Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 100 Kissing


__ADS_3

Selama di dalam mobil, Kevin hanya terdiam. Sedangkan Keira sibuk menghabiskan makanannya. Keira yang iseng menggoda Kevin dengan menyodorkan cilok, namun Kevin menolaknya dengan memalingkan wajahnya.


''Marah ya? Serius nih Mas cemburu?'' goda Keira.


''Beneran suka ya sama aku? Memang apa sih yang membuat Mas cemburu?'' goda Keira lagi. Kevin kemudian menghentikan mobilnya mendadak, membuat Keira merasa terkejut.


''Mas ini kenapa sih? Bahaya tahu,'' protea Keira. Tanpa banyak bicara, Kevin meraih tengkuk Keira dan mencium bibir Keira. Mata Keira terbelalak, tubuhnya terasa kaku dan jantungnya berdebar sangat kencang. Namun tiba-tiba Kevin merasakan pedas dan melepaskan ciumannya.


''Huh hah, kenapa bibirmu pedas sekali?'' tanya Kevin dengan suara meninggi.


''Aku- aku kan makan cilok pedas, Mas.'' Jawab Keira dengan gugup, seketika BLANK. Kevin lalu merebut es kelapa muda yang berada dalam genggaman tangan kiri Keira. Ia bahkan tak menyisakan es kelapa muda itu. Setelah habis, Kevin melanjutkan kembali perjalanannya. Sementara Keira hanya bisa terdiam, ia mendadak seperti orang linglung, mengingat apa yang baru saja Kevin lakukan padanya. Ia menggigit bibir bawahnya, merasakan sisa hisapan lintah darat Kevin yang begitu kuat masih terasa.


Dalam diamnya, ia terus mengunyah makanan yang ada di pangkuannya itu.


''Kita sekalian menjemput Marvel,'' kata Kevin namun Keira hanya diam sambil melanjukan makanannya. Melihat Keira yang bengong, Kevin menepuk bahu Keira.


''Kei, kok bengong?''


''Eh, nggak apa-apa, Mas. Aku merasa seperti ada lebah yang menyengat bibirku.'' Kata Keira dengan polosnya.


''Mana ada lebah?''


''Kecupanmu seperti lebah, Mas!" seru Keira dengan suara meninggi.


''Apa? Lebah?'' ucap Kevin tak percaya.


''Iya lebah!'' ketusnya. Kevin mendesis kesal dengan ucapan Keira.


-


Sesampainya di sekolah Marvel, Kevin dan Keira kompak turun dari mobil.


''Marvel!" panggil Keira sambil melambaikan tangannya. Marvel kemudian berlari menghampiri Mama dan Papanya.


''Aku bahagia kalau di jemput Papa dan Mama seperti ini. Oh ya aku mau memperkenalkan Papa dan Mama dengan Anrez, teman baruku.'' Kata Marvel.


''Kamu punya teman?'' tanya Kevin.


''Iya Pah. Itu dia duduk disana sedang menunggu Mamanya.'' Kata Marvel sambil menunjuk seorang anak yang duduk di dekat pos satpam. Marvel lalu menggandeng Papa dan Mamanya untuk berkenalan dengan Anrez.


''Anrez, kenalkan ini Papa dan Mama ku.'' Kata Marvel yang begitu bangga bisa memperkenalkan kedua orang tuanya pada temannya.


''Hai, Anrez. Aku Keira, Mamanya Marvel. Dan ini Kevin, Papanya Marvel.''


''Hai Tante Keira- Om Kevin. Aku temannya Marvel.'' Kata Anrez sambil mencium punggung tangan Kevin dan Keira.


''Senang sekali bisa bertemu dengan orangtuamu, Marvel.'' Kata Anrez.


''Anrez, kapan-kapan main ke rumah ya? Supaya Marvel ada temannya,'' sambung Keira.


''Pasti Tante.''


''Oh ya kamu belum di jemput?'' tanya Keira.

__ADS_1


''Belum. Sepertinya Mama terlambat lagi.'' Kata Anrez. Kemudian terlihatlah seorang wanita yang turun dari taksi.


''Anrez, maafkan Mama yang terlambat lagi ya?'' ucapnya dengan nafas terengah lalu memeluk Anrez.


