Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 226 Holiday


__ADS_3


Jumat malam Keira sedang sibuk berkemas untuk persiapan berlibur besok. Kevin yang baru saja keluar dari kamar mandi, mendekat lalu memeluk istrinya dari belakang. CUP! Kecupan mendarat di leher Keira.


''Mas, geli ah!"


''Biarin, habis kamu gemesin banget. Oh ya sayang, aku ajak Rima ya biar dia membantumu mengurus Marvel.''


''Tidak usah, Mas. Kita kan mau quality time bertiga jadi hanya aa kita saja.''


''Aku hanya tidak mau terlalu lelah sayang.''


''Kita kan minggu sore sudah di rumah, Mas. Aku ingin melakukan apapu bertiga, eh berempat sama baby kita.'' Kata Keira sambil mengusap perutnya.


''Baiklah sayang kalau itu mau kamu. Lagi pula di sana juga sudah ada penjaga villa. Aku belum pernah ya mengajak kamu ke villa.''


''Iya Mas karena terlalu sibuk.''


''Bukan karena itu sayang. Jujur saja sejak Kania pergi, aku sudah tidak pernah lagi kesana. Terlalu banyak kenangan kita disana. Dan ini pertama kalinya aku kembali kesana setelah bertahun-tahun. Maaf ya sayang, kalau kamu harus mendengar cerita ini.''


''Tidak apa-apa Mas, semua orang punya masa lalu jadi kamu tidak perlu meminta maaf. Dan aku mengerti perasaan kamu.''


''Dan untuk pertama kalinya aku ingin mengukir kenangan kita bersama disana. Ada aku, kamu, Marvel dan baby kita. Sehat-sehat ya sayang karena aku ingin kita bersama selamanya, sehidup-sesurga.''


''Amin. Kamu juga sehat-sehat ya, Mas.''


''Terus makannya di jaga. Jangan makan yang aneh-aneh.''


''Namanya ngidam Mas, ya tergantung mood.''


''Kayak kamu ngidam mangga muda, mangga masih mentah kamu habisin, kamu bikin rujak dan sambalnya banyak banget. Terus sakit perut jadinya.''


''Hehehehe maklum Mas. Habis gimana, kadang selera makan ku naik turun. Kalau selera makan ku hilang, mau makan apa saja tidak enak. Kalau lagi rakus apa aja masuk.''


''Ya sudah sebaiknya kamu istirahat saja, biar aku yang menyelesaikannya.''


''Tinggal sedikit lagi, Mas.''


''Sudah biar aku saja. Besok kita harus pagi untuk berangkat ke villa ''


''Baiklah kalau begitu. Kamu juga cepetan istirahat ya.''


''Iya sayang.'' Kevin kemudian memberikan kecupan di kening Keira dan Keira juga membalas mengecup kening suaminya.


-


Kevin, Keira dan Marvel kini sedang berada di dalam perjalanan. Sepanjang perjalanan, mereka saling bercengkrama dengan hangatnya bahkan sesekali mereka bertiga kompak bernyanyi.


Sesampainya di villa, mereka di sambut oleh pemandangan alam dan pegunungan yang begitu sejuk dan teduh. Keira pun merasa takjub dengan keindahan alam disana. Suasananya sangat nyaman dan menenangkan.


''Selamat datang di villa kita, sayang.'' Ucap Kevin begitu mereka turun dari mobil.


''Ya ampun Mas, ini bagus banget. Ini sejuk dan sangat teduh, apalagi ada taman bunga sepertinya. Sepertinya aku akan betah disini, Mas.'' Keira begitu bahagia dan sangat antusias.


''Selamat datang Tuan-Nyonya!" sapa Pak Juki penjaga villa.


''Semuanya sudah di bersihkan Pak?''


''Sudah Tuan. Ini Den Marvel ya?''


''Halo Pak!" sapa Marvel.


''Den Marvel sudah besar ya, mana cakep lagi. Bertahun-tahun tidak bertemu eh tahu-tahu Den Marvel sudah sebesar ini.''


''Iya Pak Juki, sekarang aku sudah kelas dua.''

__ADS_1


''Oh ya Pak, ini istriku, Keira. Pak Juki pasti belum mengenalnya.''


''Saya Juki, Nyonya. Selamat datang dan selamat menikmati hari libur Nyonya.''


''Terima kasih, Pak.''


''Silahkan Tuan. Biar saya bawa barang-barangnya masuk.''


''Iya Pak, terima kasih.''


Kevin, Keira dan Marvel kemudian segera masuk ke kamar.


''Mas sepertinya setiap akhir pekan kita harus sering-sering kemari. Aku menyukai tempat ini, Mas.''


''Boleh saja sayang.''


''Aku juga setuju, Mah.'' Sahut Marvel.


''Malam ini kita tidur bertiga ya? Kita nikmati quality time bertiga.'' Ucap Keira dengan sangat antusias.


''Yeay asyik, kita tidur bertiga!" Marvel melompat kegirangan.


