersenyum saat melihat wajah Azam yang terbakar api cemburu itu,kemudian dengan sengaja Charle malah mencium kening Mawar dengan lembut kemudian diam-diam tersenyum licik kepada Azam.


Azam melotot saat melihat pemandangan di depanya itu,ia benar-benar ingin memukul Charle saat itu juga.


"A..Azam...ini bukan seperti yang kau fikirkan"


Tanpa tahu keadaan,Mawar malah merasa sangat ketakutan,ia takut Azam akan salah sangka lagi.


"Cih..aku harus membersihkan sisa bibirnya yang menjijikan itu"


Azam berjalan dengan cepatnya,terlihat lelaki itu mengambil tisu yang tersedia diatas meja kemudian mengelap dahi Mawar seperti orang yang membersihkan kotoran.


Mawar memegang tangan lelaki itu,ia menggeleng saat tahu apa yang dilakukan Azam itu tidak sopan.


Bagaimanapun Azam tidak boleh berkata kasar pada Charle,mereka berdua adalah rekan kerja,jadi bagaimana jika Charle sakit hati?


Apalagi Charle sedikit tahu bahasa Indonesia,bisa gawat kalau Charle merasa tersinggung.


"Kenapa sayang? aku harus membersihkannya segera",ucap Azam tidak memperdulikan Charle.


Saat dilanda kepanikan Mawar malah kebingungan saat mendengar tawa dari Charle.


"Kenapa kau tertawa..?",disini tidak ada yang lucu!


Mawar mewanti-wanti Charle akan marah,tapi lelaki itu malah tertawa seperti itu.


"Kau seperti anak kecil..",ledeknya pada Azam.


"Ck...aku tidak sudi kekasihku kau pegang-pegang"


"Dia juga rekan bisnisku...kami sudah sangat dekat selama ini"


"Itu dulu...sekarang tidak ada yang boleh memegangnya sembarangan"


"Apa kau yakin...? di Amerika nanti aku akan sering bertemu dengannya"


Azam tersenyum licik mendengar omongan Charle,lelaki itu kini megangkat tangan Mawar dan mencium tangannya sembari menatap Charle.

__ADS_1


"Kau kira aku bodoh? Mawar tidak akan kembali ke Amerika lagi,aku sudah membicarakannya pada kakek",ucapnya bangga.


Mawar yang bingung dengan pembicaraan kedua lelaki didepannya ini menatap dengan wajah penuh pertanyaan.


"A..apa..apa yang kalian bicarakan? apa kalian saljng kenal?"


"Dia sepupuku..Charle",jawab Azam santai.


Mendengar itu Mawar sangat terkejut,ia bahkan sampai menutup mulutnya tak percaya.


Matanya memindai wajah Azam dan juga Charle secara bergantian.


"A..apa..!!"


"Kami saudara..jadi dia akan jadi adikmu nanti",ucap Azam kepada Mawar.


Yang ditunjuk terlihat cemberut tidak suka,bagaimana bisa wanita yang ia sukai bakal ia panggil kakak nantinya.


"Belum...kau belum menikah dengannya",jawabnya judes.


"Tu..tunggu...apa kalian selama ini mempermainkanku?!"


Tiba-tiba Mawar bertanya dengan nada yang terdengar marah,wajah wanita itu juga terlihat memerah,tangan Azam yang tadinya melingkar dipundaknya Mawar singkirkan membuat Azam merasa kebingungan.


"Mempermainkan apa?",Azam dan juga Charlw malah ikut bingung juga.


Kedua lelaki itu sungguh tidak peka! padahal sekarang Mawar merasa sangat marah.


"Kalian tahu hubunganku dengan kalian satu sama lain...tapi tak ada yang menjelaskan kalau kalian itu saudara..apa kalian sekongkol melakukan ini padaku?",ucap Mawar sembari menangis lagi.


Mendengar apa yang dikatakan Mawar...Azam dan Charle terlihat panik,Mawar benar-benar salah faham.


"Tidak sayang...bukan seperti itu,aku memang sudah membicarakan kerjasama ini dengan Charle,tapi aku bersumpah kalau aku juga tidak tahu kalau kau bekerja dengan kakek Abbas dan Charle...",ucapnya gelagapan.


"Aku juga tidak tahu kalau dia mantanmu honey.. aku bersumpah..aku bahkan tahu kalau kau dengan Azam pernah menjalin hubungan dari Dafa..."


Mawar mengusap air mata yang sudah membasahi pipinya itu,ia mulai menatap kedua pria didepannya inj dengan mata yang penuh kecurigaan.


"Apa kalian tidak berbohong?"


"Aku bersumpah sayang...kalau kau tidak percaya kau bisa tanyakan pada kakek Abbas,atau kau bisa menghukumku kalau aku memang begitu"


"Ja..jadi kalian benar-benar saudara?"


"Iya..tapi aku dan Charle jarang bertemu karena Charle jarang pulang ke Indonesia"


Mawar mengangguk saja,ia malu karena sudah berfikir yang tidak-tidak.


"Maafkan aku..."


"Baiklah...kalau begitu akan keluar dulu,ada yang harus kulakukan",Charle langsung keluar ruangan setelah semua kesalahfahaman dan tujuannya telah selesai.

__ADS_1


Tidak ada yang tahu bagaimana isi hati Charle lelaki itu saat ini,dirinya memang masih bisa tertawa didepan Mawar dan Azam.


Tapi raut wajahnya terlihat sangat sedih saat dirinya mulai masuk kedalam lift.


__ADS_2