Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 83 Gelisah Menunggu Tuan


__ADS_3

Setelah sampai di ruangannya, Kevin mengajak Keira untuk duduk di sofa. Ia kemudian mengambil beberapa helai tisu untuk mengusap wajah serta beberapa bagian tubuh Keira yang basah karena ulah Lily. Keira menatap pria yang ada di hadapannya itu, tidak menyangka jika Kevin memiliki sikap yang sangat perhatian padanya.


''Sebaiknya kita pulang saja dan kamu tenangkan diri kamu di rumah.'' Kata Kevin yang tampak hangat dan berbeda dari biasanya.


''Mas terima kasih sudah menolongku.'' Lirih Keira.


''Kenapa kamu masih saja berhubungan dengannya?''


''Aku tidak sengaja bertemu dengannya, Mas. Dia kan masih kerjasama dengan Mas, jadi sudah pasti kita bertemu disini.''


''Baiklah kalau begitu aku akan mengakhiri kerja sama ini. Supaya mereka tidak datang kemari lagi dan kita berhenti berurusan dengan mereka.''


''Apa itu tidak berlebihan? Apa itu tidak profesional, Mas?''


''Mereka yang tidak profesional karena membuat ulah di kantorku.'' Kevin lalu mengusap rambut Keira yang basah dan berusaha merapikannya kembali.


''Terima kasih ya Mas sudah menolongku hari ini.''


''Jangan ge-er dulu. Satu kantor ini tahu kalau kamu calon istriku. Masa iya aku mauembela orang lain,'' akunya.


''Ya sudah untuk apa membantuku, pencitraan saja.'' Kata Keira yang kesal dengan sikap Kevin yang ia anggap hanya sebuah pencitraan saja. Padahal sebenarnya Kevin mulai menaruh rasa pada Keira.


''Jangan banyak bicara. Sebaiknya aku antar kamu pulang.''


''Aku mau ke panti saja.''


''Untuk apa ke panti? Mau bertemu dengan pacarmu itu? Iya?'' kata Kevin dengan suara meninggi.


''Pacar? Pacar yang mana?''


''Itu si Leon.''


''Oh jadi Mas cemburu ya? Kalau Leon pacaraku, sudah pasti dia akan membawaku kabur.''


''Cemburu? Jangan ge-er.'' Sanggah Kevin.


''Kamu lupa dengan apa yang aku katakan kemarin? Atau perlu aku ingatkan lagi?'' sambung Kevin.


''Iya-iya, maaf.''


''Ingat ya pernikahan kita tinggal 3 hari lagi. Jadi sebaiknya kamu menurut saja. Biar nanti aku yang mengecek ke panti. Karena Miko juga ada disana.''

__ADS_1


''Iya-iya. Sekali terima kasih ya Mas untuk bantuannya. Aku senang sekali karena mereka akan tidur dengan nyaman.''


''Dan hari ini sekaligus proses aku memindahkan mereka ke rumah orang tuaku. Besok aku akan mengajakmu kesana.''


Keira kemudian memeluk Kevin. ''Mas terima kasih ya. Sekali lagi terima kasih. Setelah kontrak kita selesai, aku pasti akan menggunakan uang itu untuk membuka sekolah gratis.''


Kevin pun terdiam saat Keira tiba-tiba memeluknya seperti itu. Namun saat mendengar kata kontrak, tiba-tiba ia merasa sedih. Seperti biasa, Kevin berusaha menyembunyikan perasaannya.


''Iya sama-sama. Ya sudah ayo kita pulang.''


-


Malam harinya masih di rumah Kevin, Keira dan Marvel baru saja selesai makan malam namun Kevin masih belum juga pulang.


''Marvel, Papa kok belum pulang ya? Memang biasanya pulang jam berapa?'' tanya Keira yang tampak khawatir.


''Tidak pasti, Mah. Terkadang jam 10 bahkan sampai tengah malam. Memangnya kenapa Mah?''


''Tidak apa-apa. Ya sudah kamu ke kamar dulu ya. Mama beresin meja makannya dulu.''


''Kiss me please, Mom.'' Pinta Marvel sambil menyodorkan pipinya. Keira tersenyum lalu mengecup pipi serta kening Marvel.


''Iya Mah. Mama juga istrihat ya.''


''Iya sayang.'' Kata Keira. Marvel pun kemudian pergi ke kamarnya.


''Non, biar saya saja yang membereskannya,'' sahut Bi Nani.


''Tidak apa-apa, Bi. Biar saya bantu bawa masuk ke dapur.'' Kata Keira sembari membantu Bi Nani.


''Oh ya Bi, biasanya Tuan pulang jam berapa ya? Jam segini kok belum juga pulang.''


''Tidak tentu, Non. Kadang pernah tengah malam juga bahkan tak jarang paginya baru pulang. Memang sejak kepergian Nyonya Kania, Tuan lebih banyak menghabiskan waktunya di kantor daripada di rumah. Saya mengerti mungkin Tuan berusaha menyibukkan dirinya tapi disisi lain, waktu untuk Den Marvel sangat sedikit.'' Jelas Bi Nani. Keira hanya tersenyum menanggapi ucapan Bi Nani.


