
"Kenapa malem banget pulangnya..?"
Mawar membawa tas milik suaminya,ia berjalan mengekori Adi dari belakang.
"Mas mampir dulu jengukin mama,jadi agak lama disana..."
Mawar mengangguk saja,memang sebelumnya ia sedikit terkejut saat melihat Mas Adi pulang dengan keadaan sudah memakai baju santai.
Biasanya Mas Adi pulang dengan baju dinasnya,tentu saja dengan keadaan yang letih dan kucel.
Tapi tadi suaminya itu pulang sudah dengan keadaan segar.
"Apa mas sudah mandi juga..?",tanyanya,pasalnya rambut Mas Adi masih terlihat sedikit basah.
"Oh iya..Mas sudah mandi sekalian..kenapa kamu belum tidur?
"Aku nungguin mas pulang"
Mawar tersenyum sembari memluk suaminya dari belakang,Adi juga membalas pelukannya.
Ia berbalik dan menggendong istrinya dan membaringkannya di atas ranjang.
"Sekarang tidur...lain kali nggak usah nungguin mas pulang,kamu langsung tidur saja"
"Nggak mau.."
Mawar menjawab dengan tertawa,Adi hanya bisa menghembuskan nafasnya,ia tak mungkin bisa melarang Mawar.
Akhir-akhir ini Mawar sedikit manja,ia juga tak menyalahkan itu,Mawar pasti merasa bosan di rumah sendirian.
"Yaudah deh..tapi kalau kamu ngantuk jangan nungguin mas ya "
"Iya mas..."
Adi langsung menyelimuti Mawar,lalu ia juga bergabung masuk kedalam selimut yang sama dengan istrinya itu.
Malam semakin larut,Mawar sudah larut dalam mimpinya itu.
Lain halnya dengan Adi,lelaki itu masih saja membuka matanya,terlihat ia menatap atap-atap langit kamar.
"Uhhgg.."
Ia menengok saat tubuh Mawar bergerak memeluknya,sepertinya Mawar mengigau.
Ia mengelus lengan istrinya,lamat-lamat ia menatap wajah Mawar ,hingga akhirnya suara dering telfon membuyarkan fokusnya.
Dengan cepat dan hati-hati Adi keluar sembari mengankat telfon tersebut.
Karena sebuah gerakan Mas Adi,Mawar menjadi terbangun,kini posisinya sudah duduk.
Ia mengusap-usap matanya yang masih terasa rapat itu.
"Kemana Mas Adi..?"
Dari arah kamar Mawar dapat melihat Mas Adi yang sedang berbicang dengan seseorang di ruang tamu lewat celah pintu yang sedikit terbuka.
Meskipun ia tak mendengar apa yang di bicarakan tapi Mawar menduga itu pembicaraan serius,apalagi gerak tubuh Mas Adi yang berjalan mondar-mandir seperti orang yang kebingungan.
__ADS_1
Dilihatnya jam sudah menunjukan pukul dua pagi.
*S*iapa malam-malam begini telfon..?
Saat kakinya hendak turun dari ranjang tiba-tiba Mas Adi sudah muncul di kamar.
"Siapa mas...?"
Mas Adi terlihat diam,ia seperti memikirkan sesuatu,Mawar masih menunggu jawaban suaminya namun Mas Adi tak kunjung menjawab.
"Mas..?",tanyanya lagi memastikan.
"Biasa...",ucapnya ,lalu berbaring lagi ke atas ranjang.
"Siapa..?",biasa apa? Mawar tidak tahu,apakah itu rekan kerja? tapi tidak biasanya menelfon di jam pagi buta seperti ini.
"Sudahlah..kita tidur lagi saja,mas sangat mengantuk"
Ditariknya Mawar yang masih terduduk itu,Adi langsung membawa Mawar dan memeluknya.
Mawar mendongak ingin bertanya lagi,tapi pelukan suaminya itu semakin mengerat.
"Tidur saja...jangan mikir yang aneh-aneh,mas benar-benar mengantuk"
Mawar menghela nafas beratnya,ia masih penasaran,tapi Mas Adi seperti enggan menjawabnya.
Ia ingin bertanya lagi,tapi ia juga takut,sepertinya Mas Adi menyembunyikan sesuatu darinya.
*A*pa pekerjaannya tidak lancar? apa Mas Adi diperlakukan tidak baik di tempat kerjanya..?
Begitulah kira-kira yang ada di fikiran Mawar,bukannya tidak mungkin,kejadian seperti itu bisa saja terjadi.
