
Mawar membuka pintu utama,disana ia melihat Charle yang berdiri sembari tersenyum senang.
"Haha...jangan cemberut begitu honey,aku datang ke sini dengan niat baik"
Mawar langsung masuk kerumah diikuti Charle dibelakangnya,kemudian memerintahkan beberapa pelayan untuk memberikannya camilan.
"Besok kita akan berangkat ke Indonesia,apa kamu tidak punya pekerjaan lain?"
Sempat-sempatnya lelaki itu datang dan berkata ingin melamarnya.
Bagi Mawar semua perlakuan Charle sudah biasa,bahkan kalau dihitung ini sudah yang ke empat kalinya lelaki itu melamarnya.
"Semua pekerjaanku sudah aku selesaikan,lagipula aku punya banyak pegawai yang membantuku",ucapnya menyombongkan diri.
Mawar memutar bola matanya malas,sifat Charle memang sangat narsis dan sangat PeDe.
Kalau difikir-fikir sifatnya itu tak jauh dari Azam,setelah dirinya mengenal lelaki itu ternyata Azam adalah orang yang narsis juga sangat suka menyombongkan diri.
"Aku datang kesini untuk melamarmu honey...sebelum kita ke Indonesia aku ingin kau sudah jadi kekasihku...nanti setelah kita sampai disana kita bisa langsung menikah dan bulan madu disana...bukankah menyenangkan?"
"Apa...?!"
Menikah? mendengarnya saja Mawar sudah takut.
Kata menikah seperti sebuah beban berat bagi dirinya sendiri,bukanya tak mau...tapi dirinya takut.
Mawar takut jika gagal lagi,apalagi Charle sangat populer dikalangan para wanita cantik,kehidupanya yang dominan di dunia intertaiment membuat lelaki itu cenderung banyak berinteraksi dengan para artis dan model lainnya.
Tidak menjamin kalau Charle tidak akan kepincut dengan wanita yang lebih baik darinya.
"Tapi aku sudah menolakmu sebelumnya Charle...dan untuk kali ini juga...aku minta maaf...",Mawar berucap dengan nada lirih.
Ia selalu tak enak hati saat menolak pria itu,Charle merupakan pria yang sangat baik,lelaki itu bahkan sudah banyak membantunya selama ini.
Tapi dari lubuk hatinya yang paling dalam,ia tak ada rasa sama sekali dengan Charle,Mawar hanya menganggap Charle sebagai teman biasa.
Hatinya bahkan tak pernah berdegup kencang saat bersama lelaki itu.
Apa mungkin aku sudah mati rasa...?
Setelah berpisah dengan Azam,Mawar benar-benar tidak pernah tertarik dengan laki-laki.
Dirinya hanya mementingkan kerja dan yang penting bisa menjalani hidup secara biasa layaknya orang normal.
Tak masalah jika tidak ada lelaki disampingnya,ia masih punya Anya,kakek Abbas dan temannya Bela.
__ADS_1
"Kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu honey...ini semua kulakukan karena aku yang memang sangat tergila-gila padamu...
Tapi aku ingin kau menjawabnya nanti...kau boleh menjawabnya setelah proyek kita selesai di Jakarta,setelah itu kau harus menjawabku dengan segenap perkiraanmu karena ini yang terakhir kalinya aku mengejarmu",ucapnya.
Mawar menatap lekat wajah Charle yang sedang tersenyum disana,meskipun begitu Mawar bisa melihat raut sedih di dalam ekspresi senang itu.
Ada rasa salah pada dirinya saat Charle mengungkapkan bahwa ini semua adalah terakhir kalinya.
Mawar hanya bisa menghembuskan nafas beratnya,bagi dirinya keputusan ini juga sangat berat,apalagi Charle terlihat mencintainya.
Tapi dirinya juga tidak bisa memberikan cintanya pada Charle...bagaimana bisa mereka menikah tapi dirinua sendiri belum mencintai Charle?
"Aku akan berusaha selama itu agar kau tertarik padaku,aku akan membuatmu bisa menerimaku nanti"
Setelah mendengar perkataan Charle,Mawar hanya mengangguk sembari mencoba tersenyum.
Charle benar-benar gigih dalam mengejarnya,Mawar akan melihat perkembangannya nanti.
