
Mawar menangis sembari meremas selimut di bawahnya.
Setalah Azam pergi dirinya tak bisa membendung semuanya lagi.
Dirinya benar-benar merasa tak berdaya,sungguh bukan maksudnya untuk menyakiti hati Azam.
Saat ini dirinya berada pada posisi yang tak bisa Mawar hindari lagi.
Sejujurnya,meskipun ia pernah marah pada lelaki itu karena kesalahpahaman,tapi Mawar kerap kali memikirkan Azam sewaktu di Amerika.
Selama ini dirinya hanya membohongi diri sendiri, Mawar memaksa hatinya untuk berhenti mencintai Azam.
Namun setelah bertemu dengan lelaki itu lagi, Benteng pertahanan yang sudah ia buat selama delapan bulan ini hancur lebur begitu saja.
Setelah pertemuan mereka kemarin saat rapat hati dan fikiran mawar saling bertolak belakang.
Fikirannya dipenuhi dengan keyakinan bahwa ia harus menjauhi dan segera pergi dari lelaki itu,tapi hatinya tidak bisa bohong kalau ia juga sangat merindukan lelaki itu.
Sentuhan dan suara Azam telah memporak-porandakan hatinya.
Dirinya ternyata benar-benar merindukan Azam,tapi Mawar tidak bisa apa-apa.
Selama delapan bulan ini dirinya juga telah mengalami dan melewati banyak hal.
Ada alasan yang memang tidak bisa Mawar acuhkan dan hindari begitu saja.
Dirinya berat akan rasa balas budi kepada kakek Abbas.
Yah...salah satu alasan Mawar menolak Azam tak laun karena keinginan kakek Abbas.
Kakek Abbas memintanya untuk menikah dengan cucunya.
Dan saat ini Charle tengah mengajaknya untuk menjalani hubungan serius,dan mau tak mau Mawar harus bersama Charle yang notabenya adalah cucu kakek Abbas.
Lelaki itu juga terlihat begitu menyayanginya,Charle juga terlihat serius dengannya.
Meskipun ia sering menolak lelaki itu,tapi ada alasan lain di samping rasa sukanya sendiri, meski dirinya tidak mencintai lelaki itu,tapi Mawar akan berusaha agar bisa mencintai Charlie seiring berjalannya waktu.
Dirinya hanya mengetes keseriusan Charlie.Ia takut kalau Charle akan seperti lelaki yang pernah ia temui sebelumnya.
Mawar tidak mau masuk ke dalam jurang yang sama yaitu menemui lelaki yang tidak pernah serius untuk dirinya.
Untuk itu ia selalu bersikap cuek dan dingin kepada Charle,tapi meskipun begitu lelaki itu tetap terlihat serius kepadanya,dan Mawar tidak bisa untuk mundur lagi.
Kakek Abbas adalah orang yang sangat berjasa untuk hidupnya.
Karena kakek Abbas dirinya bisa seperti ini. dirinya kini mempunyai pangkat yang tinggi,kehidupan yang layak dan disegani orang-orang.
Karena kakek Abbas dirinya bisa keluar dari kehidupan yang sangat berat dulu.
__ADS_1
Dirinya bisa sekolah dengan gratis juga karena kakek Abbas, semua kehidupannya berubah drastis karena kakek Abbas.
Dan saat kakek Abbas untuk menikah dengan cucunya mawar tidak bisa untuk menutup telinga.
Mau tak mau dirinya harus bisa menerima Charle mekipun hatinya belum mencintai lelaki itu.
Dia harus mengesampingkan perasaan pribadinya kepada Azam.
Dan dengan anak-anak Mawar akan berusaha untuk tetap dekat dengan mereka seperti dulu saat ia dan Azam belum menjalin hubungan.
Mawar akan selalu mencintai Akins dan Azka meskipun dirinya dan Azam tidak bisa kembali bersama.
Mungkin inilah takdirnya,dirinya dan Azam memang bukan jodoh.
Mawar menghembuskan nafas beratnya,mengusap air mata yang masih membasahi wajah cantiknya.
Mencoba menetralkan rasa sakit di dadanya,Mawar melirik anak-anak yang masih terlelap disampingnya.
Dirinya tidak boleh sedih dan terus menangis disana,ia tak mau anak-anak merasa terganggu karena suara tangisannya.
Mawar bergeser dan merebahkan dirinya disamping Akins dan Azka,menciumi kedua anak itu dengan perasaan yang mendalam.
Padahal dirinya sudah membayangkan akan menjadi ibu untuk mereka,hidup bersama dengan keluarga yang bahagia.
