Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Hancur


__ADS_3

Mawar memasukan beberapa jenis ikan air tawar kedalam troli belanjaannya.Malam nanti ia berniat membuat sop ikan andalannya.


Sepanjang berbelanja ia bersenandung ria karena merasa senang.


Dirinya sudah membuat rencana akan memasak sop ikan,sambal tomat dan beberapa makanan ringan untuk penutup.


"Apa aku perlu ini juga ya?",dipegangnya piring satu set yang berbentuk hati,ada dua piring berukuran besar dan tiga piring berukuran kecil.


Di piring itu terukir motif bunga berwarna emas yang sangat cantik


Mawar cekikikan saat mengingat nasi omlet pagi ini yang juga berbentuk hati.


Akhirnya Mawar memasukannya kedalam keranjang,ia berniat membeli itu untuk Azam dan dirinya yang kecil untuk Akins dan Azka,bukankah itu lucu?


Nanti ia akan mengirim pesan kepada Azam untuk mengajak Akins dan Azka,dirinya juga sudah sangat rindu dengan anak-anak.


Sejak pindah rumah Mawar tak pernah bertemu dengan mereka berdua,dirinya dan Azam sibuk karena pekerjaan masing-masing.


Mawar langsung memasukan beberapa bahan tambahan untuk masakan anak-anak nanti,ia juga akan memasak menu spesial untuk Akins dan Azka.


Setelah selesai berbelanja bahan pangan,kini Mawar beralih ke toko pakaian,ia memilih-mikih baju untuk dirinya nanti malam.


Mawar akan memilih baju yang sekiranya pas untuk dipakai dirumah,tidak terlalu sederhana dan juga tidak terlalu mewah.


Sampai akhirnya pilihannya jatuh kepada dress selutut berwarna peach,sangat cocok untuk acara makan malam spesial malam ini.


Mawar juga membeli baju anak-anak empat set,dua untuk Akins dan dua untuk Azka.Untuk Azam Mawar sengaja tidak membelikannya,itu untuk bayaran karena sudah membuatnya khawatir semalaman.


Saat sedang asyik berbelanja perutnya tiba-tiba berbunyi.


"Ukh...aku lapar...",karena saking asyiknya berbelanja Mawar sampai lupa waktu,dirinya ternyata sudah berputar-putar di mall berjam-jam.


Sekarang jam sudah menunjukan pukul satu siang,waktunya untuk mengisi perut yang mulai meminta makan.


Akhirnya Mawar memesan makanan dan juga minuman di Foodcourt disana.Dirinya duduk dengan santai sembari menatap orang yang lewat lalu lalang di depannya.


Kebanyakan yang datang kesini adalah anak-anak muda,mungkin dari kalangan anak SMA sampai kuliah?


Mereka datang bersama segerombolan teman ataupun pacar,bercanda gurau dan terlihat sangat bahagia.


Apa Anya begini juga...?


Anya pasti sangat bahagia sekarang karena sudah bisa melanjutkan pendidikannya.Adiknya itu pasti punya banyak teman kan?


Tapi kalau difikir-fikir Anya selalu pulang tepat waktu,seolah anak itu tak pernah pergi bermain dengan teman-temannya.


Nanti aku akan memarahinya...bukankah lebih baik jika dia bisa bersenang-senang?

__ADS_1


Masa muda adalah masa yang paling menyenangkan,jadi Mawar mau Anya menikmati masa mudanya juga.


Saat dirinya tengah menikmati momen santainya itu,tiba-tiba sekelebat seorang yang ia kenal tertangkap pandangannya.


Mawar memicingkan mata mencoba memfokuskan indra penglihatannya.


"Akins..?"


Dirinya melihat Akins ada di seberang tempatnya berada sekarang.


"Benar itu Akins...!tapi dia dengan siapa?"


Mawar berdiri,dirinya mengejar Akins yang ada diseberang sana,langkahnya kian pasti saat matanya juga menangkap sosok Azka yang sedang berlari kearah Akins yang sedang di gendong seorang wanita.


Namun tiba-tiba Mawar ada merasa janggal,ia memelankan langkah kakinya saat melihat ada Azam juga disana.


Lelaki itu tengah berjalan menghampiri Akins dan juga wanita itu.


Wanita berambut panjang yang mengenakan baju seksi,kulitnya yang berwarna coklat eksotis membuatnya terlihat menawan,Mawar tak bisa melihatnya dengan jelas karena posisinya membelakanginya.Tapi kalau dilihat dari gaya berjalan dan dandanannya sepertinya dia seorang model.


