
"Anya..? apa kamu sudah mendingan..?"
Mawar yang baru masuk ruangan dimana Anya berada langsung duduk disamping Anya.
Gadis itu sedang bermain hp saat ia masuk tadi.
Ia menempelkan punggung tangannya di dahi Anya,meskipun wajahnya sudah tak terlihat sepucat dulu ,namun panasnya belum sepenuhnya turun.
"Aku nggak papa kok mba...",ucapnya,ia tak mau mba'nya itu khawatir.
"Maafin mba ya..mba' baru bisa datang sekarang.."
"Aku nggak masalah kok mba..apalagi sudah ada suster dan kak Dafa yang sering jengukin"
Mawar mengangguk dengan tersenyum,ternyata Dafa benar-benar merawat Anya dengan baik,bahkan di meja samping brangkar terdapat banyak jenis buah-buahan.
Bukan hanya itu,ada juga buah yang sudah dikupas dan di potong di sebuah mangkuk dan juga air yang sudah sedia disampingnya.
"Apa kamu mau makan buah..?",katanya sembari mengambil buah yang ada di meja ,kemudian menusuknya dengan sebuah garpu.
*G*rep...
Anya memegang tangan mba Mawarnya,sedari tadi mba'nya itu masuk ia sudah melihat gelagat Mawar yang aneh ,apalagi matanya terlihat sembab.
Mba Mawar bahkan terlihat seperti mencoba tidak menatapnya dan mengalihkan pandangannya.
Ia sangat tau dan hafal,meskipun mba Mawar menutupinya dengan sebuah make'up seklipun,apalagi mba'nya itu tak jago dalam urusan make'up.
*A*pa mertuanya menyiksanya lagi..?!
"Kenapa...?kamu nggak suka..?",Mawar merasa heran ,kenapa Anya bersikap seperti itu,apalagi tatapannya yang melekat padanya itu.
"Kenapa mba nangis..? apa mertua mba mukulin mba lagi..?!"
Mba Mawar bahkan sampai tak menjenguknya kemarin, bahkan langsung meninggalkannya sendiri disini tanpa mengucap apapun.
Semua itu tak mungkin dilakukan tanpa alasan yang penting.
"Nggak..bukan itu..!"Mawar menggelengkan kepalanya,ia menggigit bibirnya berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis.
"Mending kamu istirahat saja..mba mau keluar sebentar"
Namun tangannya langsung di genggam oleh Anya kemudian gadis itu memeluknya erat.
"Mba jangan bohongin Anya ...mba kemarin habis nangis kan..?ia kan..?",katanya masih memeluk Mawar dengan erat.
Mendapat pelukan Anya ,tumpah sudah air matanya,Mawar mencekram baju biru yang dipakai Anya,kini ia sudah menangis tersedu disana.
Hati Anya sakit mendengar tangisan mba'nya yang begitu pilu,tubuhnya bergetar hebat dalam pelukannya,tanpa sadar ia juga ikut menangis seperti merasakan kepedihan yang sama.
"Ma...s..mas..Adi..selingkuh Anya..." ucapnya masih dalam keadaan menangis.
__ADS_1
Anya mematung mendengar itu.
*A*pa..!!? Kak Adi selingkuh..?!
"dia bahkan...istrinya..sedang hamil...",setelah itu Mawar menangis dengan kerasnya dalam pelukan Anya.
Anya memeluk mba Mawar dengan erat,ia kehabisan kata-kata.
Lama mereka berdua menangis dalam keadaan berpelukan.
Tanpa disadari ternyata Dafa mendengar semuanya dari balik pintu.
Mulanya ia hanya akan datang menjenguk Anya dan memeriksa gadis itu,tapi ia urungkan ketika melihat Mawar yang sedang duduk di samping Anya.
Saat ia hendak pergi telinganya tak sengaja mendengar obrolan mereka berdua yanh sedikit serius,hingga akhirnya ia memilih bersandar di balik tembok samping pintu hingga saat ini.
Dafa menyenderkan kepalanya di tembok sembari menutup matanya.
Entah mengapa ia seperti terbawa suasana,ia merasa sangat sedih dan kasihan pada Mawar.
Meskipun ia mengetehaui segalanya,ia akan berpura-pura tak tahu,bukanya tak mau menghibur..tapi tak sopan jika ia tiba-tiba bertanya perihal rumah tangga Mawar langsung,apalagi mereka masih belum lama dekat dan saling mengerti.
