
Azam memeluk istrinya saat dirinya sudah sadar apa yang tengah terjadi.
Karena emosi melihat wajah lelaki yang pernah mendekati Mawar ia sampai menghiraukan Mawar.
"Maafkan aku sayang...aku tahu ini bukan ulahmu.."
Adnan melihat interaksi keduanya dengan tatapan yang sayu,jujur saja hatinya sakit melihat wanita yang disukainya menangis dalam pelukan pria lain.
Tapi dirinya tak bisa melakukan apapun karena memang dirinya tak punya hak untuk itu.
"Mawar...aku hanya ingin minta maaf...",ucapnya lirih.
Adnan tahu kehadirannya saat ini sangat menganggu kedua pasangan itu,tapi kapan lagi ia bisa mengatakan permintaan maaf kepada Mawar.
Sebelum kedua pasangan itu datang ke resto ini,Adnan sudah datang terlebih dahulu.
Lelaki itu juga ada disana sejak beberapa menit yang lalu.
Awalnya Adnan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Ia melihat perempuan yang mirip seperti Mawar masuk kedalam resto dengan seorang lelaki.
Ia sedikit tak percaya dengan apa yang dilihatnya,tapi melihat Azam pria yang dulu bersama Mawar dirinya jadi yakin kalau wanita itu benar-benar Mawar.
Wanita itu datang dengan perut yang sedikit membuncit dan terlihat sangat mesra dengan Azam.
Kalau perkiraannya benar sekarang Mawar sudah menjadi istri lelaki itu.
Padahal selama ini dirinya berusaha mencari jejak Mawar yang hilang beberapa bulan yang lalu.
Dirinya berniat meminta maaf kepada wanita itu atas segala perbuatan mamanya.
Tapi yang tak disangkanya ia malah bertemu Mawar dalam keadaan wanita itu sudah bersuami.
"Aku benar-benar minta maaf atas semua perbuatan mamaku kepadamu"
Mawar yang tadinya menangis terdiam saat mendengat ucapan Adnan.
Azam juga hanya memeluknya erat tanpa berniat melepaskan istrinya itu.
"Untuk apa...?",tanya Mawar dengan suara yang parau.
"Itu bukan salahmu...kau tidak perlu meminta maaf",ucapnya lirih.
Adnan menghembuskan nafas bertanya...ia tahu Mawar pasti akan mengatakan itu.
"Aku hanya ingin mewakili mamaku meminta maaf...dia sangat menyesal telah berperilaku buruk kepadamu dulu...jadi kumohon maafkan dia...sekatang mamaku sakit keras",ucapnya kemudian.
Adnan tahu pasti berat untuk Mawar memafakan mamanya,wanita itu sudah banyak menderita karena ulah mamanya yang tidak ia ketahui.
Selama menjalin hubungan dengannya dulu ternyata Mawar begitu banyak menderita karena ulah keluarganya.
Dan sekarang saatnya ia meminta maaf atas segala kesalahan di masa lampau.
Meski tahu mungkin wanita itu sulit memafkaan kesalahan mamanya,tapi besar harapannya kalau Mawar akan mau memafkaan mamanya.
__ADS_1
"A..aku sudah memaafkannya...aku sudah memaafkannya dari dulu,jadi kumohon jangan ganggu aku lagi..."
Adnan tersenyum mendengar kata itu dari Mawar,tubuhnya reflek mendekati Mawar hendak memegang tangannya ,namun dengan cepat Azam menampik tangannya dan membuat benteng untuk istrinya.
"Kau sudah dengarkan? istriku sudah memaafkan mamamu,jadi sekarang pergilah karena kamu mengganggu jam makan kami..."
Mawar sedikit mencubit perut suaminya,Azam benar-benar tak bisa menyaring perkatannya.
Rasanya seperti de javu?
Saat Azam mengusir Charle dulu dirumah sakit,lelaki itu berkata dengan begitu entengnya mengusir lawan bicaranya.
Tapi biarpun begitu Mawar tidak mengatakan apapun,dalam hatinya ia juga menginginkan Adnan cepat pergi dari tempat itu.
"Baiklah..hanya itu yang ingin aku sampaikan kepadamu Mawar...terimakasih karena kau masih mau memaafkan perlakuan ibuku..kuharap kau selalu bahagia dengan suamimu..."
Setelah mengatakan itu Adnan langsung pergi meninggalkan kedua pasangan itu.
"Ayo kita makan lagi sayang ..." ,Azam mengambil sendok dan siap menyuapi lagi istrinya itu.
Namun tiba-tiba Mawar menggelengkan kepalanya.
"Tidak...aku sudah tidak berselera..."
Azam menghembuskan nafasnya..gara-gara laki-laki sialan itu istrinya jadi susah lagi untuk makan.
Padahal tadi Mawar sangat lahap makan dan terlihat ceria.
