
"Mba...bangun mba...ada kak Azam yang nungguin dibawah",ucap Anya sembari menggoyang-nggoyangkan tubuh Mawar.
Tapi wanita yang tengah dibangunkan itu masih diam dan setia menutup matanya.
Anya bahkan sampai kesal sendiri karena mba'nya itu tidak bangun-bangun.
Kemarin malam mba'nya pulang larut malam bersama kak Azam,Anya sengaja mengintipnya dari jendela dilantai atas.
Saat mendengar suara deru mobil yang berhenti di depan ruko,Anya langsung menyingkap sedikit gorden dan mengintip disana.
Interaksi kak Azam sungguh sangat romantis,Anya bahkan melihat saat kak Azam memeluk mba'nya sebelum benar-benar masuk kedalam ruko.
Anya hanya senyum-senyum sendiri saat menyaksikan kejadian kemarin malam,ia tahu pasti cepat atau lambat kak Azam pasti langsung bergerak menggaet mba'nya.
Meski begitu Anya tetap pura-pura tidak tahu,biarlah nanti mba'nya yang menceritakan semuanya sendiri.
Tidak biasanya pagi sekali kak Azam datang ke ruko mereka,meskipun ini hari Minggu tapi tidak seharusnya kak Azam datang seawal ini.
Bahkan mba'nya masih tertidur sangat pulas,mungkin mba Mawar masih mengantuk akibat pulang larut kemarin.
Perlahan setelah usahanya membangunkan mba Mawar,akhirnya mba'nya bangun juga.
"Ada apa?",tanya Mawar dengan suara yang serak.
"Ada kak Azam mba...udah nunggu lama di bawah"
Mawar langsung terduduk saat mendengar ucapan Anya,ia masih terlihat bingung dan panik sendiri.
"Kenapa bisa dia ada disini?",tanyanya.
Anya hanya mengangkat bahunya,setelah pulang joging tadi ia sudah melihat kak Azam berdiri di depan toko.
Mawar langsung pergi ke kamar mandi dan membasuh mukanya,tak lupa menyikat giginya agar terasa lebih segar.
Setelahnya ia turun menuju lantai satu sembari menguncir rambutnya asal.
Matanya langsung melihat sosok lelaki yang tengah berdiri bersender di samping mobilnya.
"Ada apa Azam...?"tanyanya saat membuka pintu rukonya.
Azam terkejut saat melihat Mawar keluar dengan penampilan seperti itu.
Ia masih mengenakan piyama berwarna putih dengan setelan celana pendek,rambutnya yang di kuncir asal-asalan dan muka bantal yang masih sangat ketara.
Mawar bahkan sekarang sedang bertanya sembari menguap beberapa kali.
Azam tertawa melihat tingkah wanitanya,malah dia jadi gemas sendiri melihat Mawar yang seperti itu.
"Apa kau baru bangun?"
"Iya...gara-gara pulang larut malam aku jadi masih mengantuk"
"Jadi ...apa aku tunda saja?"tanyanya sembari mengelus-elus sayang rambut Mawar.
Azam sedikit tidak tega melihat Mawar masih terlihat kelelahan.
"Apa...?"
__ADS_1
"Padahal aku ingin mengajakmu jalan-jalan"
"Kemana...?",Mawar baru ngeh kalau Azam sudah berdandan rapi,memang Azam tidak mengenakan baju jasnya seperti hari biasa.
Tapi hari ini Azam terlihat sedikit berbeda?lelaki itu sudah mencukur bulu halus diwajahnya,gaya rambutnya juga terlihat sudah berbeda,hari ini Azam terlihat sedikit lebih muda!
"Apa kau memotong rambutmu?",tanyanya karena penasaran.
"Haha...kamu memang peka,aku sengaja mengganti gayaku karena aku punya kekasih baru"
"Siapa...?"godanya.
"Tentu saja kamu...",jawabnya sembari mencubit kecil pipi Mawar.
Mawar hanya tertawa sembari bergumam kecil.
Semalam setelah pulang dari pantai Mawar merenungkan diri begitu lama,ia sudah bertekad akan mencoba membuka hati untuk Azam.
Tidak ada salahnya memberikan Azam kesempatan,apalagi ia tahu Azam adalah orang yang sangat baik.
"Baiklah aku akan ikut,ayo kita masuk dulu..."
"Dibatalkan juga tidak apa kalau kamu masih mengantuk"
"Tidak...aku juga ingin jalan-jalan",ucapnya sembari tersenyum,padahal Mawar hanya tidak tega.
