
"Oma..oma..! apa itu belalti tante cantik bakal jadi mama Akins..?!",ceplos Akins.
Mawar sangat terkejut mendengarnya,begitupun juga Bu Risma.
"Mungkin kalo cucu oma jadi anak yang baik dan nurut tante cantikmu bakal mau jadi mamanya Akins..iya kan nak Mawar..?"
Mawar melihat Bu Risma yang mengedipkan mata.
Ah...sepertinya Bu Risma ingin ia mengiyakan pertannyaan itu untuk Akins.
"Eh..eemm...kalo Akins mau makan yang banyak dan nurut sama orang tua mungkin tante bisa jadi mamanya Akins.."
*M*ama angkat...
Tidak mungkin ia jadi mama Akins sungguhan,Mawar bahkan tak pernah berfikir sampai kesitu.
Ia dan Azam tidak ada perasaan sama sekali,dan dia juga tidak berniat untuk membangun rumah tangga lagi setelah cerai dengan Mas Adi nanti.
Bu Risma tersenyum senang mendengarnya,ternyata Mawar adalah gadis yang peka dan lembut.
"Asyikkk...! oma..oma..!Akins udah nulut kok,Akins udah mau bangun pagi dan mandi pagi sama tante cantik...Akins juga makan yang banyak ...iyakan tante ...?!",ucapnya dengan semangat.
Mawar hanya mengangguk sembari tertawa.
Bu Risma memperhatikan cucunya yang sangat semangat itu,Akins dan Azka benar-benar menyukai wanita yang bernama Mawar itu.
*A*pa yang membuat cucu-cucuku sangat menyukainya..? padahal mereka kenal belum lama..tapi Mawar sudah mengambil hati cucu dan anakku...
Mata Bu Risma melihat baju yang dikenakan kedua cucunya itu,ia baru ngeh kalau cucunya mengenakan baju yang bukan biasanya mereka pakai.
"Kalian pakai baju siapa...?"
"Wh...?",Mawar melihat raut wajah Bu Risma yang sedikit tak mengenakan.
*A*pa aku bakal dimarahi..?! karena sudah memakaikan mereka baju yang murah..?
Wajar saja kalau Bu Risma marah,ia membelikan baju Azka dan Akins yang terbilang murah,satu setel hanya lima puluh ribu saja!
"Bagus kan oma..!! ini baju yang tante belikan untuk Akins dan kakak..lihat ini oma..gambalnya juga lucu oma..Akins suka..!"
*A*staga...lihat kerutan di dahinya semakin dalam!
Mawar menelan ludahnya dengan susah,apalagi Bu Risma melihat dengan sangat teliti baju yang dikenakan cucunya.
"Oh iya nak Mawar...kalau boleh tante tau,kedua wanita itu siapa..?"
Mawar terkejut saat Bu Risma mengalihkan perhatian,sepertinya Bu Risma tidak marah ia memakaikan baju murah untuk cucunya.
*T*api kenapa tadi mengerutkan kening..?
__ADS_1
"Me..mereka mertua saya..dan..",Mawar memainkan jemari tangannya,sungguh susah menceritakan semuanya kepada orang lain.
Yaah..meskipun ia tahu bahwa Bu Risma adalah nenek Akins dan Azka,tapi ia tak menampik kenyataan bahwa Bu Risma masih asing di hidupnya.
Ia bahkan baru pertama kali bertemu dengannya.
Berbeda dengan Azam dan kedua anaknya,mereka sempat bertemu bahkan jauh sebelum mereka pindah ke Jakarta.
Bu Winar masih diam mengamati gerak-gerik Mawar,sepertinya wanita di depannya enggan menceritakan padanya.
Namun ia harus tahu,ia juga tidak bisa tinggal diam karena cucunya sudah di sakiti.
"Selingkuhan suami saya..",sambungnya dengan nada lirih.
Bu Risma sangat terkejut mendengarnya,beliau bahkan sampai terpaku.
"A..apa yang kamu maksud..?"
Bukannya Azam pernah bilang kalau Mawar sudah bersuami dan hidupnya bahagia.
Tapi apa yang dilihat dan didengarnya hari ini sangat bertolak belakang dengan apa yang ia tahu!
Dulu pernah Bu Risma mendesak Azam untuk mendekati Mawar karena cucunya terlihat sangat suka pada perempuan ini.
Namun Azam mengatakan bahwa Mawar sudah berumah tangga dan hidupnya bahagia dengan suaminya.
