
Brakkk..!
Suara pintu mobil yang tertutup terdengar begitu menggema di garasi yang sepi itu.
Anya masuk kedalam mobil begitu saja,gadis itu menatap wajah kekasihnya tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Kak...aku mencari kakak dari tadi,ternyata kakak sudah di dalam mobil"
Dafa hanya diam menatap lurus,hal itu membuat Anya sedikit merasa heran dengan sikap Dafa.
"Kak..ada apa?",tanyanya.
"Anya...",Dafa berkata dengan menatap wajah gadis itu lekat-lekat.
"Aku punya segalanya Anya...uang,jabatan,bahkan rumah sakit aku punya,rumah sakit terbesar dan juga berbagai perusahaan yang berpengaruh di Negeri ini semuanya aku miliki...!"
Dafa berkata dengan nada sedikit tinggi,lelaki itu bahkan terlihat menggebu-gebu membuat Anya sedikit terkejut dan terpaku.
"A..apa..?
Apa yang dimaksud oleh kak Dafa?
"Kau tak perlu bersusah payah seperti ini,kau hanya perlu bersamaku maka semua keinginanmu akan terpenuhi...kau bisa menjadi dokter sesuai keinginanmu,kau juga bisa jadi petinggi di rumah sakit kalau kau mau...aku bisa memberikannya untukmu Anya...!
__ADS_1
Jadi kau tidak perlu mengemis waktu dengan mereka,aku bisa membuatmu bertemu dengan para dokter terkenal di dunia ini..."
Plaakk...!!
Belum selesai Dafa mengatakan kata-katanya,sebuah tamparan keras medarat di pipinya membuat lelaki itu terpaksa menghentikan kata-katanya.
Dafa memegang pipinya yang terasa panas,dilihatnya wajah Anya yang sudah merah akibat menahan tangis.
Mata gadis itu bahkan sudah menggenang ,sorot matanya memancarkan kesedihan dan juga amarah yang tak bisa diungkapkan.
"Cukup...cukup kak....aku bukan orang selemah itu...aku mau melakukannya sendiri bahkan tanpa bantuan kakak sekalipun...! aku bisa melakukannya sendiri...!",ucap Anya dengan nada yang bergetar hebat.
Dan tanpa bisa dibendung lagi,gadis itu menangis..
"Tapi aku tidak...! aku tidak mau semua itu kak...! ku kira selama ini kakak mengerti tentangku,tapi ternyata tidak..."
"Mengerti...?",Dafa bertanya dengan nada yang getir,hatinya sakit melihat wanita yang sangat ia cintai menangis karena dirinya.
Tapi saat ini dirinya juga merasa sangat tidak berguna dan sakit hati,Anya...dia ...tidak pernah menyukainya bukan?
"Bukankah kamu yang tidak pernah mengerti diriku Anya? kamu bahkan tak mau mengungkapkan aku yang sebagai kekasihmu ini....kamu memang wanita egois",ucap Dafa getir.
Anya terpaku mendengar perkataan Dafa,ia teringat dengan perkatannya tadi dengan dokter yang ia temui.
__ADS_1
"Kak..apa kau mendengar semuanya?" ,hening..Dafa hanya diam tanpa berniat menjawab,lelaki itu kini sudah menatap lurus kedepan mobil.
"Turunlah...hari ini aku ingin sendiri dulu,kumohon...",bukan jawaban yang di berikan,Dafa malah menyuruh Anya untuk keluar dari mobilnya.
"Kak...bukan seperti itu,aku punya alasannya"
"Kumohon Anya...aku hanya ingin sendiri saat ini"
Anya menggigit bibirnya kuat,matanya yang sudah dibanjiri air mata hanya bisa menatap pilu Dafa yang enggan melihatnya,lelaki itu bahkan tak mau mendengar penjelasannya.
"Ta...tapi kak..."
"Hati-hatilah dijalan Anya"
Anya mengepalkan tangannya,ia segera keluar dari dalam mobil sesuai perkataan Dafa.
Ditatapnya mobil Dafa yang langsung melesat pergi meninggalkannya sendirian disana.
Anya menangis sesegukan merasa sangat tidak berdaya,bukan niatnya menyakiti hati kak Dafa,ia punya alasan dengan semua itu.
Ia hanya ingin kariernya berjalan lancar tanpa ada gangguan,tapi disisi lain ia juga merasa sangat bersalah dengan kak Dafa yang sudah sangat menyayanginya.
"Apa yang harus aku lakukan...."
__ADS_1