Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
S2 Datang Lagi


__ADS_3

Kehamilan Mawar saat ini sudah menginjak tiga bulan,perutnya yang rata kini sudah terlihat membuncit.


Rencana pesta resepsi pernikahan juga diundur melihat bagaimana keadaan kesehatan bumil itu.


Mawar masih dirahasiakan oleh khalayak umum terutama wartawan yang haus berita.


Hal itu Azam lakukan agar privasi dan kesehatan istri dan calon anaknya aman.


Azam benar-benar menjadi ayah yang sangat siaga,lelaki itu juga bertambah posesif kepada Mawar semenjak ia hamil.


Selama trisemester pertama Mawar memang sering mengalami morning sickness.


(Kebanyakan ibu hamil mengalami morning sickness pada trimester pertama kehamilan. Walau tidak membahayakan ibu dan janin, morning sickness dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.)


Dirinya sering muntah di pagi hari dan akan makan banyak di malam hari.


Ngidamnya juga aneh-aneh...Mawar pernah meminta agar kamar mereka dicat menjadi warna pink!


Tapi Azam tidak pernah melarang atau memarahinya,lelaki itu bahkan dengan senang hati menuruti permintaan istrinya itu.


Karena istrinya tercintanya sedang hamil Azam akan mengabulkan semua permintaan Mawar selama itu hal yang tak merugikan.


Azam bahkan jadi lebih memanjakan wanita itu dan selalu mendampinginya.


Dirinya selalu berangkat siang dan pulang lebih awal demi bisa mendampingi istrinya.


Rasanya sungguh tidak tega meninggalkan istrinya yang sedang hamil..apalagi Mawar sekarang bertambah cantik semenjak hamil.


"Sayang...kita mau kemana?",Tanya Mawar penasaran.


Suaminya itu mengajaknya pergi tanpa mengatakan tujuan memereka sekarang.


"Itu rahasia...kau akan suka nanti"


Mawar memanyunkan bibirnya saat mendengar Azam mengatakan kata rahasia.


Azam yang tahu istrinya sedang merajuk itu tersenyum senang,sejak hamil Mawar jadi bertambah menggemaskan.


"Kita akan makan di resto khas Jogja sayang..kurasa kau akan menyukainya",akhirnya Azam mengatakannya juga.


Lelaki itu tak tega melihat sitrinya merengut sepanjang jalan.


Mata Mawar berbinar mendengar mereka akan pergi ke resto khas Jogja,dirinya sungguh rindu dengan makanan asal daerahnya.


Sudah lama sekali dirinya tidak makan makanan Jogja semenjak dirinya pindah ke Jakarta.


"Benarkah...?!",tanyanya antusias.

__ADS_1


Azam menganggukan kepalanya semabari mengelus rambut Mawar dengan sayang.


"Iya sayang...kau boleh makan sepuasnya disana..."


Mawar tersenyum lebar,ia harus makan banyak-banyak disana nanti.


"Kalau begitu nanti aku akan memesan Yangko,Bakpia dan Gudeg...! oh ya...aku juga mau minum Wedang Ronde!",ucapnya semangat.


Azam tertawa melihat Mawar yang begitu tak sabar,istrinya itu sudah terlihat meneteskan air liur saking tak sabarnya.


Mungkin karena bawaan jabang bayi juga Mawar terlihat lebih semangat dari biasanya.


Sebenarnya bukan tanpa alasan Azam membawa Mawar ke resto khas Jogja itu.


Selama tiga bulan mengandung Mawar jadi sering memuntahkan makanannya dan tidak begitu nafsu makan.


Azam khawatir Mawar dan calon anaknya akan sakit,maka dari itu dirinya berinisiatif membawa Mawar jalan-jalan sekaligus mengajaknya makan.


Jika nanti istrinya makan dengan lahap disana,Azam akan menyuruh koki untuk memasakan masakan khas Jogja sampai Mawar merasa puas.


...


Azam menuntun istrinya saat mereka sudah sampai di depan resto.


Mawar terlihat bahagia melihat sekeliling interior restoran yang kental akan khas Jogja.


"Ramai sekali..."


Hari ini terlihat banyak pengunjung yang datang ke restoran itu.


"Apa kau tidak suka...? kalau kau tidak suka aku akan memesan ruangan khusus untukmu..",ucap Azam khawatir.


