
"Azam...terimakasih untuk yang tadi",ucapnya saat sudah ditengah perjalanan.
Sekarang Mawar masih didalam mobil lelaki itu,karena sudah tidak mood berbelanja gara-gara bertemu Adi dan Rosi,Mawar dan Azam memilih langsung membayar belanjaan mereka,dan kini Azam tengah mengajaknya belanja di mall yang lain.
"Tidak apa-apa...tapi kenapa kau tidak menghubungiku kalau sudah sampai?"
Mawar meringis mendengar itu,sebenarnya ia sengaja berbelanja sendiri terlebih dahulu,tapi usahanya gagal,dan lihatlah semua belanjaannya yang ada di kursi belakang,semua itu sudah Azam bayar.
"Aku hanya ingin berbelanja beberapa kebutuhan pokok sembari menunggu jam janjian kita",kilahnya.
"Tapi kenapa kau bisa menemukan aku disana?apa kau juga sedang berbelanja juga?"
Bukankah jam janji mereka bertemu masih sekitar setengah jam lagi?tapi Azam yang tiba-tiba muncul membuat Mawar bertanya-tanya.
"Sebenarnya aku salah lihat jam,aku kira itu sudah melewati batas dari jam janjian kita,jadi aku langsung mencarimu",bohongnya.
Padahal Azam sudah wanti-wanti mengatakan pada sang satpam jika melihat Mawar masuk kedalam mall harus langsung menghubunginya.
Dan benar saja,wanita itu datang lebih awal dan memilih berbelanja terlebih dahulu.
Azam yang mengetahui semua itu langsung berangkat dari rumahnya menuju mall dimana Mawar berada.
Sangat mudah baginya untuk mengatur semua hal agar berjalan lancar sesuai keinginannya,apalagi mall yang tadi mereka kunjungi juga salah satu aset miliknya yang ada di Jakarta.
Mawar manggut-manggut saja saat mendengar jawaban Azam,wanita itu tidak curiga sama sekali dengan apa yang diucapkan lelaki itu.
Sampai akhirnya mobil mereka berhenti disebuah mall yang tidak kalah besar dari mall yang tadi.
Di mall ini Azam dan Mawar akan menemui klien yang sudah dihubungi olah Azam tadi,mereka juga akan melanjutkan sesi belanja untuk yang kedua kalinya.
...
"Sekarang kita mau kemana?",Mawar mengamati jalanan yang dilalui oleh mobil yang sedang ditumpakinya.
Setelah semua acara pertemuan dengan klien tadi berjalan lancar dan menghasilkan sepakat yang diterima oleh semua pihak,kini Mawar hanya menunggu waktu saja.
Minggu depan adalah peresmian pembukaan toko barunya.
__ADS_1
Karena masih ada beberapa hal yang harus ia urus,dari beberapa pegawai baru dan tentunya tempat tinggalnya juga.
Karena tidak mungkin Mawar bolak-balik setiap hari dari toko satu ke toko yang lain,apalagi jaraknya lumayan jauh.
"Aku ingin membawamu sedikit bersantai,bukankah selama ini kau sudah sangat sibuk dan bekerja keras?",ucap lelaki itu.
Mawar yang semula hanya melihat kearah jalanan kini mengalihkan pandangannya melihat Azam yang tengah menyetir.
Bohong kalau ia tidak merasa tersentuh selama ini,sebagai wanita yang memiliki hati yang begitu lembut dan sensitif,Mawar juga kadang merasa kalau Azam mempunyai niat lebih kepadanya.
Seperti perlakuan Azam hari ini yang mengatakan kalau dirinya adalah kekasihnya didepan Adi dan juga Rosi,dan juga bentu perhatian yang sekarang sedang lelaki itu tunjukan.
*A*ku ingin bertanya,tapi aku tidak berani...bagaimana kalau hanya aku yang merasa seperti itu?
Azam juga terlihat biasa saja,lelaki itu nampak tidak mempermasalahkan sikapnya tadi.
Hingga akhirnya mobil mereka berhenti di pinggiran jalan dibawah sebuah pohon.
Mawar menatap ombak yang tak jauh dari sisinya bergelung sesuai ritme yang telah alam tentukan.
