
"Dia memang tinggal disini..dulu pergi ke Jogja cuma karena ikut ayahnya kerja sebentar disana.."
Seperti tahu apa yang ada di fikiran Mawar ,Dafa menjelaskan semuanya.
Mawar mengangguk-anggukan kepalanya,kini ia sudah tahu situasinya.
Ia senang bisa bertemu Akins lagi,bukankah nasibnya sangan baik? mereka bisa di pertemukan lagi bahkan bisa saling melepas rindu.
"Dimana kak Azka..dia tidak ikut?",tanyanya pada Akins.
"Kakak sedang sakit tante..jadi tidak bisa ikut"
Meskipun Azka anak yang lebih tertutup kepadanya ketimbang Akins,tapi Mawar tahu ...anak itu sepertinya juga sedikit memperhatikannya.
Ia juga sedih melihat anak seumuran Azka yang bisu dan sudah di tinggal ibunya.
*P*asti berat bagi Azka...
"Kalau begitu..nanti Akins bawain roti buat kakak ya.."
"Waah..tante baik banget ..."
Akins menciumi pipi Mawar,membuatnya tertawa karena merasa geli,bahkan pipinya sampai basah karena ulahnya.
Mereka berbincang dengan suasana yang bahagia,bahkan Mawar sampai lupa akan keresahan yang sedang ia alami.
***
"Omaa....!!",Akins berlari sembari menenteng sebuah plastik berisi box kue yang berukuran kecil.
Ia langsung turun dari gendongan Dafa setelah sampai rumah,Akins berlari menghampiri neneknya yang sedang duduk menonton televisi itu.
"Aduh cucu oma jangan lari-lari sayang..nanti kamu jatuh loh..."
Seorang wanita paruh baya dengan potongan rambut pendek itu langsung menangkap cucunya yang gembul.
"Oma..! oma..!! hali ini Akins senaaang sekali..!"
"Memangnya cucu oma habis ngapain sama om Dafa.?"
"Akins balu ketemu sama tante cantik oma..!"
Bu Risma mengerutkan keningnya,ia bingung dengan ucapan cucunya itu.
"Tante cantik siapa..?"
"Itu loh tant..perempuan yang sering Akins ceritain,penjual roti.."ucap Dafa.
__ADS_1
"Loh..bukannya rumahnya di Jogja ya?"
"Udah pindah kesini belum lama,ikut sama suami.."
Bu Risma mengangguk paham,kemudian ia beralih melihat cucunya yang terlihat sangat senang itu.
Padahal setelah pulang dari Jogja Akins terlihat selalu murung dan rewel,isi ucapannya selalu saja "Tante cantik"
Bahkan Akins selalu meminta pergi ke toko kue dan membeli beberapa kue kesukaannya ,tapi katanya rasanya beda dengan buatan tante cantiknya itu,alhasil ia hanya makan sedikit.
Ia senang cucunya itu sudah kembali ceria,lihatlah.. sekarang Akins sedang makan kue yang ada di tangannya dengan lahapnya,bahkan sampai mulutnya penuh seperti itu.
"Pelan-pelan sayang...",mengelap krim yang belepotan di sekitar bibir mungil itu.
"Ini enak sekali loh oma..."
"Boleh oma minta..?"
"Nggak boleh..oma makan yang di bawa om Dafa aja,ini khusus buat Akins..",sembari menunjuk dua kotak kue besar yang ada di meja.
"Ini tante cantik khusus buatin untuk Akins..lihat oma..stlobelinya jug banyak",katanya lagi.
Dafa geleng-geleng kepala melihat perbuatan Akins,keponakannya itu terlihat sangat gembira,berbeda dengan hari-hari sebelumnya.
"Waah..kamu beli juga Daf..?"
"Nggak kok tante..ini dikasih juga sama Mawar.."
"Kenapa banyak banget kasihnya..harusnya kamu bayar dong,kan kasihan yang jual"
"Aku juga udah nolak tante..tapi Mawarnya yang tetep kukuh nggak mau"
"Satunya buat kak Azka ,satunya buat om Dafa katanya omaa...",ucap Akins di sela-sela acara makannya
"Baik banget ..coba sini oma mau cobain roti buatin tante cantik kamu.."
Mendengar omanya berkata seperti itu,Akins langsung loncat dari pangkuan Bu Risma,lalu mengambil beberapa kue.
Akins ingin menunjukan betapa enaknya kue itu dan hanya ingin pamer keahlian tante cantiknya itu.
