
Kudah satu minggu lamanya semenjak sidang perceraiannya dilakukan,Mawar kini lebih sibuk dibanding hari-hari biasanya.
Ia berencana mengangkat pekerja lagi untuk tokonya,karena yang dibutuhkan sekarang waiters dan OB,ia berencana memilih beberapa anak dari panti terdekat.
Ia melakukan itu semua bukan tanpa alasan,dengan hal itu Mawar bisa membantu anak-anak panti.
Karena latar belakangnya dulu juga dari panti,Mawar tahu dengan betul bahwa mencari kerja sangatlah susah,apalagi saat tidak punya ijazah yang memadai.
Di era yang super modern ini,semua hal termasuk kualifikasi pendidikan sangatlah penting,banyak perusahaan atau lapangan pekerjaan yang mengutamakan pendidikan.
Namun untuk semua syarat itu tentu saja sangat sulit untuk anak yang lulus dari panti.
Kebanyakan mereka bahkan hanya lulus tingkat smp,untuk tingkat sma saja paling hanya beberapa.
Berbeda dengan dirinya yang memang sangat gigih dalam mengejar pendidikan,Mawar bahkan rela keluar dari panti lebih awal dan mencoba mengadu nasib sendiri.
Karena tokonya sekarang sudah sangat ramai,Mawar bahkan sering memberikan sumbangan untuk anak panti.
Dulu sewaktu ia serba kekuranganpun Mawar kadang membagikan kue sisa jualannya ke anak yang ada di pinggir jalan.
Berbagi membuat hatinya senang,apalagi jika perbuatannya itu bisa membuat orang yang membutuhkan merasa senang.
Diangkatnya box-box makanan dan box yang berisi kue kedalam mobil taksi.
Beberapa pegawai turut membantunya menaikan box tersebut.
Hari ini Mawar berniat datang ke panti dan melakukan syukuran disana,ia juga akan meminta doa dari ibu panti dan juga anak-anak untuk kesuksesan tokonya.
Anya sendiri tidak ikut dengannya hari ini,karena ada tes masuk kuliah,yah..Mawar benar-benar mendaftarkan Anya untuk kuliah.
Setelah penghasilannya mencukupi ia ingin Anya melanjutkan pendidikan adik angkatnya itu.
Ia memasukan Anya ke sekolah jurusan kesehatan,itu adalah keputusan yang Anya ambil sendiri,Mawar hanya harus bersiap membiayai saja.
Ia tak pernah memaksa Anya untuk menuruti hal yang tidak disukainya,apalagi Anya adalah anak yang pintar,Mawar juga akan terus mendukung Anya agar bisa sukses sampai tahap bekerja nanti.
Mawar hanya ingin Anya memiliki masa depan yang lebih baik daripada dirinya,ia tak mau Anya mengalami hal sepertinya ,meninggalkan kariernya demi suami yang tak bertanggung jawab.
__ADS_1
Kadang setiap malam Mawar berfikir tentang jalan hidupnya,tidak bohong kalau dirinya merasa menyesal,ia menyesali keputusannya saat memilih menikah muda dan meninggalkan kariernya demi nama keluarga.
Namun masalalu tidak ada yang bisa merubahnya,yang bisa ia lakukan sekarang hanyalah tetap berusaha untuk memperbaiki semuanya.
Dan Mawar juga sedang berusaha membuat hidup Anya agar lebih baik daripada dirinya,karena Anyalah yang ia anggap sebagai satu-satunya keluarga di dunia ini.
Anyalah yang selalu membantunya saat ia dalam keadaan sangat terpuruk,adiknya itu selalu ada saat ia sedang ada masalah dengan mantan keluarganya dulu.
Bahkan Anyalah yang paling marah saat tahu dirinya dilerlakukan sangat tidak adil oleh Adi dan Bu Winar.
Saat sidang perceraiannya pun Anya terus mendesaknya agar melaporkan perbuatan Adi dan Bu Winar selama ini kepadanya.
Namun Mawar menolak,bukan karena ia berhati malaikat,ia hanya tak mau menghukum mereka dengan keadaan marah.