''Bu Tessa?'' seru Keira. Mama Anrez lalu menengok kearah Keira.


''Keira? Ya ampun, kita bertemu lagi.''


''Bagaimana kabar Bu Tessa?'' ucap Keira seraya memeluk Bu Tessa.


''Baik, Kei. Kamu bagaimana? Sudah selesai kuliahnya?''


''Tinggal mengerjakan skripsi. Jadi Anrez putra Bu Tessa?''


''Iya Kei. Dia putraku dan kamu disini...?'' tanya Bu Tessa sambil menatap Kevin dan Marvel yang berdiri di dekat Keira.


''Menjemput Marvel. Dia putra sambungku dan ini suamiku, Mas Kevin.'' Kata Keira sambil memeluk lengan Kevin. Kevin merasa bahagia saat Keira menganggap kehadirannya.


''Kamu sudah menikah, Kei? Serius ini?'' tanya Bu Tessa seolah tak percaya.


''Iya Bu. Panjang ceritanya. Aku menikah dengan seorang single father. Kami juga baru menikah beberapa hari saja.'' Kata Keira.


''Oh ya Mas, ini adalah Bu Tessa. Bu Tessa ini dulu pernah menjadi guruku saat aku masih SMA.'' Kata Keira yang memperkenalkan Tessa pada Kevin.


''Salam kenal Bu Tessa.''


''Senang bertemu dengan anda Tuan Kevin. Baiklah Kei, aku permisi dulu ya. Karena harus kembali bekerja. Kapan-kapan kita bertemu lagi dan ngobrol-ngobrol ya.''


''Pasti Bu. Bu Tessa hati-hati ya. Daaaa Anrez!''


''Daaaa Marvel, Om Kevin dan Tante Keira.'' Kata Anrez sambil melambaikan tangannya.


Tiba-tiba Keira merasa sakit perut.


''Mas, kita bisa pulang langsung nggak? Perutku sakit.''


''Salahmu sendiri makan tidak tahu aturan, apalagi pedasnya seperti itu.'' Ketus Kevin.


''Marvel, kita langsung pulang tidak apa-apa kan? Nanti Mama masak makan siang di rumah.''


''Iya Mah, nggak apa-apa kok.''


...****************...


Malam harinya di kamar, Keira dan Kevin sedang duduk berdua di sofa. Keira sedanng mengganti perban luka di bagian kepala belakang Kevin.


''Apa masih pusing, Mas?''


''Tidak Kei, terima kasih ya sudah membantuku.''


''Terima kasih juga ya Mas, karena sudah menolongku. Sampai membuat Mas terluka seperti ini. Sekarang aku sadar kalau pekerjaanku dulu sangat beresiko.''


''Darimana saja kamu sampai sekarang baru sadar.''

__ADS_1


''Ya aku tidak menyangka Tuan Jason akan dendam padaku. Padahal dia bisa membeli wanita yang dia inginkan.''


''Mungkin dia tidak pernah mendapat perlakukan buruk dari seorang wanita apalagi sampai ada yang menolaknya. David bilang, sebenarnya dia memang sedang masuk DPO. Di luar negeri dia masuk DPO ya karena dia itu pengedar narkoba dan mempunyai bisnis prostisusi. Untung saja saat itu kamu bisa lolos. Makanya punya wajah cantik itu di manfaatkan yang baik, bukannya malah buka jasa seperti itu. Coba kalau Ayah sampai tahu,'' kata Kevin seperti seorang Ayah yang menasihati anaknya.


''Astaga, ternyata seseram itu Tuan Jason.''


''Dia kesini ingin mencari mangsa. Kamu adalah targetnya, sayangnya saat dia datang kemari, dia sudah bukan apa-apa lagi. Coba dia masih punya banyak uang, kamu mungkin sudah habis saat itu. Sebenarnya aku melihat saat dia memasukkan sesuatu dalam minumanmu Kei. Dan setelah itu aku mengikuti kamu, waktu ada pesta pernikahan di hotel.''


''Jadi sebenarnya Mas tahu kalau dia punya niat jahat?''


''Iya. Makanya aku mengikutimu dan yang bikin aku terkejut, kamu bisa mengatasinya. Aku sembunyi saat itu dan melihat kejadian itu. Jadi aku juga menyerahkan bukti rekaman itu pada polisi. Kei, berpikirlah dulu sebelum bertindak. Jangan berkorban tapi justru yang tersakiti dan menderita.'' Kata Kevin dengan bijak.


