Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Dia Pergi


__ADS_3

"Mawar...!!"


Adi berteriak dengan kerasnya,dirinya kalang kabut karena tak menemukan jejak istrinya itu.


Pagi ini ia baru saja kembali ke rumah,kemarin ia terpaksa tidak pulang karena Rosi merengek minta ditemani.


Karena masih hamil muda,ia jadi sangat sensitif dan gampang emosional,jadi Adi tak mau ambil resiko demi kesehatan jabang bayinya.


Meskipun ia dan Mawar kemarin sempat bertengkar,Adi tak menyangka kalau istrinya benar-benar akan pergi.


Ia fikir Mawar pasti hanya emosi sesaat saja,tak mungkin dia berani bercerai dengannya.


Namun hari ini dirinyalah yang terlihat sangat panik,ia sudah mencari di berbagai ruangan namun tidak ada.


Ia juga sudah mengecek rumah Anya,namun anak itu juga tak ada di rumahnya.


Dilihatnya lemari baju di dalam kamarnya,ada sedikit rasa lega dalam hatinya.


Baju-baju Mawar masih tertata rapi disana,barang-barang lain juga masih tetap dalam posisinya.


"Haha...apa yang ku fikirkan,Mawar tidak mungkin meninggalkanku ,memangnya kalau dia pergi mau kemana..?"


Mawar masih belum kenal siapapun di jakarta selain tetangga mereka,ia juga tak mempunyai keluarga.


Jika Mawar ambil resiko ingin kabur dari rumah mungkin ia akan jadi gelandangan? secara ia belum punya penghasilan.


Adi merebahkan diri di atas ranjang yang biasa ia gunakan untuk tidur bersama Mawar.


Rasanya lelah sekali karena kemarin malam ia bahkan tak sempat tidur sama sekali.


Rosi sungguh meminta ini itu kepadanya di tengah malam,demi calon buah hatinya ia rela pergi malam-malam untuk mencari makanan.


Meskipun begitu ia merasa senang,ini adalah rasa yang baru untuknya,merasa lelah karena istri minta sesuatu akibat ngidam bukanlah masalah baginya.


Andai saja Mawar bisa mengerti keinginannya,pasti mereka bakal hidup bahagia bersama.


Saat ia sedang melamun memikirkan semua itu,tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu di rumahnya


*S*iapa..?


Karena jarang sekali ada tamu yang masuk kedalam rumahnya.


Segera Adi membukakan pintu itu,dilihatnya Bu Widi berdiri dengan membawa sebuah kantong ditangannya.


"Eh pak Adi...mba Mawarnya ada..?"


Adi sempat terkejut karena pertanyaan itu ,namun dengan cepat ia merubah ekspresinya.


"Istri saya sedang keluar sebentar bu...",bohongnya.


"Oh..kalau begitu ini ibu ada sedikit oleh-oleh dari Bandung,suami ibu baru pulang kemarin malem.."

__ADS_1


"Terimakasih bu,jadi ngrepotin begini.."


"Nggak papa,saya yang senang punya tetangga kaya mba Mawar,udah cantik ,pinter, baik lagi..."pujinya.


"Kemarin saya sempet liat mba Mawar keluar cepet-cepet sambil bawa tas,saya kira ada apa-apa...saya jadi khawatir,makanya sekarang saya mampir,tapi sepertinya semua baik-baik saja..."


Adi mematung mendengarnya,ia bahkan tak bisa merespon Bu Widi


"Ya sudah..saya pamit dulu,salam buat istrinya pak..",Bu Widi kemudian melenggang pergi dan masuk kedalam rumahnya.


Setelah kesadarannya pulih,Adi langsung berlari kearah kamar,ia membuka semua lemari dan laci yang ada disana.


Semua baju dan alat-alat yang ia belikan tetap masih ada disana,tapi kenapa tetangganya mengatakan melihat Mawar pergi dengan membawa tas?


Mata Adi melotot saat mengingat sesuatu,ia membuka laci yang berisi dokumen-dokumen penting.


San ternyata dugaannya benar,surat-surat milik Mawar tidak ada,mulai dari ijazah,akte dan lainnya.


