Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 270 Baby Girl


__ADS_3


Tak terasa usia kandungan Keira telah memasuki usia 9 bulan. Dan hari ini mereka baru selesai melakukan photoshoot maternity.


''Sayang, kok melamun? Habis photoshoot bukannya happy kok malah sedih.''


''Bagaimana aku tidak sedih, Mas. Aku sangat ingin melahirkan normal tapi hasil pemeriksaan kemarin membuatku sedih. Aku harus melakukan operasi cesar.''


''Sudahlah sayang, jangan di buat sedih ya. Ini yang terbaik untuk kamu dan baby kita. Hal seperti itu sudah biasa sayang. Aku juga ingin kamu melahirkan normal tapi Tuhan berkehendak lain. Ini juga di luar kuasa kita kan? Jadi kamu jangan sedih ya.''


''Iya Mas, untung saja photoshoot hari ini semuanya lancar. Sedangkan kita juga sudah membuat planning bulan yang lalu, mau di batalkan juga tidak bisa. Tapi setidaknya aku sudah punya kenangan dengan perut buncitku ini. Mas, besok kamu akan menemani aku kan?''


''Tentu saja sayang, besok aku akan menemani kamu. Sudah sebaiknya sekarang kamu istirahat, besok pagi kita ke rumah sakit. Alan sudah menyiapkan semua yang terbaik untuk kita.''


''Iya Mas. Jangan tinggalin aku ya.''


''Iya sayang.''


''Terima kasih ya Mas, sudah membuatku merasa tenang untuk melewati ini. Aku awalnya sangat sedih saat melihat hasil pemeriksaan kemarin.''


''Bayi kita sehat, sempurna dan berat badannya juga sudah normal sayang. Kita berdoa ya semoga semuanya sehat dan lancar.''


''Amin.''


Keesokan harinya. Hari yang begitu mendebarkan untuk Keira. Dimana ia harus berjuang untuk melahirkan buah hatinya melalui proses caesar. Kevin pun ikut menemani proses kelahiran Keira di dalam ruang operasi. Tangan Kevin terus menggenggam erat tangan Keira karena Keira memang tidak di bius total. Sekalipun tidak tega melihat proses itu tapi lebih tidak tega lagi jika Kevin harus meninggalkan Keira sendirian di dalam ruang operasi.


Dan setelah melewati perjuangan melelahkan, tangisan bayipun membuat air mata bahagia Kevin keluar membahasi wajahnya.


''Selamat ya Tuan, babynya perempuan sehat dan tidak kurang satu apapun.'' Ucap Dokter. Kevin hanya bisa tersenyum dan tak bisa berkata-kata.


''Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah. Mas, aku jadi Ibu.'' Ucap Keira.


''Iya sayang, selamat ya sayang. Kamu hebat.'' Kevin memberikan kecupan di kening istrinya.


Beberapa jam setelah operasi, Keira pun sudah bisa di pindahkan di kamar rawat inap.


''Sayang, dia cantik sekali seperti kamu.'' Ucap Kevin sambil menggendong putri kecilnya.


''Hidungnya mirip sekali denganmu, Mas.'' Ucap Keira.


''Akhirnya cucu Ayah lengkap ya. Punya cucu perempuan dan laki-laki.'' Sahut Pak Ammar.


''Dia mirip sekali denganmu, Kei.'' Sahut Kenny.


''Masa sih, Kak?''


''Iya, Kei cuma hidungnya lebih mancung dia. Hidungnya mirip Papanya sih,'' ucap Kenny.


''Ihh itu artinya hidung aku pesek dong,'' protes Keira.


''Nggak ah, anak Ayah cantik. Hidungnya juga nggak pesek. Jangan dengerin Kakak kamu,'' sahut Pak Ammar.


''Mama!" seru Marvel yang masuk bersama Gina dan Miko.


''Sayang, lihatlah adik kamu perempuan.'' Kata Keira.


''Mana Pah, aku mau lihat.'' Kata Marvel dengan begitu antusias. Kevin membungkuk dan menunjukkannya pada Marvel.


''Cantik sekali seperti Mama. Akhirnya aku punya adik.''


''Kak Kevin, Keira, selamat ya. Cantik banget babynya.'' Ucap Gina.


''Iya lho cantik banget. Selamat ya Kei-Kev,'' sambung Miko.


''Iya Kak, makasih ya. Sebentar lagi giliran Mbak Gina.''

__ADS_1


''Iya doain ya semoga semuanya lancar.''


''Amin.''


''Oh ya kapan boleh pulang?'' tanya Miko.


''Besok juga udah boleh pulang, Mik. Karena semuanya juga sehat-sehat saja.'' Jawab Kevin.


''Syukurlah kalau begitu.''


''Makasih ya Kak, sudah aku repotkan untuk menjaga Marvel.'' Sambung Keira.


''Ah sudahlah Kei, tidak perlu berterima kasih. Memang sudah sepantasnya seperti itu kan.'' Jawab Miko.


''Mah, adiknya mau diberi nama siapa?'' tanya Marvel.


''Namanya Ilona Rachel Putri Sanjaya, artinya anak perempuan yang ramah, cantik dan bercahaya. Kalau Sanjaya nama keluarga Papa, sayang. Kamu bisa memanggilnya Rachel.'' Jelas Kevin.


''Bagus Pah. Rachel dan Marvel, bukankah itu sangat pas?''


''Pas sekali, Marvel. Kakek punya tiga cucu sekarang. Ada kamu, Axelle dan Rachel.'' Sahut Pak Ammar.


