Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Jawaban


__ADS_3

Di sebuah Bandara terlihat dua orang wanita sedang menunggu jadwal penerbangan.


Mawar dan Anya duduk di sebuah kursi dengan memegang tas berukuran sedang milik mereka sendiri.


Sudah tiga hari semenjak kejadian itu,Azam belum menghubunginya lagi.Adnan juga tidak datang lagi mengganggunya,yah...mungkin lelaki itu sudah tahu semuanya dan malu bertemu dengannya.


Urusan toko lamanya ia titipkan kepada Bu Widi,dan untuk toko barunya ia serahkan kepada pegawai yang Azam rekrut sendiri.Tapi tentu saja ia berpesan agar pegawai itu memberitahu Azam setelah dirinya pergi.


Semuanya sudah Mawar atur sedemikian rupa,ia benar-benar sudah merencanakannya dengan matang.


Rumah yang Azam berikan ia tinggalkan beserta barang-barang milik lelaki itu,Mawar hanya membawa beberapa setel baju miliknya dan juga barang-barang berharga.


Ia tak mau membawa barang pemberian Azam,dirinya sudah bertekad akan membuang masa lalunya dan hidup sebagai Mawar yang baru.


Meskipun begitu dirinya tetap meninggalkan surat di atas ranjang untuk Akins dan Azka.Disana ia menuliskan banyak hal untuk kedua anak itu,segala kata yang penuh kasih sayang ia curahkan disana.


Mawar bahkan meninggalkan piring set berbentuk hati diatas meja makan dengan rapi berharap Azam akan memberikannya pada Akins dan Azka.


Dan untuk Azam sendiri ia tak menulis banyak hal,ia hanya menulis beberapa kata tentang perpisahan.


Hari ini dirinya tengah menunggu seseorang yang katanya akan menuntunnya pergi.


Sebenarnya Mawar sudah menerima balasan dua hari yang lalu dari perusahaan yang dulu menawarinya kerja.Ia bisa langsung kerja karena memang dirinya sudah di khususkan untuk itu.


Mereka mau membantu dirinya agar bisa cepat pergi dari Jakarta secepat mungkin.


Dan saat ini dirinya tengah menunggu seseorang untuk menjemputnya.


Segala keperluan seperti uang transport dan paspor ditanggung oleh perusahaan.


Yah...Mawar akan pergi ke Luar Negeri,ia akan peegi ke Amerika,dirinya mengabari perusahaan dari Luar Negeri yang dulu menawarinya kerja saat masih kuliah,dan siapa sangka dirinya masih bisa diterima.


Mawar benar-benar akan melepas kehidupan lamanya dan pergi sejauh mungkin berharap bisa menemukan kehidupan baru yang lebih bahagia.


"Permisi...dengan nona Mawar?"


Mawar menoleh saat tiba-tiba terdengar seseorang memanggilnya.


Dilihatnya seorang pria bernas hitam yang ada di depannya,pria itu berbadan kekar berkulit maskulin tengah menatapnya,pria berkacamata dengan rambut yang sedikit panjang itu tersenyum ramah kepadanya.


"Iya dengan saya sendiri...anda Tuan Rio?"


"Tolong panggil saja Rio,saya lebih muda dari anda",ucapnya sopan.


"Saya hanya kaki tangan boss saya,jadi anda tidak perlu berbicara dengan formal",katanya lagi.


Mawar mengangguk saja"Jadi Rio,apa kamu yang akan memanduku nanti?"

__ADS_1


"Benar nona...saya akan menemani anda pergi,jika ada sesuatu yang kurang anda bisa membicarakannya dengan saya"


"Baiklah...",ucapnya seraya tersenyum ramah.


Kling...


Tiba-tiba Terdengar suara notif pesan dari hpnya,dengan cepat Mawar membuka pesan itu.


Mawar menghembuskan nafas beratnya,ia kecewa karena berharap itu adalah balasan dari Azam.


Kenapa aku masih berharap? dasar bodoh..


Karena hal itu sudah pasti tidak mungkin,Bahkan sudah tiga hari lamanya Azam tak menghubunginya sama sekali.


Lelaki itu sekarang pasti sedang senang-senang dengan mantan istrinya.


Anak-anak juga sepertinya bahagia dan tidak keberatan dengan kembalinya mama mereka.Akins bahkan sudah digendong oleh wanita itu tanpa melawan.


