Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Babak Baru


__ADS_3

Mawar mengerjapkan matanya,badanya rasanya sangat lelah ,dilihatnya Mas Adi sudah tidak ada disampingnya,ia meraih hp yang ada di nakas disebelah tempat tidurnya.


"Uh sudah siang ternyata",pantas saja Mas Adi tidak ada,ini sudah menunjukan pukul setengah sembilan ,pasti Mas Adinya itu sudah berangkat kerja.


Mawar mencoba berdiri,ia meraih handuk yang ada digantungan belakang pintu kamarnya,dibukannya pintu kamar ,ia melihat mertuanya sedang menonton TV dengan beberapa camilan ditangannya.


Bu Winar menoleh mendengar suara pintu terbuka,ia memandang Mawar dengan pandangan tidak suka.


"Dasar wanita tak tahu diri,jam segini baru bangun tidur",ucapnya dengan nada yang culas.


Mawar hanya menunduk,ia juga malu dipergoki mertuanya baru bangun saat mentari bersinar sudah dengan tingginya.


Tapi mau bagaimana lagi,badannya merasa sangat tidak nyaman.


"Maaf ma..",dengan nada lirih Mawar berucap lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Di dalam kamar mandi dirinya merasa sangat mual,hingga akhirnya ia muntah-muntah,rasanya badannya sangat lemas,dirasakannya dahinya juga sangat panas.


*S*epertinya aku demam..


Mawar keluar lagi dari dalam kamar mandi,ia berniat merebus air untuk mandi,dirinya tak kuat jika harus mandi dengan air dingin.


Diraihnya panci yang digantung diatas tembok dapur,ia mengisi air dari keran westafel.


*Ceklek..ceklek..


Kenapa gasnya tidak menyala*?


Mawar memeriksa regulator yang terpasang,dia menghembuskan nafas berat,gasnya habis.


Ia mencopot regulator dari tabung gas,kemudian membawanya kedepan pintu rumah,saat melewati ruang depan mertuanya hanya melirik saja.


Mawar berdandan seadanya,mukanya masih muka bantal,ia hanya menguncir rambutnya dan keluar memakai masker ke warung yang tak jauh dari rumahnya.


Padahal dirinya merasa sangat pusing dan tak enak badan tapi ia harus melakukan semuanya sendiri seperti biasanya.

__ADS_1


Karena mertuanya itu memang tak pernah melakukan perkerjaan rumah sedikitpun dari dulu.Apalagi sekarang Bu Winar seperti orang lain yang sangat membencinya ,jadi tak mungkin sekali Mawar minta tolong padanya untuk membelikan gas.


"Eh mba Mawar kenapa pakai masker mba?",tanya si ibu penjual,memang tidak biasanya Mawar memakai masker.


"Saya sedang flu bu,makanya pakai masker",padahal ia hanya menutupi wajah pucat dan muka bantalnya.


Ia juga tak mau jadi bahan gosip untuk tetangganya,bukankah warung adalah tempat berpusatnya gosip?


"Oh kirain kenapa-kenapa"


Mawar juga membeli beberapa makanan instan seperti telor,mie rebus ,krupuk dan lain-lain,sepertinya ia tak sanggup kepasar hari ini,ia akan memasak makanan yang mudah dibuat saja.


Makanan siap saji adalah makanan yang paling cepat proses memasaknya,jadi ia juga tak perlu mengeluarkan banyak tenaga.


Setelah membayar belanjaannya Mawar pulang dengan membawa gas ditangan yang satunya dan belanjaan ditangan yang lain.


Dirinya merasa kesusahan apalagi kondisi badannya sedang tidak fit.


Ia berhenti sebentar di bawah pohon mangga yang terletak di pinggir jalan,diletakannya tabung gas itu lalu duduk diatas bangku yang terbuat dari kayu.


Pikirannya menerawang jauh,ada sekelebat keinginan dari dalam hatinya bahwa ia ingin pergi jauh menikmati hidupnya sendiri.


Dia pernah di tawari pekerjaan diluar negeri oleh perusahaan besar,dan beberapa perusahaan besar lainnya di luar kota setelah lulus dari kuliahnya.Namun ia tak mengambil kesempatan itu karena saat itu Mas Adi mengajaknya menikah.