''Sayang, Marvel kan sudah besar. Dia sudah bisa tidur sendiri nanti kalau kita mau em-em gimana?'' bisik Kevin.


''Dasar kamu ini yang di pikir itu aja.''


''Ya kan suasananya mendukung sayang.''


''Kan masih ada kamar lain, Mas. Kita tunggu Marvel bobok. Kamu lihat kan Marvel bahagia sekali, lagi pula cuma semalaman Mas.''


''Iya baiklah, aku mengalah.''


''Harus dong kan tiap hari kita udah bobok bareng. Sedang Marvel dia setiap hari tidurnya sendiran.''


''Iya deh iya, sayang.''


''Ayo!" jawab Keira.


''Sayang, kamu kan hamil.''


''Memang kalau hamil tidak boleh apa Mas? Kamu juga ikutan dong, nanti kamu jagain aku, hehehe.''


''Oke baiklah kita berenang bersama!" seru Kevin.


Kevin, Keira dan Marvel setelah berganti pakaian renang segera menuju kolam renang. Kevin tersenyum melihag perut Keira yang mulai membuncit. ''Sayang, kamu pakai baju renang seperti ini lucu deh.''


''Lucu kenapa Mas?''


''Ini perut kamu lucu jadi gemes.'' Kata Kevin.


''Kan kamu yang membuatku seperti ini.''


''Pah-Mah, Marvel turun dulu ya.''


''Iya sayang, hati-hati.'' Kata Keira.


''Ayo sayang kita turun!"


''Ayo Mas. Lihat Marvel renang kayaknya seger.''


Kevin kemudian turun terlebih dahulu, ia lalu memberikan punggungnya pada Keira. Keira kemudian naik ke punggung Kevin.


''Kamu tidak mau turun, sayang?''


''Tidak Mas, aku mau dipunggung kamu saja.''

__ADS_1


''Kalau seperti ini namanya bukan renang.''


''Hehehe kan memang sebenarnya aku tidak bisa berenang.''


''Astaga kamu ini. Sini aku ajarin.''


''Aku takut Mas. Dalam nggak Mas kolamnya?''


''Ini sedada aku, sayang. Ayo turun pelan-pelan, Marvel saja bisa. Tuh dia sudah kesana kemari.''


''Tapi aku takut, Mas.''


''Tidak apa-apa sayang kan ada aku. Pantas saja sejak menikah aku tidak pernah melihatmu bermain di kolam renang.''


''Aku biasanya pakai pelampung Mas. Kalau di rumah kan tidak terlalu dalam. Kalau ini sedada kamu, berarti ini se-leher aku.''


''Sudah ayo turun! Pegang tangan aku.''


Keira lalu turun dari punggun Kevin, Keira yang memang takut memegang kuat kedua tangan suaminya itu.


''Gimana kaki kamu napak nggak?''


''Napak sih Mas tapi ini aku jinjit, kalau nggak jinjit kepalaku langsung hilang,'' ucap Keira dengan wajah paniknya. Kevin lalu menggoda Keira dengan melepaskan pegangannya. Keira yang takut, langsung memeluk suaminya itu.


''Mas, aku ini takut malah kamu kerjain.'' Ucap Keira sambil memukul dada suaminya itu.


''Habis kamu lucu,'' ucapnya seraya tertawa.


''Apanya yang lucu, aku sampai minum air kolam.'' Keira cemberut.


''Hehehe maaf sayang.''


''Pah-Mah, aku malah di abaikan.'' Protes Marvel yang melihat Papa dan Mamanya malah asyik berdua.


''Maaf sayang, ini Mama kamu takut dia tidak bisa berenang.''


''Aku pikir Mama bisa berenang karena biasanya menemaniku.''


''Kalau dirumah kan kolam renangnya tidak sedalam disini, Marvel. Lagian di rumah ada pelampungnya, hehehe.''


''Bagaimana kalau kita balap renang, Marvel?''


''Oke ayo saja Pah tapi Mama bagaimana?''


''Mama duduk kursi saja deh sebagai cherleadernya.''


''Ide bagus, Mah.'' Kata Marvel.


''Nanti yang menang akan mendapat hadiah dari Mama.''


''Kalau yang kalah bagaimana Mah?'' tanya Marvel.


''Yang kalah mendapat hukuman juga dari Mama. Bagaimana? Apa kalian setuju?''


''Oke setuju!" jawab Kevin dan Marvel dengan kompak.


''Baiklah Mas, bawa aku ketepi ya.''


''Iya sayang. Jangan lupa itu handuk kimoninya di pakai. Nanti tubuh seksi kamu di lihat orang lain.''


''Ya ampun ini juga aku pakai leging biar pahaku tidak kelihatan Mas.''


''Sudah kamu nurut saja, pokoknya pakai. Nanti kamu bisa kedinginan.''


''Iya-iya aku pakai. Bawel banget sih.'' Gerutu Keira.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2