Mawar hanya percaya roda pasti akan berputar,ia sangat percaya bahwa takdir pasti akan menjawab semuanya.
Apa yang kau tanam itulah yang kau tuai,dan Mawar tidak mau mengotori tangannya hanya untuk balas dendam.
Biarlah takdir yang akan menghukum orang yang bersalah,saat waktunya tiba Mawar akan berdiri paling depan dan melihat bagaimana mereka menjalani hidup selama itu.
Munafik kalau ia tidak mengharapkan keluarga itu hancur,namun Mawar memilih lebih mementingkan hidupnya daripada mengurusi orang lain.
Untuk itu ia akan berusaha agar kedepannya hidupnya tidak menghawatirkan lagi.
satelah semua box sudah masuk kedalam taksi,Mawar segera masuk dan berangkat menuju panti.
Ia sengaja berangkat lebih pagi agar bisa memiliki waktu lebih banyak disana.
Sesampainya ia sampai didepan panti,terlihat anak-anak berlari mengampirinya dan berteriak memanggil-manggil namanya.
Mereka berkerumun disekelilingnya,mungkin karena Mawar sering kesana jadi anak-anak sudah merasa lebih dekat dengannya.
"Sudah-sudah...jangan buat tante Mawar kesusahan",ucap Bu panti.
"Tidak apa-apa bu mungkin karena mereka senang",jawabnya sembari tertawa.
Ia sangat senang setiap kali datang ke panti,mungkin karena kepribadiannya yang suka anak kecil,setiap melihat anak-anak panti suasana hatinya selalu baik.
__ADS_1
"Oh iya bu...saya membawa beberapa makanan untuk anak-anak ,saya harap ibu bisa menerimanya"
"Saya selalu merasa sangat berterimakasih kepada nak Mawar yang selalu mau meluangkan waktu datang ke tempat ini dan memberikan sedekah"
"Saya hanya melakukan apa yang saya bisa bu"
"Kalau begitu biar nanti anak-anak yang membantu membawakannya,kebetulan hari ini pemilik panti sedang ada didalam,nak Mawar bisa bertemu beliau kalau mau"
"Apa saya boleh bertemu dengan beliau?"
"Tentu saja...ibu akan membawa nak Mawar bertemu beliau,orangnya sangat baik dan supel jadi nak Mawar tak perlu merasa tegang"
Ibu panti sepertinya tahu apa yang ada difikirannya,memang benar Mawar merasa sedikit tegang saat mengetahui pemilik panti ini ada disana.
Ia tak menyangka akan bertemu orang penting,pemilik panti ini pasti bukanlah orang sembarangan,dilihat dari besarnya bangunan panti dan juga keadaan panti yang terawat pasti pemiliknya juga orang yang berada.
Mawar berjalan mengikuti kemana ibu panti menuntunnya.
Saat sudah sampai di sebuah ruangan Mawar melihat punggung seorang laki-laki yang sudah berumur,bahkan rambutnya sudah banyak yang beruban.
Saat beliau menengok kebelakang tatapan mereka bertemu,Mawar sempat berfikir sejenak mencoba mengingat wajah yang tampak familiar itu.
Kemudian wajahnya bersemu senang saat ia berhasil mengingat siapa lelaki yang ada di depannya ini.
"Kakek...?!"
Orang-orang yang ada di ruangan itu terlihat bingung dengan apa yang tengah terjadi,mereka hanya bisa menerka-nerka dari dalam hati saja.
Lelaki tua itu sedikit bingung saat Mawar degan semangat menyebutnya dengan nada yang akrab,namun setelah mengamati wajah Mawar sepertinya ia mengingat siapa Mawar.
"Kamu...? wanita yang menawarkan saya payung?",katanya.
Mawar mengangguk senang,ia tak menyangka akan bertemu dengan kakek-kakek yang pernah ia bantu dulu.
Mawar pernah bertemu kakek itu sewaktu ia masih di Jojga,waktu itu ia bertemu setelah pulang pemeriksaan di rumah sakit.
Kakek yang mendoakannya agar dirinya hidup bahagia karena melihatnya menangis kala itu.
__ADS_1