
Saat Kevin, Keira dan Krisna berjalan keluar hotel, mereka baru menyadari kalau Mauren sudah tidak ada bersama mereka.
''Mas, dimana Mauren?''
''Oh iya. Aku baru ingat. Kris, kamu melihat Mauren?''
''Tadi Nona Mauren keluar tapi saya juga tidak tahu kemana.''
''Kita ajak Mauren juga lah, Mas. Dia kan tim sukses kita.'' Kata Keira.
''Ya sudah, aku telepon sebentar.'' Kata Kevin sambil mengeluarkan ponselnya.
''Sini biar aku yang meneleponnya, Mas.'' Kata Keira seraya mengambil ponsel Kevin dari genggamannya.
''Siapa nama kontaknya, Mas?'' tanya Keira.
''Ya Mauren lah, Kei. Mau siapa lagi,'' kata Kevin. Keira lalu mencari nama Mauren dan segera meneleponnya. Mauren yang berada di toilet sangat senang saat ada nama Kevin di layar ponselnya.
''Halo Kevin, kamu mencariku?'' ucapnya dengan suara sok seksi.
''Iya Mauren. Aku ingin mengajakmu merayakan keberhasilan rapat tadi. Kamu kan juga punya peran yang sangat penting. Kamu dimana?''
Mendengar suara Keira, Mauren sangat kesal. Namun ia berusaha menahan kekesalannya untuk bermain cantik.
''Oh, aku sedang di toilet.''
''Baiklah kami menunggumu di lobi.''
''Oke.'' Singkat Mauren sambil mengakhiri panggilannya.
''Sumpah, dia sangat menyebalkan. Kenapa dia bisa bahasa Mandarin juga sih? Siapa sih dia sebenarnya? Aku harus tahu siapa dia sebenarnya. Oke, untuk kali ini dia menang tapi lihat saja nanti. Aku akan memenangkan hati Kevin.'' Gumam Mauren sambil mengoleskan kembali lipstik warna merah di tangannya itu.
Sesampainya di restoran, mereka pun duduk berempat.
''Tuan, saya pindah saja. Tidak nyaman kalau harus satu meja dengan kalian.'' Kata Krisna.
''Tidak usah, Pak. Duduk satu meja saja. Kita kan sedang merayakan keberhasilan kita. Masa iya mau duduk sendiri-sendiri. Santai saja Pak Krisna, jangan kaku seperti Tuanmu ini. Seperti kanebo kering,'' seloroh Keira dengan tawanya.
''Apanya yang kaku, Kei? Kamu juga suka yang kaku-kaku kan?'' goda Kevin.
''Ah Mas ini bisa saja.''
''Oh ya Nyonya hari ini hebat sekali. Wah, saya tidak menyangka kalau Nyonya bahasa Inggrisnya fasih dan bahasa Mandarinnya juga keren.'' Puji Krisna sambil mengacungkan dua jempolnya.
''Aku juga masih belajar Pak Krisna. Jadi jangan berlebihan.''
''Oh ya, kamu kok bisa bahasa Mandarin juga sih? Hebat lho kamu, Kei.'' Puji Kevin.
''Mmmm ya aku belajar otodidak aja, Mas. Gara-gara suka film mandarin juga.''
''Kamu memang hebat.'' Kata Kevin sambil mengusap kepala istrinya.
''Nah, itu pesanannya datang. Aku lapar dan sangat haus. Ternyata berada di ruang rapat seperti itu benar-benar menguras energi ya.'' Kata Keira dengan mata berbinar saat melihat makanan yang mereka pesan datang.
''Terima kasih untuk kerja kerasmu hari ini ya istriku.''
''Sama-sama, Mas. Oh ya kita ucapin makasih juga buat Mauren. Dia juga sudah banyak membantu kamu lho, Mas.''
__ADS_1
''Pasti dong! Makasih ya, Mauren. Makasih untuk bantuan kamu ya.''
''Iya sama-sama, Kevin. Sudah seharusnya kita itu saling membantu.''
''Terima kasih untukmmu juga ya, Kris. Sebentar lagi smartwatch akan segera di produksi.''
''Sama-sama Tuan.''
