Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Awal Untuk Akhir


__ADS_3

Mawar menatap tak percaya,bagaimana bisa Rosi mengalami itu,sedangkan ia dengar dari mulut Rosi sendiri bahwa ia hanya pura-pura hamil.


"Rosi...! bertahanlah sayang...",Adi terlihat kelimpungan,ia langsung menggendong Rosi dan hendak membawanya pergi.


"Ini semua gara-gara kamu..!! aku bakal tandatangan surat perceraian kita..puas kamu..!!"


"Tapi dia nggak hamil mas..! dia bohong!"


Mawar bahkan melihat Rosi tersenyum kecil disana,ia tahu semua itu hanya akal-akalannya saja.


*D*uk...!!


Adi mendorong Mawar yang ada di depannya,ia bahkan tak mendengarkan perkataan Mawar.


"Sakit.. ",Mawar meringis saat ia terjatuh di atas aspal,lengan dan dahinya terasa sangat sakit,dilihatnya ternyata ia sudah mengeluarkan darah yang cukup banyak.


Kakinya juga terasa sangat nyeri,sepertinya ia keseleo.


Saat dirinya melihat kedepan,ia melihat tatapan Mas Adi yang datar kearahnya.


Mas Adi diam tanpa berekspresi apapun,ia hanya berdiri disana melihatnya tanpa berniat membantu dirinya.


Ma..mas..?"


"Alraisha Mawar Putri...aku talak kamu..!aku Adi Saputra sudah tak menganggap kamu sebagai istriku lagi..!"


*D*eg..


Tubuh Mawar terpaku mendengar ucapan dari Adi,mulutnya bahkan tak bisa bersuara.


Setelah mengucapkan itu,Mas Adi berpaling dan meninggalkannya.


Tanpa terasa air matanya jatuh dengan derasnya,memang ia sudah menetapkan hati untuk bercerai dengan sang suami,ia bertekad akan menceraikan suaminya dulu sebelum ia di campakan.


Namun kenyataanya,ia masih dicampakan ,bahkan dengan begitu sadis.


Disini dialah yang sebagai korban,tapi kenapa semua yang ia lakukan terlihat seperti dirinyalah yang bersalah atas semua kejadian.


"Haha..hahaha...!",Mawar tertawa dengan begitu kerasnya.


Ia sungguh terlihat seperti orang gila,tertawa dengan air mata yang mengalir deras di pipinya,juga dengan luka dan darah yang menyelimuti tubuhnya.


"Kenapa..kenapa aku selalu seperti ini..",ucapnya lirih.


Mawar menunduk sembari mengepalkan tangannya,ia menahan suara tangisannya disana.


Beberapa saat ia berada seperti itu,hingga akhirnya Mawar mencoba berdiri dengan sekuat tenaga.


Rasa sakit di kakinya sudah tak ia hiraukan lagi.

__ADS_1


Baru tiga langkah ia berjalan,tiba-tiba ia melihat Azam datang ke arahnya dengan berlari.


*G*rep...


Dalam sekejap tubuhnya melayang dan sudah ada dalam gendongan lelaki itu.


"Apa yang terjadi ..?!"


Mawar masih diam,ia melihat dengan jelas raut khawatir dari wajah Azam.


Mungkin karena lelaki itu bertanya,air matanya kembali keluar lagi.


"Ma..mas Adi..dia menalakku..",ucapnya lirih di iringi dengan tangisan.


Setelah itu Mawar tidak tahu lagi apa yang terjadi selanjutnya,rasa pusing yang hebat menerpa kepalanya,penglihatannya perlahan menghitam,dia pingsan!


Sepertinya itu efek benturan di kepalanya tadi.


"Mawar..!!",Azam mengeratkan pelukannya,ia langsung membawa Mawar ke dalam mobilnya,diamana disana sudah ada Anya ,Akins dan Azka.


"Mba Mawar ?!dia kenapa kak..?!",Anya bertanya saa melihat Mawar sudah pingsan dengan keadaan tubuh yang penuh luka.


"Nanti aku jelaskan..kita bawa dia ke rumah sakit dulu.."


Sepanjang perjalanan Azka dan Akins menangis,mereka sangat sedih dan juga terkejut saat mendapati tante yang mereka sayangi dalam keadaan seperti itu.


Azam hanya diam sembari menyetir,ia memikirkan perkataan Mawar sebelum pingsan.


