
"Hei...sayang...Anya...!"
Suara yang begitu lembut terdengar begitu memekikan di telingannya.
Anya mengerjapkan matanya mencoba menyadarkan kembali dirinya yang masih dalam alam bawah sadarnya.
Tepukan beberapa kali terasa dipundaknya berusaha membangunkannya.
"Uh ... "
Anya memegang kepalanya yang terasa berat.
"Ada apa..?! Apa kamu merasa sakit?!",tanya Dafa dengan raut wajah yang penuh kekhawatiran.
Anya hanya melihat wajah lelaki itu kemudian menggelengkan kepalanya.
"Nggak kok kak...aku cuma sedikit pusing saja"
"Apa kita tunda saja jadwalnya? aku akan mengatakan pada klien nanti"
"Ti..tidak...tidak perlu...ini hanya pusing ringan saja,aku akan sembuh jika meminum obat nanti",bagaimanapun ia tak bisa menunda pertemuan kali ini.
Ini adalah pertemuan dengan seorang yang sudah Anya tunggu sejak lama.
Dia adalah seorang dokter ahli spesialis saraf yang datang karena ada pekerjaan di Indonesia,dan Anya sengaja membuat janji dengan dokter itu untuk bisa mendapat lebih banyak ilmu.
Dirinya yang memang sengaja mengambil jurusan itu harus banyak-banyak mencari wawasan dan belajar dari banyak dokter lainnya.
__ADS_1
Meskipun Dafa sendiri adalah dokter yang berpengalaman tapi Anya memilih untuk tidak belajar dari lelaki itu saja.
"Tapi wajahmu pucat...kau juga berkeringat banyak sekali"
Anya menekan hidungnya karena merasa sangat tak nyaman,ia hanya syok...
Kenapa aku bermimpi seperti itu...
Mimpi masalalu..tentang pertemuannya dengan Zio beberapa tahun yang lalu.
Ingatan-ingatan masalalu dimana lelaki itu tak mengakuinya membuat Anya merasa sedikit pusing saat bangun tadi.
Sadarlah Anya...ini sudah usai..semuanya sudah berlalu..kau tak boleh terjebak dengan masalalu mu itu...
Tak mudah baginya menghilangkan rasa sakit hari yang ia alami,Anya pernah menjadikan Zio sebagai sebagian dalam hidupnya,akan tetapi lelaki itu mengkhianatinya....
Sampai akhirnya datanglah Mawar yang menawarkan sebuah kehidupan baru untuknya.
"Air...aku ingin minum saja kak",ucapnya pada Dafa.
"Minumlah ini...kau sepertinya butuh banyak asupan vitamin,kau terlalu memaksakan diri dalam pekerjaan"
Anya tertawa mendengar Dafa yang mengkhawatirkannta,ada rasa sedikit senang saat lelaki itu terlihat cemas karena dirinya.
"Aku akan istirahat setelah ini ...kakak tak perlu terlalu khawatir"
Yang terdengar hanyalah hembusan nafas berat dari mulut Dafa,tangan lelaki itu beranjak mengelus rambut kekasihnya itu dengan sayang.
__ADS_1
"Baiklah...aku akan mengendarai dengan pelan,kau lanjutkan saja tidurmu,lagi pula kita masih punya banyak waktu sebelum janji "
Anya hanya mengangguk sembari tersenyum seperti biasa.
Setelahnya,dalam mobil itu kedua orang tersebut diam tanpa ada yang niat membuka pembicaraan lagi .
Anya yang melamun membuang muka keluar jendela tanpa berniat untuk tidur lagi.
Sedangkan Dafa diam fokus dalam kemudinya,meskipun terlihat demikian nyatanya lelaki itu sedang memikirkan banyak hal.
Raut wajahnya yang kurang nyaman terlihat jelas ,alisnya bahkan saling bertaut pertanda ia sedang memikirkan sesuatu.
Jika saja Anya melihatnya,mungkin wanita itu akan menyadari bahwa Dafa sekarang juga tidak baik-baik saja.
"Zio..."batin Dafa.
Siapa lelaki itu...? kenapa Anya menyebut nama itu dalam tidurnya?
Anya mulai mengigau saat gadis itu terlelap di dalam mobil yang ia kendarai.
Beberpaa kali Anya menyebut kata "Zio" dalam lelapnya,bahkan Anya gadis itu terlihat gelisah dan pucat saat ia membangunkannya.
Dafa sengaja tak bertanya,ia ingin suatu saat nanti Anya akan meneritakan kehidupannya kepada dirinya tanpa ia minta.
Ia ingin Anya bersamanya karena menginginkannya dan dengan sukarela bercerita tentang kehidupannya.
Karena sampai sekrang gadis itu masih tertutup meskipun segala hal sudah ia lakukan agar bisa lebih dekat dengan gadis yang ia cintai.
__ADS_1