Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
S2 Pertemuan Kembali


__ADS_3

Mawar dan Charle langsung turun dari mobil untuk melihat keadaan.


Belum juga sampai,tapi Mawar sudah mendengar seorang berteriak-teriak memaki dengan kasarnya.


Sepertinya aku kenal suara ini...


Dari arah belakang,Mawar bisa melihat seorang wanita paruh baya yang tengah terduduk diatas aspal sembari berteriak meminta kompensasi.


Ibu-ibu dengan badan yang berisi dan dengan banyak perhiasan di tangannya.


Mawar memicingkan matanya saat dirinya mulai mendekat kearah kejadian.


"Apa yang terjadi?"(logat Bahasa Inggris)


Suara Charle membuat semua orang yang ada disana menengok kearahnya,tak terkecuali ibu-ibu yang sedang berteriak tadi.


Mawar sangat terkejut,dirinya bahkan sampai terdiam saking syoknya.


"Mawar...? ka..kamu bener Mawar kan?"


Bu Winar berdiri lalu berniat menghampirinya,namun dengan sigap para bawahannya mencegah itu terjadi.


"Maaf...anda tidak boleh menyentuh nyonya sembarangan",ucap salah satu bawahannya.


Bu Winar melongo karena merasa bingung,dirinya menatap Mawar lekat kemudian melihat keadaan sekitar.


Disana sudah ada beberapa pria berjas hitam yang siap siaga memasang tameng sebagai pertahanan Mawar.


Disamping Mawar juga terlihat seorang bule yang sangat tampan dan tinggi sedang menatapnya dengan aneh.


Mawar terlihat sangat cantik,bahkan Bu Winar sendiri sejenak sampai pangling(lupa),wanita itu terlihat sangat berkharisma,tatapan matanya bahkan sudah berbeda dengan Mawar yang dulu.


"Dia siapa?",tanya Charle.


"Aku juga tidak mengenalnya...",Mawar berkata dengan tegasnya,menatap lekat Bu Winar yang terlihat syok saat mendengar ucapannya.


"Ma..Mawar...ini mama...aku mantan mertua kamu...!"


Bu Winar meronta-ronta ingin menghampirinya,namun tentu saja dia tidak bisa...disana sudah ada beberapa boddyguard yang siap siaga.


Mawar hanya diam saat Bu Winar mulai berteriak-teriak memanggil namanya sembari meronta ingin mendekat.


Matanya tak pernah berkedip menatap mantan mertuanya itu,Mawar menatap dengan datar tanpa ada ekspresi apapun.


"are you oke..honey?",(apa kau baik-baik saja sayang?),tanya Charle khawatir karena Mawar terlihat diam saja.

__ADS_1


Meskipun ia tidak tahu apa yang dikatajan ibu-ibu itu,tapi Charle tahu sekarang ini Mawar sedang merasa tak nyaman.


"Ya...kita lanjutkan lagi perjalanannya",ucapnya kemudian melenggang pergi begitu saja meninggalkan Bu Winar dan langsung berjalan menuju mobilnya.


"Kalian bereskan sisanya...",ucap Charle juga pada boddyguard itu.


Mereka mengangguk hormat saat Charle mulai pergi.


Dengan cepat para boddyguard itu memegang lengan Bu Winar dengan paksa,karena ibu itu tidak mau menyingkir dari jalan.


"Mawar...!kamu tidak boleh melakukan ini Mawar!! Kamu tahu...Adi selama ini sangat kesusahan...dia merasa sangat kehilanganmu Mawar! tolong mama Mawar..buat Adi bahagia seperti dulu...!!",teriak Bu Winar masih dengan meronta-ronta.


Mawar tidak berbalik sedikitpun saat mendengar itu,dirinya langsung masuk begitu saja kedalam mobil sembari diikuti Charle dibelakangnya.


"Maaf ibu...tapi anda harus segera menyingkir demi kenyamanan dan kelancaran bos kami..",ucap Barak asisten Charle.


"Ini uang kompensasi dari kami...kami rasa ini melebihi dari cukup,apalagi ibu tidak terluka parah seperti ibu yang ucapkan tadi",tambahnya.


Tidak mungkin ibu itu terluka parah saat dirinya masih bisa meronta dengan sekuat tenaga,padahal tadi ibu itu sangat semangat saat bahkan bisa berlari saat melihat nyonyanya Mawar.


Barak juga tahu dirinya tidak menabrak dengan keras,disini yang salah juga ibu-ibu itu yang menyebrang jalan tanpa melihat rambu dengan benar.


"Maa....!mama kenapa...?!"