Jika laki-laki itu serius tidak ada salahnya mencoba bersamanya dan membangun hubungan baru.
Saat ini dirinya akan melihat sejauh mana Charle akan memperjuangkannya.
Rasanya seperti de javu...
***
Jet pribadi milik Charle mendarat dengan sempurna di apron bandara Soekarno Hatta.
Mawar,Anya dan juga Bela sepakat untuk menggunakan satu jet milik Charle agar lebih hemat biaya dan juga waktu.
Sebenarnya jadwal Charle datang ke Indonesia masih dua hari lagi,tapi gara-gara Mawar ikut lelaki itu malah menawarkan untuk ke Indonesia bersama.
Padahal Bela dan Mawar sudah sepakat untuk berangkat menggunakan jet pribadi milik Mawar,karena dalam bekerja di perusahaan kakek Abbas meningkat pesat,Mawar diberi hadiah berupa jet pribadi dan beberapa persen saham di perusahaan itu.
Semua itu bukan hanya sekedar cuma-cuma,itu setimpal dengan milyaran uang yang Mawar hasilkan untuk perusahaan.
Para karyawan mereka akan tiba besok pagi,mereka semua menggunakan pesawat biasa ,meskipun begitu mereka semua menggunakan kelas first class.
Karyawan yang mereka bawa untuk perwakilan dari tiap-tiap perusahaan merupakan karyawan yang terpilih dan paling unggul.
"Akhirnya kita sampai....!",Anya berteriak semangat saat pesawat berhasil mendarat di Jakarta,gadis itu terlihat sangat senang.
"Kita akan ke hotel yang sudah aku sewa,honey kau ikut bersamaku...Bela pergilah dengan Anya",ucap Charle.
Ketiga wanita itu hanya mengangguk saja,toh semua keperluan di Indonesia sudah di tanggung oleh Charle.
__ADS_1
Terlihat beberapa orang berjas hitam mulai mengampiri mereka ketika mulai turun dari pesawat.
Beberapa orang memberi hormat dan juga ada yang langsung memayungi mereka agar tidak terkena panas.
Semua perlakuan itu sering mereka dapatkan,di Amerika Charle,Mawar dan Bela terkenal sebagai tiga perusahaan yang menduduki tahta dunia bisnis,mereka sangat disegani karena kesuksesannya.
Terlihat beberapa mobil berjejer rapi disana.Mawar segera memasuki salah satu mobil yang sudah di siapkan Charle.
Setelah itu terlihat Charle masuk menggunakan mobil yang sama dengan Mawar,lelaki itu terlihat sangat puas saat sudah bersanding dengan Mawar.
Anya dan Bela berada di mobil lain,semuanya sudah Charle rancang sedemikian rupa.
Mawar hanya geleng-geleng kepala melihat Charle yang terus tersenyum itu,sisi Charle yang seperti itu terlihat sangat lucu di mata Mawar.
Lelaki itu terlihat seperti anak kecil yang kemauannya harus dituruti.
Mobil mereka mulai melaju saat semuanya sudah selesai.
Selama perjalanan tak henti-hentinya Charle bertanya ini dan itu tentang Indonesia kepada Mawar,membuat suasana di dalam mobil tidak begitu sepi dan canggung.
Namun saat mereka masih dalam perjalanan tiba-tiba mobil yang di kendarai asisten Charle terhenti mendadak,membuat mobil-mobil dibelakang otomatis berhenti juga termasuk mobil yang dikendarainya.
"Ada apa...?"
"Tidak tahu tuan...tiba-tiba mobil depan berhenti mendadak",ucap sang supir.
Mawar diam mengamati keadaan,terlihat sang sipir keluar untuk mencari tahu apa yang tengah terjadi.
Cukup lama mereka menunggu di dalam mobil,hingga akhirnya sang supir terlihat berlari kearah mobil yang ditampanginya.
"Maaf tuan...tapi Barak tidak sengaja menabrak orang",tunjuknya pada asisten Charle.
"Apa...?!"
Charle dan juga Mawar terlihat sangat syok saat mendengar laporan dari sang supir.
.
.
...Hai para readersku tersayaaang..๐๐...
...Jangan lupa terus dukung author ya biar author tetap semangat up'nya.....
...Aku sayang kalian๐๐...
__ADS_1