Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Fikiran Negatif


__ADS_3

Adi masuk kedalam kamar setelah makan,dilihatnya Mawar yang memejamkan mata.


*A*pa dia tertidur..?


Adi merebahkan tubuhnya disamping istrinya itu,mengelus kening Mawar yang masih terasa panas.


Sebenarnya ia berniat membangunkan Mawar untuk makan dan meminum obatnya,namun melihat Mawar yang tertidur pulas ia tak tega.


Padahal tanpa sepengetahuannya Mawar sedang pingsan.


Dipandangnya wajah Mawar,ada rasa bersalah dalam hatinya.


Ia berfikir mungkin Mawar sakit juga akibat dirinya yang semalam menggempur Mawar tanpa henti,ia juga tak ingin melakukan itu,tapi entah mengapa hatinya merasa cemburu dan marah,Adi melampiaskan kemarahannya pada Mawar.


*M*aafkan aku..


Adi memeluk sang istri ,ia ikut memejamkan mata,sebenarnya ia juga merasa sangat lelah,akhir-akhir ini banyak sekali hal yang terjadi,dari mulai berita kemandulan istrinya,dorongan sang mama agar dirinya menikah lagi dan juga kerjaan sekolah yang makin menumpuk.


Fikiran dan fisiknya sangat lelah,dalam lubuk hatinya sebenarnya Adi merasa sangat minder dan kecil hati,sebagai lelaki yang sudah di kodrat menjadi tumpuan sang istri ia belum mampu dan layak,bahkan kondisi rumah tangga'nya dibilang serba kurang.


Jika saja keuangan mereka tak dibantu oleh uang dari Mawar mungkin saja mama'nya tak bisa mengikuti berbagai arisan.


Gajinya hanya cukup untuk makan satu bulan,itupun sangat minim.


Meskipun Mawar tak pernah mengungkitnya,namun ia merasa rendah dihadapan Mawar,ia merasa menjadi suami yang tak mampu membahagiakan istri.


Sore itu Adi tidur sembari memeluk Mawar dengan berbagai pikiran yang berkecamuk di kepalanya.


***


Mawar mengerjapkan matanya perlahan,matanya menyipit tatkala menangkap cahaya lampu yang ada diatasnya.


"Sayang..kau sudah bangun?",suara seorang lelaki yang sangat ia hafal memanggilnya dari balik pintu.


Dilihatnya Mas Adi yang baru saja masuk sembari membawa sebuah mangkuk dan teh hangat di atas nampan.


Mawar mengangguk,ia masih merasa lemas sekali.


"Ayo kamu makan dulu,lalu minum obatnya",Adi meletakan nampan itu diatas meja kamarnya,diraihnya tubuh Mawar secara perlahan kemudian mendudukannya di senderan ranjang.


"Ini bubur yang mas beli di warung Mang Somad,bubur ayam kesukaan kamu",Mawar diam,dia melihat sang suami yang dengan telaten meniupi bubur itu dan mulai menyuapinya.


"Mama nggak bisa buat bubur buat kamu,kayaknya lupa deh,bahkan sekarang mama sudah pergi lagi "

__ADS_1


Padahal Bu Winar memang tak berniat membuatkan bubur untuk Mawar,ia tak sudi membuat bubur untuk menantunya itu.Ia pergi dengan dalih akan melakukan kumpul arisan bersama teman-temannya,dan Adi juga tak melarangnya,yang terpenting bagi Adi mamanya bahagia toh Mawar masih bisa dirawat olehnya.


Setelah mengatakan itu Adi diam ,Mawar pun tak kunjung membuka suara,suasana didalam kamar itu terasa sangat sepi.


Mawar memakan bubur yang diberikan oleh Mas Adi sampai habis,ia juga merasa sangat kelaparan,ia hanya sempat sarapan tadi pagi.


"Sekarang minum obatnya ya..",Adi membuka dan meracik obat Mawar ,di berikannya air minum dan pil yang ada ditangannya kepada Mawar.


Dalam sekali minum semua obat langsung bisa ditelan oleh Mawar,saat sakit Mawar tak pernah merengek atau mengeluh tentang apapun,Adi merasa istrinya itu sangat sempurnya.


"Aku mau ke toliet mas..",Mawar berucap dengan nada lirih namun Adi masih bisa mendengarnya.


"Baiklah..",Adi menggendong Mawar kembali,dan tak ada penolakan dari istrinya itu.


Mawar juga masih merasa sangat pusing dan lemas,tak mungkin ia kuat berjalan ke kamar mandi sendiri.


"Mas..?",Mawar terkejut saat melihat gorden rumah dan semua lampu dirumahnya menyala.


"Ada apa?",Adi menghentikan langkahnya.


