Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
S2 Kebimbangan


__ADS_3

Charle menyesap kopi perlahan,menatap hamparan gedung yang ada didepannya.


Menyesap rokok yang terletak disela-sela jarinya,membuang asapnya dan menyesap lagi sampai putung rokok itu memendek.


Lelaki itu diam sembari menikmati angin malam yang menerpa wajahnya di balkon hotel.


Dirinya baru selesai mandi setelah pulang dari rumah sakit tadi,malam ini dirinya harus pulang karena sebentar lagi akan ada rapat dengan klien lain.


Sementara Mawar jangan ditanya lagi,disana sudah ada Azam yang setia menunggu.


Sebenarnya Charle juga ingin disana,tapi sepertinya cukup dengan Azam saja,Mawar hanya butuh Azam dan anak-anak saja.Pikirnya.


Diambilnya batang rokok yang ketiga kalinya,Charle mengihsapnya lagi dan lagi.


Saat ini dirinya butuh sesuatu untuk menenangkannya,dan hanya rokok ini yang bisa membantunya,menemani malamnya yang begitu sepi dan sedih.


Charle hanya sedang bimbang dengan hatinya sendiri,ia memikirkan Mawar dan juga saudaranya Azam.


Azam terlihat begitu tulus kepada Mawar,ia tak tahu apakah hatinya benar-benar siap jika suatu saat nanti Mawar berada ditangan lelaki lain,apalagi itu saudaranya sendiri.


Lelaki itu tidak mau pergi dari sisi Mawar sedikitpun,Azam bahkan menunda segala urusan kantornya demi Mawar.


Tapi disisi lain dirinya juga sangat mencintai wanita itu,ia ingin Mawar menjadi miliknya,menikah dengannya dan menjalani kehidupan yang bahagia.


Charle tertawa kecil saat memikirkan itu,manusia memang sangat serakah.


Padahal ia dan Azam sudah sepakat semua piluhan akan diberikan pada Mawar,tapi saat ini dirinya malah berfikir egosi dan menginginkan Mawar sendiri.


Lama dirinya berfikir tentang semuanya,sampai akhirnya sebuah bel berbunyi memecahkan konsentrasinya.


"Siapa yang datang di jam seperti ini?"


Tidak mungkin itu pelayan hotel,karena ini bukan jam mereka berkunjung.


Charle segera berdiri dan membuka pintu,dirinya mengerutkan alis setelah melihat siapa yang sudah berdiri di depan pintu sembari tersenyum lebar.


"Hey bro...mau aku temani?",ucap Wanita itu eembari mengangkat sebuah tas ditangannya.


Charle berlalu menibggalkan Bella disana dan langsung masuk kedalam.


Karena tidak mendapat penolakan Bella langsung masuk dengan senang hati sembari tersenyum lebar.


"Ada apa...?" ucapnya sembari duduk di bangku nalkon.


"Aku tahu sekarang kau sedang merasa kesepian,makanya aku datang kesini"


Charle hanya melirik Bella sebentar kemudian memandang hamparan gedung didepannya lagi sembari menyesap rokoknya.


"Hey...jangan terlalu banyak merokok,itu tidak baik jntuk tubuhmu...",direbutnya rokok yang ada di jari lelaki itu kemudian membuangnya ke asbak yang tersedia di meja.

__ADS_1


"Makanlah ini...ini lebih baik daripada rokok,kau juga akan merasa lebih santai nanti",ucap Bella sembari menyodorkan sebuah kotak yang berisi kue-kue kecil yang ditaburi coklat dan krim.


"Kau kira aku mau memakan itu?",ucapnya tidak suka.


"Aku tahu...tapi coba dulu aaa....",tangannya sudah menggantung didepan mulut lelaki itu,Bella membuka mulutnya mencontohkan cara memakan kue itu kepada Charle seperti ibu yang menyuapi makanan.


Mau tak mau akhirnya Charle memakannya,awalnya lelaki itu mengerutkan keningnya saat merasakan sensasi yang sangat manis menyelimuti mulutnya.


Namun tak lama kemudian Charle mengangguk-angguk merasa enak.


"Tidak buruk juga...",ucapnya.


"Itu belum cukup...minumlah ini",Bella mengambil satu botol minuman soda yang berada di tas miliknya.


Melihat itu Charle merasa sangat heran,Bella benar-benar wanita yang tak terduga.


"Untuk apa itu..?"


"Kau tidak tahu bukan...? saat aku merasa sedang tidak baik-baik saja aku akan memakan sesuatu yang manis dan meminum ini sambil habis!"


