Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Bekal


__ADS_3

Sudah satu minggu ini Mawar menjalankan usahanya,meskipun masih minim pengunjung namun ia tak pantang menyerah.


Merintis usaha lagi bukanlah perkara mudah,apalagi di luar kota yang baru ia tempati.


Ia sudah sangat bersyukur masih bisa membuka toko lagi,kini terlihat sudah ada kemajuan di tokonya,pelanggan sudah mulai berdatangan meskipun hanya satu dua orang saja.


Mawar berangkat setelah Mas Adi berangkat kerja dan akan pulang sore hari sebelum suaminya pulang,setiap hari itulah yang ia lakukan.


Apalagi tak ada mertuanya di rumah jadi Mawar bisa dengan leluasa melakukan kegiatannya,tak ada penghalang lagi baginya untuk membuat kejutan.


Jika ada Bu Winar dirumah pasti susah untuk membuat alasan setiap harinya.


"Jumlah pengunjung hari ini ada 15 orang mba..bertambah 5 orang dari kemarin"


Hari ini mereka sedang merekap data mingguan,meskipun toko kecil tapi Mawar juga wanita yang cerdas,ia kuliah di bagian management,tentu saja ia sangat ahli dan telaten dalam hal ini.


Meskipun toko kecil tapi Mawar melakukannya dengan serius dan penuh perhitungan.


"Kalau bisa setiap harinya ada menu istimewa yang berganti agar pembeli lebih tertarik",katanya member saran.


Anya setuju saja,toh ide itu juga bagus,selama ia bekerja dengan Mba Mawar ..Anya selalu saja kagum akan wanita di depannya ini,wanita cerdas dan juga sangat baik.


Selalu ada ide-ide baik yang bisa jadi pelajaran juga baginya,tentang baiknya melakukan sesuatu dan bagaimana menyelesaikan masalah.


Apa yang di lakukan oleh Mba Mawar dijadikan panutan baginya,kecuali sifat Mawar yang terlalu baik sampai membiarkan mertuanya sendiri menyiksanya.


Ia sangat marah saat mengetahui fakta bahwa Mba Mawar di siksa oleh Bu Winar,tapi ia tak bisa berbuat apa-apa karena Mba Mawar tak mau melaporkannya,bahkan Mba'nya itu sampai memohon-mohon padanya.


"Lumayan untuk hari ini,besok kita tambah lagi porsi kuennya,semoga saja habis terjual lagi"


Mereka memang membuat kue dengan porsi sedikit terlebih dahulu,mengingat modal mereka tak banyak ,mereka takut roti tak terjual dan akan rugi banyak.


Tapi di luar dugaan ternyata tokonya langsung di datangi pelanggan saat pertama buka,mungkin karena tempatnya yang strategis juga.


Tokonya terletak di jalan yang dilewati anak sekolah dan juga beberapa perkantoran,jadi banyak pejalan kaki juga disana.


"Iya mba...mudah-mudahan toko kita kali ini lebih maju daripada yang dulu..."


Mawar tersenyum mendengar perkataan Anya,ia mengelus rambut Anya dengan sayang,adik seperjuangannya yang selalu ada disampingnya saat ia butuh.


"Kita makan dulu saja,kita tutup cepat hari ini"


Meskipun masih sore Mawar akan menutup tokonya lebih awal,kuenya sudah habis terjual tapi ia memilih tak membuat lagi.


"Baiklah mba..."


Mereka makan bekal yang sudah di bawa masing-masing,Mawar memakan bekal nasi goreng juga gorengan nuget yang ia buat tadi pagi.

__ADS_1


Karena Mas Adi berkata akan pulang lambat dan pergi pagi-pagi sekali Mawar jadi membuat bekal akhir-akhir ini.


Ia senang Mas Adi menghabiskan bekal yang ia buat setiap pagi,meskipun dengan makanan sederhana suaminya tak pernah mengkritik ataupun mengeluh soal makanannya.


Setelah itu mereka pulang dengan senang dan tentu saja perut yang kenyang.


Seperti biasa,Mawar langsung mandi memebersihkan badannya,bersiap membuat makan malam untuk suaminya nanti.


Waktu luangnya itu ia gunakan untuk membersihkan rumah juga menyetrika baju dinas suaminya untuk besok.


Mawar sangat menghargai kerja suaminya itu,dari dulupun sebelum jadi PNS Mas Adi selalu memakai baju yang selalu melipit dan juga rapi.


