Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Adi Lagi


__ADS_3

Mawar berbalik arah ketika namanya dipanggil.Dirinya termangu saat melihat mantan suaminya berdiri didepan pagar halaman rumahnnya.


Kenapa...?kenapa aku harus bertemu dia lagi...?


Tadi pagi ia bertemu dengan Rosi,dan sekarang harus berurusan lagi dengan Adi.


Haaahh....aku benar-benar malas meladeninya


Mawar berniat langsung masuk kedalam rumah dan tidak meladeni Adi,tapi lelaki itu malah berlari menuju dirinya dan masuk kedalam halaman rumahnya sembari berteriak memanggil namanya


"Kenapa...?kita sudah tidak ada hubungan lagi Adi,jadi aku mohon pergi saja",ucapnya


"Jangan begitu Mawar...aku hanya ingin menyapa mu,bagaimana kabarmu? kenapa kamu bisa ada disini?"


Mawar memijit keningnya karena merasa pusing.Memangnya apa urusannya jika dia tinggal disini? mereka berdua sudah lama bercerai jadi untuk apa Adi penasaran soal dirinya.


"Apa itu penting bagimu...kita sudah bercerai Adi kamu harus ingat itu"


"Aku hanya ingin tahu kabarmu saja,tolong jangan menghindariku"


Entah apa yang lelaki itu pikirkan,untuk apa sekarang Adi bersikap seperti ini padahal mereka sudah bercerai.


Mata Mawar mengawasi wajah Adi dengan seksama,kalau dilihat lebih teliti ternyata Adi sekarang terlihat sedikit kurus?


Mata lelaki itu terlihat hitam dibagian pinggirnya,wajahnya juga terlihat lusuh.


"Aku sudah pindah kesini,hidupku juga baik-baik saja",jawabnya kemudian.


Mungkin kalau dirinya menjawab lelaki itu ak segera pergi.Tapi sepertinya dugaannya salah,lelaki itu malah terlihat tidak ada niatan untuk segera pergi


"Pi...pindah? bagaimana bisa kau membeli rumah disini?"


Mawar menyipitkan mata mendengar pertanyaan konyol Adi,lelaki itu pasti berfikir dari mana bisa ia mendapat uang sebanyak itu untuk membeli rumahkan?


Mawar menghembuskan nafas beratnya,saat ini dirinya malah jadi merasa kesal karena Adi secara tidak sengaja merendahkan dirinya.


Ia tahu memang dirinya belum bisa membeli rumah yang seperti ini.Kalau bukan pemberian Azam mungkin Mawar tidak bisa ada disini.


Tapi Adi bukankah tidak perlu bertanya seperti itu?dirinya juga tidak ada hak bertanya pada Mawar.Dari mana ia dapat uang untuk membeli rumah ataupun barang apapun,Adi tidak ada urusannya dengan semua itu.


"Itu bukan urusanmu lagi Adi...sekarang aku sudah menjawab semua pertanyaanmu jadi aku mohon pergilah,aku tidak mau seseorang melihat kita"Apalagi Rosi.


Ia tak mau dicap sebagai wanita kegatelan yang menginginkan mantan suaminya.


Kalau difikir Mawar bertemu Rosi ada di komplek ini tadi pagi,sekarang juga Adi ada disini didepannya.Kalau dugannya benar mungkin mereka sudah pindah kesini.

__ADS_1


Jadi kesimpulan terburuknya sekarang rumah Mawar berada dalam satu komplek dengan pasangan menyebalkan itu.


"Aku juga sudah pindah kesini,aku baru pindah sebulan yang lalu...rumahku juga tak jauh dari sini",bukannya pergi,Adi malah bercerita dengan antusias.


Aku tidak bertanya...Aku juga tidak perduli.


"Oh...kalau begitu aku masuk,semoga harimu menyenangkan"


Mawar berniat langsung masuk kedalam rumah dan meninggalkan Adi.Perduli apa dirinya dengan apa yang Adi lakukan,dirinya kini hanya sebatas mantan.


Namun tiba-tiba tangannya tertahan karena Adi menahannya disana.


Mata Mawar membulat saat melihat wajah Adi yang memerah,seperti seseorang yang hendak menangis?


"Apa...? tolong lepaskan aku",dirinya langsung menarik lengannya dari cengkraman lelaki itu.


"Apa kau harus kasar seperti itu padaku? bukankah dulu kau sangat lembut padaku?aku hanya ingin bisa kita berbicara santai dan berhubungan baik seperti dulu"


Mawar tertawa mendengar ucapan Adi,ia tak habis fikir dengan apa yang diucapkan lelaki itu.


Apa...?! berhubungan baik seperti dulu..?Apa dia gila!


