
''Mas, aku bisa makan sendiri.'' Kata Keira saat mereka tengah makan malam bersama.
''Tidak apa-apa, sekali-sekali di suapi suami kan tidak masalah. Kamu juga baru keluar dari rumah sakit.'' Bujuk Kevin.
''Dia itu masih sehat, bukan cacat ataupun lumpuh jadi kamu tidak usah bersikap berlebihan Kevin.'' Sahut Nyonya Rosa dengan sikap judesnya.
''Aku hanya ingin memanjakannya, Tante. Semua masalah yang menimpa istriku adalah aku penyebabnya. Kalau Tante tidak nyaman dengan kami, kami akan makan di teras samping rumah saja.'' Tanpa menunggu jawaban dari Nyonya Rosa, Kevin pun mengajak Keira menuju teras samping rumahnya.
''Kevin, Kevin, kenapa kamu selalu menjadi orang bodoh kalau sudah jatuh cinta. Dan kenapa wanita pilihanmu selalu wanita miskin. Bukan wanita yang sederajat dengan kita.'' Gerutu Nyonya Rosa dengan begitu kesalnya.
''Oma, dia itu Mama ku. Oma jangan bicara seperti itu. Mama itu wanita baik.'' Sahut Marvel. Marvel pun merasa kesal jika Nyonta Rosa selalu menjelek-jelekkan Mama sambungnya itu.
''Marvel, kamu itu hanya anak kecil. Kamu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dia itu hanya memakai topeng untuk bisa mendapatkan semua yang Papa kamu miliki. Jadi kamu jangan bersikap bodoh seperti Papa kamu.''
''Ih Oma nyebelin! Aku tidak suka dengan Oma!" Marvel pun marah dan pergi meninggalkan ruang makan.
''Marvel! Marvel! Mau kemana kamu? Habiskan makananmu dulu,'' teriak Nyonya Rosa.
''Aku mau tidur saja. Aku sudah kenyang!" sahut Marvel dengan nada suara marah pula.
''Tidak disini, tidak di rumah Miko, mereka semua susah sekali di atur. Miko juga mendadak pergi bulan madu segala. Aku sudah menyiapkan Nadia untuknya tapi dia malah pergi.'' Gerutu Nyonya Rosa.
-
Keesokan harinya, Keira sedang membantu Kevin untuk bersiap ke kantor. Keira menyiapkan pakain, sepatu, jam tangan bahkan sampai ikat pinggang. Kevin yang baru saja saja keluar dari kamar mandi, melihat istrinya begitu sibuk.
''Kei, kamu sedang apa?''
''Sedang menyiapkan semua keperluanmu, Mas.'' Kevin kemudian mendekat dan menarik Keira dalam pelukannya. Keira pun sangat terkejut dengan sikap suaminya itu. Kini Keira pun telah berada dalam dekapan dada bidang suaminya.
''Kamu jangan banyak gerak, Kei. Luka punggungmu masih belum sembuh betul.''
''Iya tapi aku bosan kalau harus berbaring, duduk dan diam saja. Aku hari ini mau antar Marvel ke sekolah ya. Setelah itu aku mau bertemu dengan Johan dan Laras. Dan setelah bertemu mereka, aku langsung menjemput Marvel sekaligus kita makan siang bersama.''
__ADS_1
''Baiklah boleh saja. Kamu memang butuh refreshing dan hangout bersama teman-teman mu. Dan itu ide bagus juga. Nanti kamu tidak usah ke kantor, biar aku yang menyusul kamu ke restoran ya.''
''Oh ya tapi Tante Rosa bagaimana?''
''Biar di rumah lah. Kan ada Bi Nani dan Rima juga.''
''Ya sudah sekarang lepaskan aku dari pelukanmu ini dan cepatlah pakai bajumu, Mas.''
''Iya-iya. Tapi kamu tahu dia sudah turn on.''
''Memangnya kalau turn on apa yang harus aku lakukan? Aku baru sembuh? Jadi aku pun tidak bisa memakan lolipopnya.'' Ketus Keira.
''Hehehe iya aku akan tahan sampai kamu benar-benar sembuh. Sini aku cium dulu boleh kan?'' ucap Kevin dengan tatapan menggoda. Keira pun mengangguk dengan senyumnya. Kevin lalu mencium kening, mata, pipi, hidung dan terakhir bibir Keira dengan gemasnya. Semua wajah Keira sudah di penuhi dengan kecupan Kevin.
''Mas, wajah aku bau nih kena jigong kamu.''
