Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
S3 Lelaki Posesif


__ADS_3

Selama perjalanan menuju sekolah tak henti-hentinya Mawar tersenyum.


Melihat Azka dan juga Zahra yang sedang bermain sembari tertawa membuat hatinya merasa sangat tentram.


Azka terlihat sangat menyayangi Zahra meski dia bukan ibu kandungnya.


Anak itu kadang bahkan terlihat lebih dewasa dari umurnya,membuat Mawar merasa sedikit lebih khawatir.


Hingga akhirnya Zahra merengek meminta asi baru kemudian kakaknya itu diam berhenti meledek adiknya.


Tentu saja sebelum menyusui anaknya sang supir dengan cekatan dan pekanya menurunkan pembatas antara kursi depan dan belakang.


"Ma...apa susu mama masih ada?" ,tanyanya sembari mengamati adiknya sedang menyusu.


Mendengar itu Mawar tertawa geli sembari mengelus rambut Azka dengan sayang.


"Masih kok...nanti kalo udah mau habis mama bilangin deh ke kakak Azka",jawabnya.


Azka hanya mangguk-mangguk,matanya tetap meneliti wajah adiknya yang sedang meminun asi.


Mata Azka berbinar mengamati wajah adiknya yang sangat lucu menurutnya.


Zahra mempunyai rambut yang panjang tapi cenderung tipis,pipi gembul dan mata yang bulat berwarna coklat seperti ibunya.


Giginya yang baru tumbuh beberapa biji dan bahasa abstrak yang sering diucapkannya menambah kelucuan Zahra.


Adikku benar-benar lucu dan cantik..!


Azka tidak tahu apapun,yang ia tahu adiknya itu sangat lucu dan cantik! ia akan melindungi Zahra dari segala hal yang membahayakan dan tidak baik untuk adiknya itu.


Zahra lahir dari mama yang sangat ia sayangi,mama baru bak malaikat yang sangat baik dan tulus.


Mawar adalah seorang ibu yang sempurna baginya dan Azka sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau sudah besar nanti ia akan melindungi kedua wanitanya itu.


...


Mobil berhenti di sebuah parkiran sekolah,disana sudah terlihat ada banyak kendaraan yang sudah terparkir dengan rapi.

__ADS_1


Sepertinya banyak yang sudah datang lebih awal,yah...sekolah ini memang menekankan prinsip kedisiplinan,tapi Mawar tahu mereka juga belum telat.


Masih ada waktu sekitar lima belas menitan sebelum acaranya dimulai.


Mawar keluar dari dalam mobil sembari menggendong Zahra dipelukannya.


Azka berdiri disamping mamanya dengan memasang wajah biasanya,yaitu cuek dan dingin.


Mawar bahkan terkekeh lirih melihat perubahan ekspresi Azka ketika sudah turun dari mobil.


Tadi di dalam mobil anak itu terlihat sangat ceria dan perhatian,tapi lihatlah sekarang...Azka sudah terlihat seperti Azam yang dulu!


Ah...dia sangat imut...


Supir dan pelayan yang tadi mendampinginya tetap berada di luar,Mawar sengaja melakukan itu karena tidak mau terlalu menarik perhatian.


Yang benar saja..masa ia datang ke kumpulan wali murid anaknya dengan membawa pelayan dan supir sebagai bodyguard?


Meski sebenarnya itu tidak masalah,karena sekolah ini juga milik suaminya,tapi Mawar tidak mau terlihat terlalu mecolok.


Bukankah tidak nyaman jika semua orang terlalu memperhatikannya? terlebih lagi ia ingin diperlakukan normal seperti para wali lainnya.


Suara riuh semakin terdengar saat dirinya mulai memasuki gedung yang akan dijadikan tempat perpisahan anaknya.


Dengan dibantu beberapa panitia Mawar duduk dikursi paling depan dengan beberapa wali lainnya.


Dan Azka harus berpisah dengan adik kesayangannya itu karena kursi mereka berbeda tempat.


"Dede'..tunggu kakak disini ya..nanti Zahra harus liatin kakak diatas panggung juga..ok!",ucap Azka kepada adiknya.


"Ok kakak...semangat ya...",jawab Mawar sembari melambaikan tangan Zahra.


Azka segera duduk dikursinya setelah melakukan perpisahan yang manis dengan adiknya itu,wajahnya yang tersenyum lembut bahkan tak luput dari pandangan beberapa orang guru dan temannya.


Bahkan kebanyakan dari mereka yang melihat tingkah Azka merasa tercengang,karena jarang sekali melihat anak itu bersikap lembut dan perhatian.


"Anak anda cantik sekali bu..itu tadi kakaknya..?",ucap ibu-ibu yang ada di sebelahnya.

__ADS_1


"Iya bu,dia anak pertama ..." jawabnya sembari tersenyum sopan.


"Wah...anak anda cantik dan juga tampan,kakaknya juga perhatian sekali dengan adiknya",ucap ibu itu lagi.


"haha makasih bu,dia memang sangat perhatian sama adiknya",tawa Mawar ala ibu-ibu ngrumpi.


Tanpa Mawar sadari,dari kejauhan Azka menatap lekat kearahnya.


Kilatan mata anak lelaki itu bahkan terlihat membara saat sebuah adegan terlihat di depan matanya.


Dan belum lama selang kejadian itu,Azka sudah berdiri lagi di depan tempar duduk Mawar.


Tangan anak lelaki itu sudah mengelap pipi Zahra dengan hati-hati menggunakan tisu ,membuat Mawar sedikit terkejut.


"A..Azka..? ada apa nak?",tanyanya .


"Tidak...tidak ada yang boleh menyentuhnya ma".


Mawar menatap tangan Azka yang masih mengelus adiknya.


"Apa sayang?"


Azka menatap wajah Mawar dengan serius,alisnya bahkan berkerut membuat wajahnya terlihat sangat-sangat serius.


"Zahra tidak boleh disentuh oleh orang lain ma...Azka tidak suka",ucapnya jelas.


Hal itu tentu saja membuat Mawar terkejut ,juga dengan ibu yang lain yang mendengar Azka berbicara.


Terlebih lagi ibu-ibu tadi yang menyentuh pipi Zahra..


.


...Halooo...maaf author baru bisa up karena kesibukan yang melanda😭😭...


...Kesehatan author akhir-akhir ini juga menurun,jadi mohon pengertiannya ya readersku tersayaaangg🤗🤗...


...Tetap dukung author dan doakan author biar sehat selalu agar bisa up tiap hari..!😆😆...

__ADS_1


...Aku sayang kaliannn🤗🤗😘😘...


__ADS_2