Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 179 Keanehan istriku


__ADS_3

''Marvel, Mama tunggu kamu ya.'' Ucap Keira. Marvel merasa bingung dengan permintaan aneh Mamanya itu.


''Mah, aku sudah besar. Lagi pula aku pulang jam 1. Mama nanti akan lelah menungguku.''


''Tapi Mama ingin di sekolah menunggu kamu. Mama tidak akan bosan atau lelah. Yang jelas hari ini Mama ingin sekali menunggu kamu sampai pulang sekolah.''


''Mama yakin? Mama serius?'' Marvel mengernyitkan dahinya seolah tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Mamanya.


''Iya jagoan Mama. Sudah, kamu masuk ke kelas sana. Tapi peluk Mama dulu.'' Marvel hanya bisa bertanya-tanya tentang keanehan Mamanya hari ini. Marvel juga menuruti keinginan Mamanya untuk memeluknya.


''Mama baik-baik ya. Marvel ke kelas dulu.'' Ucap Marvel seraya berlalu.


''Oke sayang, semangat ya belajarnya.'' Seru Keira dengan penuh semangat hari itu. Setelah Marvel masuk ke dalam kelasnya, Keira memilih untuk jalan-jalan menyusuri sekolah Marvel. Keira menghabiskan waktunya dengan duduk santai di atas ayunan taman sekolah. Keira menyambungkan earphone dengan ponselnya, entah kenapa ia ingin sekali mendengar musik klasik. Keira memejamkan mata, menikmati betapa damai dan tenangnya dirinya saat itu.


Sementara Kevin yang sedang rapat pagi itu merasa tidak tenang. Ia merasa Keira mendadak aneh pagi itu karena Keira tidak seperti biasanya. Selesai rapat, Kevin segera masuk ke ruangannya di ikuti oleh Krisna. Melihat Tuannya tidak seperti biasanya, Krisna memberanikan diri untuk menanyainya.


''Tuan, apakah anda baik-baik saja? sepertinya ada sesuatu yang sedang Tuan pikirkan? maaf kalau saya lancang.''


Kevin menghela nafas panjang mendengar pertanyaan dari Krisna. ''Aku pagi ini heran dengan istriku, Kris. Dia menolakku.''


''Menolak? maksudnya apa ya, Tuan? saya tidak mengerti,'' jawab Krisna dengan segala kebingungannya.


''Ya dia menolakku di ranjang. Padahal hampir setiap pagi kamu melakukannya.''


''Mmmm kalau boleh tanya melakukan apa Tuan? bukankah memang seharusnya Tuan dan Nyonya tidur satu ranjang ya?'' Krisna semakin tidak mengerti dengan apa yang diceritakan oleh Tuannya itu.


Kevin yang kesal, menjawabnya dengan suara meninggi. ''Maksudku berhubungan suami istri, Krisna. Dia tidak pernah menolakku, bahkan istriku selalu memuji keperkasaanku tapi pagi ini dia menolakku. Sekalipun lelah, dia tidak pernah menolakku. Bahkan rasa lelahnya hilang, saat aku mengajaknya berhubungan. Dia selalu memuji dan mengelu-elukan keperkasaanku tapi mendadak berubah total katanya tidak mood.''


Mendengar Tuannya menceritakan masalah ranjangnya, membuat Krisna sangat terkejut. Karena tidak pernah sekalipun Tuannya itu menceritakan masalah ranjang padanya. Terlebih Krisna tidak tahu harus menjawab apa.


''Apa dia memiliki pria lain? atau sudah bosan denganku? tadi saat sampai kantor, aku mengirimnya kabar, memberitahunya kalau aku sudah sampai di kantor tapi dia belum membalasnya.'' Sambung Kevin.


''Ma-maaf Tuan, kalau urusan ranjang saya kurang paham. Karena saya belum berpengalaman. Saya saja untuk melakukan ciuman pun harus di pancing dulu, baru bisa.'' Jawab Krisna dengan polosnya. Kevin melotot mendengar apa yang di katakan oleh Krisna. Melihat ekspresi Tuannya seperti marah, Krisna buru-buru meninggalkan ruangan Kevin.


''Per-permisi Tuan. Saya kembali ke ruangan dulu.''


''Aku yang curhat kenapa dia ikutan curhat? ini anak memang benar polos apa polos sih? urusan pekerjaan kemampuannya tidak di ragukan lagi tapi urusan asmara kenapa dia sangat bodoh?'' gumam Kevin merasa heran dengan sikap Krisna.