Namun ia tak menyangka hari pertama bertemu dengan Mawar malah dikejutkan dengan hal seperti ini.
"Au..suami saya menikah lagi..",jelas Mawar mencoba tegar.
Ia berkata dengan nada yang sangat lirih dan bergetar,rasa sesak kembali memenuhi hatinya saat mengatakan itu.
Bu Risma diam,ia tahu semua itu tidak mudah bagi Mawar,apalagi mertuanya datang bersama selingkuhan suaminya dan melabrak Mawar disini.
Bagaimana bisa ada orang yang tega seperti itu?
*S*epertinya ia sangat menderita..
"Maafkan tante...tante tidak bermaksud menyingggungmu.."
"Ti..tidak apa-apa tante..saya juga berniat mengakhiri semuanya..Azam juga sudah membantu saya dalam proses ini.."
*T*ing..!
Tombol di kepala Bu Risma langsung aktif,beliau langsung tersenyum lebar saat Mawar menyebut nama anaknya dibawa-bawa.
Ia bahkan memanggilnya dengan nama saja...ah manisnya..
Sepertinya anaknya Azam sudah bergerak cepat terlebih dahulu.
__ADS_1
Mendengar Mawar memanggil nama Azam tanpa embel-embel apapun sepertinya mereka sudah dekat.
"Anak saya memang seperti itu,dia anak yang baik sama semua orang..",ucapnya.
*B*aiklah..aku akan mengetes calon mantuku ini..
Bu Winar akan mencoba memancing Mawar dengan berbagai pertanyaan,ia harus tahu sifat kandidat calon mantunya itu.
"Ia juga suka membantu orang lain,apalagi itu orang yang baik padanya dan keluarga..."
*M*aksudnya..dia baik bukan sama kamu saja..
Begitu kira-kira arti ucapan Bu Risma.
"Dia memang lelaki yang baik..meskipun wajahnya terlihat sangat dingin dan cuek..",ucap Mawar.
Bu Risma tak menyangka Mawar akan menjawab seperti itu,biasanya wanita yang ia perkenalkan anaknya akan memuji Azam dengan melebih-lebihkan anaknya.
Tapi Mawar berbeda,wanita itu berkata apa adanya.
Azam memang terlihat dingin dan acuh-tak acuh,padahal sebenarnya laki-laki itu sangat baik dan juga pengertian.
Sebagai ibu tentu ia tahu sifat asli anaknya,Azam kehilangan senyumnya karena kejadian masa lampau yang begitu pahit.
Ia dihianati istrinya sendiri dan memilih pria lain,mantan istrinya juga meninggalkan anaknya karena malu dengan Azka yang bisu.
Keadaan rumah sangat sepi dan hampa,tidak ada senyuman dan kebahagiaan dirumahnya,bahkan Akins sering mengamuk dan menangis.
Hingga akhirnya ia mendengar tawa cucunya kembali saat pulang dari Jogja,semangat cucu-cucunya membuat rumah kembali bersinar dipenuhi cerita yang Akins ucapkan setiap harinya tentang tante cantik kesukaannya.
"Dia memang lelaki yang arogant,seperti ayahnya..",ucap Bu Risma.
Mereka berdua tertawa,memang benar kata Arogant sangat cocok dengan Azam.
"Kalau boleh tante tahu...apa nak Mawar sudah punya rencana setelah bercerai..? maksud tante manikah lagi.."
Ia harus tahu keadaan Mawar,ia harus mempersiapkan strategi jika ingin mengikat Mawar agar jadi menantunya.
"Tidak tahu tante..tapi sepertinya Mawar tidak ada niatan untuk menikah lagi..",jawabnya.
"Kenapa..?!",Bu Risma kalang kabut sendiri,bagaimana bisa Mawar menjawab seperti itu setelah dirinya sudah menetapkan Mawar sebagai calon mantunya nanti!
"Saya cuma ingin fokus sama karir saya tente...sudah banyak hal yang Mawar lepaskan dulu...lagipula Mawar juga akan fokus sama kerjaan agar bisa menyekolahkan Anya lagi..",ucapnya mantap.
Bu Winar menggelengkan kepalanya dengan keras melihat senyuman Mawar.
*T*idak..kamu tidak boleh berkata seperti itu dengan tertawa Mawar..
Astaga Azam..! kamu harus cepat menangkap calon istrimu ini biar tidak bisa kabur lagi ..!
__ADS_1