Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Kecurigaan


__ADS_3

"Terimakasih tumpangannya...apa benar ibu tak mau mampir dulu..?"


Setelah sampai di depan rumanya Mawar turun dari mobil Dafa,ia mengajak mereka mampir terlebih dahulu,ia tak enak hati karena sudah di beri tumpangan.


"Ibu masih ada banyak urusan ...jadi maaf ibu melum bisa mampir.."


"Nggak papa bu..hati-hati ya di jalan..",Mawar tersenyum sembari melambaikan tangannya saat mobil Dafa mulai berjalan.


Hari ini terasa sangat menyenangkan,ia bisa bertemu lagi dengan Bu Nisa pelanggan lamanya yang ternyata juga mamanya Dafa.


Mawar bergegas masuk ke dalam rumah,meletakan semua belanjaan dan segera membereskan rumah.


Ia mengepel dan juga mencuci semua baju yang kotor tak lupa mengelap kaca agar lebih terlihat kinclong.


Itu semua untuk menyambut kepulangan suaminya,ia tak mau suaminya pulang dan melihat rumah dalam keadaan kotor,bukankah itu sangat menyebalkan?saat kita pulang dalam keadaan lelah tapi rumah malah kotor.


Setelah semuanya selesai Mawar beralih ke dapur,ia memasak ikan yang telah ia beli di pasar ,ia juga membuat brownies untuk cemilan nanti.


Setelah berkutat dengan dapur cukup lama akhirnya ia selesai juga.


"Fyuh..Mas Adi pasti suka.."


Ia tersenyum sembari menyeka keringatnya,menu makanan special untuk suaminya telah selesai.


***


*T*ok..tok...


Mawar terbangun karena mendengar ketukan dari pintu rumahnya.


*S*iapa...?


Kesadarannya belum sepenuhnya penuh,ia mengucek mata-nya yang terasa berat itu.


*T*ok..tok..tok..


Suara itu terdengar lagi,dilihatnya jam masih menunjukan pukul dua dini hari.


Siapa yang pagi buta seperti ini datang..?


Atau jangan-jangan hantu..?!


Mawar mencekram selimutnya dengan erat,ia merasa takut,bukankah tak wajar pagi-pagi begini ada orang yang datang?


"Sayang ...? ini mas..."


Tok..tok..tok


Mawar melotot saat mendengar suara suaminya.


Mas Adi...?!

__ADS_1


Ia melompat dari ranjang dan berjalan cepat membuka pintu,dan benar saja,dia melihat suaminya sudah di depan mata.


"Mas..?!"


Mawar langsung memeluk suaminya,rasanya sangat rindu,meskipun selama satu minggu mereka selalu mengirim kabar tapi ia tetap rindu.


"Mas pulang..",katanya sembari memeluk Mawar.


Dalam pelukan yang sedikit lama,Mawar dapat mencium bau parfum di baju sang suami,ia kenal betul dengan parfum suaminya,dan itu bukanlah milik Mas Adi.


*S*eperti parfum perempuan


Mawar diam ,segala fikiran langsung menghantam otaknya.


Ia menengok ke aras suaminya,Mas Adi tersenyum hangat seperti biasanya,lelaki itu juga mengelus wajahnya dengan lembut.


Ada banyak pertanyaan yang ingin ia lontarkan,tapi Mawar memilih menyimpannya.


"Ayo mas masuk...diluar dingin.."


Mereka langsung masuk kedalam kamar,barang-barang milik suaminya diletakan di ruang tamu.


"Kenapa pulangnya lebih cepet mas..katanya sampai besok pagi",ucapnya sembari meletakan tas kerja milik Mas Adi.


"Mas sengaja pulang cepet,karena mas udah kangen.."


Adi memeluk Mawar dari belakang sembari menciumi rambut istrinya.


"Ma..mas..mending mas mandi dulu..mas masih bau kecut..Mawar bakal siapin air angetnya.."


Ia melepas lengan suaminya yang melingkar di perutnya,lalu bergegas pergi ke kamar mandi.


Mawar juga bingung dengan dirinya sendiri,setelah mencium bau parfum wanita di baju suaminya,ia merasa sangat marah sekaligus resah,hatinya merasa ragu.


Setelah selesai Mawar memanggil suaminya yang masih di dalam kamar,ia melihat Mas Adi duduk di tepi ranjang sembari bermain hp.


