Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Luka Lama


__ADS_3

Sudah dua hari setelah acara pembukaan toko barunya.Kini tokonya selalu ramai pengunjung.


Kebanyakan pembeli berasal dari golongan anak muda,mereka membeli kue yang berbentuk lucu dan juga meriah.


Berbeda dengan kelompok pembeli kelas paruh baya keatas,mereka cenderung membeli kue berbentuk besar dan cenderung untuk oleh-oleh semata.


Setiap harinya omsetnya selalu naik,sudah banyak pesanan yang mulai berdatangan.


Dengan bantuan Azam,kini dirinya tidak terlalu merasa lelah dan terbebani.


Lelaki itu sudah menempatkan beberapa pergawai yang ahli,Mawar hanya tinggal duduk diam mengawasi seperti bos.


K**ling...


Suara notifikasi pesan mengalihkan perhatian Mawar.Dibukanya pesan itu,Mawar melihatnya dengan tersenyum senang.


Azam mengabari akan menjemputnya malam ini,lelaki itu sungguh bertingkah konyol.Padahal rumahnya ada diarea belakang toko,tapi Azam berkata akan mengantarnya pulang.


Memang akhir-akhir ini mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing.Mawar juga tidak menyalahkan Azam karena jarang menghubunginya,toh Azam sudah minta izin beberapa hari yang lalu.


Setelah tokonya tutup Mawar tidak langsung pulang.Wanita itu tetap ada disana menunggu Azam yang sudah berjanji menjemputnya.


Padahal beberapa toko disampingnya sudah banyak yang tutup.Sepertinya tinggal tokonya saja yang lampunya masih menyala.


"Lama sekali...",gumamnya kecil


Dirinya juga sudah mengantuk,lelah sudah pasti.Tapi Azam belum datang juga.


Sudah tiga puluh menitan ia menunggu,Mawar juga kerap menguap beberapa kali.


Karena kantuk yang hebat begitu mendera,akhirnya Mawar meletakan kepalanya diatas meja yang bertumpu pada tangannya.


Mencoba memposisikan diri senyaman mungkin.Matanya yang memang sudah berat langsung tertutup rapat.Mawar tertidur dengan lelapnya.


...


Suara lonceng di pintu yang berbunyi tidak terdengar sama sekali oleh Mawar.


Wanita itu masih terlelap dalam tidurnya diatas meja.


Terlihat sepasang langkah kaki mulai mendekat.Pria berbaju biru muda itu berjalan dengan pelan saat melihat Mawar yang tengah tertidur.


Dengan hati-hati mengelus rambut Mawar takut jika wanita itu terkejut dan terbangun.


Lama pria itu berdiri disana sembari menatap wajah cantiknya.


"Kau benar-benar Mawar...",ucapnya lirih.


Pria itu tersenyum saat Mawar mengeluarkan suara kecil karena merasa terusik.Kemudian diletakannya jas miliknya ketubuh Mawar.


Malam ini udara sedikit dingin,dirinya hanya ingin membuat wanita itu merasa hangat dan nyaman.


Entah apa yang merasukinya,tubuhnya tiba-tiba mendekat dan mulai mengecup kening Mawar dengan lembut.

__ADS_1


Mawar yang merasa terusik terbangun.Matanya melotot karena sangat terkejut.Melihat sosok lelaki yang tengah menatapnya sangat dekat.


Dirinya langsung mendorong tubuh lelaki yang ada di depannya itu.


"A..Adnan...?!"


Mawar yang masih setengah sadar itu celingukan ke kiri dan ke kanan melihat situasi.


"Maaf...kau jadi terbangun",ucapnya santai.


Adnan beranjak duduk di depan Mawar,lelaki itu tersenyum lembut seperti biasanya.Menatap dengan penuh perhatian membuat Mawar secara alami merasa nyaman.


"Ke...kenapa kau bisa ada disini?"


Lalu dimana Azam...?


Kenapa Adnan yang malah ada didepannya sekarang?


Lelaki itu tersenyum saat Mawar mulai bertanya,ia duduk santai sembari menatap lekat pada wajah Mawar.


"Aku punya toko disini...kebetulan sekali ya"


"A..Apa?"


"Tokoku ada disebrang,toko bunga",katanya


Mendengar itu Mawar mengangguk saja,toko bunga sangat cocok dengan image Adnan sebagai lelaki yang lembut dan penyayang.


Mawar masih diam,entah mengapa hatinya sangat merasa berdebar karena gelisah.