''Bisa bijak juga nih kepala batu, meskipun kadang nyebelin.'' Batin Keira.


''Iya Mas. Sejak kejadian itu aku pun berhenti dan menutup website itu.''


''Kei, maafkan aku kalau aku pernah salah paham bahkan berkata kasar denganmu. Aku ingin kita memulainya dari awal dan ingin berhubungan yang baik denganmu. Kejadian kemarin, membuatku benar-benar takut kehilangan kamu, Kei.''


''Udah lah Mas, lupain aja. Aku sudah lupa, aku tidur dulu ya, Mas. Mas juga istirahat.'' Kata Keira sambil beranjak dari sofa. Namun tiba-tiba Kevin menarik tangan Keira hingga Keira jatuh di pangkuannya.


''Mas, awas ya jangan modus! Lepasin aku, Mas!" Keira memberontak ingin melepaskan tubuhnya dari kungkungan Kevin. Namun Kevin justru tersenyum kecil ke arah Keira yang tampak menggemaskan itu.


''Kei, tenanglah dan jangan bergerak!"


''Ada apa Mas?'' tanya Keira dengan tatapan khawatir.


''Ada lebah terbang di bibirmu.''


''Man-mana Mas?'' tanya Keira tergagap. Tanpa basa-basi Kevin lalu melahap bibir Keira. Keira merasakan darahnya mendidih, jantungnya berdebar sangat kencang dan adrenalinnya terpacu saat Kevin mencium bibirnya dengan sangat lembut. Kevin kemudian melepaskan ciumannya karena Keira sama sekali tidak membalas ciumannya.


''Kei, kenapa kamu diam?'' tanya Kevin lirih.


''Mmmm karena aku belum pernah ciuman,'' jawabnya polos. Kevin lalu tersenyum kecil mendengar jawaban Keira.


''Buka sedikit bibirmu, saat aku mengecupnya.'' Kata Kevin.


''Tap-tapi Mas, mmmppphhh...'' Kevin lalu mencium kembali bibir Keira daripada ia terus mendengar alasan Keira. Perlahan Keira berani membuka bibirnya dan membalas ciuman Kevin yang lembut. Respon Keira, semakin membuat Kevin bersemangat untuk memberikan ciuman yang lebih panas. Namun tiba-tiba Keira mendorong pelan dada Kevin dan menghentikan ciuman yang sudah membuat Kevin TURN ON sejak tadi.


''Mas, perutku sakit lagi. Aku mau pup dulu, hehehe,'' ucap Keira dengan meringis. Ia lalu buru-buru turun dari pangkuan Kevin dan berlari menuju kamar mandi.


''Sial!" umpat Kevin dengan senyum kecilnya karena Keira menghentikan aksi ciuman mereka.


Sementara di dalam kamar mandi, Keira berdiri menatap cermin sambil meraba bibirnya.


''Kei, kamu menerima ciuman si kepala batu? Jangan bilang kamu mulai jatuh cinta!" kata Keira yang berdialog dengan dirinya sendiru. Ia bahkan memegangi dadanya untuk merasakan jantungnya yang berdebar sangat cepat.


''Gimana nanti kalau pas keluar? Mmmm kenapa jadi deg-degan gini,'' gumam Keira yang justru ia semakin panik. Setelah cukup lama berdialog dengan dirinya sendiri di kamar mandi, ia pun keluar. Padahal sebenarnya Keira sama sekali tidak sakit perut. Itu hanya alasannya saja karena ia belum siap kalau Kevin berbuat lebih jauh.


''Mas, aku ngantuk!" Kata Keira saat melihat Kevin masih duduk di sofa.


''Ya sudah tidur saja. Aku mau ke ruang kerja dulu.'' Kata Kevin sembari berlalu.


''Ah syukurlah, untung dia tidak minta lagi,'' batin Keira. Keira kemudian lari keatas tempat tidur dan menutup rapat tubuhnya dengan selimut.

__ADS_1


Bersambung... Maaf ya kalau up nya dikit, soalnya lagi suibukkkkkkk 🙏🙏❤️


__ADS_2