
Pagi ini terlihat mendung,bahkan disertai sayup-sayup angin yang membuat suasana tak secerah biasanya.
Padahal rencananya ia akan ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan berkala.
*A*pa aku tunda saja ya...?
Mawar melirik Mas Adi di atas ranjang yang masih tertidur lelap,ia sudah berdandan serapi mungkin karena rencananya ia akan ke toko dulu membantu Anya membuat roti lalu langsung pergi ke rumah sakit.
"Mas...aku mau ijin..pergi ke...."
Belum sempat Mawar menyelesaikan omongannya Adi melenguh membuat Mawar tak berani mengganggu tidur suaminya itu.
"Ya pergilah saja...aku sangat megantuk"
Mawar diam melihat suaminya yang masih memejamkan mata,dalam hatinya yang terdalam sebenarnya ia ingin suaminya itu menemaninya pergi kerumah sakit.
Tapi sepertinya suaminya itu terlihat sangat kelelahan,wajahnya sangat kusam juga ada lingkaran hitam di sekitar mata.
Mawar menghembuskan nafasnya "ya sudah..aku berangkat dulu mas.."
ia bergegas keluar rumah menuju toko rotinya,tidak lupa membawa payung lipat yang di simpannya di dalam tas untuk berjaga-jaga barangkali nanti akan turun hujan.
Setelah sampai di toko Mawar dengan cepat dan telaten membuat beberapa menu roti hingga akhirnya Anya datang saat jam kerjanya sudah mulai.
"Wah mba..tumben pagi-pagi sekali sudah disini?",Anya melihat beberapa roti yang sudah matang berjejer rapi di atas meja ,ada juga yang masih dalam proses pemanggangan di dalam oven.
"Pas sekali kamu sudah datang,mba mau pergi sebentar ada keperluan,tolong kamu lanjutkan ini,jangan lupa bersihkan juga bagian depan ya..."
"Baik mba...memangnya mba mau pergi kemana?",dilihat dari dandanannya bukankah terlihat begitu rapi?
"Pokoknya mba ada keprluan,nanti mba cerita deh kalo sudah pulang,mba pergi dulu ya..keburu busnya kelewatan"
Anya mengangguk saja,ia melihat Mawar yang pergi dengan terburu-buru,sepertinya memang ada kepentingan.
Segera ia melakukan apa yang sudah di perintahkan Mawar tadi,hari ini ia harus bekerja keras mengingat hanya ia sendiri di toko itu.
***
Di dalam bus Mawar mengatur nafasnya yang masih ngos-ngosan,tadi ia sempat berlari saat melihat bus yang akan di naikinya segera berangkat,bisa lama urusannya jika ia harus menunggu kedatangan bus selanjutnya.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya ia sampai juga,karena memang jarak rumah sakit dari tokonya itu jauh.
Ia melihat nama rumah sakit yang terpampang besar di atas bangunan itu "RS Kasih",baru kali ini ia datang kerumah sakit itu,rumah sakit yang begitu besar.
Ia langsung masuk dan melakukan pendaftaran,karena jumlah orang mendaftar banyak maka ia harus menunggu cukup lama,sampai akhirnya dirinya harus mengantri lagi di bagian kandungan.
__ADS_1
Disana sudah banyak orang yang mengantri juga,Mawar dapat melihat ibu-ibu yang mengandung di temani suami-suaminya,atau seorang wanita yang mungkin sedang melakukan program hamil bersama pasangannya.
Hati Mawar tercubit melihat itu,tapi ia harus tegar,kedatangannya kesini juga untuk memeriksakan kemandulannya.
Setelah lama menunggu akhirnya namanya dipanggil juga,ia langsung masuk dan di bimbing oleh seorang suster untuk duduk terlebih dahulu,karena dokter yang bertugas sedang ke kamar kecil katanya.
*C*eklek..
Pintu dari dalam ruangan itu terbuka,Mawar sedikit terkejut melihat Dokter muda yang ia kenal.
Mawar pernah bertemu dengan dokter itu sebanyak dua kali.
Bahkan doker Dafa juga ikut terkejut,ia melihat pasien yang selalu bertemu dengannya dengan keadaan yang selalu membuatnya terkejut,apalagi saat bertemu dengan Mawar dengan keadaan sakit akibat obat yang sudah expired.
Mawar tersenyum sebagai bentuk kesopanan,dokter Dafapun membalas dengan senyum manisnya kemudian duduk berhadapan dengan Mawar.