"Kebetulan hari ini aku berkunjung melihat bagaimana keadaan toko,tapi aku tak menyangka melihat dirimu disini"


"Apa kau baru saja datang kesini?",atau lebih lama?


Mawar masih kefikiran,mau bagaimanapun sangat aneh melihat Adnan ada didepannya sekarang.


Apalagi Adnan datang saat tokonya sudah tutup dan hanya ada dirinya disana.Kenapa Adnan tidak mampir saja saat tokonya masih buka?Mawar sungguh merasa tak nyaman.


"Iya...aku tak sengaja melihatmu tertidur disini saat aku lewat tadi",jawabnya


Lelaki itu kemudian beranjak berdiri,melihat sekeliling ruangan toko milik Mawar.


"Kau benar-benar pekerja keras...aku tak menyangka kau sampai sesukses ini"


"Aku sendiri juga tidak menyangka ..."


Hidupnya akan semaju ini...Dulu dirinya bahkan tak pernah memimpikan hal seperti ini sedikitpun,jangankan mempunyai toko sendiri,untuk makan saja susah.


Saat bersama Adnan dulu Mawar sangatlah miskin,Adnan sering memberikan makan yang enak dan juga kadang diam-diam memberinya hadiah.


Dirinya dulu bahagia bersama Adnan,sampai akhirnya Mawar memilih mundur karena tekanan keluarganya,meskipun Adnan sendiri tidak mengetahuinya.


Tapi meskipun begitu,secara pribadi Mawar tidak begitu menyesali keputusannya untuk mengakhiri hubungan mereka.

__ADS_1


Kalau dirasa sepertinya dirinya tak kuat jika harus mengimbangi gaya hidup Adnan yang mewah.


Lelaki itu kerap membawanya ke acara pesta milik orang kaya,tidak bohong jika dirinya kerap merasa minder dan juga terkucilkan karena teman-teman Adnan juga orang berada.


Meskipun mereka terlihat ramah,namun tatapan mereka tak bisa bohong.Mawar kerap dikucilkan saat Adnan tidak ada.


Ditatapnya lelaki yang tengah duduk didepannya itu,Mawar tak menyangka sekarang sedang berhadapan dengan Adnan mantannya.


Lelaki masih terlihat sama dimatanya,tampan dengan senyum lembutnya.


"Ini sudah malam...kau tidak pulang?",tanyanya tiba-tiba.


"Aku sedang menunggu seseorang"


"Siapa...? apa aku mengenalnya?"


Mawar melirik pintu toko sebentar,lalu menatap Adnan yang tengah menatapnya juga.


"Sepertinya? kau sudah bertemu denganya waktu aku mengantar kue ke rumahmu"


Terlihat Adnan sedikit berfikir,tapi kemudian lelaki itu tertawa.


"Maafkan aku...aku tidak terlalu memperhatikannya,mungkin karena terlalu senang bisa bertemu denganmu lagi"


Yah...Mawar tidak berharap Adnan mengingatnya juga,toh hubungan mereka tidak sedekat dulu.


"Mawar...dari dulu aku masih penasaran",katanya tiba-tiba.


Suasana langsung berubah serius saat wajah Adnan tidak tersenyum lagi.Aura lelaki itu kini terlihat lebih dingin.


"Apa...?"


"Kenapa kau dulu memutuskanku? aku tahu kau sangat tulus mencintaiku "


Mawar tersentak mendengar pertanyaan dari Adnan.Setelah putus ia memang sengaja menjauh dari lelaki itu guna menghindari pertanyaan ini.


Apa yang harus aku jawab?


Mawar bahkan tidak bisa berpura-pura jika dirinya tidak lagi mencintai Adnan.Semua itu memang salahnya yang langsung memutuskan secara sepihak walaupun mereka saling mencintai.


"Itu tidak penting lagi Adnan...itu hanya masalalu,kita bahkan bisa hidup bahagia sampai sekarang"


Yah seperti itu...jawaban seperti ini memang lebih baik.Mawar tidak ingin Adnan tahu dulu dirinya memutuskan hubungan mereka gara-gara ibunya.


Ia tidak mau Adnan jadi bertengkar dengan ibunya karena dirinya.


"Tidak Mawar..",gumamnya kecil


"Apa kau tahu...? saat ini pun aku masih sangat senang bertemu denganmu,aku masih menyayangimu..."


"Ad..Adnan..?"


Apa...? apa aku salah dengar?

__ADS_1


__ADS_2