Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Perasaan Terlarang


__ADS_3

"Eh..",Mawar bingung harus bereaksi apa,"Saya tidak apa-apa Tuan",terlihat Azam yang salah tingkah ,bahkan Azam langsung memberikan hp'nya kepada Akins.


"Jangan lama-lama Akins,tante butuh istirahat",katanya,dan suaranya itu tentu terdengar oleh Mawar dari sebrang telfon.


"Tante istilahat yang banyak ya..jangan lupa makan obat,kata oma kalau makan obat nanti sakitnya sembuh",anak itu pandai sekali berceloteh,membuat Mawar sedikit terhibur.


"Iya Akins sayang..",mendengar itu Akins senang sekali,tante cantiknya memanggilnya sayang!


"Tante sayang Akins...?!",Anak itu senang sekali dipanggil sayang oleh Mawar.


Mawar mengangguk disana,bagaimana ia tidak sayang pada Akins? meskipun ia hanya satu kali mengenal Akins namun ia tak menyangkal bahwa ia merasa sayang pada anak itu,mungkin itu juga keinginan terdalam dari hatinya bahwa ia ingin memiliki anak.


"Apa boleh Akins panggil tante catik mama?!",Mawar terkejut mendengar itu,ia tak bisa menjawab pertanyaan Akins yang satu ini.


Mendengar itu Azam langsung melotot,ia tak menyangka Akins akan bertanya seperti itu kepada Mawar langsung.


"Emm..nanti bagaimana kalau mama Akins tahu? mama Akins pasti bakal sedih mendengarnya"


Mawar tak enak hati dengan Azam,lalu bagaimana jika istri Azam mendengar itu? mungkin saja bisa berujung salah paham,lagipula Mas Adi juga pasti bakal tidak suka dengan itu dan Mawar tidak mau itu.


"Tapi Akins tidak punya mama tante ..."


*D*eg...


Hati Mawar merasa seperti terkena beban berat,ia sungguh merasa bersalah pada Akins.


"Makanya tante cantik mau kan? jadi mama Akins?!",walaupun Mawar bertatap muka dengan handphone namun ia masih bisa melihat wajah penuh harap dari anak itu.


*A*ku harus jawab apa...?


Mawar sungguh dilema,ia tak bisa sembarangan memutuskan sesuatu,ia juga butuh persetujuan suaminya Mas Adi,ia tak mau Mas Adi bakalan salah paham.


Dari penjelasan yang Akins katakan saja Mawar sudah tahu kalau Azam itu seorang duda.


Lama dirinya berfikir sampai akhirnya Azam angkat bicara"Sudah jangan ganggu tante lagi...Akins kan tahu kalau tante Mawar sedang sakit,lihat wajahnya sangat pucat"


Azam terpaksa melakukan itu,ia tahu Mawar tidak bisa menjawab pertanyaan anaknya itu.


"Yaudah tante..istilahat aja ya..nanti kalau Akins libul sekolah lagi Akins bakal datang kesini lagi",dan ternyata usaha Azam berhasil,perhatian anaknya teralihkan,Akins sungguh sangat memperhatikan dan perdulu akan kesehatan Mawar.


"Iya ..Akins juga hati-hati dijalan..",Mawar melambaikan tangannya di depan kamera.


"Dadah tante..Akins sayang tante.muaachh..!"

__ADS_1


Mawar tertawa melihat tingkah Akins,dirinya juga membalas ciuman online itu.


"Dadah gembulnya tante..muaah"


Setelah itu panggilan diakhiri,Akins yang mulanya ada di gendongan Azam melompat turun dan kini sedang melompat-lompat kegirangan.


"Ayah dengal kan..?! katanya aku gembulnya tante..!",anak itu terlihat sangat bahagia di panggil seperti itu oleh Mawar,baginya itu adalah sebuah panggilan sayang.


Azam mengangguk ,ia tak menyangka pengaruh Mawar yang begitu besar terhadap anaknya ini,padahal kedua anaknya susah didekati dengan orang lain.


Bahkan Azka anak sulungnya diam-diam memperhatikan Mawar saat di pertemuan mereka dulu dan mendengarkan dengan seksama pembicaraan Mawar dan Akins lewat telephon tadi,semua itu tak luput dari pandangannya.


"Ya sudah..ayo kita pilih oleh-oleh untuk oma..",dengan semangat Akins memilih-milih berbagai macam kue.Azka dan Azam juga ikut memilih beberapa untuk mereka sendiri,tak diragukan lagi,meskipun toko ini tergolong toko kecil namun soal kualitas dan rasa sungguh enak.