Tiba-tiba terdengar seorang yang memanggil Bu Winar dari arah yang tak begitu jauh.


"Pergi kamu...mama nggak butuh kamu!",katanya sadis.


Rosi diam tak mendengarkan umpatan itu,dirinya malah lebih fokus saat melihat mobil mewah yang sedang berjejer rapi didepannya.


Kemudian fokusnya berganti saat melihat Barak yang masih berdiri didepan mertuanya itu.


"Maaf anda siapa?",tanyanya kepada Barak.


"Saya Barak...maaf tadi saya sempat ada kesalah fahaman dengan ibu anda"


"Memangnya kenapa?"


"Mobil saya tidak sengaja menabraknya,tapi seperti yang anda lihat ibu anda tidak kenapa-napa"


"Haahh..?!mama ketabrak mobil?"


Rosi bertanya kepada Bu Winar,namun wanita tua itu hanya mendengus kesal saat ditanyai menantunya.


"Nggak...ini nggak boleh dibiarin..! mama saya ketabrak tapi kamu bilang bukan apa-apa? kamu harus ganti rugi dong!"

__ADS_1


"Rosi...! sudah mama bilang kamu pergi saja dan tidak usah ikut campur sama urusan mama!"


"Tapi ma...dia udah nabrak mama"


Bukannya mendengarkan,Bu Winar malah mendekat dan langsung memohon kepada Barak.


"Tuan...saya mohon biarkan saya bertemu Mawar?"


"Maaf bu...tapi nyonya kami tidak boleh bertemu sembarang orang,dan juga beliau sangat sibuk jadi saya juga mohon undur diri dulu...ini uang kompensasi dari kami",ucapnya sembari memberikan uang kepada Bu Winar.


Bu Winar hanya bisa diam melongo saat melihat Barak mulai masuk mobil.


Saat mobil itu mulai berjalan mobil-mobil dibelakangnya juga mulai berjalan beriringan,Bu Winar langsung berlari dan menggedor-gedor kaca mobil saat bagian mobil yang ditumpangi Mawar berjalan melewatinya.


Namun sayang,Mawar tidak menoleh sama sekali,hingga akhirnya mobil itu melaju cepat dan meninggalkan Bu Winar yang masih histeris disana.


Di sisi lain Rosi sangat syok saat melihat tampilan Mawar di dalam salah satu mobil mewah yang melewatinya tadi.


Meskipun dirinya belum percaya bahwa itu Mawar,tapi Mertuanya Bu Winar berulang kali memanggil-manggil nama wanita itu.


Mawar terlihat sangat berbeda dengan dulu,wanita itu terlihat sangat anggun,wanita itu bahkan tak menengok barang sedikitpun kepada Bu Winar yang memanggilnya berulang kali.


"Sudah ma...dia sudah pergi",ucap Rosi saat melihat mamanya masih meraung mamanggil mantan menantunya itu.


"Ini semua gara-gara kamu...! Adi menderita gara-gara kamu!",teriaknya.


Rosi memutar bola matanya malas mendengar umpatan mertuanya,dirinya sudah terbiasa dengan segala umpatan dan makian Bu Winar.


"Sudahlah ma...aku kesini buat jemput mama,kalau mama nggak mau nanti Rosi tinggal",ucapnya dengan santai.


"Dasar menantu tidak waras! kalau saja kamu sedang tidak hamil,Adi sudah mama suruh cerai sama kamu!"


"Cih...aku nikah juga biar bisa hidup dengan enak,kalau Mas Adi nggak PNS juga aku nggak mau",ucapnya terang-terangan.


Bu Winar mendengus kesal mendengarnya,beberapa bulan yang lalu usaha Rosi langsung anjlok gara-gara restoran milik Rosi terjadi masalah.


Ternyata pemilik tanah dan gedung itu bukan real punya Rosi,melainkan orang lain.


Rosi selama ini hanya menyewa tempat itu untuk berjualan,dan saat pemilik tanah mengambil tanah itu kembali usaha Rosi menjadi berantakan dan bubar.


Penyokong utama keluarga sekarang hanya tinggal Adi,sebenarnya jika dihitung-hitung gajinya sangat cukup untuk membiayai tiga orang.


Namun karena gaya hidup Bu Winar dan Rosi yang sangat glamor dan juga berlebihan,kebutuhan pokok sering tidak terpenuhi.


Apalagi sekarang Adi jadi sering uring-uringan semenjak mendengar kabar Mawar telah pergi dari kompleknya.

__ADS_1


Adi juga sudah tidak seperhatian dulu dengan Rosi,rumah tangga mereka terasa hambar seiring berjalannya waktu.


__ADS_2