Tapi sekarang dirinya terlihat lemas dan tak nafsu makan.
Azam mengecupi pundak istrinya berkali-kali,pundak Mawar yang terlihat putih itu sungguh menarik perhatiannya.
Saat ini dirinya tengah tidur dengan posisi memeluk istrinya dari arah belakang.
Tangannya mengelus perut wanita itu yang sudah mulai menonjol,tangan yang satunya sedang merem*s bagian favoritnya,sementara bibirnya sudah menciumi bagian belakang tubuh wanita itu.
"Kau harum sekali sayang...",Azam menggigit kecil pundak istrinya itu..membuat Mawar memekik terkejut.
"Sayang...aku sudah mengantuk...",ucapnya dengan suara yang lirih.
"Tapi aku lagi pengen...sebentar saja ...aku mohon..",ucap Azam sudah membalik tubuh Mawar agar menghadapnya.
"Kumohon...ya...? aku akan berhati-hati supaya tidak melukai calon anak kita...aku akan melakukannya dengan lembut...mau kan...?"
Mawar berdecak mendengar ucapan izin dari Azam,lelaki itu bahkan mengatakannya dengan tangan yang sudah kemana-mana membuatnya terangsang dan akhirnya menuruti permintaan Azam.
Azam benar-benar handal dalam hal merayu istrinya itu.
Dengan cepat Azam membuang selimut yang membalut mereka berdua,ia mulai melepas baju istrinya itu dengan cepat dan langsung mengukungnya.
Matanya tak bisa lepas dari Mawar yang terbaring di bawahnya.
Istrinya saat ini terlihat sangat cantik dengan wajah malu-malunya dan tubuhnya yang sangat seksi dengan perut yang sudah membuncit itu.
Bibirnya dengan teliti menyusuri seluruh tubuh istrinya dan mulai mengecap tanda kepemilikan saat ini.
__ADS_1
Dirinya yang sudah terbakar gairah langsung memposisikan diri dan berniat melakukan percintaan dengan sang istri.
Namun tiba-tiba tangan Mawar menahan dadanya membuat Azam menatap Mawar dengan bingung.
"Ada apa...?",tanyanya dengan suara yang serak.
"Aku ingin wedang ronde..."
"Apa...?!"
Apa maksudnya itu...sekarang mereka berdua dalam keadaan yang sudah sangat intim sekarang,tapi istrinya malah membahas soal wedang ronde!
"Aku mau wedang ronde...sekarang aku sangat ingin wedang ronde..."
Duar...!!
Bagai bom yang menerjang kepalanya Azam langsung merasa pusing mendengar permintaan istrinya itu.
Sekarang ia ada dipuncaknya dan istrinya malah meminta wedang ronde.
"Apa tidak biaa ditunda sayang ...? aku susah tanggung begini.."
Mawar menggelengkan kepalanya keras-keras,dirinya sungguh ingin wedang ronde saat ini.
Azam merasa lemas,lelaki itu terpaksa langsung berpindah ke sisi ranjang,memakai baju lengkapnya lagi dan beralih menatap Mawar yang masih terbaring diatas ranjang.
"Aku mau wedang ronde yang rasanya persis sama seperti yang ada di Jogja..."
"Apa kau tak mau makanan yang lain...? bagaimana jika aku tidak bisa menemukan minuman itu sekarang...?"
Apalagi ini sudah malam,pasti banyak penjual yang sudah tutup.
"Tidak ...aku sungguh ingin minum wedang ronde sekarang...!"
Azam panik saat melihat Mawar yang sudah bersiap menangis,istrinya itu sudah sangat sensitif dan sangat gampang menangis setelab hamil.
"Baiklah sayang...aku akan mencari wedang ronde untukmu ..kau tunggulah aku pulang sebentar..jangan sedih ya...aku akan pergi mencari wedang itu dulu..."
Muka air wajah Mawar berbuah senang saat Azam menyetuji keinginananya,ia sungguh bersyukur karena Tidak marah.
Azam keluar kamar setelah berpamitan kepada istrinya.
Sepanjang perjalanan ia terus saja mengomeli dan bergumam melontarkan kata cacian.
"Dasat wedang ronde sial*n...!" ,gara-gara Adnan mengganggu mereka siang tadi Mawar jadi tidak minum wedang ronde itu,dan sekarang Mawar jadi menghentikan kegiatan romantis mereka dan langsung meminta wedan ronde...!
.
.
...Hai para pembaca tersayanga.....!!🥰🥰...
...Maaf baru bisa up karena author baru sempet buka hp,dan maaf juga kalau banyak typo karena author nulisnya pas lagi ngantuk-ngantuknya🤪...
...Jadi mohon pengertiannya ya kalau author telat up nya..jangan lupa tetep dukung author selalu..!...
__ADS_1
...Aku sayang kalian...😘😘😘...