Setelah selesai memilih Azam segera membayar semua roti pesanannya,ia hendak berterimakasih dengan Adi dan mengembalikan handphone'nya.


Namun lelaki itu tak kunjung datang menemuinya,padahal ia harus segera pulang mengingat waktu mulai malam,dan anak-anaknya sudah terlihat mengantuk.


"Maaf mba..kalau boleh tahu Pak Adi'nya dimana ya..? ",terpaksa ia harus bertanya pada salah satu karyawannya.


"Oh sebentar pak..akan saya panggilkan"


Setelah beberapa menit Adi datang dengan Anya yang ada dibelakangnya.


"Tidak apa-apa..terimakasih untuk semuanya,berkat anda anak saya tidak rewel lagi,oh ini handphone anda..",Azam memberikan hp itu.


"Tidak apa-apa,lagipula kadang anak-anak memang seperti itu,lalu apa mama mereka tidak ikut kesini juga?"


Adi bertanya memastikan,sedari tadi ia juga kepikiran,kenapa anak Azam sangat tertarik dengan istrinya Mawar,bukankah mereka memiliki ibu sendiri?


"Mereka tidak memiliki ibu",dengan cepat dan tanpa keraguan Azam menjawab pertanyaan dari Adi.


Mendengar jawaban itu Adi merasa terkejut,jadi kedua anak ini adalah sosok anak yang kurang kasih sayang seorang ibu,dan mereka yang seperti itu bertemu dengan Mawar istrinya yang lembut dan penuh perhatian,pantas saja mereka kepincut dengan istrinya itu.


*B*erarti dia duda..?


Sialnya hatinya tiba-tiba merasa kesal.


"Istri saya memang seperti itu,ia memiliki sifat yang lembut dan penyayang,banyak anak kecil dari pelanggan kami yang sangat suka padanya"


Adi berucap dengan senyuman,namun Azam tahu kata itu memiliki arti tersembunyi seperti.


*I*striku sayang pada semua anak,bukan hanya pada anakmu saja,jadi jangan merasa spesial..!

__ADS_1


Sebagai seorang pebisnis tentu Azam memiliki sifat yang arogant dan tak mau kalah,bukanya mengiyakan perkataan Adi dan langsung pulang


Azam malah menjawab dengan kalimat sindiran juga.


"Iya..saya juga bisa melihat sifat Bu Mawar yang sangat penyayang dan perhatian"


Kata-kata itu mengandung makna *K*ami juga sangat dekat !


Dalam hati Azam menertawakan dirinya sendiri,kenapa juga ia bersikap seperti memperebutkan Mawar?


Lelaki yang ada dihadapannya ini juga suami sahnya!,lalu apa yang ia harapkan?


"Kalau begitu sekali lagi terimaksih,saya pamit dulu",segera ia memilih pergi sebelum melakukan hal lain di luar kendalinya,meninggalkan Adi yang hanya mengangguk dengan wajah datarnya,tak ada senyuman basa-basi lagi disana.


Azam juga tidak tahu kenapa ia merasa seperti itu,dirinya sungguh khawatir saat mendengar Mawar yang sedang sakit,dan juga ada sedikit rasa marah saat Adi mengucapkan kata-kat tadi.


Padahal perkataan Adi juga tidak salah Mawar memang benar orang yang memiliki sifat keibuan sehingga banyak anak yang menyanginya,bahkan kedua anaknya juga ikut mengidolakannya sebagai mama.


Sepanjang perjalanan Azam memikirkan sesuatu,apa benar hanya anaknya yang mengidolakan Mawar? benarkah dirinya tidak tertarik sama sekali?


Azam menarik rambutnya dengan tertawa,namun wajahnya terlihat sangat frustasi.


*A*staga..!! sial..sepertinya aku tertarik dengan istri orang lain!!


Ia tak bisa menyangkalnya lagi,setelah pertemuan pertama mereka Azam bahkan sering mengingat Mawar,kadang malah memimpikan Mawar di dalam tidurnya.


Namun Azam adalah lelaki yang terhormat dan berpendidikan,ia tak mungkin melakukan sesuatu yang diluar norma,sekalipun ia sangat tertarik dengan Mawar ia tak akan mencoba mendekati bahkan merebut Mawar dari suaminya.


Karna ia paling tahu rasanya ditinggal pasangannya karena ada orang ketiga.




Hai para readers tersayang..terimakasih sudah mampir dan membaca novelku🤗



Kasih tanda favorite biar nggak ketinggalan episode barunya,jangan lupa kasih vote,like ,coment dan bunga mawarnya biar author tambah semangat⚘⚘⚘⚘



Aku sayang kalian...😊

__ADS_1


__ADS_2