Berarti dalang kejadian semua ini adalah Adi...!lelaki yang telah membuat Mawar terluka bahkan sampai pingsan.


*S*ial..!!


Ia sangat marah mengetahui semua ini


*A*ku akan membalas semua ini Adi..!


Sebenarnya tadi ia bersama anak-anak berniat menyusul Mawar ditaman,ia tahu karena Anya yang memberitahu.


Azam bahkan sempat datang lebih awal ke ruko milik Mawar,karena anak-anaknya sudah tidak sabar ingin bertemu.


Namun saat ia sudah sampai disana ruko masih tutup dan tidak ada seorangpun disana.


Akhirnya ia memilih menghubungi Mawar,sudah beberapa kali ia mencoba menelfon dan mengirim pesan untuknya,namun Mawar tak kunjung membalasnya.


Setelahnya ia menghubungi Anya,gadis itu mengatakan bahwa mereka sedang ada di taman.


Anya mengatakan Mawar akan bertemu dengan si Adi sialan itu.


Dengan cepat Azam memilih menyusul mereka yang letaknya tak jauh dari ruko Mawar.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan ia merasa resah,memikirkan apa yang Mawar dan Adi katakan disana,apa mereka akan berdamai dan rujuk lagi ...?


Namun saat sampai di sana yang dilihatnya hanya Anya seorang.


Hingga akhirnya ia menitipkan Akins dan Azka kepada Anya,dan memilih menyusul Mawar sesuai istruksi dari Anya.


Tapi betapa terkejutnya Azam ketika mendapati Mawar yang sedang berjalan tertatih dengan keadaan yang sangat buruk.


Wajah yang berantakan akibat menangis dan juga luka-luka di sekujur tubuhnya yang mengeluarkan banyak darah.


Mengingat kejadian tadi membuat Azam merasa marah dan sedih secara bersamaan.


Ia sangat Marah pada Adi yang memperlakukan Mawar seperti ini,namun disisi lain ia juga merasa sangat sedih melihat Mawar dalam kadaan seperti itu.


Sesampainya di rumah sakit,Mawar langsung disambut beberapa dokter dan juga perawat ,ia dibawa dalam ruang VIP yang terletak dilantai paling atas di gedung itu.


Disana juga sudah ada Dafa yang berdiri di samping brankar.


Tentu saja Dafa tahu,karena sebelum mereka sampai...Azam sudah mengabari dirinya terlebih dahulu.


Azam,Anya dan kedua anak itu menunggu di depan ruangan.


Saat ini Mawar sedang di periksa oleh dokter disana,Akins dan Azka juga masih menangis karena mengkhawatirkan tante cantik mereka.


"Anya ...tolong jelaskan padaku apa alasan mereka bertemu lagi..",Azam harus tahu alasannya.


Jika memang benar mereka akan rujuk,kenapa Mawar bisa seperti itu?


"Kemarin malam...Kak Adi mengirim pesan kepada mba Mawar,ia bilang ingin membahas tentang peeceraian ,maka dari itu mba Mawar berniat datang ke taman demi membicaraka tentang perceraian...",terangnya dengan isakan kecil.


"Tapi aku tidak menyangka...kalau kejadiannya akan seperti ini.." setelah itu Anya tidak lagi membuka suara.


Suasana di depan ruangan Mawar terasa begitu pilu,hanya Azam saja yang tidak memangis disana.


Sembari menenangkan anak-anaknya yang masih menangis ,terlihat Azam mengetikan sesuatu di telfonnya.


Setelah itu terlihat Azam menjauh dari ruangan Mawar.


Ia juga terlihat sangat serius,entah apa yang di bicarakannya itu,raut wajahnya bahkan terlihat sangat menakutkan.


Sudah beberapa menit berlalu,Azam juga tak kunjung menyelesaikan obrolan tentang seseorang di balik telfonya.


Hingga akhirnya ia memutuskan sambungan telfonya saat melihat Dafa keluar dari ruangan Mawar.


"Bagaimana...?"tanya Azam dengan tergesa-gesa.


Dafa menggelengkan kepalanya pelan"Keadaan Mawar sekarang sangat buruk..selain fisiknya yang terluka sepertinya ia memiliki sedikit goncangan mental.


Azam dan Anya sangat terkejut mendengarnya.

__ADS_1


Apa..? goncangan mental..??!


__ADS_2