Tapi takdir tidak pernah memihak padanya,semua angan-angan yang ia bangun hancur sudah karena realita yang begitu kejam.
Andai saja dirinya dan Azam tidak saling salah paham dan saling berkomunikasi dengan baik,akankah hidupnya sekarang sudah bahagia dengan mereka?
Semuanya harus Mawar hadapi meskipun terasa sangat berat.
Dieratkannya pelukan itu kepada anak-anak,Mawar akan mencoba menikmati moment ini bersama anak-anak.
Mungkin ini terakhir kalinya ia bisa sedekat ini dengan mereka,karena Mawar tidak tahu bagaimana hubungan mereka untuk kedepannya.
Meskipun ia sangat ingin tetap dekat dengan anak-anak,tapi mungkin Azam tidak akan membiarkannya begitu saja.
Apalagi ia telah menolak laki-laki itu secara mentah.Mungkin Azam akan membencinya dan tak akan membiarkannya dekat dengan anak-anak.
"Maafkan tante...",ucapnya lirih dengan sangat sendu.
Mungkin ini adalah malam terakhir dirinya bersama anak-anak seperti ini.
Mungkin tidak ada kata lain waktu untuk dirinya bersama anak-anak.
Ia sungguh ingin tetap dekat dengan anak-anak seperti dulu dirinya dan Azam belum menjalin hubungan.
Tapi Mawar tahu keinginannya ini terlalu serakah,Azam pasti tidak akan mau seperti itu.
Sekali lagi terdengar hembusan nafas berat dari mulut Mawar.
__ADS_1
Kemudian Mawar mencoba menutup mata dan merasakan kehangatan yang tersisa bersama anak-anak malam ini dengan hati yang sangat sakit.
***
"Apa kau baik-baik saja...?",tanya Bella.
Mawar hanya mengangguk sembari menyedot jus buah yang ada didepannya.
"Tapi kau tidak terlihat begitu...sejak pagi kau sudah seperti mumi"
"Aku sungguh baik-baik saja,mungkin aku hanya lelah" ,ucapnya sembari mengaduk-aduk jus didepannya itu.
"Apa urusanmu kemarin lancar? kau tidak mengatakan pada kami kau akan pergi begitu saja,Charle bahkan sudah terlihat panik dan langsung mencarimu setelah seharian kau tidak memberi kabar..."
Mawar menghentikan gerakan tangannya,kemarin Azam telah mengabari Bella dan juga Charle dengan hpnya.
Dan sekarang ini Mawar harus berbohong karena Azam mengatakan pada mereka alasan dirinya pergi karena ada urusan pribadi.
"Maafkan aku...aku telah membuat kalian panik"
"Aku sendiri tahu kau pasti pergi karena alasan mendesak,tapi Charle tidak bisa begitu...kau tahu kan dirinya terlalu posesif padamu...cih kau harusnya mengabarinya dulu sebelum pergi...dia sudah seperti orang gila saat mencarimu..."
"Lalu kenapa dia tidak datang sekarang?",tanyanya.
Tidak biasanya Charle absen dari acara makan bersama seperti ini.
Charle akan datang dimana disitu ada Mawar,meskipun itu adalah hal penting sekalipun Charle akan tetap datang menemuinya.
"Aku tidak tahu...dirinya mengatakan ada pertemuan dengan seorang yang penting,aku ingin bertanya tapi aku takut...kau tahu? wajahnya pagi tadi terlihat sangat menakutkan..."
"Apa dia ada masalah?"
"Entahlah...kau harus bertanya sendiri nanti,kau tahu kan...? dia sangat mencintaimu...mungkin dirinya akan merasa baik setelah kau bertanya",ucap Bella sembari menatap mata Mawar dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Sebagai teman,aku hanya ingin mengatakan ini...kau harus lebih memperhatikan pria itu,dia sungguh mencintaimu..."
Bella tahu itu,karena dirinyalah yang selama ini memperhatikan mereka dan tentunya orang yang paling dekat dengan Charle dan Mawar.
.
...Maaf baru bisa up ...!...
...Karena hp milik author rusak dan hancur gara-gara jatuh... jadi author harus ganti hp dan nulis ulang lagi dua kaliðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜...
...Sekarang ini author pake hp ortu dan cepet-cepet login lagi bias bisa up buat kalian!...
...Tapi author tetep usahain bakal up dua kali kalau masih kuatðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜...
...Tetep dukung author biar bisa tetap sabar dan semangat up..!!...
__ADS_1
...Akun sayang kalian😘😘😘...