Mawar akan menanyakan lagi saat Mas Adi ada waktu luang dan dengan keadaan yang baik.
Sekarang ini ia akan memilih tidur saja,Mas Adi juga sepertinya sudah larut dalam mimpinya.
***
Anya merasa heran melihat Mawar yang duduk melamun di atas meja kasir.
mba'nya itu bahkan sudah menghela nafas tiga kali.
Anya yang sedang mengepel lantai hanya bisa melirik mba'nya itu.
"Mba istirahat saja diatas,biar Anya yang jaga"
Akhir-akhir ini Mawar seperti itu,seperti tidak memiliki tenaga dan cenderung berwajah murung.
"Kenapa..?"tanyanya.
"Muka mba kayak kelelahan gitu loh..udah biar Anya saja yang jaga"
"Tapi mba bener-bener nggak papa kok"
"Mba ngaca deh..liat tuh mata mba udah kayak panda"
"Yaudah..tolong ya Anya..mba mau ke atas dulu.."
__ADS_1
Anya mengangguk ,ia melihat Mba Mawar yang berjalan lunglai menaiki tangga.
Ia sudah beberapa kali bertanya pada Mawar,jika ada suatu masalah mba'nya itu bisa bicara padanya.
Tapi mba Mawar hanya berkata tidak ada apa-apa,padahal kerap kali mba'nya itu melamun seperti memikirkan sesuatu..
Mawar merebahkan di atas sofa tunggal yang panjang itu,matanya terlihat sangat kosong.
"Haaahh....",menghembuskan nafasnya.
Sebenarnya sejak kejadian saat Mas Adi menelfon seseorang di pagi buta,Mawar jadi kepikiran terus.
Padahal Mawar sudah bertanya pada mas Adi tentang pekerjaannya,namun Mas Adi selalu menjawab semuanya lancar.
Tentu saja Mawar tak bisa mempercayai omongan suaminya,jangan-jangan Mas Adi menutupinya agar Mawar tidak khawatir.
Tapi perlakuan suaminya itu yang tak mau membicarakan semuanya ,membuat Mawar lebih kepikiran.
Beberapa hari ini ia bahkan sulit tidur ,istirahatpun rasanya masih melelahkan karena fikirannya tertuju pada Mas Adi.
Sebenarnya ia ingin bertanya dan membicarakan beberapa hal dengan Mas Adi.
Sebagai istri ia juga ingin tahu keadaan pekerjaan suaminya,namun Mas Adi tak pernah sekalipun bercerita tentang sekolah baru yang diajarnya.
Jangankan bercerita soal pekerjaan,bahkan mereka sudah jarang sekali berbicara ringan layaknya suami istri.
Kalau dihitung Mawar hanya mengobrol dengan suaminya itu saat pagi dan malam setelah Mas Adi pulang kerja.
Itupun dengan beberapa kata singkat hingga akhirnya mereka langsung memilih tidur.
*A*ku kangen Mas Adi yang dulu..
Meskipun dulu kehidupan mereka tak semakmur sekarang ,tapi entah mengapa Mawar merasa ia lebih bahagia dulu ketimbang sekarang.
Dulu Mas Adi sering pulang siang dan menghabiskan waktu bersamanya,Mas Adi juga sering mengajaknya jalan-jalan layaknya ABG yang hanya modal bensin dan makan angin.
Tapi hal seperti itu membuatnya sangat bahagia,perlakuan dan perhatian sekecil itu bisa membuat hidupnya terasa sangat berwarna.
Memikirkan semua kenangan manis dulu ,membuat Mawar merindukan Mas adi.
"Apa aku menelfon Mas Adi saja ya.."
Aegera ia mengetik-ngetik di layar hpnya hingga suara sambungan telefon terdengar disana.
Dan tanpa di duganya Mas Adi langsung mengangkatnya.
"*H*alo .."
Mawar tersenyum mendegar suara suaminya itu,hatinya yang tadi galau kini kembali semangat lagi.
"Apa aku mengganggu mas..?"
"*Ti*dak apa-apa..apa ada sesuatu yang penting?"
Memangnya menelfon suami sendiri harus ada suatu yang penting? Mawar terdiam sejenak.
"Tidak..tidak apa-apa,aku hanya rindu mas..,yasudah...kalau mas sibuk aku tutup telfonnya".
__ADS_1
"*B*aiklah..."
Setelah itu sambungan telefon benar-benar terputus.