''Iya Kek dan aku jadi punya dua adik. Aku akan menjadi Kakak yang baik untuk adik-adik aku.''


''Eittsss masih satu lagi, Marvel. Ini sebentar lagi Tante Gina.'' Sahut Miko.


''Oh iya, jadi punya tiga dong. Wah, tugasku semakin berat.'' Celetukan Marvel membuat seisi ruangan tertawa.


-


Keesokan harinya, Johan dan Laras sedang dalam perjalanan ke rumah Keira. Karena hari ini Keira sudah di perbolehkan untuk pulang.


''Senangnya akhirnya Keira melahirkan juga meskipun harus caesar.'' Ucap Laras pada Krisna.


''Iya sayang, aku juga bersyukur karena baby dan Ibunya baik-baik saja. Aku juga sempat terkejut mendengar cerita itu dari Tuan Kevin tapi sekarang aku juga ikut lega karena semuanya berjalan lancar.''


''Sabar ya sayang, kita harus positif thinking.''


''Iya deh. Oh ya tapi aku hari ini seneng juga sih.''


''Kenapa?''


''Hehehe aku bakal dapat uang dari Johan.''


''Uang apa?''


''Uang taruhan lah. Waktu itu kita taruhan nebak anaknya Keira cewek apa cowok. Aku nebak cewek dan si Johan nebak cowok. Jadi aku bakal dapat uang 5 juta, hehehe lumayan.''


''Dasar kamu ya!" kata Krisna sambil mengacak rambut Laras.


''Ya dia duluan Kak yang mulai, rezeki kita tahu.''


''Kalian ini memang benar-benar aneh.''


-


''Permisi, hai Kei!" sapa Laras begitu masuk ke kamar Keira.


''Hei Ras. Ayo masuk!" ucap Keira yang sedang menggendong Rachel, sedangkan Kevin merapikan baby box milik Rachel.


''Selamat pagi, Tuan.'' Sapa Krisna.


''Hei Kris, pagi.''


''Selamat ya Tuan-Nyonya, atas kelahiran putri kecilnya. Dia sangat cantik.'' Ucap Krisna.

__ADS_1


''Iya Kris, terima kasih. Jelas lah cantik, dia ini my princess.''


''Kei, aku boleh gondeng nggak? Siapa tahu cepet nular?'' sahut Laras.


''Boleh kok, Ras.'' Keira kemudian memberikan Rachel ke dalam gendongan Laras.


''Ya ampun Kei, sumpah ih cantik banget. Jadi nggak sabar pingin cepet punya baby. Kapan ya gue hamil, Kei.''


''Sabar, Ras. Sebentar lagi juga bakalan hamil kok. Oh ya katanya mau bareng-bareng sama Johan, mana dia?''


''Masih di jalan katanya.'' Laras senang sekali menggendong Rachel. Laras pun mengayunnnya dengan sangat pelan dalam gendongannya.


''Selamat pagi semua!" sapa Johan pada semuanya karena kebetulan pintu kamar Keira terbuka.


''Hai Jo, masuk-masuk!" sahut Keira.


''Tuan Kevin, selamat ya atas kelahiran putri kecilnya. Semoga menjadi anak yang sholeha, sehat selalu, berbakti kepada orang tua dan berguna bagi nusa, bangsa, agama dan negara.'' Ucap Johan dengan sejelas-jelasnya.


''Iya Jo terima kasih untuk doanya.''


''Amin, terima kasih untuk doanya Om Johan. Doanya sangat lengkap ya.'' Ucap Keira terkekeh.


''Harus dong, lebih spesifik lebih bagus,'' timpal Johan dengan tawa kecilnya.


''Keira, selamat ya. Cantik banget lho babynya.'' Sahut Tessa


''Terima kasih Mbak, Tessa. Namanya anak perempuan pasti cantik.''


''Perpaduan antara Papa dan Mamanya yang sangat pas.'' Sambung Tessa.


''Oh ya Kei, namanya siapa?'' tanya Laras.


''Namanya Ilona Rachel Sanjaya jadi panggilannya Rachel.'' Jelas Keira.


''Nama yang sangat cantik sekali. Ya ampun gemes deh gue, Kei. Semoga gue cepet nyusul ya.''


''Amin.'' Sahut Keira.


''Tenang Laras, aku juga belum kok. Semoga aku juga cepat nyusul,'' sambung Tessa.


''Amin Mbak.''


''Oh ya Jo, nggak lupa kan?'' Laras mengingatkan Johan tentang taruhan mereka.


''Iya-iya gue nggak lupa.'' Jawab Johan pasrah.


''Apaan sih, Ras?'' tanya Keira.


''Hehehe taruhan waktu itu, Kei.''


''Astaga, kalian ini masih saja ya.''


''Tuh biar si Johan nggak ngotot lagi. Lumyan kan Kei, hehehe.''


''Selalu menjadi yang terbulli,'' timpal Johan sambil menggaruk kepalanya.


''Untuk yang menang di kenakan pajak ya? Karena sudah membuat taruhan atas naman istri dan putriku,'' sahut Kevin dengan sorot mata yang tampak menyeramkan.


''Sudah-sudah, sebaiknya ayo kita ke bawah makan dulu.'' Ajak Keira.


''Ras, sini Rachelnya. Kalian makan dulu ya atau sekedar nyemil.'' Ucap Keira.


''Sini sayang, biar aku gendong Rachelnya. Kasihan kamu capek, apalagi kamu semalam begadang.'' Ucap Kevin seraya mengambil Rachel dari gendongan Keira.


''Makasih ya, Mas.''

__ADS_1


''Sama-sama sayang.''


Bersambung...


__ADS_2