"Apa kau sudah sarapan?",tanyanya,sepertinya Azam datang sebelum sarapan kesini,apalagi ini terbilang masih pagi sekali.
"Belum..."
"Mau kubuatkan?"
Tapi kalau harus sarapan disini,waktu mereka akan terulur,padahal Azam ingin menunjukan sesuatu kepada Mawar secepat mungkin.
"Tidak perlu...kita sarapan setelah sampai saja,bagaimana?"
"Oke...kalau begitu tunggulah sebentar,aku akan bersiap sulu",setelahnya Mawar pergi kelantai atas meninggalkan Azam yang setia menunggu di bawah.
...
"Sebenarnya kita mau kemana Azam?",Mawar bertanya karena benar-benar penasaran.
Sejak berangkat dari rukonya,matanya sudah ditutup dengan kain oleh lelaki itu.
"Nanti kamu juga tahu,ini adalah kejutan jadi jangan coba-coba membukanya sebelum aku memberitahu"
Mawar hanya membuang nafas panjang,bukanya tidak sabar tapi Mawar takut akan tertidur lagi...!apalagi matanya tertutup saat posisinya sangat nyaman begini,karena jujur dirinya masih sedikit mengantuk.
Hingga akhirnya mobil Azam berhenti,Azam tidak mengatakan apapun sampai terdengar bunyi pintu yang tertutup.
Sepertinya lelaki itu pergi keluar mobil"apa dia meninggalkanku sendiri?",setelah dirasa cukup lama tapi lelaki itu tak kunjung datang.
"Azam...?",tanyanya dengan suara yang keras.
"Azam...!?"
"Aku disini...",ucapnya tiba-tiba.
__ADS_1
Mawar bahkan sangat kaget karena tiba-tiba Azam bicara dekat dengan telinganya.
"Kapan kau kembali?"
"Dari tadi aku ada disini disampingmu,aku tidak pergi kemana-mana",katanya.
"Kau menipuku?"
"Haha...aku hanya ingin melihat reaksimu saat aku tidak ada"
"Dasar kau ini...jadi apakah aku sudah boleh membuka kainnya?"
Tanpa menjawab Azam langsung membuka ikatan tali yang dipasang di kepala Mawar.
"Lihatlah kedepan",ucapnya.
Mawar menurut saja,matanya menatap kearah depan,karena merasa masih bingung ia menatap Azam kemudian menatap sekelilingnya.
"Apa...?tidak ada apapun Azam",yang dilihatnya hanyalah sebuah rumah.
"Lihat dengan baik apa yang ada didepanmu"
"Rumah?"
Azam tersenyum,lelaki itu kemudian menggenggam tangan Mawar,membawanya ke bibirnya dan mengecupnya disana.
"Itu rumah untukmu",katanya.
Mawar mematung mendengar ucapan Azam,ia masih mencerna apa yang telah di dengarnya.
"A..apa?"
"Itu rumah untukmu,aku membelikannya untukmu sayang"
Mawar menarik tangannya dari genggaman lelaki itu,ia menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ti..tidak Azam...aku tidak bisa"
"Kenapa?"
"Aku tidak mau kau melakukannya sampai seperti ini"
"Lihatlah dulu sekelilingmu,kau tau ini dimana?"
Mawar mengamati area sekitar,ia sedikit terkejut karena baru mengenali kalau sekarang mereka berada dibelakang toko rotinya yang baru.
"Aku tau kau sedang mencari tempat tinggal kan?makanya aku membelikan rumah untukmu"
"Tapi Azam,ini terlalu berlebihan untukku,jadi aku tidak bisa menerimanya"
Mau bagaimanapun Mawar tak bisa menerima hal yang sangat besar itu,menurutnya Azam tidak seharusnya membelikan rumah meskipun memang Mawar sudah terbuka akan hubungan mereka.
Ia tak mau membuat Azam menghabiskan banyak uang untuknya.
"Jika kau bersikeras tidak mau tidak apa,tapi setidaknya pakailah sampai kau mendapat tempat tinggal yang baru,bagaimana?"
Azam sengaja berkata seperti itu,ia tahu Mawar akan menolaknya dengan keras.
__ADS_1
Untuk itu ia berinisiatif akan meminjamkan Mawar rumah,toh sebentar lagi Mawar akan menjadi miliknya dan Azam sudah berniat menikahinya,jadi tidak masalah jika sekarang Mawar tidak mau menerima hadiah rumah itu.
Karena setelah menikah nanti Mawar akan tinggal di rumah utama milik keluarganya.