Sepatu yang selalu kinclong dan bersih,Mawar merawat suaminya dengan sangat baik,ia hanya tak mau suaminya dianggap rendah dulu saat masih pekerja swasta.


Ia juga selalu memakaikan pomed atau pelumas rambut dan wewangian agar suaminya terlihat berwibawa.


Sekarang saminya sudah jadi PNS tentu saja harus lebih rapi dari biasanya.


Setelah semuanya selesai Mawar memilih menonton televisi sembari menunggu suaminya pulang.


Sampai ia tak menyadari bahwa ia ketiduran di atas sofa depan televisi.


***


Jam sudah menunjukan pukul 11 malam,Adi memakirkan mobilnya di garasi rumah.


Saat membuka pintu rumah ,pemandangan yang ia lihat adalah Mawar yang tertidur di atas sofa dengan televisi yang masih menyala.


"Sayang...?",bisiknya.


Karena mendengar suara suaminya Mawar terbangun,ia mengerjapkan mata kemudian tersenyum cerah saat mendapati Mas Asi ada di depannya sekarang.


"Mas..?"


"Kenapa kamu tidur disini...?",ucapnya sembari duduk dan meletakan tasnya di atas meja.


"Aku kan menunggumu mas,kenapa baru pulang...?",Mawar melihat jam ternyata sudah jam sebelas malam.


"Mas banyak acara,jadi yah gini..pulang malam terus,lain kali nggak usah nungguin mas pulang,kamu langsung tidur aja di kamar"


"Nggak papa mas..,mas mau mandi..?"


"Iya..badan mas lengket semua.."


"Baiklah..aku siapkan dulu air angetnya.."


Mawar selalu siap air panas di tremos,ia tak mau suaminya mandi air dingin malam hari apalagi keadaan tubuh lelah,Mawar takut suaminya akan sakit.

__ADS_1


Adi langsung mandi saat Mawar sudah menyiapkan semuanya,rasa lelahnya sedikit berkurang saat tubuhnya tersiram air hangat.


Mawar segera membereskan barang suaminya saat Mas Adi sedang mandi,meletakan sepatu di tempatnya dan menaruh baju kotor di mesin cuci.


Saat ia mengambil kotak bekal di tas suaminya Mawar merasa kaget karena ternyata kotak makan itu masih berat.


Di bukanya kotak makan itu,ternyata isinya masih penuh dan sama persis posisinya,hiasan makanan itupun masih utuh,artinya suaminya itu tak menyentuh sedikitpun bekalnya.


*K*enapa..? apa Mas Adi nggak suka makanannya..?


Tapi nasi goreng dan nuget adalah makanan kesukaan suaminya.


Ia akan bertanya nanti pada Mas Adi setelah selesai mandi,Mawar beralih menyiapkan baju ganti di atas tempat tidur ,ia sudah duduk di atas ranjang semabari bermain hp.


Saat melihat suaminya masuk Mawar masih bermain hp,karena level permainan di hpnya sedang seru-serunya.


Ia juga sampai tak sadar bahwa Mas Adi sudah memakai bajunya dan kini sedang berjalan ke arahnya.


"Sepertinya seru sekali...",ucapnya di depan Mawar,membuat Mawar terkejut dan ternyata membuat gamenya game over.


"Ish mas ..bikin kaget aja.."


"Salah sendiri nyuekin suami..",Mawar dapat melihat wajah suaminya sudah segar,rambutnya yang masih sedikit basah membuat kesan seksi di matanya.


"Oh ya mas..kenapa bekalnya nggak di makan..?",tanyanya saat ia ingat.


Adi diam,menatap Mawar sebentar kemudian beralih tiduran di sampingnya.


"Mas ada acara makan sama rekan kerja ,jadi mas nggak makan deh bekalnya.."


"Besok juga mas..?"


"Iya..kamu nggak usah buat bekal lagi,nanti kalau mas mau bekal mas bilang deh sama kamu..",ucapnya sembari menarik selimut.


"Loh ..kok mau tidur mas..nggak makan malam dulu..?"


Mawar heran ,kenapa suaminya langsung tidur ,bukankah Mas Adi belum makan.


"Nggak deh..mas masih kenyang.."


Mawar terdiam,padahal ia masak tadi sore,lalu bagaimana dengan masakannya..?


...~~~...


...Terimakasih sudah mampir dan baca novelku..πŸ€—...


...Terus kasih dukungan ke author yaπŸ˜†πŸ˜†...

__ADS_1


__ADS_2