''Coba aku kirim pesan lagi pada Keira. Pesanku biasanya di balas tapi kali ini hanya di baca saja.'' Kevin kemudian mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan pada Keira.


Kevin : Sayang, kamu dimana? nanti kita makan siang sama-sama ya.


Kevin menatap ke arah ponselnya namun tak kunjung mendapat balasan dari Keira. Kevin mulai gusar, ia lalu menelepon ke rumah.


''Halo Bi, apa Keira di rumah?''


''Nyonya belum pulang sejak tadi Tuan. Coba saja Tuan telepon Pak Wahyu karena tadi perginya dengan Pak Wahyu.''

__ADS_1


''Oh begitu, baiklah Bi, terima kasih.''


''Sama-sama Tuan.''


Kevin yang semakin panik, lalu menelepon Pak Wahyu. Pak Wahyu sendiri sedang berada di pos satpam sekolah Marvel. Ia menikmati secangkir kopi bersama satpam sekolah. Mendengar ponselnya berdering, Pak Wahyu segera mengangkatnya.


''Halo Pak, Nyonya sedang dimana?''


''Halo Tuan. Nyonya sedang di sekolah Den Marvel.''


''Di sekolah Marvel? apa ada rapat Pak?''


''Tidak ada, Tuan. Katanya Nyonya ingin menunggu Den Marvel sampai pulang.''


''Lalu sekarang kamu dimana?''


''Saya juga di sekolah. Saya sedang berada di pos satpam menunggu Nyonya.''


''Memangnya Nyonya ada dimana?''


''Nyonya sedang berada di taman sekolah. Saya juga aneh, tidak biasanya Nyonya seperti itu.''


''Baiklah kalau begitu Pak Wahyu tunggu saja disana. Kabari saya kemanapun Nyonya pergi dan awasi Nyonya. Awas kalau kamu sampai bohong dengan memberikan informasi yang tidak akurat. Saya akan memecat kamu tanpa pesangon.'' Ancam Kevin.


''I-iya Tuan. Tuan tenang saja, saya akan melaporkan apapun itu.'' Panggilan pun berakhir. Setelah jam sekolah Marvel selesai, Keira mengajak Marvel untuk makan siang di sebuah restoran. Baru juga duduk, ponsel Keira berdering. Tanda panggilan masuk dari Kevin.


''Halo Mas, ada apa?''


''Maaf ya Mas, aku memang sengajak tidak membalasnya. Aku sedari tadi berada di sekolah Marvel. Aku kan sudah bilang, kalau aku hari ini ingin bersama Marvel. Aku dan Marvel baru tiba di restoran Itali, aku ingin sekali makan pizza. Jadi aku mengajak Marvel kemari. Kalau kamu mau datang saja kemari, Mas.''


Sebenarnya Kevin sudah tahu dimana Keira berada dari Pak Wahyu. Kevin hanya ingin memastikan bahwa Keira jujur padanya.


''Baiklah kalau begitu, aku akan kesana. Kamu tunggu aku ya, aku akan menyusul.''


''Iya Mas. Hati-hati ya.'' Keira menutup teleponnya.


''Mah, Mama tadi sungguh menunggu ku?'' tanya Marvel.


''Iya, sayang. Tadi Mama ada di taman belakang sekolah, Mama ketiduran sambil mendengarkan musik. Kamu senang kan kalau Mama punya banyak waktu untukmu?''


''Senang kok Mah tapi hari ini Mama aneh saja.''


''Aneh bagaimana maksud kamu?''


''Ya, Mama tidak seperti biasanya. Mama rela menunggu ku berjam-jam di sekolah hanya dengan mendengarkan musik sampai ketiduran.''


''Apa karena Mama bosan ya? apalagi setelah lulus kuliah, Mama tidak ada pekerjaan. Tapi sudahlah ya, hari ini kita pesta pizza dan ice cream. Papa mu juga akan menyusul kemari.''

__ADS_1


''Ah tidak seru kalau ada Papa. Kita pasti tidak boleh makan ice cream banyak-banyak apalagi pizza.''


''Sudah, itu biar jadi urusan Mama. Sebelum Papa datang, kita habiskan satu loyang pizza ya.''