"Apa ini sudah malam?",mendengar pertanyaan sang istri membuat Adi tertawa lucu.


"Haha..iya ini sudah malam,kau tidur berjam-jam sayang",Adi mendudukan Mawar diatas closet kamar mandinya.


"Apa kau mau mas bantu?",mendegar pertanyaan Mas Adi membuat Mawar tersipu malu.


"Baiklah..panggil mas kalau sudah selesai",Mawar mengangguk ,segera ia menyelesaikan hajatnya.


Setelah beberapa menit berlalu Mawar masih saja duduk diatas closet dan belum memanggil Adi meskipun hajatnya sudah selesai.


*T*ernyata sudah malam saja...


Sebenarnya ia tahu kondisinya,ia pingsan di kamar,namun Mas Adi tak mengetahuinya bahkan suaminya itu menganggap dirinya tertidur,dalam hatinya ada rasa kecewa terhadap suaminya.


*A*pa Mas Adi tak mengecek kondisiku? apa ia tak bisa memperhatikan istrinya yang sakit? bagaimana jika aku mati nanti?


Pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus berputar di kepalanya,padahal ia saja bisa tahu saat melihat suaminya sedang sakit tapi kenapa Mas Adi tidak?


*T*ok..tok..tokk


"Sayang..?!",suara Mas Adi membuyarkan lamunannya,Mawar menepuk pipinya agar tersadar,ia harus menepikan fikiran-fikiran negatif dari suaminya itu.


Entah mengapa ia jadi sangat sensitif,apa mungkin ini efek dari mertuanya? Mawar tak mau itu terjadi,ia tak mau jadi gadis manja dan sering menuntut.

__ADS_1


Kehidupannya dengan Mas Adi selama dua tahun ini juga baik-baik saja,ia tahu Mas Adi sudah lelah dengan pekeejaannya jadi Mawar tak mau menjadi beban untuk suaminya itu.


"Ia mas..aku suah selesai"


Adi langsung membuka pintu,sekejap ia menatap mata Mawar dan langsung menggendongnya.


"Kenapa lama sekali..apa ada yang sakit lagi?",Mas Adi menggendongnya sampai ke dalam kamar,di baringkannya Mawar diatas ranjang.


"Nggak kok mas.."


"Ya sudah..kalau ada apa-apa bilang sama mas,mas mau keluar sebentar",ucapnya sembari meraih kunci motornya.


"Mas mau kemana?"


"Mas mau mengambil tugas di rumah teman,kayaknya ada yang tertinggal",Mawar mengangguk.


Ia melihat suaminya membuka pintu kamar dan menghilang dari hadapannya,Mawar bisa merasa sifat suaminya itu aneh,namun ia segera menepis fikiran itu,ia tak mau membuat bumerang untuk rumah tangganya sendiri.


Segera ia menyelimuti tubuhnya dan memjamkan mata kembali,ia sungguh merasa sangat mengantuk,padahal dirinya baru bangun dari pingsannya,mungkin itu efek dari obat yang sudah bereaksi di tubuhnya.


Adi memakirkan motornya di depan warung bakso,ia berbohong soal pergi kerumah teman kepada Mawar.


Entah mengapa tadi saat ia dikamar mandi,sekejap ia melihat tatapan Mawar yang asing,tak ada tatapan lembut dan penuh cinta dari mata istrinya itu.


Memang ia tak boleh berspekulasi sendiri,namun Adi tak bisa menyangkalnya,Mawar juga tak pernah menatapnya seperti itu selama ini.


Ia memilih pergi dan menenangkan sedikit fikirannya,sekalian ia membeli makanan,Adi sangat lapar dan tak ada nasi dirumahnya.


Ia pergi ke warung bakso langganannya,warung itu terletak di di sebrang toko roti milik istrinya.


Sembari makan ia mengamati toko milik Mawar,ia tersenyum melihat toko itu ramai meskipun hari sudah petang.


*A*pa yang ku fikirkan,istriku bekerja keras demi membantuku,tapi aku malah berfikir yang tidak-tidak...


Adi segera menghabiskan makanannya dan memesan satu porsi lagi untuk Mawar,ia sungguh ingin pulang dan memeluk istrinya itu.


Baru saja ia keluar dari warung bakso,matanya menangkap sosok seseorang yang sangat ia kenal masuk ke dalam toko istrinya.


*K*enapa dia datang lagi...?


~~


Hai para readers tersayang..terimakasih sudah mampir dan membaca novelku🤗

__ADS_1


Kasih tanda favorite biar nggak ketinggalan episode barunya,jangan lupa kasih vote,like ,coment dan bunga mawarnya biar author tambah semangat⚘⚘⚘⚘


Aku sayang kalian...😊


__ADS_2