
Sudah satu minggu lamanya sejak kejadian di mall waktu itu,Anya sudah resah dan gelisah karena Dafa tak kunjung mengabarinya.
Jangankan bertemu,pesan dan telfon yang ia kirim tak pernah diterima oleh lelaki itu.
"Haaa...apa yang harus aku lakukan.."
Anya tahu dirinya salah,selama seminggu ini ia sudah intropeksi diri,di posisi sekarang dirinya memang salah.
Tapi Anya juga punya alasan untuk semuanya,dirinya hanyalah seorang gadis yang belum punya pengalaman dalam hubungan asmara.
Anya tidak tahu apa yang harus ia lakukan,atau bagaima cara membujuk Dafa kekasihnya yang salah faham dan sekarang sedang merajuk.
Sebenarnya untuk masalah hubungan ia masih belum mau terburu-buru.
Umurnya masih dibilang cukup muda,masih banyak hal yang bisa ia lakukan sendiri.
Apalagi menengok keadaan mba Mawarnya dulu,Anya tidak mau tergesa-gesa dalam menjalin ikatan.
Dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia masih merasa takut dan trauma melihat bagaimana ia dan mba Mawar menjalani hidupnya dulu.
Apalagi kisahnya dengan lelaki masa kecilnya yang juga berakhir buruk.
"tuuut...tuuut...tuuutt..."
Sekali lagi gadis itu mencoba menggubungi nomor milik Dafa,namun tetap saja hasilnya nihil.
"Apa aku pergi kerumah sakit saja ya..?"
__ADS_1
Tidak baik jika terlalu lama mereka bertengkar seperti itu,Anya akan minta maaf dan menjelaskan semuanya pada kak Dafa.
Meski berat menceritakan semuanya ,masalalu yang membuatnya seperti ini kepada Dafa,tentang kekawatirannya menjalin hubungan dan betapa takutnya jika ia ditinggalkan lagi oleh seseorang yang ia sayangi.
Anya hanya ingin meningkatkan kualitas dirinya sendiri agar tidak diremehkan lagi oleh orang lain.
Ia hanya ingin sukses diatas kakiny sendiri,dan saat itu tiba ia akan menerima Dafa dengan terbuka,hanya itu.
Tapi kenapa sulit sekali agar kak Dafa bisa mengerti?!
Karena ada Zio dan juga Adi ,lelaki yang membuatnya traumatik akan seuatu hubungan membuat dirinya secara tidak sadar membangun tembok yang sangat kokoh dan tinggi.
Tapi setelah ia bertengkar dengan kak Dafa,Anya tahu lelaki itu pasti sangat kecewa.
Kak Dafa selalu memberi perhatian lebih dan selalu meluangkan waktunya untuk menelfon setiap hari.
Anya akan menjenguk Dafa di rumah sakit,ia akan meminta maaf atas segala keegoisan yang ia lakukan selama ini.
Karena pertengkaran selama seminggu ini,Anya menjadi sadar,bahwa hari-harinya terasa hambar tanpa lelaki itu.
***
Anya berjalan dengan semangat menuju sebuah rumah sakit terbesar di kotanya saat ini.
Tangannya yang kecil itu menggenggam sebuah rantang tiga tingkat yang berisi hasil masakannya sendiri tadi pagi.
Sebelum melangkah masuk,ditariknya nafasnya dalam-dalam mencoba menenangkan debar jantungnya yang berdetak begitu cepat.
__ADS_1
Baru kali ini ia merasa gugup seperti ini karena akan bertemu kak Dafa.
Anya kemudian mulai berjalan masuk dengan langkah yang meyakinkan,sebuah senyum cerah ia tampilkan di wajahnya yang imut itu.
Hari ini ia sudah bertekad untuk mengakhiri drama hubungannya dengan kak Dafa.
Ia akan mulai belajar menjalin hubungan yang sehat,tak masalah juga jika kak Dafa ingin hubungan mereka di publikasikan,selama itu tidak mencampurkan masalah pendidikan dan pekerjaan.
Ia akan membujuk kak Dafa agar lelaki itu tidak memberinya wewenang penuh atas pekerjaannya.
Anya ingin melakukan pekerjaan secara bersih dan adil,sebagai gantinya ia juga akan belajar menjadi kekasih yang perhatian dan tidak egois lagi.
Tanpa ragu dan tanpa mengetuk pintu,Anya langsung membuka pintu ruangan pribadi milik Dafa.
Senyum yang tadinya mengembang dengan cantiknya berangsur lenyap dalam hitungan detik.
"Praaak....!!",rantang yang ia bawa jatuh berserakan diatas lantai marmer berwarna putih dibawahnya,membuat banyak jejak kotor akibat semburat masakan yang bertebaran dimana-mana.
"Anya...?!",Dafa terkejut bukan main.
Tanpa mengucap kata apapun gadis itu terlihat berlari dan meninggalkan Dafa yang tengah memeluk seorang gadis didalam ruangannya itu.
.
...Maaf baru update karena author banyak kegiatan😔😔,semoga para pembaca setia dan tetap dukung authorr...🥰🥰🥰...
...Aku sayang kaliaaaannnn😘😘😘...
__ADS_1