Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
S2 Penjelasan


__ADS_3

Mawar menggigit bibirnya dalam,tangannya bergerak mengelus kepala Akins dan Azka yang tengah tertidur itu.


"Apa yang sudah terjadi sebenarnya",gumamnya kecil.


Mawar memikirkan tentang omongan kedua anak itu tadi.


Mereka berdua berkata kalau mamanya tidak bersama mereka,Azka bahkan terlihat sangat membenci mama kandungnya sendiri.


Kenapa? kenapa bisa seperti ini...


Seharusnya bukan seperti ini,seharusnya mereka hidup bahagia bukan? dengan kembalinya ibu kandung mereka harusnya keluarga itu bahagia.


Apalagi dia mendengarnya sendiri kalau mantan istrinya itu akan rujuk lagi.


Mawar menghembuskan beratnya,ia sungguh bingung dengan keadaan sekarang.


Kalau difikir-fikir kenapa Azam menculik dan mengurungnya setelah kembali dengan istrinya?


Lelaki itu bahkan sampai memohon agar dirinya tak pergi lagi,dan sekarang anak-anak bahkan sampai ada disini menemaninya.


Apakah laki-laki itu benar masih memperdulikannya?


Meskipun tidak terlihat...tapi perlakuan Azam yang membawa anak-anak kedepannya merupakan hal yang tidak Mawar kira,Azam masih memikirkan dirinya yang pasti merasa sedih sendirian di gedung itu.


Namun dari semua perkiraan yang ia buat sendiri tentang lelaki itu,Mawar lebih ingin berbicara empat mata dengan Azam.


Ia ingin tahu tentang sebenarnya apa yang telah terjadi.


Apa selama ini hanya dirinya yang salah faham atau memang ini semua hanya tipu daya Azam.


Tapi sebenarnya Mawar merasa takut,Mawar takut kalau dirinya selama ini hanya salah faham,dilihat dari keadaan Akins dan Azka yang semakin kurus membuat Mawar merasa sangat gelisah.


Apakah mereka semua seperti ini gara-gara aku?


Gara-gara dirinya yang langsung pergi membuat mereka sangat sedih dan menderita?


Azam juga...lelaki itu lebih kurus dari biasanya,kantong mata yang jelas sekali terlihat dan menjadi termpramental.


Tapi semua itu bukan seratus persen salahnya,lelaki itu sudah membuatnya kecewa.


Pandangan dan cara Azam yang melihatnya pada malam itu sungguh membuat dirinya sakit hati.


Laki-laki itu juga tak menjelaskan apapun padanya tentang mantan istrinya selama ini.


Mawar menggelengkan kepalanya kuat-kuat,dirinya mencoba untuk membuang fikiran yang sulit itu untuk sementara.


Biarlah malam ini tubuh dan fikirannya beristirahat,Mawar hanya ingin menikmati momen-momen bahagia bisa bertemu lagi dengan anak-anak.


Akhirnya,Mawar memilih memeluk kedua anak itu kedalam pelukannya dan ikut tidur bersama mereka.


***


Tawa seorang anak kecil terdengar samar-samar di telingannya,Mawar yang masih menutup mata itu hanya bisa mengeluh saat merasakan ada sesuatu dipipinya yang mengusik tidurnya.

__ADS_1


Kemudian suara ceikikan itu terdengar lagi,setelah merasa terganggu akhirnya Mawar membuka perlahan matanya.


Saat membuka mata...Mawar bisa melihat Akins dan Azka yang sedang tertawa sembari mengusik wajahnya dengan sebuah bunga.


Mawar tertawa saat merasakan bungan itu menempel di telinganya,rasanya geli.


Sepertinya Akins dan Azka berteriak senang saat dirinya benar-benar sudah bangun.


Terlihat sinar matahari sudah mulai masuk melewati jendela kaca yang ada di dalam ruangan itu.


Mawar bisa melihat jam sudah menunjukan pukul delapan pagi lewat kotak jam yang terletak disamping ranjang itu.


"Selamat pagi tante cantik...!",sapa Akins semangat sekali.


Mawar hanya tersenyum sembari mencoba duduk,dirinya mengucek-ngucek mata sembari mengelus kedua anak itu dengan sayang.


"Selamat pagi sayang ...."


Setelah mengatakan itu Mawar dibuat terkejut saat mendengat suara pintu terbuka.


Kemudian beberapa pelayan mulai masuk membawakan makanan dan pakaian di atas meja dorongnya.


