
Ckiiittt...!
Dafa mengerem mobilnya dengan tiba-tiba menimbulkan suara decitan yang sangat keras.
Suasana yang sepi dan juga cuaca yang sedikit mendung benar-benar mendukung suasana hatinya yang sdang kacau saat ini.
"Argg....!!! Sial ..sial...!!",teriaknya sembari memukul stir mobilnya.
Dafa memejamkan mata dengan frustasi,ia sungguh hancur saat ini.
"Kenapa...kenapa kau lakukan ini Anya..! kenapa?!!"
Semua sudah ia lakukan untuk wanita itu,saat Anya pergi dengan Mawarpun dirinya mencari wanita itu dengan sekuat tenaga.
Rasa cintanya pada Anya bukan main-main,ia tak pernah suka terhadap wanita manapun sebelumnya sampai seperti ini.
Dirinya bahkan mencoba berbagai cara agar bisa dekat dengan Anya,gadis lugu yang sangat polos..
Sampai akhirnya dirinya kini bisa mengikat gadis itu dengan sebuah hubungan.
Tapi apa..? selama ini Anya tak pernah memperhatikannya,hanya dirinya yang merasa bahwa hubungan mereka special.
Gadis itu mungkin tidak ada rasa sekalipun terhadap dirinya..
"Apa yang harus kulakukan...?",ucapnya lirih.
Apakah ia harus memutuskan hubungan ini?tapi Dafa tidak mau!
__ADS_1
Meski ia sudah merasakan betapa sakit hatinya karena gadis itu,tapi Dafa tidak mau melepaskan Anya..
Lebih baik ia mengurung gadis itu agar tidak bisa lepas dati pandangannya dan memaksa Anya agar menyukainya.
"Aku bisa gila..!"
Dafa mulai menyalakan mesin mobilnya,ia memutar stir dan kembali menuju tempat dimana Anya berada .
Hingga akhirnya mobilnya berhenti diseberang gedung tadi.
Disana ia melihat Anya berdiam diri sembari memainkan handphonenya.
Sepertinya ia baik-baik saja...
Ditatapnya Anya dari dalam mobil,Dafa tahu Anya masih menahan tangisnya,terlihat dari cara gadis itu yang berulang kali menyeka air matanya.
Beberapa menit berlalu seperti itu,Dafa tidak turun sama sekali dari dalam mobil pribadinya.
Saat mobil itu mulai berjalan,dengan menjaga jarak Dafa mulai mengikutinya.
Dirinya akan mengikuti mobil itu sampai Anya turun dan sampai ke rumah dengan selamat.
Ia tak mau terjadi sesuatu pada kekasihnya itu,meski mereka sedang bertengkar sekalipun.
Tapi Dafa tetap tidak tega meninggalkan Anya pulang sendiri dalam keadaan seperti itu.
Hingga akhirnya mobilnya berhenti,Dafa melihat Anya mulai turun dan langsung masuk kedalam rumah dengan selamat.
__ADS_1
Lama dirinya berdiam diri di dalam mobil sembari menatap rumah yang ditinggali Anya.
Sampai akhirnya ia memutuskan untuk pulang saat banyak menit telah berlalu.
***
"Mama..mama.!! mama sudah siapkan..?!",tanya Azka dengan riang didepan pintu.
Anak itu terlihat sangat rapi dengan setelan baju sekolahnya,wajahnya yang tampan bertambah tampan saat Azka tersenyum.
"Ia sayang...sebentar ya..kamu masuk duluan saja kedalam mobil,mama akan gendong dede' Zahra dulu"
"Oke ma...ditunggu ya...!",jawab anak itu dengan semangat.
Mawar hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya,Azka terlihat sangat senang dirinya datang ke acara sekolahnya dengan membawa Zahra.
Anak itu memang selalu menanti momen ini,ia ingin mengenalkan adiknya pada teman-temannya.
"Aku titip rumah ya bi...nanti nggak usah masak buat makan siang,aku sama anak-anak bakalan makan diluar",ucapnya pada pelayan itu.
"Ia nyonya hati-hati dijalan.."
Mawar langsung keluar kamar dengan menggendong Zahra,semua perlengkapan yang dibutuhkan anaknya sudah disiapkan oleh salah satu pelayan yang akan ikut mendampinginya nanti.
Rencananya ia akan pergi jalan-jalan sekedar makan diluar dengan anak-anak sepulang sekolah.
Hari ini Azam suaminya katanya juga pulang malam karena ada rapat,jadi Mawar ingin menggunakan waktunya bersama anak-anak.
__ADS_1
Semoga hari ini lancar...
Karena entah kenapa ,hatinya terus merasa berdebar dan resah sedari tadi.