"Kau sungguh aneh"


"Eits...berhentilah komentar dan cobalah saja"


Meski lelaki itu mendumel tidak jelas tapi akhirnya Charle mengkuti cara yang dilakukan Bella.


Meski dirinya tidak mengatakan apapun dan mendengarkan Bella bercerita banyak hal namun entah kenapa dirinya cukup menikmati momen itu


Sampai akhirnya dirinya merasa semua kegelisahan tak yang menentu itu hilang dari hatinya dan dirinya mulai merasq cukup santai dan nyaman.


***


Dafa berjalan dengan pelannya diruangan yang terdapat beberapa orang yang sedang tertidur dengan pulasnya.


Diranjang yang cukup besar itu terdapat Anya ,Akins dan juga Azka yang saling berpelukan.


Dirinya duduk dipinggir ranjang dengan hati-hati kemudian tangannya meraih selimut dan membenari posisi selimut yang sudah berantakan tadi.


Tangannya dengan palan mulai mengelus wajah cantik Anya kemudian menyelipkan anak-anak rambut yang menutupi wajah cantiknya.


Dafa tersenyum saat mendengar gadis itu bergumam-gumam kecil karena merasa terganggu.


Matanya yang menatap gadis itu tak bisa bohong,Dafa benar-benar merindukan Anya.


Memang terlambat untuk menyadarinya,ia merasa sangat kehilangan Anya saat wanita itu pergi tanpa kabar bersama Mawar.


Ternyata dirinya selama ini menaruh hati pada Anya dan dirinya tak bisa membohongi diri lagi.


Ia kira ia hanya menaruh simpati pada gadis yang malang itu,gadis yang ia tahu hidupnya tidak mudah.

__ADS_1


Namun dengan seiring berjalannya waktu karena Anya juga sering meminta sarannya tentang dunia kesehatan Dafa jadi sering berinteraksi dengan Anya.


Namun ia tak menyangka akan secepat itu tertarik pasa gadis yang enam tahun lebih muda darinya.


Gadis yang ceria dan sangat imut itu telah merenggut hatinya dengan begitu serakah.


Selama ini dirinya juga diam-diam mencari Anya disamping membantu Azam menemukan Mawar.


Dirinya yang mendapat kabar dari Azam bahwa sudah menemukan Mawar langsung mencari informasi.


Saat tahu Anya berada di hotel yang ia kenal,Dafa hendak mencoba mengubungi akun gadis itu lagi,meski lama tidak digunakan tapi tidak ada salahnya mencoba.


Dan ternyata keberuntungan ada di pihaknya,Anya membalas pesannya dan menyetujui akan bertemu malam ini.


Namun takdir berkata lain,dirinya yang hendak bertemu dalam keadaan yang romantis yang sudah ia siapkan sedemikian rupa hancur.


Dirinya yang sudah berniat mengungkapkan isi hatinya malam ini dan menjadikan Anya miliknya gagal sudah.


Mawar mengalami kecelakaan dan mereka malah bertemu dalam kondisi yang tidak memungkinkan.


"Aku merindukanmu...",ucapnya lirih.


Entah apa yang terjadi,tapi Dafa dikejutkan karena Anya membuka matanya.


Wanita itu diam menatap dirinya yang masih mengelus wajah Anya.


Tubuhnya mematung karena masih syok dengan keadaan itu.


"Kakak...? ada apa...?",tanya gadis itu.


Dengan cepat Dafa menarik tangannya yang masih menempel di pipi Anya kemudian berdehem mencoab menetralkan rasa gugupnya.


"Em...bukan..aku hanya mencoba mengecek suhu tubuhmu",kilahnya.


"Tapi aku tidak sakit",ucap Anya polos.


"Iya..kau tidak sakit...aku hanya khawatir"


"Bagaimana keadaan mba Mawar?"


Dafa menatap Anya yang masih memikirkan Mawar,dengan reflek tangannya terangkat lagi dan mengelus kepala Anya dengan sayang.


"Dia akan baik-baik saja...kita berdoa saja dia akan segera sadar...sekarang tidurlah lagi...ini masih malam dan kau besok butuh tenaga baru"


Anya mengangguk,gadis itu tersenyum kemudian menarik selimutnya sampai keatas leher.


"Kaka juga...kakak sudah banyak bekerja hari ini...terimakasih"


Dafa tersenyum saat mendengar ucapan dari Anya,ia tak menyangka ucapan sederhana itu bisa membuatnya sangat senang dan bersemangat.

__ADS_1


Setelah itu Dafa langsung keluar dengan hati yang berbunga-bunga karena mendapat ucapan selamat malam dari gadia yang ia sukai.


__ADS_2