Suamiku Menikah Lagi

Suamiku Menikah Lagi
Pertemuan


__ADS_3

"Apa hari ini tidak jadi...?"


Mawar mengelap meja dengan sedikit melamun.


Malam ini tokonya akan segera tutup,sekarang ia sedang beres-beres bersama Anya.


Kemarin Azam bilang hari ini pengacaranya akan memberikan surat untuk Mas Adi,tapi kenapa belum ada kabar dari suaminya itu.


*A*pa Azam lupa...?


Tapi itu tidak mungkinkan? atau Mas Adi benar-benar tidak mempermasalahkan semuanya?


Akan lebih baik jika seperti itu,lebih baik jika Mas Adi langsung menandatanganinya dan perceraian mereka akan lebih mudah.


Ia harus menerima semua ini,ia sudah berjanji pada hatinya tidak akan goyah.


Apalagi melepas status istri dari sang suami yang masih ia cintai itu tidaklah mudah.


Cinta takan dengan mudahnya menghilang bukan? Mawar juga marah ..sangat marah,saat mendengar sang suami menikah lagi.


Namun masih ada sisa rasa cinta yang ia perjuangkan,tapi nyatanya suaminya itu meruntuhkan harapanya.


Mas Adi tak pernah memberikannya kesempatan untuk tetap memperjuangkan cintanya untuk terakhir kali.


Menghilangkan memori dengan Mas Adi juga bukan perkara gampang,ia hidup sudah lama dengan suaminya.


Dulu...ia dedikasikan semua yang ia punya untuk sebuah nama keluarga.


Namun sepertinya sekarang ia sudah tidak punya jalan pilihan lain selain bercerai,Mas Adi telah mengotori harapannya dan menghancurkan semua harapannya.


Meskipun akan sulit nantinya,mau tak mau Mas Adi harus menceraikannya.


Ketika dirinya hendak membersihkan meja yang lainnya, Mawar dikejutkan dengan dobrakan keras dari pintu toko yang terbuka.


Ia sangat terkejut saat melihat suaminya sudah ada disana,menatapnya dengan wajah yang memerah.


"Mawar...!!"


Dilihatnya Mas Adi yang melangkahkan kakinya dengan lebar menuju dirinya yang masih diam mematung.


*B*agaiamana Mas Adi ada disini..?


Bagaiamana suaminya itu tahu ia ada di toko?! ia bahkan belum pernah memberitahukan tentang toko rotinya ini pada suaminya!


"Ma..mas..?",ucapnya dengan gemetar.


Saat ini,Mawar merasa sangat takut,Mas Adi terlihat sangat marah ,apalagi sekarang di toko tidak ada siapapun selain dirinya dan Anya.


Mawar takut suaminya akan nekat dan membawanya kerumah itu lagi,mengurungnya seperti dulu.

__ADS_1


"Kak Adi...! jangan ganggu kakak aku...!!", Anya yang baru saja turun dari lantai dua langsung menepis tangan laki-laki itu yang hendak memegang Mawar.


Ia tahu kak Adi pasti ingin membawa mba Mawarnya pulang kerumah mereka lagi.


Tapi Anya tidak akan tinggal diam,dia sudah tahu semuanya,dan dia tidak akan membiarkan mbanya terluka lagi.


"Hei..! kamu jangan ikut campur urusan saya ya..!"


Adi hendak menyingkirkan Anya yang menghalangi jalannya namun gadis itu tetap gigih berdiri disana.


"Tidak mau..kakak silahkan pergi dari sini..! bukankah mba Mawar sudah meminta cerai.."


Mawar melirik map yang di pegang suaminya,ia jadi tahu alasan kenapa Mas Adi datang ke tokonya.


"Bukankah sudah jelas mas...? kamu kan guru,kamu pasti bisa memahami isi dokumen itu dengan baik kan...? jadi tidak ada yang perlu dijelaskan lagi..silahkan keluar dari toko..."


Adi mengeraskan rahangnya mendengar itu dari mulut Mawar.


Tangannya dengan keras menyingkirkan Anya hingga gadis itu jatuh terpelosok membentur kursi ,dan dengan cepat menarik Mawar agar ikut bersamanya.


"Anya...?!Mas...!! lepas...!!",ia meringis mendapat perlakuan itu,Adi benar-benar menggenggamnya dengan sekuat tenaga.


"Diam kamu...!! atau aku akan memukulmu hingga kamu pingsan..!"


Ia diseret dengan paksa,Mawar meronta-ronta dan berteriak meminta tolong namun tidak ada siapa-siapa disana,malam ini memang sangat sepi.


