Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Tempat Bersandar


__ADS_3

*K*ling...


Mawar memasuki toko rotinya dengan gontai,tak dapat di pungkiri hari ini ia merasa sangat sedih dan bingung.


Bagaimana nanti ia menjelaskan pada pegawainya jika uang yang di gunakan untuk belanja bahan pokok habis?


Mawar dapat melihat toko rotinya yang kini ramai didatangi pembeli,bahkan roti-rotinya hampir habis terjual padahal ini masih pagi.


*A*ku harus semangat...


Mawar meyakinkan diri,ia jadi semangat lagi melihat para pegawainya yang sibuk melayani pembeli,mungkin ini pertolongan yang datang untuknya..


Segera Mawar langsung masuk kedalam dapur dan membuat kue dengan bahan yang masih tersisa.


Hari ini toko kuenya sungguh ramai pembeli,bahkan bahan di dapur sampai habis tak tersisa,padahal selama ia berjualan belum pernah toko sampai ramai seperti ini.


Jika dicermati para pembeli yang datang ke tokonya juga bukan langganannya,banyak dari mereka yang terlihat seperti pegawai kantoran,namun Mawar tak ambil pusing,ia tetap mensyukuri apa yang telah ia dapat.


Hingga sore hari akhirnya Mawar menutup toko lebih awal karena semua rotinya habis terjual,ia juga tahu pasti para pegawainya sangat kelelahan,juga karena bahan roti yang memang sudah tidak ada stoknya.


Mawar dan kedua pegawainya kini sedang duduk bersama di ruangan.


"Em..permisi bu ,saya mau mengatakan sesuatu..",Sari pegawainya terlihat ragu-ragu di depannya,gadis seumuran Anya itu pegawainya sekaligus teman Anya yang ikut bekerja dengan Mawar belum lama ini.


"Ada apa..katakan saja",Mawar memperbaiki duduknya,ia dapat melihat kegusaran Sari.


"Em begini bu..saya mau resign",ucapnya dengan menundukan kepala.


Tentu saja Mawar terkejut,selama ini kinerja Sari sangat bagus,ia juga gadis yang baik dan selalu terlihat ceria,tapi kenapa tiba-tiba dia mengundurkan diri?


"Kenapa..? apa kamu tidak betah bekerja dengan saya? atau gaji kamu kurang?"


"Ti..tidak bu..saya sangat senang bekerja disini,saya juga nyaman bekerja dengan Ibu dan juga Anya"


"Lalu apakah masalah gaji..?"


Terlihat Sari yang ragu-ragu menjawab,gadis itu meremas jari-jarinya ,dan Mawar kini tahu alasan pastinya.


"Maafkan saya bu..saya sungguh senang bekerja disini,gaji saya disini juga sangat cukup untuk saya,tapi akhir-akhir ini ayah saya sering sakit,dan kemungkinan juga membutuhkan biaya yang banyak,dan..."

__ADS_1


Sari tak melanjutkan perkataannya,Mawar tahu mungkin gaji dari tokonya memang kurang jika untuk keperluan rumah sakit.


"Tidak apa..saya tidak akan memaksa kamu tetap bekerja dengan saya,tapi apakah kamu sudah dapat pekerjaan yang baru..?"


"Sudah bu..saya di tawari pekerjaan jadi OG (office girl) di salah satu perusahaan oleh teman saya)",jawabnya.


"Baguslah,saya lega jika kamu sudah mendapat pekerjaan yang gajinya lebih besar,Ibu berharap kamu betah di tempat kerja kamu yang baru"


Mawar sungguh ikhlas,ia tidak marah mengetahui pegawainya yang memilih pekerjaan yang lain karena alasan gaji,ia tahu gaji dari tokonya memang sangat pas-pasan,dan kebutuhan seseorang pasti berbeda-beda takarannya.


"Ini sedikit pesangon dari saya,semoga bisa sedikit membantu buat biaya rumah sakit ayah kamu"


Mawar memberikan bebapa uang dari hasil jualannya sekarang,masalah modal nanti akan ia pikirkan lagi.


"Tapi bu..saya sudah mendapat gaji beberapa hari yang lalu,kerja saya juga belum lama ini"


"Tidak apa..saya ikhlas,saya doakan ayah kamu cepat sembuh",Mawar tersenyum hangat.


Ia hanya ingin membantu pegawainya yang sedang kekurangan uang untuk pengobatan ayahnya,ia senang memiliki pegawai yang sangat menyangi kedua orang tuanya.


