
Sudah beberapa hari setelah perkara Zio,Anya tetap masuk ke rumah sakit seperti biasa.
Meski kerap bertemu atau berpapasan dengan lelaki itu,Zio dan dirinya tak pernah sapa atau membicarakan sesuatu selain kondisi ibunya.
Yah ....itu lebih baik..
Lebih baik mereka seperti itu,normal seperti orang yang tak pernah berhubungan sebelumnya,karena sepertinya tak ada yang perlu mereka bicarakan lagi.
"Kondisi Bu Nita sudah membaik dan lebih meningkat dari sebelumnya,tapi beliau belum bisa pulang saat ini,saya sarankan untuk lebih perbanyak makan-makanan yang berserat dan makan yang teratur",ucap Anya menyarankan.
"Baik...terimakasih dok"
Anya hanya tersenyum kecil layaknya Dokter,lalu pergi meninggalkan Zio dan pasiennya.
Ya...sekarang Anya sedang memeriksa pasiennya ,karena sekarang ia mendapat jadwal mau tak mau ia harus bertemu Zio lagi.
Meski senang karena keadaan kembali normal,tapi entah apa yang membuat Anya merasa gelisah.Seperti ada yang mengawasinya...
Anya menggelengkan kepalanya mencoba membuang fikiran negative itu.
"Apa aku terlalu lelah ya...",ucapnya lirih.
Mungkin saja karena pekerjaannya dan juga pernikahannya yang semakin dekat,membuatnya sedikit lelah.
Anya merenggangkam badannya melenturkan otot-ototnya yang kaku,rasanya akhir-akhir ini ia terlalu berfkir negative.
Dilihatnya jam yang sudah menunjukan pukul 16.00 sore,sepertinya jadwalnya hari ini sudah selesai.
Anya bergegas kembali keruangannya,ia akan segera pulang untuk istirahat,biarlah dokter lain yang akan menggantikannya nanti.
Ceklek..
__ADS_1
Pintu ruangannya terbuka,dirinya masuk sepeeri biasa dan mengemasi barang-barang miliknya...
Anya belum sadar akan sesuatu yang terletak diatas sofa dalam ruangannya.
Hingga saat ia berjalan dan dengan benar melihat sekelling,barulah ia sadar ada suatu benda diatas sofanya.
"Bunga...?"
Dilihatnya buket bunga yang cukup besar berada diatas sofa,dengan bunga mawar merah yang sangat indah dan juga beberapa bungkus coklat.
"Tidak ada nama pengirimnya...?"
Anya membolak-balikan buket itu,tapi tetap saja tidak ada nama pengirimnya.
"Apa mungkin Dafa...? tiba-tiba sekali...?",karena sepertinya tidak ada yang special hari ini.
Atau mungkin Dafa ingin memberinya kejutan?!
***
"Halo...ada apa kak?"
Saat ini Anya sedang menerima telfon dari Dafa,lelaki itu berkata akan datang kerumahnya sore ini.
"Apa kau mau aku bawakan sesuatu..?aku sedang berada di toko makanan"
Anya berfikir sebentar..kemudian terlihat senyum dari bibirnya.
"Emm...aku mau sate...yang pedas",ucapnya sembari melirik bunga yang ada diatas meja.
"Baiklah sayang...aku akan sampai sebentar lagi..i love you..",
__ADS_1
"Love you too..",jawabnya lirih,namun masih bisa didengar Dafa.
Memang sejak dirinya berkata jujur dan lebih terbuka kepada Dafa,hubungan mereka berkembang sangat baik,Dafa menjadi tambah memanjakannya dan mencurahkan lebih banyak cinta dengan berbagai ekspresi.
Bukankah Anya juga harus membalasnya dengan baik? Meski kadang susah dan malu-malu...tapi Anya ingin belajar mengekspresikan cintanya juga.
Seperti saat ini...Anya bergegas menata bunga yang diberikan Dafa kedalam vas kaca yang sudah diberi air,kemudian menatanya di dekat pintu utama.
"Sangat bagus..."
Dari mana laki-laki itu tahu bahwa Anya suka bunga Mawar?!sungguh romantis...
Setelah selesai menata bunga,Anya kembali pergi mempersiapkan diri kedalam,ia harus mandi karena badannya terasa sangat lengket.
Hingga setelah beberapa waktu suara bel terdengar nyaring diruangan.
Anya membuka pintu dengan wajah yang sangat terkejut.
"Selamat datang kak...eh..lagi...?"
Dirinya dikejutkan dengan apa yang dibawa oleh lelaki itu.
"Lagi...? apanya yang lagi?",ucap Dafa yang ikut bingung juga.
"Bu..bu..bunga...bukankah kakak tadi memberiku bunga?"
"Tidak..aku tidak memberimu bunga ...ini..aku membelikanmu bunga kesukaanmu..Mawar",ucapnya sembari menyodorkan bunga.
Anya diam mematung,diliriknya bunga yang sudah ia tata tadi.
Kalau bukan kak Dafa...siapa lagi?!
__ADS_1
Seketika Anya merasa merinding..lalu siapa yang memberinya coklag dan bunga?!