
"Mas...sebenarnya kita mau kemana..?"
"Mas akan ajak kalian pergi jalan-jalan,sudah lama kita tidak melakukan itu bukan?",ucap Azam
Mawar hanya ber oh ria,memang benar semenjak mereka mempunyai Zahra suaminya Azam menjadi sangat sibuk.
Perusahannya kini menjadi lebih maju dan mempunyai cabang dimana-mana,apalagi Azam juga memegang dua perusahaan sekaligus.
Lelaki itu kini juga memegang perusahaan yang Mawar pegang dulu ,semua itu juga pemberian dari kakek Abbas.
Karena semenjak mempunyai Zahra Mawar lebih memilih fokus kepada anaknya.
"Kita akan jalan-jalan kemana ayah..?",tanya si bontot Azka.
"Kalau ke pusat permainan saja bagaimana...?"
"Akins mau ayah...dedek Zahla pasti sangat suka...ia kan dekk?",timbal Akins kegirangan.
"Kita pergi ke sea world aja yah...biar dedek Zahra tidak kepanasan",Azka menyarankan.
Mawar senyum sendiri mendengar ketiga prianya sedang berunding.
Azka dan Akins duduk di kursi belakang dengan Zahra yang duduk ditengahnya,tentu saja menggunakan kursi khusus tambahan untuk anak-anak.
__ADS_1
Kedua kakaknya itu terlihat sangat menyayangi Zahra,Kadang Akins bahkan rewel minta tidur dengan adiknya itu.
Azka sendiri terlihat lebih posesif,anak itu memang banyak diam dan melakukan segalanya dengan tindakan.
Meski senang,tapi kadang Mawar merasa gelisah dan khawatir.
Akins dan Azka kelewat perhatian kepada Azka,mereka berdua selalu menomor satukan adiknya dalam segala hal,dan selalu mengawasi para pelayan yang mengurus Zahra.
Mawar hanya ingin kedua anaknya itu tumbuh seperti biasa seperti anak lainnya,bermain dan bersosialisasi.
Azka dan Akins tak pernah terlihat begitu dekat dengan teman-temannya,mereka hanya memikirkan Azka adik kecilnya.
Pernah Azka memarahi pelayan yang tak sengaja menjatuhkan dot milik Zahra,saat itu Mawar bahkan sampai kaget melihat Azka marah-marah seperti itu.
Mawar juga mengatakan semuanya pada Azam,tapi reaksi suaminya itu malah hanya tertawa saja.
Huh..membuat kesal saja.
"Baiklah...kita akan ke taman aquarium saja ya..Zahra juga mungkin akan suka,ia kan sayang?"
"Titi...ung..."
Mendengar jawaban Zahra yang belepotan itu membuat semua orang yang ada di dalam mobil tertawa gemas.
__ADS_1
Zahra memang sekarang sudah mulai belajar bicara,anak itu mulai mengeluarkan suara yang sangat lucu membuat semua orang sangat gemas.
Mawar menghela nafasnya,melihat bagaimana Akins dan Azka tertawa saat adiknya mengeluarkan suara saja menandakan mereka berdua benar-benar menyayanginya.
Mungkin ini semua hanya kekhawatiranku saja...
Lihatlah..Zahra juga tertawa saat diledek kakak-kakaknya.
Mawar mencoba berfikir positif saja,keposesifan kedua anaknya itu mungkin dipicu karena mereka berdua lama mendambakan keluarga yang bahagia.
"Mama...minggu depan Azka juga ada acara perpisahan,katanya orang tua diharuskan datang",ucap Azka sembari bermain jari Zahra.
"Nanti biar mama deh yang datang,ayah kalian pasti masih sangat sibuk..nggak papa kan?,ucap Mawar hati-hati.
Ia tak mau menyakiti hati Azka,bagaimanapun itu adalah hari besar untuknya.
"Nggak papa,mama saja yang datang..tapi bawa Zahra juga ya ma..."
Mawar mengangguk sembari tersenyum,anaknya itu bahkan tidak perduli dengan ayahnya yang hadir atau tidak diacara pentingnya itu.
Azka terlihat sangat senang bahkan menciumi pipi tembem Zahra membuat adiknya itu tertawa geli.
Suasana dalam mobil itu terasa sangat harmonis,Mawar tidak menyangka ia akan memiliki keluarga yang sangat bahagia sekarang.
__ADS_1