Adi juga membuka lemari lagi lebar-lebar,kalau diamati semua baju dan barang yang ia belikan masih utuh disana,namun tak ada barang pribadi satupun milik Mawar.


"Aarggg..sial...!!"


Sepertinya Mawar benar-benar kabur dari rumah!


"Kamu gila Mawar..! apa kamu benar-benar akan meninggalkanku?"


Adi membuang semua bantal dan selimut yang ada di ranjang kesembarang arah.


Sepertinya itu terjatuh saat ia membuang selimut tadi.


Di bukanya amplop itu dan betapa terkejutnya dirinya.


Disana ada foto dirinya dengan Rosi yang sangat mesra,juga masih ada beberapa foto lain disana.


bukan hanya itu, disana juga ada surat dari Mawar yang bertuliskan bahwa ia meminta cerai,jika ia tak menyanggupinya maka Mawar akan melaporkannya.


Tidak..ini tidak boleh terjadi...


Mawar tidak boleh melaporkannya,atau dirinyapakan dipecat dengan tidak hormat.


Ia tak mau kerja kerasnya selama ini hangus begitu saja.


Adi memukul cermin lemari dengan kerasnya,sungguh ia merasa frustasi.


Ternyata selama ini Mawar diam-diam telah mengawasinya,selama ini istrinya itu berpura-pura tidak tahu di depannya.


Ia tak menyangka Mawar telah mempermainkannya begitu lama,rasanya sangat bodoh jika mengingat semua itu.


Mawar benar-benar sudah mempersiapkan semua ini untuknya.


Adi langsung mencoba menghubungi Mawar,namun tidak tersambung sama sekali.

__ADS_1


Ia masih mencoba lagi dan lagi,namun hasilnya tetap sama.


Kemudian dengan cepat Adi berjalan menuju rumah Bu Widi tetangga sebelahnya,mungkin wanita itu mempunyai petunjuk kemana Mawar pergi.


"Eh pak Adi...ada apa ..?",Bu Widi heran karena ini pertama kalinya tetangganya itu datang mencarinya.


"Maafkan saya mengganggu..saya mau meminta tolong ,apa ibu bisa menghubungi istri saya...?soalnya hp saya sedang eror..",bohongnya.


"Baiklah..sebentar..."


Bu Widi langsung mencoba menelfon Mawar,namun sepertinya tidak bisa juga.


"Tidak aktif juga,sepertinya mba Mawar sedang sibuk,atau mungkin tokonya sedang ramai..."


Adi tercengang mendengarnya


*T*oko..? toko apa..?


"Toko..?"


Mendengar pertanyaan Adi,Bu Widi langsung menutup mulutnya.


Astaga..apa yang aku lakukan..?!


Apa Mawar belum memberi kejutan kelada suaminya? bagaimana ini? aku sudah membeberkan semuanya..!


Mawar pernah berkata kalau toko itu akan ia beritahukan untuk kejutan sang suami.


Tapi melihat ekspresi dan pertanyaan Adi tadi sepertinya Mawar belum melakukannya.


"Bu ...tolong jelaskan kepada saya..."


Bu Widi masih diam,ia ragu untuk membuka suara.


"Saya akan merahasiakannya...",ucapnya lagi meyakinkan.


Bu Widi terlihat sangat bingung,namun akhirnya tak urung juga ia menjelaskan semuanya.


"Baiklah terimaksih bu..."


Setelah itu Adi langsung membawa mobilnya ke tempat dimana Mawar membuka usaha rotinya lagi.


Ia tak menyangka Mawar sudah punya usaha roti di Jakarta,terlebih lagi mendengar dari penjelasan Bu Widi bahwa Mawar akan mengatakan semua kepadanya di hari anniversary mereka.


Ia bahkan lupa hari itu,dimana hari ulang tahun pernikahan mereka ,ia tak pulang sama sekali.


Hari itu ia sedang bersama istri keduanya,Rosi.


Setelah sampai di depan tokonya,Adi langsung turun dari mobilnya.


Ia memandangi ruko berlantai dua itu yang cukup besar,toko itu masih tutup dan di grendel,sepertinya Mawar tidak ada di dalam sana.

__ADS_1


"Sebenarnya kamu kemana Mawar...?!"


__ADS_2