Mawar lebih memilih Mas Adi ,ia pikir untuk apa ia hidup sendiri lagi diluar sana,ia juga menginginkan keluarga kecil yang hangat dan bahagia meskipun dengan gaya hidup yang pas-pasan.


Sebenarnya ia pernah mengajak suaminya untuk pindah keluar kota,jadi Mawar bisa bekerja diperusahaan yang merekrutnya agar bisa membantu keuangan suaminya, namun Mas Adi tidak mau,ia berkata bahwa ia tak mau meninggalkan mamanya dan rumah peninggalan ayahnya,jadi mau tak mau Mawar melerelakan semua itu,ia hanya ingin menjadi istri yang baik dan menuruti perkataan suami selama itu baik.


Kini Mawar hanya bisa membuka bisnis kecil-kecilan dengan membuka toko roti,dengan hasil yang sedikit ,bahkan kebutuhannya sering tak tercukupi.Mawar menggelengkan kepala ,ia segera mengalihkan pikiran yang ada diotaknya itu.


Memang ia sering mengalami kesusahan keuangan,tapi ia tak boleh merasa putus asa,ia harus tetap semangat karena diluar sana suaminya juga sedang mencari nafkah untuknya.


Ia berdiri dan kembali menenteng belanjaannya,ia berjalan dengan pelan,sungguh kepalanya rasanya sangat pusing.


Mawar sampai di rumah,diruang tamu masih ada Bu Winar yang sedang menonton TV,

__ADS_1


dirinya langsung masuk kedalam dapur dan memasang tabung gas.


*C*eklek..


Hatinya merasa lega karena gas bisa langsung terpasang,biasanya jika ada gas dan kepala regulator tidak pas ia harus menukar gas lagi.


Ia akan mandi air hangat lalu menggoreng telor saja untuk sarapan juga untuk makan siang suami dan merutanya nanti,ia tak sanggup kalau harus memasak.


*K*lekk...


Tiba-tiba kompor gas dimatikan,membuat Mawar menoleh pada orang dibelakangnya itu.


"Mama..?ada apa mah,kok dimatikan?",kenapa juga mertuanya itu mematikan kompornya.


"Kamu ngapain ngrebus air?kan ada air galon buat minum",ucapnya dengan wajah yang masih tak bersahabat.


"Buat mandi Mawar koh ma..Mawar sepertinya meriang"


"Alaaah...manja banget ya..nggak udah sok mandi air anget ,boros tahu..!",Bu Winar mendorong Mawar menjauh lalu membuang air yang ada dipanci ke westafel.


"Cepet pergi mandi sana..terus buatin saya sarapan",ucapnya lalu keluar dari dapur.


Mawar diam menahan tangisnya,matanya sudah berembun dan panas,ia masuk kedalam kamar mandi dan langsung menangis disana,kenapa mertuanya itu berubah sekali,dulu Bu Winar tak pernah membentak atau menghakiminya.Namun sekarang Bu Winar benar-benar sudah benci padanya,pada wanita yang tak bisa memberikan keturunan.


Ia terpaksa mandi dengan air dingin,setiap guyuran terasa seperti tusukan jarum pada tubuhnya,ia merasa sangat tidak sehat,namun tak mungkin jika tak mandi,badannya sangat lengket dan bau sisa dari kegiatan semalam.


Mawar keluar dengan wajah yang pucat bahkan bibirnya terlihat biru.Meskipun seperti itu ia tetap memasak untuk mertuanya dan Mas Adi.


Setelah semua pekerjaannya selesai Mawar masuk kedalam kamar,ia sungguh merasa tak kuat ,Mawar memejamkan matanya setelah memakan obat paracetamol yang terletak di laci kamarnya.


Belum lama ia memejamkan mata ,ia dikejutkan dengan suara pintu yang terbuka dengan kerasnya.


*Br*raakk..!!


"Enak ya tiduran...?!",Bu Winar sudah berdiri di pintu kamarnya sembari bersedekap dada,memandangnya dengan tatapan galak.

__ADS_1


__ADS_2