Setelah selesai makan bersama di restoran, mereka berempat lalu kembali ke kantor. Mauren dengan kesal kembali ke ruangannya sedangakan Kevin dan Keira kompak bergandengan tangan menuju ruangannya. Krisna lalu kembali juga keruangannya.
''Aku kenyang sekali, Mas.'' Kata Keira sambil membanting tubuhnya di atas sofa.
''Ya kali habis makan masih lapar.'' Kata Kevin seraya membuka jasnya.
''Oh ya, Mas. Aku harus menjemput Marvel.''
''Aku sudah meminta Pak Wahyu untuk menjemputnya. Karena aku tahu kalau kamu pasti capek.'' Kevin kemudian menyusul duduk di samping istrinya.
''Jadi kapan kita akan pergi honeymoon?''
''Kita pergi bertiga kan Mas?''
''Biarkan Marvel di rumah. Kita pergi berdua saja.''
''Kasihan Marvel kan, Mas.''
''Biar Miko dan Gina yang mengurusnya. Toh ada Ayah dan kakak kamu juga. Aku ingin menghabiskan waktu denganmu, Kei.'' Kata Kevin sambil mengecup punggung tangan Keira berkali-kali.
''Kita nanti merepotkan mereka lagi, Mas.''
''Mereka juga pasti akan mengerti. Apalagi Marvel sangat ingin punya adik jadi dia pasti akan membiarkan kita pergi berdua.'' Bujuk Kevin.
''Iyalah. Kamu kan milikku, Marvel sendiri kan yang sudah memilih kamu sebagai istriku. Jadi ya Marvel harus mengerti.''
''Ya ampun, masa iya anak kecil di suruh ngertiin Papanya.''
''Iya dong. Apalagi Papanya sudah lama hidup sendiri jadi otomatis sekarang butuh teman. Teman makan, teman mandi, temn hidup dan teman tidur juga.'' Kata Kevin sambi meniup manja telinga istrinya.
''Mas, geli ah.'' Kata Keira. Kevin yang gemas, lalu mengangkat tubuh Keira keatas pangkuannya.
''Mas, kamu mau apa? Jangan mesum! Ini di kantor.'' Kata Keira memperingatkan.
''Siapa yang mesum? Aku hanya ingin bermesraan denganmu saja. Aku semakin, semakin dan semakin mencintai kamu.'' Kata Kevin sambil mengecup hidung Keira.
''Sekarang kamu benar-benar sudah bucin dengan ku ya, Mas. Kamu baru tahu kan kalau seorang Keira itu sangat mengagumkan. Apalagi klienmu langsung jatuh cinta padaku dan dengan mudahnya memberikan kita hadiah.''
''Iya kamu benar. Kamu memang memiliki daya tarik tersendiri. Kamu bisa dengan mudah membuat orang jatuh cinta. Apa klienmu dulu ada yang jatuh cinta padamu?''
''Ada lumayan sih. Tap aku menolaknya karena saat itu aku masih menunggu Ferdi kembali.''
''Hmmm malas sekali aku mendengar nama itu.''
''Salah siapa tanya-tanya. Oh ya Mas, makasih juga untuk dukunganmu hari ini. Kamu sudah mempercayakan semuanya padaku. Awalnya gugup tapi akhirnya bisa juga.''
''Sama-sama, istriku sayang.''
''Oh ya Mas, kamu mau membantuku kan?''
__ADS_1
''Membantu apa?''
''Tolong berikan Pak Krisna undangan makan malam di sebuah restoran atas nama kita. Dan aku akan meminta Laras untuk datang ke restoran itu nanti malam. Kamu bisa membantuku kan?''
''Itu masalah kecil, sayang. Tapi apa imbalan yang akan kamu berikan untuk bantuan ini?''
''Bagaimana kalau nanti malam, aku buatkan kamu masakan yang super spesial?''
''Tidak mau! Itu sudah biasa, yang lain.''
''Mmmm kalau aku traktir makan di luar bagaimana?''
''Tidak mau juga."
''Aku belikan kamu sepatu, tas, kemeja, jas dan dasi bagaimana?''
''Itu juga tidak mau! Aku sudah punya banyak.''