Dafa meraih kertas yang ada dimeja,dibacanya lekat-lekat kemudian memandang wajah Mawar"Jadi anda siap melakukan tes kandungan lagi?"
"Saya siap dok.."
"Apakah anda tidak datang bersama suami anda?",bukannya menyinggung,tapi biasanya pasiennya ini selalu datang bersama suaminya.
"Tidak dok,kebetulan suami saya ada urusan",ia berbohong.
"Baiklah saya akan mengecek kondisi tubuh anda terlebih dahulu.."
Mawar dibaringkan di atas brangkar ,kemudian dengan telaten sang suster membantu dokter dengan cekatan.
Setelah itu Mawar melakukan tes Histerosalfingografi atau HSG (Tes kesuburan ini menggunakan foto Rontgen untuk mengambil gambar bagian dalam rahim, tuba fallopi, dan daerah sekitarnya)
Setelah itu Mawar masih melakukan berbagai tes yang memakan waktu yang cukup lama.
Hingga akhirnya ia menunggu hasil yang telah keluar dari berbagai tes yang ia jalani,ia juga sudah duduk berhadapan dengan dokter Dafa.
"Em..sebelumnya saya ingin bertanya dulu kepada Bu Mawar"
Entah mengapa Mawar merasa sangat takut mendengar perkataan yang keluar dari dokter Dafa,tangannya bahkan sudah berkeringat,jari-jarinya meremas di bawah meja.
"Silahkan dok"
"Apakah anda mengkonsumsi obat-obatan dalam jangka panjang"
"Tidak dok..saya tidak pernah minum obat jangka panjang"
Dokter Dafa melirik wajah Mawar kemudian membaca lagi laporan yang ada di tangannya.
__ADS_1
"Lalu apakah anda pernah mengkonsumsi obat gangguan jiwa.? semcam obat neuoroleptik?"
Mendengar itu Mawar terkejut,bagaimana bisa dokter bertanya seperti itu,tentu saja ia tak pernah meminum obat gangguan jiwa..apalagi dalam jangka waktu yang panjang,ia masih sehat da waras.
"Kalau begitu,apakah siklus haid anda tidak teratur..?"
"Sewaktu remaja haid saya normal saja dok,tapi setelah menikah siklus haid saya memang tidak teratur..",Mawar berkata jujur,memang itu yang ia alami.
Dokter Dafa mengangguk lagi,kemudian menuliskan hasil laporannya.
"Dari hasil tes yang telah Bu Mawar lakukan dan dengan apa yang telah Bu Mawar jelaskan,kami dapat menarik kesimpulan..bahwa kemadulan Bu Mawar disebabkan oleh pengaruh obat-obatan jenis neuroleptik atau obat gangguan kejiwaan yang dikonsumsi dengan jangka yang panjang..."
Deg....
*O*bat kejiwaan..? aku bahkan tak pernah mengkonsumsi obat apapun dalam jangka waktu yang panjang...?
Mawar sangat bingung,ia tak tahu harus berkata apa..faktanya ia tak pernah mengkonsumsi obat apapun.
"Ap..apakah...kemandulan saya masih bisa di obati dok..?"
"Kemungkinan bisa..pertama anda harus berhenti mengkonsumsi obat-obatan tersebut,lalu melakukan program kehamilan dan mengikuti semua instruksi kesehatan"
"Tapi dok ..saya tak pernah memakan obat jenis itu..saya bahkan tak pernah mengkonsumsi obat-obatan apapun dalam jangka waktu yang panjang..kecuali jamu penyubur kandungan yang diberikan oleh mertua saya..."
Dafa mengernyit mendengar penjelasan Mawar,hasil tesnya tak mungkin salah,lalu otaknya menarik kesimpulan yang besar kemungkinan memang itu yang terjadi.
*K*asihan sekali wanita ini...
Ia melihat Mawar yang masih kebingungan
"Saya minta maaf karena perkataan saya mungkin tidak berkenan,tapi alangkah baiknya anda bertanya kepada mertua anda dulu,jenis jamu apa yang diberikan kepada anda secara rutin..karena hasil tes kami besar kemungkinan tak ada kesalahan..."
Dafa menjeda ucapannya,
"Apakah itu benar-benar jamu atau...",ucapanya tergantung,matanya dapat melihat air muka Mawar yang berubah dan mata yang sudah menggenang.
Ah...kasihan sekali dia..
Sepertinya Mawar telah menyadari sesuatu.
...~~~~...
...Hai para pembaca..! terimaksih sudah mampir dan membaca karyaku😊...
...Aku sayang kalian🤗🤗...
__ADS_1