Meskipun begitu hati Mawar masih tersisa kejanggalam,meski dirinya tahu bahwa dirinya tidak lagi di butuhkan tapi Mawar juga harus mengakhiri hubungan ini dengan jelas.


Dirinya dan Azam sudah memulai hubungan,jadi sekarang saatnya dirinya akan memutuskan hubungan mereka sendiri.


Mawar langsung berpamitan ke toilet sebelum jadwal pesawatnya berangkat .


Anya ia titipkan kepada Rio,dirinya hendak mencoba menghubungi Azam untuk terakhir kalinya.


Mawar menarik nafasnya panjang saat tangannya sudah memencet tombol panggil di hpnya.


Sekarang dirinya sudah duduk diatas closet disalah satu kamar mandi di bandara.


Lama dirinya menunggu panggilannya diangkat,tapi Azam tidak juga mengangkatnya.


Apa dia benar-benar tidak mau mengangkat telfonku lagi..?


Jika itu benar,Azam benar-benar pria brengs*ek yang berkelas.


Mawar mencoba lagi panggilan keduanya,ia akan menelfon untuk terakhir kalinya,jika Azam tidak mengangkatnya kali ini ia tidak akan menghubunginya lagi.


Tapi tanpa diduganya ternyata panggilan keduanya itu diangkat.Mawar diam menatap layar hpnya,kemudian ia berucap memanggil nama pria itu.


"Azam..."


"Ada apa...?"


Mawar sangat terkejut saat mendengar nsuara perempuan disana.Dirinya melihat lagi nama yang tertera di layar.


Ia kira ia salah menelfon seseorang,tapi nama yang tertera benar-benar nama Azam!

__ADS_1


Setelah mengetahui situasinya Mawar mengontrol suara dan degup hatinya yang tak karuan itu.


"Maaf anda siapa...?",tanyanya balik dengan nada yang dibuat setenang mungkin.


"Aku istrinya...",jawabnya dengan enteng.


Hatinya benar-benar hancur saat mendengar pengakuan itu sendiri,meskipun dirinya sudah tahu itu tapi rasanya menyakitkan sekali saat mendengarnya langsung.


"Aku sudah tahu kau pernah menjalin hubungan dengan suamiku Azam,tapi sekarang tidak lagi...Azam akan kembali lagi padaku,jadi kuharap kau jauhi dia",ucapnya lagi.


"Aku ingin bicara dengannya.."


"Haha...untuk apa? sudah kubilang jauhi suamiku Mawar,aku tahu kau wanita yang memiliki kecerdasan,jadi kau pasti tahu maskudku...kami akan segera rujuk lagi jadi ku harap kau pergi dari kehidupannya"


Mawar tak menyangka dengan apa yang di dengarnya.


Azam akan rujuk lagi?


Pria itu akan kembali dengan mantan istrinya lagi.


Dan apa itu,wanita itu juga tahu namanya.Berarti selama ini dirinya sudah diawasi,atau Azam bahkan sudah menceritakan dirinya kepada mantan istrinya itu? dirinya hanya digunakan sebagai badut bagi pasangan itu.


"Aku hanya ingin mengatakan sesuatu untuk terakhir kalinya kepada Azam jadi kumohon berikan telfonya kepadanya",Mawar berkata sembari menggigit bibirnya kuat-kuat.


Dirinya sudah menahan syok sedari tadi,badanya sudah bergetar karena menahan tangis disana.


"Maaf saja ,tapi Azam sedang mandi sekarang...aku akan mengatakan sekali lagi,kau harus menjauhi suamiku kalau kau ingin hidupmu nyaman"


Setelah mengatakan itu sambungan telefon itu putus.Mawar langsung mematikan panggilan itu secara sepihak.


Dirinya sudah tidak kuat lagi menahan gejolak rasa sakit di dadanya.


Mawar menepuk-nepuk dadanya yang terasa sesak itu,ia menangis dengan tertahan didalam kamar mandi sendiri.


Meskipun ia tahu jawaban akhirnya,tapi tidak bisa dibohongi kalau dirinya merasa sangat kecewa dengan Azam.


.


.


...Hai para pembacaku tersayang🤗...


...Terimaksih sudah membaca novelku sampai tahap ini,maaf author baru bisa up karena baru sempat🤧🤧...


...Jangan lupa tetep kasih author dukungan biar author tetep semangat😆...


...Klik favorite juga biar bisa update cerita terbaru,karena akan ada bab selanjutnya yang seru dan lebih greget tentunya😍...

__ADS_1


...Aku sayang kalian😚😚😚...


__ADS_2