Adi benar-benar tidak punya urat malu! Dengan entengnya mengajaknya berhubungan baik lagi,padahal lelaki itu belum mengucapkan kata maaf tentang kesalahannya dulu.


"Aku juga tidak ingin memiliki hubungan dalam bentuk apapun denganmu,jadi kumohon sekarang pergilah sebelum istrimu melihat kita,bisa-bisa aku dicap sebagai perebut suami orang",sindirnya.


"Apa karena lelaki tadi..."


"Apa...?"


"Apa karena lelaki tadi kau tidak mau berhubungan lagi denganku?"


Mawar mematung karena bingung,kenapa Adi membawa lelaki lain disini?sudah jelas dirinya mengusir lelaki itu terang-terangan tapi sepertinya perkataannya itu tidak didengar sama sekali.


"Aku melihatnya...kau bermesraan dengan laki-laki tadi kan?apa karena dia kau tidak mau berhubungan lagi denganku?"


Mawar mencoba mencerna omongan lelaki didepannya ini.Sepertinya Adi melihat dirinya tadi bersama Azam.


"Jawab aku Mawar..."


Mawar membuang nafas beratnya lagi,berbicara dengan Adi seperti sekarang sungguh menguras tenaga dan emosinya.


Memangnya apa urusannya jika dirinya bersama lelaki lain?


"Kenapa kau tidak pernah intropeksi diri? coba kau fikirkan lagi apa kesalahanmu padaku...aku begini karena dirimu sendiri,tidak ada hubungannya dengan lelaki itu..."

__ADS_1


"Apa karena aku menikahi Rosi? kau kan tahu alasannya Mawar,kenapa sampai saat ini kau masih marah soal itu?"


Mawar sangat kesal,bahkan sampai akhir Adi malah memojokannya.Tidak ada kata maaf sedikitpun yang keluar dari mulutnya.


"Sudahlah...kuharap ini pembicaraan terakhir kita,kita juga sudah bercerai.Kau dengan pilihan hidupmu sekarang dan aku juga akan begitu...jadi kumohon jangan ganggu aku lagi"


Kesal sekali....Mawar sungguh kesal,ia tak ingin berdebat tentang masalalu,dirinya sudah lelah dengan itu semua.


Dirinya langsung melangkah menuju pintu berniat langsung masuk kedalam rumah dan meninggalkan Adi.


Tapi ternyata Adi lebih keras kepala dari dugannya.Sekali lagi laki-laki itu mencegahnya masuk,menarik tangannya agar tetap disana.


"Apa dia kekasihmu...lelaki tadi apa kekasihmu?"


Mawar benar-benar ingin menampar Adi sekarang karena merasa geram.Risih rasanya saat Adi memegang tangannya dengan begitu erat.


"Iya...dia kekasihku,kami juga akan menikah jadi kumohon lepaskan aku,aku tidak ingin menimbulkan fitnah",tegasnya.


Adi langsung terihat lemas,cengkraman lelaki itu langsung terlepas saat Mawar menjawabnya seperti itu.


"Siapa...apa dia Azam?"


Mawar sedikit terkejut saat Adi menebaknya dengan benar,tapi dengan cepat ia bisa mengontrol ekspresinya.


"Ha...hahaha...kau benar-benar..."


Mawar terheran-heran saat Adi tertawa,lelaki itu kini tengah menatapnya dengan senyuman kecil disana,membuatnya merasa sedikit merinding.


"Ternyata aku sudah salah menilaimu,apa jangan-jangan kau sudah bermain dibelakangku dari dulu?jadi selama ini dugaanku benar..."


Pla**akkkk....!!!


Suara tamparan yang begitu keras terdengar begitu nyaring.Mawar benar-benar melayangkan tangannya kepada Adi.


Matanya sudah memerah karena menahan tangis,dirinya sungguh merasa sangat sakit hati mendengar Adi merendahkannya.


"Kau benar-benar keterlaluan! sedikitpun...sedikitpun aku tak pernah mengkhianati pernikahan kita! harusnya kau sadar diri dulu kau sudah selingkuh dibelakangku...!bahkan sampai akhir kau hanya menyalahkanku atas semua kejadian ini...!"


Mawar berkata sebari menangis,nafasnya naik turun karena merasa sangat marah.


"Kau yang telah merusak pernikahan kita Adi...Aku benar-benar membencimu!"


Setelah mengatakan itu Mawar langsung masuk dan membanting pintu rumahnya,menguncinya dengan rapat agar Adi tidak bisa masuk.


Disisi lain Adi terdiam mematung saat mendengar perkataan Mawar,lelaki itu bahkan terlihat syok saat Mawar menampar dan meneriakinya.

__ADS_1


__ADS_2