Pasir putih yang terhampar disana,beberapa pohon kepala yang berjejer rapi terbentuk bagai pembatas antara jalur pantai dan juga tanah.
Suara deburan ombak yang kian terdengar jelas di telinganya membuat hati Mawar makin berebar-debar,apalagi ditambah suara kicauan burung yang membuat suasana semakin terasa sangat asri.
Pantai adalah salah satu list tempat yang ingin ia kunjungi,dari kecil ia sangat ingin berjalan-jalan di Pantai,namun karena keadannya Mawar tak pernah memiliki kesempatan itu.
"Apa kau suka...?",Mawar menengok pada Azam yang sudah ada disampingnya.
Ia mengangguk dengan tersenyum serah didepan lelaki itu,membuat Azam yang tengah menatapnya terpesona untuk yang kesekian kalinya.
"Baguslah kalau kau suka,padahal aku hanya menebak tempat yang mungkin bisa membuatmu santai"
"Terima kasih Azam,aku benar-benar suka kesini...baiklah ayo kita kesana,aku tidak sabar bermain...!",tunjuk Mawar pada hamparan pasir putih.
Azam tertawa saat melihat Mawar berlari kecil meninggalkannya sendiri dibelakang,wanita itu bahkan melepas sepatu. Sandalnya,menentengnya ditangan dan berjalan diatas pasir putih yang terlihat sangat indah.
Azam sengaja duduk dibawah pohon yang tak jauh dari posisi Mawar saat ini,ia menatap Mawar yang tengah bermain dengan ombak disana.
__ADS_1
Terkadang ia tertawa kecil saat melihat Mawar yang kesusahan mengejar kepiting atau klomang yang berlarian disana.
Tatapannya tak pernah lepas dari sosok Mawar yang sangat cantik saat itu,wanita dengan mengenakan dress berwarna putih yang bertelanjang kaki diatas pasir putih membuat jantung Azam berdebar-debar tak menentu.
Hingga tak terasa waktu berputar sangat cepat,langit berubah menjadi berwarna oranye,menandakan sore hari telah tiba.
Suasana yang tadinya ramai kini berubah jadi
damai,hembusan angin malam mulai terasa dingin dikulit mulai menerpa.
Azam menghampiri Mawar yang duduk menatap matahari yang sebentar lagi akan menghilang disana.
"Azam...aku benar-benar berterimakasih untuk hari ini",ucapnya lagi.
Azam masih diam,dia memilih ikut duduk disamping Mawar,mereka berdua diam lagi selama beberapa menit,menikmati pemandangan yang terlihat begitu indah.
"Tapi aku jadi merepotkanmu terus ya...",ucap Mawar lagi,kini dengan kekehan kecil disana.
"Repotpun tak apa,aku menyukainya...",Mawar terdiam mendengar ucapan Azam,ia tidak tahu hatus menjawab apa.
Suasana hening lagi,hingga tiba-tiba tangan besar Azam menggenggam tangan Mawar.
Wanita itu sangat terkejut,saat ia mengengok Azam tengah menatapnya dengan tatapan yang sangat dalam.
"Mawar...kau pasti tahukan?semua yang kulakukan ini bukan sekedar rasa simpati?"
"A...apa yang kau lakukan Azam...",ucap Mawar sembari hendak melepaskan genggaman Azam,namun ia tak bisa.
Azam menggenggamnya dengan erat tapi penuh perasaan.
"Aku menyukaimu Mawar...selama ini aku sudah menyukaimu",ucapnya dengan suara yang penuh perasaan.
Mawar mematung mendengarnya,ia tidak bisa berkutik saat mendengar pengakuan Azam.
Suasana saat itu sangatlah hening dan terbilang sangat romantis,ditengah suara deburan ombak dan kicauan burung,Azam tengah mengungkapkan rasa cintanya pada Mawar.
Mata bertemu dengan mata,Mawar dapat melihat betapa dalamnya rasa Azam saat itu.
__ADS_1
Namun sepersekian detik ia tersadar,Mawar mengalihkan pandangannya dari mata lelaki itu meski tangan mereka masih saling bertautan.
"Ta...tapi Azam...aku..."