''Terus apa dong, Mas? Ini itu nggak mau,'' kesal Keira.
''Aku mau sesuatu yang nikmat dan bikin merem melek.''
''Sesuatu yang nikmat bikin merem melek? Apaan Mas? Kopi panas gitu?''
''Bukan tapi susu.''
''Susu? Ya ampun cuma susu aja banyak basa-basi deh. Ya udah aku ke pantry sebentar ya.'' Kata Keira yang berusaha beranjak dari pangkuan Kevin. Namun Kevin buru-buru menarik Keira dalam pangkuannya.
''Apalagi sih, Mas? Katanya mau susu, kok aku di tarik lagi.'' Gerutu Keira.
''Hmmmm bukan susu itu, Kei.''
''Lalu susu apa? Susu kuda liar?'' kata Keira dengan kesal.
''Susu yang ini.'' Kata Kevin sambil meraba dua gunung kembar milik Keira. Keira melirik tajam kearah Kevin yang justru tersenyum manis pada Keira.
''Ihhh kamu ini benar-benar ya, Mas.'' Kata Keira sambil menepis tangan Kevin dari dadanya.
''Tadi pagi kan udah, semalam juga udah, masa iya minta lagi.'' Sambung Keira.
''Kan tiga kali sehari. Baru juga satu kali, tadi pagi. Kan ini asupan wajib biar makin sehat.''
''Hmmmm nanti kalau kita punya anak lagi, jangan-jangan kamu juga nggak mau ngalah lagi.'' Judes Keira yang tak habis pikir dengan stamina seksual suaminya.
''Ayolah sayang. Kamu dapat pahala lho menyenangkan suami, sebentar saja.'' Rayu Kevin sambil mengecup leher Keira.
''Tapi nanti kalau ada karyawan kamu masuk bagaimana?'' tanya Keira yang akhirnya mengalah juga. Kevin lalu meraih remote di hadapannya dan menekan tombol off, seketika pintu otomatis terkunci dan tirai otomatis tertutup.
''Sudah aku tutup dan semuanya aman.''
''Dasar suami mesum!" kata Keira sambil menarik hidung mancung Kevin.
''Aku sudah mengatakan, kalau aku sudah kecanduan kamu. Jadi berikan aku hidangan penutup siang ini.'' Kata Kevin. Kevin kemudian melahap bibir Keira, memberikan serangan ciuman yang begitu panas dan ganas. Sembari melahap bibir istrinya, tangan Kevin sudah menyelinap di balik blouse warna pastel yang Keira kenakan. Bermain dengan dua gunung yang kenyal dan membuatnya candu. Keira lalu membaringkan tubuh Keira di atas sofa. Ia pun mulai melucuti pakaian istrinya dan juga pakaiannya. Keira hanya bisa mendesah dan merintih nikmat di setiap sentuhan yang Kevin lakukan. Apalagi saat Kevin menenggelamkan wajahnya di antara dua gunung itu, sungguh membuat Keira mendesis nikmat. Siang itu Keira membiarkan Kevin melakukan apapun padanya, membiarkan Kevin mencumbu tubuhnya setiap inchi. ******* Keira justri semakin membuat Kevin bersemangat dan untuk pertama kalianya, mereka bercinta di kantor.
Mauren yang lupa dengan berkas milik Kevin, segera menuju ruangan Kevin namu saat Mauren sudah sampai di ruangan Kevin, Mauren begitu kesal karena ruangan Kevin tertutup dan terkunci rapat.
''Kenapa ruangan Kevin tertutup begini sih?'' batin Mauren. Mauren yang penasaran lalu mencoba menedengarkan apa yang terjadi dalam. Terdengar samar suara decapan khas bercinta dan suara ******* dari Keira. Mauren mengepalkan tangannya saat suara itu terdengar olehnya.
__ADS_1
''Menjijikkan sekali wanita itu. Apa yang dia lakukan sampai membuat Kevin seperti itu? Dia pasti ayam kampus yang sudah menjebak Kevin dan membuat Kevin gila. Dia lebih parah dari Kania dan lebih cerdik juga dari Kania.'' Gumam Mauren dalam hati sambil berlalu menahan kesal.
Bersambung......