"Kuenya enak kan oma..?"
Bu Risma mengangguk sembari tersenyum,kuenya benar-benar enak,manisnya pas dilidahnya,dan textur kue itu benar-benar sangat lembut.
Pantas saja cucunya itu sangat tergila-gila dengan kue buatan Mawar.
"Wah..perkataan cucu oma memang benar,kuenya enak sekali..besok-besok oma pengin lihat ke tokonya itu"
__ADS_1
"Benel oma..?!"
"Iya sayang..kalau ada waktu Akins sama Kak Azka pergi kesana sama oma.."
"Yeeayy..Akins sayang oma..!",ucap Akins semangat sembari berlari-lari mengitari meja.
Ada rasa trenyuh dan senang dari dalam hari Bu Risma melihat cucunya sangat bahagia seperti itu,sudah lama sekali ia melihat cucunya bersemangat setelah perginya menantunya,ibu dari kedua cucunya.
Semenjak menantunya memilih pergi meninggalkan anaknya dan cucu-cucunya ,rumah ini sangat sepi dan terasa suram.
Semenjak itu juga ia sangat benci dengan bekas menantunya itu,hidup anaknya jadi berantakan dan cucunya tumbuh tanpa kebahagiaan.
Tapi setelah pulang dari Jogja ,cucunya selalu bercerita tentang seorang wanita cantik yang sangat baik dan juga pintar dalam membuat kue.
Setiap menceritakan tante cantiknya itu Akins selalu terlihat sangat bersemangat dan bahagia,meskipun tak jarang cucunya itu merengek meminta Azam pergi ke Jogja untuk mencari wanita itu.
"Ternyata kue yang di pesan tante Ani waktu arisan juga dari tokonya loh tant.."
"Pantesan kue-kuenya enak semua..tante jadi penasaran sama orangnya.."
Kalau saja Mawar belum menikah..pasti ia akan mencoba mendekati wanita tersebut,Bu Risma akan melihat bagaiamana sikap Mawar ,jika cocok ia berniat menjodohkan anaknya dengan wanita itu.
Bukankah itu bagus? apalagi cucunya itu seperti sangat menyukainya.
"Kue siapa yang enak mah..?",ucap Azam yang baru saja turun dari lantai atas bersama dengan Azka di gendongannya.
"Ini loh..tante cantik yang di omongin Akins ternyata pindah ke Jakarta,ini Akins juga baru ketemu tadi siang.."
Azam terkejut mendengar perkataan mamanya ,ia bejalan cepat menuju sofa kemudian bergabung duduk dengan mereka.
"Mawar pindah ke Jakarta..?",tanyanya sekali lagi,ia ingin memastikan untuk kedua kalinya.
"Iya ayah...tadi Akins balu ketemu sama tante cantik loh..Akins juga di beli banyak kue,katanya buat kakak Azka yang sakit ...bial cepat sembuh"
Ada rasa senang di hatinya saat mendengar kata dari anaknya,Mawar ..Mawar ke Jakarta..!
Bukankah ini takdir ..? ia tak menyangka akan bisa bertemu Mawar lagi, sebelumnya ia bahkan pernah pergi Jogja lagi karena Akins selalu rewel dan menangis ingin bertemu tante cantiknya itu.
Namun saat mereka sampai di sana ,toko itu sudah hangus terbakar,dan saat ia bertanya kepada warga sekitar katanya Mawar sudah pindah rumah.
Sungguh kebetulan yang sangat membahagiakan..bukan hanya Akins saja yang rindu,dalam hatinya yang terdalam ia juga sedikit merindukan Mawar.
Meskipun ia tahu rasanya itu adalah sebuah kesalahan,tapi Azam juga tak bisa menyangkalnya,ia hanya ingin mencintai Mawar dalam diam tanpa merusak hubungan rumah tangganya.
"Kenapa Azka ikut turun..? kamu kan masih sakit sayang..",Bu Risma memegang kening Azka,ternyata dahi cucunya itu masih panas.
"Dia merengek minta turun ma..makanya aku bawa kebawah,mungkin bosan juga di kamar.."
__ADS_1
"Aku mau kue itu..",kata Azka sembari menunjuk kue di atas meja.
Yah..Azka memang bisa bicara,ia hanya akan membuka suara di depan keluarganya,ia tak bisa berbicara dengan orang asing,semua itu karena trauma yang pernah ia alami itu.