''Pasti Nona khawatir ya sama Tuan? Kenapa tidak menelepon langsung saja?'' goda Bi Nani yang membuat Keira salah tingkah.


''Ahh Bibi apaan sih, kan cuma tanya saja, Bi. Oh ya memangnya setelah Nyonya Kania meninggal, Tuan Kevin tidak pernah dekat dengan perempuan gitu Bi?''


''Sejauh ini tidak pernah, Non. Yang mengejar Tuan banyak tapi Tuan tidak pernah merespon. Ada yang namanya Nona Mauren, orangnya cantik, seksi dan agresif sekali pada Tuan tapi akhirnya Nona Mauren menyerah dan pergi ke luar negeri. Apalagi Den Marvel, selalu punya ide untuk menjahili Nona Mauren. Saya dan Rima juga tidak suka sama Nona Mauren, habisnya angkuh banget dan menyebalkan sekali. Yang jelas Nona Keira adalah perempuan pertama yang diterima oleh Tuan Kevin, terutama yang bisa membuat Den Marvel jatuh cinta sama Nona. Nona tanya-tanya terus, penasaran ya sama Tuan? Atau sudah tumbuh benih-benih cinta ya?''


''Bi Nani ini ada-ada saja. Masa cuma tanya tidak boleh sih, Bi. Apalagi seorang Tuan Kevin yang punya segalanya gitu, Bi.''

__ADS_1


''Tuan bukan pria seperti itu, Non. Tuan itu suami idaman paket komplit. Tampan sudah pasti, setia, mapan, penyayang dan pekerja keras. Hidupnya lurus-lurus saja, Non. Saya tahu karena sudah belasan tahun bekerja disini bahkan saat orang tua Tuan Kevin masih ada.''


''Oh begitu ya, Bi. Ya sudah Bi kalau begitu saya ke kamar dulu. Terima kasih ya Bi, sudah di bantu.''


''Sama-sama Non.''


Keira kemudian pergi menuju kamarnya. Entah kenapa Keira tiba-tiba merasa khawatir karena Kevin tak kunjung pulang. Di dalam kamar pun, Keira hanya mondar-mondir tidak jelas.


''Aduh, kenapa aku jadi khawatir seperti ini? Please Kei, jangan pernah melibatkan perasaan seperti ini.'' Gumam Keira yang berusaha tenang. Keira lalu keluar dari kamarnya dan memutuskan untuk menuju kamar Marvel.


''Marvel, kamu belum tidur?'' tanya Keira pada Marvel yang sedang duduk bersandar di atas tempat tidur.


''Eh Mama. Belum Mah, aku masih membaca buku.''


''Membaca buku apa sih?''


''Buku tentang astronomi.''


''Wah, buku bacaan kamu berat juga ya.'' Ucap Keira seraya duduk di tepi ranjang.


''Mama kenapa? Sepertinya ada sesuatu yang Mama khawatirkan.'' Selidik Marvel.


''Tidak! Mama tidak mengkhawatirkan apapun. Oh ya kamu sepertinya sudah mulai nyaman di sekolah baru ya?''


''Ya begitulah, Mah. Aku baru punya satu teman, namanya Anrez.''


''Bagus dong! Mama senang sekali mendengarnya. Kapan-kapan Mama juga ingin bertemu dengan Anrez.''


''Tentu saja, Mah. Aku juga sering menceritakan Mama sama dia.''


''Baiklah kalau begitu, sebaiknya kamu tidur ya. Besok harus bangun pagi. Mama akan temani kamu disini.''


''Makasih ya, Mah.'' Marvel lalu meletakkan bukunya dan masuk kedalam selimut. Tangannya lalu melingkar memeluk Keira. Keira selalu mengusap lembut kepala Marvel dan sesekali mengecupnya dengan penuh kasih sayang.


''Aku tidak pernah menyangka kalau aku akan berada di situasi seperti ini. Pertemuanku dengan Marvel, membuatku masuk dan terperangkap dalam kehidupan mereka. Tuhan, aku sangat menyayangi anak ini. Tapi aku dan Papanya tidak pernah akur.'' Kata Keira yang sedang berdialog dengan batinnya. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, Marvel pun sudah tertidur pulas. Sementara mata Keira masih terang benderang, ada seseorang yang sedang ia tunggu. Akhirnya Keira memutuskan untuk turun ke bawah menuju ruang tamu.


Keira melihat kearah luar jendela, namun tidak ada tanda-tanda kedatangan Kevin. Ia lalu duduk di sofa ruang tamu sambil memainkan ponselnya.


''Kenapa aku seperti orang aneh begini? Untuk apa aku menunggunya? Bukankah ini tidak gunanya?'' gumamnya dengan kesal. Keira merasa kesal karena tidak bisa memahami apa yang ia rasakan.


...Bersambung..... Yukkk kepoin IG author @dydyailee536 ada trailer vidio prewed yang bikin baperrr ❤️❤️😍...

__ADS_1


__ADS_2