Sebagai anak yatim piatu Mawar belum pernah merasakan apa yang dinamakan kasih sayang ayah ataupun ibu,dan dia merasa tersentuh saat mengetahui Sari berjuang untuk orang tuanya.


Ruangan itu sungguh terasa haru,mereka saling berpelukan mencoba mengikhlaskan kepergian Sari yang sudah mereka anggap sebagai keluarga sendiri.


Setelah itu Mawar mengijinkan Sari untuk pulang terlebih dahulu,sekarang yang tersisa hanya Anya pegawai di toko rotinya.


"Anya..untuk bulan ini kamu tolong belanja bahan ini saja dulua ya..",Mawar memberikan list belanja yang telah ia susun tadi.


"Kenapa sedikit sekali bu..bukankah tokonya sudah semakin ramai?"


Anya heran,bahkan sebelum toko rotinya ramai setiap belanja pasti akan ada banyak bahan yang dibeli,tapi kali ini jumlah bahan yang akan dibeli bahkan kurang dari setengah jumlah biasanya.


"Bukan apa-apa,tapi uang itu sudah saya pakai untuk keperluan rumah tangga dulu,karena ada kepentingan yang mendesak..tolong kamu belanja yang ada di list itu dulu"


Mawar berbohong,ia tak mungkin berkata pada Anya soal uang yang diambil mertuanya itu.


"Mba jangan bohong sama aku",tiba-tiba saja gaya ucapan Anya berbeda.


(*M*ba adalah sebutan untuk kakak perempuan yang umum untuk orang jawa,sama dengan sebutan kakak)

__ADS_1


Memang benar saat mereka sedang berdua dan dalam keadaan bukan pekerjaan Anya akan memanggil Mawar dengan sebutan mba,mereka sudah saling menganggap kakak -adik.


"Aku tau mba sedang dalam masalah,mata mba yang sembab,lalu lengan mba Mawar yang biru-biru.."


Mawar menatap Anya yang juga sedang menatapnya sendu,suasana di ruangan itu sangat hening,Mawar bingung harus menjawab apa.


Padahal ia sudah menutupi lebam di lengannya akibat bebrapa pukulan dari mertuanya dengan memakai lengan panjang,namun Anya bisa melihat itu tatkala Mawar menjinjing bajunya saat membuat kue tadi.


"Mba bisa cerita sama aku..aku kan adik mba..",Anya tersenyum hangat lalu memeluk Mawar.


Mendapat perlakuan seperti itu ,tanpa bisa membendung lagi kesedihan dihatinya Mawar langsung menangis di pelukan Anya.


Segala kesedihan yang sudah ia tahan selama ini tanpa ada pelampiasan yang bisa ia curahkan lepas sudah.


Sedikit demi sedikit Mawar menceritakan masalahnya dari mulai kemandulannya sampai masalah dengan mertuanya kali ini.


Ia menangis sesegukan dipelukan Anya,dan Anya hanya diam saja mendengarkan sembari mengelus-elus punggung Mawar dengan sayang.


Bagaimanapun juga ia ikut merasa sedih,selama ini mba Mawar telah menolongnya dan membantunya,ia bisa merasa seberapa dalam kesedihan di hati Mawar.


Sebagai anak yang sama-sama tumbuh tanpa adanya orang tua untuk tempat menaung dan berlindung,mereka selalu saling menopang satu sama lain.


Setelah di rasa Mawar terlihat tenang Anya teringat sesuatu,dan dia harus memastikan itu.


"Mba..apa aku boleh melihat tubuh mba yang lain..?",Mawar masih ragu,ia seperti menimbang-nimbang permintaan Anya itu.


"Aku mohon mba..",melihat Anya yang menatapnya seperti itu terpaksa membuat Mawar mengangguk,ia tak mau membuat Anya salah paham karena tak mempercayainya.


"Astaga..!",Anya sangat terkejut saat Mawar membuka bajunya,ia bisa melihat lebam dimana-mana.


Ada lebam yang sudah berwarna coklat keunguan yang menandakan luka lama,ada juga yang berwarna biru yang menandakan luka yang baru,bahkan tidak sedikit luka gores ditubuh Mawar.


"Mba...kenapa bisa begini..",Anya menangis melihat banyaknya luka di tubuh Mawar,ia tak menyangka kakaknya akan di perlakukan seperti itu oleh mertuanya sendiri.


"Mba harus laporin semua itu kepolisi mba..!"


Mendengar itu Mawar geleng-geleng kepala,ia tak mau itu terjadi..!


...~~~...

__ADS_1


...Terimakasih sudah mampir dan baca karyaku🤗...


__ADS_2