Mas Adi terlihat sangat serius,bahkan suaminya itu tak menyadari kalau ia sudah masuk kedalam kamar.


"Airnya sudah siap mas..",Mawar berkata di belakang suaminya,ia berpura-pura memilih baju di lemari tapi matanya menangkap suaminya yang sedikit terkejut.


"Astaga...! kamu ngagetin mas sayang..ya sudah mas mandi dulu..."


Setelah Mas Adi keluar ,Mawar mengintip dari pintu,setelah memastikan suaminya sudah masuk ke dalam kamar mandi ia langsung mengambil hp milik suaminya dan segera mengecek sesuatu disana.


Baru saja ia mencari pesan tiba-tiba sebuah telfon masuk di hp suaminya.


"Rekan.."


Mama yang sama,yang pernah diangkatnya namun tak ada suara.


Mawar memberanikan diri menekan tombol hijau,ia memilih diam menunggu respon dari "Rekan" itu.

__ADS_1


"*H*alo kak..kenapa sudah pulang..?!"


*D*eg..


Hatinya terasa panas,terdengar suara wanita di sebrang sana,lalu apa? wanita itu bertanya kenapa suaminya sudah pulang?


"*K*ak..?!",wanita itu bertanya dengan nada sedikit berteriak.


Mawar langsung mematikan telfonnya,tangannya bergetar,ia tak tau apa yang sebenarnya terjadi.


Kenapa malam-malam begini ada seorang wanita yang menelfon suaminya,terlebih lagi ucapannya yang menanyakan kepulangan Mas Adi.


Jika rekan kerja ,tidak mungkin berbicara dengan nada yang tak sopan begitu.


Terlebih kenapa Mas Adi menamainya dengan sebutan "Rekan"..?


Mawar meremas dadanya yang mulai memanas,hatinya kini penuh kecurigaan ,tapi ia tidak boleh lepas kendali,ia akan mencari tahu sendiri nanti.


Setelah menenangkan diri,Mawar bergegas menghapus catatan telfon masuk dari hp suaminya,ia juga meletakan hp itu persis seperti Mas Adi menaruhnya.


Kemudian ia mencoba bersikap biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa.


"Sayang mana baju mas...?",terlihat Mas Adi masuk kedalam kamar dengan mengenakan handuk.


"Di atas meja mas..",ucapnya tanpa melihat wajah suaminya.


Setelah itu Mawar langsung masuk ke dalam selimut dan berbaring membelakangi Mas Adi.


Mawar mencoba memejamkan mata,meskipun sebenarnya sudah tak mengantuk.


Dirasakannya ranjangnya yang bergerak,sepertinya Mas Adi sudah naik keatas ranjang.


Mawar sedikit terkejut saat tangan Mas Adi memeluk dirinya dari belakang,tengkuknya meremang saat bibir suaminya mulai menempel disana.


Ia masih memilih diam dan tak merespon,tidak ketika tangan suaminya mulai masuk kedalam bajunya dan mulai menjalar kemana-mana.


Mawar langsung membuka matanya dan menggenggam tangan Mas Adi,kemudian ia jauhkan dari sisinya.


"Mas..aku sedang datang bulan..",katanya berbohong.


Terlihat Mas Adi yang langsung melepaskan pelukannya,kemudian berbaring melentang.


Bukan apa-apa,tapi Mawar masih ragu dengan Mas Adi,ia juga sedikit merasa risih di pegang sang suaminya.


*M*aafkan aku mas..tapi aku harus memastikan sesuatu...sebelum itu aku belum bisa percaya seratus persen sama kamu..


Padahal seharusnya tidak begini,ia sudah memersiapkan kepulangan suaminya dengan semangat,tapi setelah suaminya pulang Mawar merasa semangatnya hilang saat mencium aroma parfum itu.


Instingnya sebagai istri bukanlah main-main,ia tahu hal itu tak wajar.


Namun Mawar memilih diam dan tak akan menanyakan apapun kepada Mas Adi,ia akan mencari bukti sendiri.

__ADS_1


Sebelum ia mendapat bukti yang akurat ia tak mau membuat keributan dengan suaminya, meskipun selama itu juga ia akan sedikit menjauh dan tak akan mau di sentuh.


__ADS_2