Ia takut Mawar tidak suka,padahal ia sengaja tak memesan reservasi karena mungkin Mawar lebih suka keadaan yang ramai seperti ini


"Ti..tidak..bukan itu..aku suka...hanya saja disini terlihat sangat ramai..sepertinya makanan disini enak.."


"Makanan disini memang terkenal enak,hanya resto ini di Jakarta yang menyediakan makanan khas Jogja yang rasanya sangat persis enak...kau harus makan sebanyak mungkin nanti..."


Mawar mengangguk senang,dirinya berjalan beriringan dengan dituntun oleh Azam.


Mereka duduk di kursi bagian dekat dengan jendela kaca...menampilkan pamandangan yang mengarah ke pantai dengan diiringi lagu dari alat musik angklung yang menambah suasana sangat tentram.


"Apa kau suka...?" ,tanya Azam sembari mengelap sisi bibir Mawar yang belepotan.


Istrinya sungguh makan dengan lahap,tidak salah dirinya memilih tempat ini.


"Aku mau nambah lagi sayang...",ucap Mawar dengan mulut yang masih penuh makanan itu.

__ADS_1


"Duduklah disini...aku akan menyuapimu makan...kau harus makan pelan-pelan agar tidak tersedak nanti..",ucapnya sembari menepuk kursi disampingnya.


Meskipun berkata demikian tapi malah Azam sendiri yang bergeser dan mengganti tempat duduknya agar bisa menyuapi istrinya itu.


Keduanya terlihat sangat romantis,Azam yang menyuapi istrinya terlihat seperti seorang suami yang sangat mencintai istrinya.


Para tamu di restoran itu berbisik-bisik melihat pemandangan tersebut,mereka merasa sangat penasaran siapa yang tengah bersama pria tersohor di Indonesia itu.


Tentu saja mereka mengenal Azam,seorang usahawaan muda yang sering muncul di acara tv belakangan ini.


Karena kegigihannya Azam memiliki perusahaan paling berpengaruh di negeri ini,dan membuat namanya tertera dimana-dimana.


Tapi mereka tidak tahu siapa wanita disamping lelaki itu.


Meskipun Azam tahu dirinya sedang diperhatikan banyak orang,namun Azam diam saja.


Kali ini dirinya memang sengaja memperlihatkan istrinya di depan umum,Azam juga sengaja memperlihatkan betapa sayangnya ia pada istrinya itu.


Toh sebentar lagi dirinya akan menggelar pesta resepsi bersama acara empat bulanan kehamilan Mawar.


Ini hanya bentuk awal dirinya memperkenalkan istri tercintanya,nanti...Azam akan memberitakannya secara besar-besaran nanti setelah masa rentan kehamilan istrinya sudah terlewatkan.


Suasana romantis kedua pasangan itu sungguh sangat hangat,namun kehangatan itu tak berlangsung lama saat seorang lelaki datang dan memanggil nama Mawar.


Mawar dan Azam menengok melihat siapa yang bersuara disana.


Kening Azam mengerut melihat sosok pria yang tengah menatap istrinya dengan dalam itu.


Mawar sudah bergetar ketakutan disana,ia takut Azam akan salah sangka lagi..dan lelaki itu akan meinggalkannya lagi.


Memori tentang masalalu dimana Azam pergi meninggalkannya dan memberikan tatapan penuh dengan kecurigaan mulai berputar bagai film di otaknya.


Mawar mencekram lengan suaminya itu dengan keras sembari menggelengkan kepala.


"Bukan...bukan aku yang memanggilnya kesini Azam.."


Raut muka Mawar terlihat sangat panik,apalagi Azam diam saja tanpa menoleh kearahnya.


Lelaki itu masih fokus menatap Adnan yang masih berdiri di depan meja dimana mereka masih duduk.


"Ada apa kau kesini..?",tanya Azam sarkas kepada Adnan.


Cengkraman Mawar kian mengerat,bibirnya ia gigit dengan keras mendengar suara Azam yang sedikit meninggi dan penuh penekanan disana.


Saat ini Mawar sungguh merasa gelisah.


"Sayang...kumohon...bukan aku yang memanggilnya kesini,percayalah padaku....",Mawar sudah menangis disana.

__ADS_1


Tangannya masih mencekram lengan Azam takut kalau lelaki itu akan pergi meninggalkannya lagi sepertu dulu.


__ADS_2