''Enak saja, aku sudah gosok gigi ya. Awas ya jangan di usap.'' Ancam Kevin.
''Tapi aku akan membalasnya.''
''Jangan hapus dan jangan bercermin ya, Mas.'' Kata Keira.
''Baiklah tidak akan aku hapus. Aku sekarang akan memakai bajuku. Kalau lama-lama seperti ini, juniorku akan meledak karena hasratnya tidak tersalurkan.'' Ucap Kevin sembari berlalu. Keira pun tertawa melihat wajah Kevin penuh dengan noda lipstiknya. Kevin tidak menyadari bahwa wajahnya, sampai lehernya penuh dengan noda lipstik Keira.
Setelah bersiap, Kevin dan Keira pun turun ke bawah untuk sarapan pagi. Marvel yang sudah berada disana pun menahan tawanya saat melihat Papanya. Begitu juga dengan Bi Nani dan Rima yang sedang membantu Marvel untuk sarapan.
''Nyonya pagi-pagi sudah semangat sekali ya,'' celetuk Bi Nani sambil menahan tawanya.
''Iya nih, sepertinya energi Nyonya sudah pulih kembali.'' Sahut Rima. Mendengar ucapan Bi Nani dan Rima, membuat Keira terkekeh.
''Papa kenapa? Habis di gigit nyamuk ya? Kenapa wajahnya merah-merah seperti itu?'' tanya Marvel dengan polosnya melihat wajah dan leher Papanya terkena noda lipstik warna pink milik Keira.
''Merah-merah? Tidak ada yang merah.'' Kata Kevin.
__ADS_1
''Ya ampun, Kevin. Kamu ini menjijikkan sekali.'' Kata Nyonya Rosa. Nyonya Rosa sendiri yang baru saja kembali dari taman belakang rumah. Melihat wajah Kevin penuh noda lipstik, membuat Nyonya Rosa merasa jijik.
''Apanya yang jijik sih Tante?''
''Apa yang kamu lakukan pada Kevin, Keira? Kamu ingin membuatnya malu? Iya?'' ucapnya dengan suara meninggi.
''Tante kenapa malah marah-marah dengan Keira?'' ucap Kevin. Nyonya Rosa yang kesal, lalu menyeret Kevin untuk melihat ke arah kaca almari yang tidak jauh dari ruang makan.
''Lihat wajahmu!" ucap Nyonya Rosa. Kevin terkejut melihat bekas bibir Keira yang menempel di wajah dan lehernya.
''Sayang, kamu sengaja ya?'' ucap Kevin sambil melihat ke arah Keira.
''Kan impas 1-1,'' ucap Keira seraya tertawa.
''Yang ada satu kantor bisa mentertawakan aku.'' Kata Kevin.
''Maaf ya, Mas. Habisnya kamu duluan yang memulai. Jadi aku membalasnya, hehehe.''
''Dasar ya kamu wanita murahan. Sengaja ingin mempermalukan keponakanku.'' Suara menggelegar Nyonya Rosa, membuat seisi rumah menjadi terdiam sepi. Kevin kemudian berjalan mendekat ke arah Keira dan memeluknya dari belakang.
''Tidak perlu memarahi Keira seperti itu, Tante. Dia kan istriku. Berbeda lagi kalau bekas bibir ini ada pada pria lain selain aku. Jadi dia bukan wanita murahan, dia wanita baik-baik. Sebaiknya kita sarapan saja daripada pagi-pagi harus marah.''
''Sayang, jangan masukkan hati ucapan Tante Rosa ya.'' Bisik Kevin tepat di telinga Keira. Keira hanya mengangguk dalam diamnya.
''Nyonya Rosa sangat menganggu suasana. Kapan dia kembali ke habitatnya ya?'' bisik Bi Nani pada Rima.
''Husss Bibi ini, memangnya Nyonya Rosa sekumpulan hewan apa.''
''Iya, dia kan rajanya singa. Rumah ini selalu saja terjadi huru-hara saat dia disini. Aku justru senang melihat Nyonya dan Tuan mesra seperti itu. Dia sepertinya tidak pernah seperti itu.'' Kata Bi Nani.
''Bagaimana dengan suaminya ya? Kenapa suaminya betah punya istri seperti itu ya, Bi.''
''Ya siapa tahu suaminya itu pawangnya. Sudah-sudah ayo kita kembali bekerja. Aku malas sekali melihat Nyonya Rosa yang lebih mirip nenek lampir.'' Bi Nani dan Rima kemudian pun berlalu meninggalkan ruang makan.
__ADS_1
Bersambung....