Ia ketakutan sampai menangis,ia takut akan di kurung lagi,ia juga tidak tega melihat Anya yang masih kesakitan disana.


Dan betapa terkejutnya dirinya saat melihat suaminya sudah jatuh tersungkur memegangi wajahnya.


"Azam...?!",lelaki itu sudah berdiri di depanya.


Akins dan Azka juga berlari kearahnya dan langsung memeluknya.


"Apa kau tidak apa-apa..?",tanyanya dengan raut wajah yang sangat khawatir.


Mawar hanya menggelengkan kepala,ia masih bingung dengan apa yang tengah terjadi.


"Berani-beraninya kau menyakitinya...!!",teriak Azam.


Terlihat Adi yang mencoba berdiri ,kemudian ia tertawa melihat Azamlah yang telah memukulnya tadi.


"Huh..siapa kamu sampai mencampuri istri orang,aku suaminya dan aku yang berhak atas seluruh dirinya...!"


"Kamu bukan Mas Adi ! kamu bukan Mas Adi yang aku kenal..!",teriak Mawar.


Ia tak boleh membuat Mas Adi dan Azam berkelahi,apalagi Akins dan Azka sudah menangis sembari merangkul kakinya.


Mereka masih anak-anak,pasti takut sekali saat melihat kejadian ini.

__ADS_1


"Mawar...?",ucapnya lirih.


Adi melihat Mawar yang sedang menangis disana,matanya melihat tangan Mawar yang memerah akibat ulahnya tadi.


Amarah yang tadi menggebu-gebu mereda melihat istrinya terluka karena dirinya.


"Maaf..mafkan mas...mas sungguh tak sengaja melakukan semua ini,mas masih sayang sama kamu...kita pulang ya",ucapnya dengan nada yang sudah melembut.


"Keputusanku sudah bulat mas..kalau kamu tidak mau menceraikannya,kita sudah tidak bisa bersama lagi..."


Hening sesaat diantara mereka,Azam juga lebih memilih diam dan mengamati saja.


Ada rasa sesak dihatinya tatkala mendengar Mawar mengatakan itu.


*A*pa dia akan kembali jika suaminya menceraikan selingkuhannya..?


Namun Azam harus tenang,ia akan mengamati keadaan terlebih dahulu


Disini ia belum bisa melakukan banyak hal,karena status Mawar masih suami orang.


Ia hanya akan bergerak jika Adi hendak melakukan hal aneh lagi.


"Maaf..mas nggak bisa cerai sama Rosi,kamu tahukan ? dia sedang hamil...mas nggak bisa ngebiarin dia sendiri,apalagi ada calon anak mas..kamu harus ngertiin mas Mawar.."


*N*gertiin..??


Mawar menahan tangisannya agar tidak meraung disana,saat ini ia benar-benar ingin memukul suaminya,namun semua itu ia urungkan karena ada anak-anak disana.


"Mending mas pulang saja...keputusanku sudah bulat mas...",ia berbalik masuk kedalam toko sembari membawa Akins dan Azka.


"Mawar ...!!",Adi yang hendak berlari menghampiri Mawar lagi,namun sekali lagi ia di cegat.


Kali ini oleh Azam yang sudah berdiri di depan pintu.


"Maaf..tapi anda harus menghargai keputusan istri anda.."ucapnya dengan nada sesopan mungkin,padahal dalam hatinya ia sangat ingin membuang lelaki didepannya ini.


"Kamu tak berhak bicara ...kamu juga bukan siapa-siapa...!",tunjuknya di depan wajah Azam.


Azam hanya diam dan mendengarkannya dengan tenang.


*S*ekarang masih belum ...tapi nanti dia akan segera menjadi milikku...


"Anda juga tidak boleh berperilaku seenaknya,saya bisa melaporkan anda atas kasus kekerasan pada pegawai roti,dia bahkan sampai terluka dan berdarah karena anda..."


Bukannya menjawab,Azam malah balik mengancamnya.


Adi terlihat gelagapan ,lelaki itu kemudian berteriak dengan kerasnya membuat Mawar dan semua orang yang ada di dalam toko bisa mendengarnya.


"Aku nggak akan pernah cerai sama kamu Mawar...!!! tunggu saja..aku juga akan menyewa pengacara..!! agar kamu tidak akan pernah lepas dari ku..!!"

__ADS_1


Setelah itu ia masuk kedalam mobilnya dan melenggang pergi.


Azam masih diam di depan toko,ia menatap tajam mobil Adi yang semakin menjauh itu,kemudian ia segera masuk dan menyusul Mawar disana.


__ADS_2