Mawar diam tanpa mengatakan apapun kepada mereka,toh nanti juga mereka akan langsung pergi seperti biasanya.


Tapi setelah beberapa menit berlalu para pelayan itu tak kunjung keluar,mereka sekarang malah berdiri dan berjejer dengan rapi disana


"Kenapa?",tanyanya karena merasa risih.


"Tidak..kalian boleh pergi"


"Kami akan tetap disini sampai tugas kami selesai nyonya"


"Apa...? sudah kukatakan aku tak membutuhkan apa-apa lagi"


"Tapi Tuan akan memarahi kami kalau tidak membantu nyonya...tuan menyuruh kami untuk membantu nyonya memandikan tuan muda"


"Tidak...Akins tidak mau dimandikan mereka,Akins mau mandi sama tante...!",ucap anak itu.


Mawar melirik Azka,anak itu juga terlihat menggelengkan kepala.


"Mereka akan mandi bersamaku,kalian keluar saja..oh ya,aku minta sarapan dengan nasi saja,kalian boleh membawa roti itu kembali"


Para pelayan itu langsung menunduk dan pergi setelah Mawar mengatakan itu.


Mawar mendesah,karena semalam ia tidak makan pagi ini dirinya merasa sangat kelaparan.


Sepertinya dirinya butuh banyak karbohidrat untuk energinya.


Setelah itu Mawar segera memandikan anak-anak,mendandani mereka dan menyuapi Akins dan Azka sarapan.


Tentu saja dirinya belum mandi ataupun makan,Mawar akan mengurus kedua anak itu sebelum dirinya.


Ceklek...

__ADS_1


Suara pintu kembali terbuka,Mawar kira itu adalah para pelayan yang membawakannya sarapan,namun dugaannya salah.


Mawar mengerutkan keningnya saat melihat seorang wanita muda tengah berdiri di depannya bersama dua buah bodyguard milik Azam.


"Siapa?",tanyanya was-was.


Hati Mawar berdegup kencang,ia sedikit merasa takut,bagaimana jika wanita itu adalah ibu Akins dan Azka?


Apa dia sengaja datang kesini untuk membawa anak-anak?


Tubuh Mawar otomatis berdiri dan menghalangi kedua anak itu dengan tubuhnya,entahlah...meski jika benar dia adalah ibu kandungnya,tapi Mawar tidak rela jika Akins dan Azka pergi bersamanya.


Namun tanpa diduganya tiba-tiba Wanita itu menekuk lututnya dan memohon sembari meminta maaf.


"Tolong maafkan saya nyonya...! tolong ampuni kesalah saya!",ucapnya sembari menangis tersedu.


Mawar terkejut bercampur bingung,kenapa wanita itu tiba-tiba berlutut meminta maaf padanya?


"Apa sebenarnya ini...?"


"Maafkan saya nyonya,tolong ampuni saya...!"


"Kenapa meminta maaf kepadaku? aku bahkan tidak mengenal mu"


Wanita itu mendongak melihat Mawar dengan tatapan keputusasaan,dirinya mendekat kemudian memegang kaki Mawar sembari menangis.


Para bodyguard dengan cepat melepaskan dan menjauhkan wanita itu dari Mawar.


"Sa..saya ..saya yang telah bersalah pada nyonya..saya yang telah membuat tuan Azam menderita,saya sangat bersalah.. "


Mekipun Mawar belum paham tentang apa yang wanita itu katakan,tapi sepertinya ini hal yang sangat penting.


"Anak-anak...apakah kalian bisa keluar sebentar? tante ada sedikit urusan dengan tante ini",pintanya pada anak-anak.


Mawar tidak mau anak-anak mendengar hal-hal yang tidak boleh didengar,karena itu tidak baik untuk mereka.


Setelah anak-anak keluar bersama salah satu bodyguard milik Azam,Mawar duduk sembari melihat wanita itu dengan penuh pertanyaan.


"Jelaskan...apa yang ingin kamu katakan"


"Na..nama saya Ta...Tania nyonya..."


Tania siapa?


Meskipun dirinya tidak tahu,tapi Mawar tetap diam dan tetap mendengarkan ucapan wanita itu.


"Saya...saya berbuat salah karena telah tertipu daya dengan uang....saya bekerja sama dengan mantan istri tuan Azam untuk membuat anda berpisah dengan Tuan"


Deg...!


Mawar mematung,apa dirinya tidak salah dengar..??!


"Apa yang kamu maksud...?!"

__ADS_1


__ADS_2