''Hehehe setuju, Mah. Mama tahu sendiri kan, selama ini Papa begitu mengatur menu makanan ku. Mau jajan di jalanan saja tidak boleh. Semua makanan yang harus aku makan, harus komplit mulai dari kandungan karbo, vitamin, protein dan lemak. Sejak ada Mama saja, aku bisa menikmati jajajn di luar.''


Keira tersenyum sambil mengelus kepala Marvel. ''Tentu saja, sayang. Selama ada Mama, everything is okay.''


Setelah pesanan datang, Keira dan Marvel kompak makan pizza dengan lahapnya. Satu loyang pizza dengan dua cup besar ice cream porsi jumbo. Keira merasa makanan itu sangat enak di mulutnya.


''Wah, apa-apaan ini,'' suara Kevin mengagetkan keduanya. Keira dan Marvel dengan mulut penuh makanan, kompak menolah kearah Kevin. Bahkan keduanya kompak meringis bersama dengan mulut penuh makanan.


''Kalian ini, bukannya makan- makanan yang sehat tapi malah seperti ini.'' Ucap Kevin dengan suara meninggi.


''Maaf Mas, kan tidak setiap hari. Ayo duduklah Mas.'' Keira kemudian menarik tangan Kevin dan memaksanya duduk.


''Itu juga ice cream se-baskom,'' imbuhnya dengan sarkas.


''Mas, kalau kamu datang kesini hanya untuk marah-marah, sebaiknya kamu kembali ke kantor. Aku hari ini pingin makan pizza dan ice cream, masa tidak boleh? suami macam apa kamu, masa istri dan anak makan begini saja di marahi.'' Kesal Keira.


''Bukannya tidak boleh sayang tapi segala sesuatu yang berlebihan tidak baik.''


''Hanya sekali ini saja, Mas. Kenapa sih pakai di larang-larang? aku telepon Ayah dan Kakak nih, kalau kamu marah-marah sama aku.'' Ancam Keira seperti seorang anak kecil yang ingin mengadu dan tiba-tiba air mata Keira menetes membahasi wajah cantiknya itu. Mendengar ancaman Keira dan tetesan air mata Keira, Kevin akhirnya mengalah.


''Oke-oke, aku tidak akan marah. Silahkan kalian habiskan. Tapi kamu jangan menangis.'' Ucap Kevin pada Keira yang sudah sesenggukan.


''Iya ih, Papa sama sekali nggak asyik. Makan sekali-kali tidak apa-apa, Pah.''


''Udah ah, Mama kenyang. Mama mau pulang saja.'' Keira lalu beranjak dari duduknya dan berjalan keluar meninggalkan restoran.


''Mah, ini belum habis.'' Teriak Marvel.


''Papa juga sih, datang marah-marah. Mama ngambek kan jadinya. Padahal aku sudah larang Mama untuk memberitahu Papa. Aku juga mau pulang.'' Marvel pun ikutan kesal dengan sikap Papanya. Ia beranjak dari duduknya lalu menyusul Mamanya.


''Ini pada kenapa sih? semua pada marah. Keira juga kenapa? tiba-tiba aneh begitu.'' Gumam Kevin sambil mengacak rambutnya.


''Permisi Tuan, ini pesanannya.'' Seorang pelayan tiba-tiba datang dengan membawa empat box pizza dan empat cup jumbo ice cream


''Pesanan? pesanan siapa?'' tanya Kevin heran.


''Pesanan atas nama Nyonya Keira. Nyonya Keira memesan empat box pizza dan empat cup jumbo ice cream.'' Jelas pelayan itu.


''Hah? sudah makan sebanyak ini, masih bungkus pula. Yang benar saja Keira,'' gumamnya dalam hati.


''Oh iya, saya suaminya. Ini bilnya Tuan, sama yang ada di meja juga belum di bayar.''


''Apa yang di meja belum di bayar juga? astaga, gimana sih Keira ini. Aku tidak ikut makan, malah di suruh bayar, bukan main,'' gerutunya dalam hati. Kevin kemudian memberikan kartu kreditnya pada pelayan itu untuk membayarnya. Setelah semuanya terbayar, Kevin menyusul Keira pulang.

__ADS_1


''Aku tidak boleh membiarkannya marah. Kalau dia marah, aku tidak bisa mendapatkan jatah. Mana tadi pagi di tolak. Alamat puasa lagi deh,'' gerutunya dalam hati.


Bersambung....


__ADS_2