Mawar langsung menyembunyikan diri saat Azam makin mendekat,dirinya bisa melihat dengan jelas saat lelaki itu mengambil Akins dari gendongan wanita tersebut.


Apa hubungan mereka?kenapa mereka terlihat sangat dekat?


Akins bahkan sampai mau digendong oleh wanita tersebut.


Namun langkahnya lemas saat mendengar Akins mengatakn sesuatu,kakinya tak mau bergerak lagi seakan kekuatan kakinya untuk mengejar sudah tidak ada.


Hati Mawar tiba-tiba berdegup kencang,dirinya merasa syok saat Akins memanggil wanita itu dengan sebutan "Mama..."


Yaaa...Mama....


Mawar tidak salah dengar,Akins memanggilnya seperti itu!


"Kapan mama pulang...?"


Berarti itu mama kandung Akins dan Azka?


Tubuh Mawar terasa lemas,ia terduduk diatas lantai tanpa menghiraukan pandangan orang-orang yang tertuju padanya.


Nafas Mawar tersengal saat dirinya menahan tangis disana,ia melihat Azam sedang berjalan dengan ibu dari anak-anaknya didepan matanya,mereka terlihat sangat serasi sebagai keluarga.


Jadi selama ini Azam menghiraukan pesannya gara-gara istrinya kembali?


Mawar tidak tahu...ia tidak tahu harus apa lagi,dirinya ingin mengejar tapi hatinya sudah tak kuasa.


Mawar takut kenyataan yang terungkap nanti akan sangat menyakitkan.

__ADS_1


...


Brakk...!!!


Mawar menutup pintu dengan keras saat sesampainya dirumah.


Ia menangis sejadi-jadinya di ruang tamu,badanya bersimpuh dilantai dan mengenggelamkan kepalanya di bantalan sofa.


Anya yang ternyata sudah pulang langsung berlari saat mendengar suara keras dari lantai bawah.


Dirinya sangat terkejut saat melihat mba'nya sedang menangis pilu disana.


"Mba...?! ada apa mba...?",dirinya langsung menghampiri dan memeluk mba'nya yang menangis meraung disana.


"A..Azam...",Mawar tak sanggup melanjutkan omongannya.


Melihat itu Anya membelai dengan perhatian mencoba menyalurkan rasa tenang kepada Mawar.


"Tenang mba...ceritain pelan-pelan ya...",ucapnya dengan nada yang sangat halus.


"Dia..dia pembohong,di bohong Anya...!"


Mawar menceritakan semuanya pada Anya apa yang terjadi,dari kejadian semalam sampau hari ini,Mawar bercerita dengan menangis tersedu,sampai akhirnya Mawar tergeletak lemas,dirinya pingsan!


Anya langsung panik,namun Anya langsung berusahan membaringkan mba'nya di sofa agar mba'nya merasa nyaman.


Dirinya mencoba berbagai cara untuk membangunkan mba'nya lagi,ia jyga mengoleskan minyak aroma terapi di beberapa bagian ditubuh Mawar.


Setelah memakan waktu beberapa lama,akhirnya ternyata usahanya berhasil...mba'nya kini sudah membuka mata.


Namun ada yang janggal disana,Mawar diam dan tidak menangis lagi,tapi air matanya masih mengalir dari ujung matanya.


"Mba...?",Mawar masih diam tak merespon panggilannya.


"Mba...ini Anya...",ucapnya lirih,Anya sudah menangis karena ikut merasa sedih melihat kondisi mba'nya sekarang.


Anya tahu mba'nya merasa sangat sedih,hidup mba'nya benar-benar sangat pilu.


Mental Mawar pernah sangat down karena beberapa kejadian silam,tapi sekarang malah sepertinya bertambah parah karena kejadian hari ini.


Hidup sendiri sedari kecil,mencoba bertahan hidup didunia yang sangat keras sendiri bukanlah hal yang mudah.Disiksa oleh mertua dan di khianati oleh suaminya merupakan pukulan yang besar untuk Mawar.


Dan sekarang bersama Azam,Mawar sudah meyakinkan diri dan percaya akan bahagia bersma pria itu,tapi apa yang terjadi?


Lagi-lagi Mawar di khianati dan dipermainkan.


Anya menangis sembari memeluk mba'nya disana,dirinya menyebut nama mba'nya berkali-kali mencoba menyadarkan mba'nya dari keterpurukan itu.

__ADS_1


__ADS_2