Setelah beberapa lama ia berdiri disana ,Dafa langsung memilih pergi setelah mendengar semua penjelasan Mawar di dalam ruangan.
Ia langsung masuk ke ruang pribadinya,kemudian dengan cepat membuka catatan kedatangan pasiennya seminggu ini.
"Astaga...!",Dafa menjambak rambutnya frustasi.
Suami Mawar benar-benar brengs*ek..!
Mawar sungguh wanita yang malang,kehidupan pernikahannya sangat tidak menguntungkan dan bahagia.
Ia memiliki mertua yang selalu menyiksanya dan juga suami yang sudah berselingkuh.
***
*T*ok..tok.....
Mawar menengok ketika mendengar suara ketukan pintu dari ruang Anya.
Ia melihat Dafa disana sembari tersenyum hangat seperti biasanya.
Siang ini ia masih di rumah sakit bersama Anya,ia berniat pergi setelah beberapa saat lagi.
Gadis itu juga masih tertidur pulas setelah memakan obat tadi.
Dafa melangkah mendekati Mawar,ia berdiri melihat keadaan wanita itu.
Matanya memang masih terlihat sembab,ada kantong mata juga yang terlihat parah.
*A*pa dia kurang tidur..?
__ADS_1
"Apa kabarmu baik..?",tanyanya dengan nada lirih.
"Aku sangat baik..terimakasih sudah menjaga Anya untukku...maaf juga karena sudah merepotkan..."
Sangat baik...? apa kamu bercanda..?
wajahnya bahkan terlihat sangat lesu..
Ia tahu Mawar sedang berbohong ,namun ia mengangguk saja dan tak menyanggah apapun.
"Tak masalah..kita sudah menjadi teman,jadi tidak perlu segan begitu"
Setelah itu Dafa mengecek kesehatan Anya lagi ,Mawar tidak tahu bahwa dokter yang mengurus Anya adalah Dafa sendiri.
Dafa yang meminta untuk mengurus Anya secara penuh ,dokter yang tadinya mengawasi Anya ia tugaskan mengurus pasien lain.
Bahkan ia juga sudah melunasi biaya rumah sakit itu.
Yang Mawar tahu biaya gratis dari pengobatan anya karena rumah sakit sedang berulang tahun dan membebaskan biaya bagi para pasien.
"Apa dia baik-baik saja...?" tanyanya dengan nada penuh perhatian.
"Hm...kondisinya semakin membaik..mungkin besok lusa ia sudah pulang.."
"Syukurlah..."
Dafa melirik Mawar yang masih berdiri di dekat ranjang,kemudian ia tersenyum kecil saat melihatnya.
Bagaimana dua wanita di depannya ini bisa saling mengasihi ,padahal mereka berdua bukan keluarga.
Ia sudah mengorek informasi dari Anya kemarin,ia sengaja mengobrol ringan dengan Anya ,dan Anya juga tak keberatan menceritakan kisah hidup mereka berdua pada Dafa.
*G*adis yang sangat polos...
Dafa jadi tahu,ternyata hidup mereka berdua sudah berat sedari kecil,hidup tanpa orang tua dan banyak mengalami kesulitan.
*B*agaimana bisa...bagaimana bisa Adi tetap memperlakukan Mawar seperti itu..!
Harusnya Adi melindungi kedua wanita ini,wanita-wanita yang baik dan sangat rapuh.
Ada rasa tak rela mengingat perjuangan Mawar yang berusaha bekerja demi membantu ekonomi sang suami dulu,namun sekarang Mawar malah di selingkuhi saat jabatan kerjanya sudah naik, benar-benar brengs*ek!
"Apa kamu akan tetap disini...?,pertanyaan Mawar membuatnya tersadar dari lamunannya.
Dilihatnya Mawar sedang menenteng tasnya,sepertinya ia akan pergi.
"Iya..sekarang aku tidak ada jadwal,jadi aku akan disini sebentar..apa kamu akan pergi..?"
"Aku akan pergi ke suatu tempat...kalau begitu terimakasih karena sudah membantu kami..aku akan kesini lagi nanti malam..."
"Baiklah..hati-hati dijalan..."
__ADS_1
Mawar mengangguk,kemudian ia berlalu pergi meninggalkan ruangan.
Setelah ia membicarakan semuanya pada Anya,ia merasa sedikit lega dan bisa sedikit berfikir jernih,hari ini ia harus pergi...ada sesuatu yang penting yang harus ia urus.