
*Mohon dibaca kalau sudah buka puasa ya...ππ,Happy reading..*
"uhm..."
Anya merasa kehabisan oksigen,Dafa benar-benar menciumnya dengan snagat agresif.
"Uh..ka..kak..."
Cup...
Dafa tak menghiraukan istrinya itu,ia terihat seperti orang yang kehausan.
Bagaimana tidak? laki-laki itu sudah menahan hasratnya sangat lama,dan sekarang saatnya ia menuntaskan dahaga yang selama ini ia tahan.
"Jangan tolak aku Anya...biarkan aku melakukan kewajibanku malam ini..aku benar-benar tak bisa menahannya lagi..",ucapnya kemudian mencium Anya lagi.
"A..aku tahu kak...tapi...aku takut..." ,ucapnya disela-sela ciuman mereka.
Dafa meghentikan kegiatannya,menatap wajah Anya yang sedikit gelisah.
Cup..dikecupnya kening sitri kecilnya itu dengan sangat lembut.
"Tidak perlu khawatir...aku juga sama gugupnya denganmu...ini juga pertama kalinya bagiku".
Mendengar itu Anya tidak percaya,wajah kak Dafa tidak terlihat raut gugup sama sekali.
Namun Anya tak bisa bertanya banyak,fikirannya sudah kalut karena ulah suaminya.
__ADS_1
Tangan dan bibir Dafa mulai menjamah kemana-mana,Anya hanya bisa menggigit bibir bawahnya,menahan suaranya agar tidak keluar,dia malu!.
"Astaga...sebentar lagi aku tidak perawan lagi..!!"
"Sayang...kau sangat wangi...dan manis...",bisik Dafa di telinga istri kecilnya.
Anya diam,fikirannya kosong,perlakuan yang Dafa lakukan kepadanya membuat dirinya tak bisa mencerna apa-apa lagi,tubuhnya lebih bereaksi daripada otaknya.
Hingga saat tangan suaminya itu mulai menerobos masuk ,menjelajah lekuk tubuhnya barulah Anya tak bisa menahan d*sahannya lagi.
"Ah..."
Dafa tersenyum mendengarnya,semakin Anya tak karuan dibuatnya,semakin gila Dafa melancarkan aksinya.
Sentuhannya pelan dan ringan,menambah sensasi merinding di sekujur tubuh Anya.
Dafa menarik diri,menatap pemandangan yang sangat menakjubkan.
Matanya tak bisa beralih dari ciptaan yang sangat mengagumkan.
"Sangat pas..." ,ucapnya.
Wajah Anya sudah merah padam,kedua tangannya sudah sibuk menutupi bagian tubuhnya yang tak tertutupi kain sekarang.
"Kak...jangan lihat aku deperti itu...aku malu..." ,ucapnya sembari mengalihkan pandangannya ketempat lain.
Namun tentu saja itu hanya berlangsung beberapa detik.
__ADS_1
Anya langsung melebarkan mata saat Dafa menanggalkan handuk yang melilit ditubuhnya.
"Aaaaa...! mataku..mataku sudah tidak suci lagi!",teriaknya sembari menutup wajahnya.
Dafa tertawa keras mendengar teriakan istri kecilnya itu,kemudian mengangkat tangan Anya keatas kepalanya.
"Sst...jangan malu-malu sayang...tubuhku ini adalah yang paling sempurna..." ucapnya dengan nada yang menggoda.
Anya menelan ludah kasar,ia melirik sedikit tubuh yang sudah mengunci dirinya.
Perut yang berotot seperti roti sobek yang dulu ia jual memang begitu indah.
"Ta...tapi...apa itu...?! kenapa bentuknya seperti itu...?!"
Anya bergidik ngeri melihat junior Dafa yang begitu panjang dan besar.
"Ka..kak...apa itu bisa masuk...?aku takut..." ,Anya sudah ketakutan.
Dafa menyadari kekhawatiran istrinya itu hanya bisa tersenyum lucu,bagaimana bisa di malam pertama mereka Anya masih bisa bicara konyol?
"Bisa sayang...aku akan bersikap lembut..."
Setelah mengucapkan itu Dafa langsung melanjutkan aksinya.
Melakukan ritual malam pertama dengan gadis kecilnya yang laling ia cintai.
Berbeda dengan pemanasan yang sangat agresif,saat penyatuan Dafa bergerak dengan sangat lembut dan penuh dengan kehati-hatian.
__ADS_1
Ia memperlakukan Anya dengan sangat baik,hingga Anya bisa menikmati kegiatan panas itu dan melupakan rasa takut sebelumnya.