
Keesokan paginya, Johan mengirim pesan pada grup chatnya yang berisi dirinya, Laras dan Keira.
GRUP CHAT
Johan : Hai-hai, gue besok mau grand opening cafe. Kalian jangan lupa datang ya jam 9 pagi.
Laras : Yeay sukses Jo! Berarti besok gratis dong.
Johan : Enak aja gratis, bayar dong! Yang ada tekor baru jualan udah di hutang :-(
Keira : Wah, sukses Jo. Besok gue datang deh.
Johan : Kei, plarisin dong! Suruh gitu anak buah Tuan Kevin makan siang di cafe gue, please.
Laras : Promo kok ngemis, wkwkwkw.
Johan : Strategi marketing.
Keira : Masakan elo enak nggak? Nanti gue udah terlanjur bilang sama suami gue, masakan elo nggak enak lagi.
Johan : Yaelah Kei, elo kan udah tahu cita rasa masakan gue seperti apa.
Laras : Jangan mau Kei, nanti sakit perut.
Johan : Ah elo, Ras bukannya bantuin temen malah ngledek. Nggak tahu apa lagi semangat buat ngumpulin duit buat biaya nikah.
Laras : Hahaha serius mau nikah? Emang Bu Tessa mau?
Johan : Ya maulah!
Laras : Wah, hebat nih bisa naklukin hati Bu Tessa. Dapat dukun hebat dari mana?
Johan : Hussss, dukun-dukun! Siapa yang ke dukun? Itu karena ketulusan gue.
Keira : Ras, asal elo tahu janda itu lebih menggoda begitu juga dengan duda.
Johan : Toss Kei! Kita sama, hahaha. Daripada elo punya calon suka tremor.
Laras : Sialan ya elo, Jo. Ngledekin aja. Malah enak tremor otomatis nggak usah di goyang.
Johan : Wkwkwkw sumpah ngakak. Dasar Laras!
Keira : Wah Laras nih, udah ngebet kayaknya.
Laras : Bangettttt, Kei. Hahahaha.
Johan : Bahas apaan sih kita dari cafe menuju yang lain.
Keira : Laras tuh mancing-mancing.
Laras : Ah sama aja kalian berdua suka mancing. Sumpah ya gue kangen sama kalian. Grup chat udah cuma tiga orang, mana sepi kayak kuburan.
Johan : Sama gue juga kangen. Habis mau gimana lagi kita semua pada sibuk dengan urusan masig-masing.
Laras : Iya ih. Keira sibuk dengan keluarga dan kehamilannya. Elo Jo, sibuk sama cafe dan Bu Tessa. Begitu juga gue lagi sibuk nata butik dan siap launching juga.
Keira : Iya gue kangen juga sama kalian. Kalian hebat ya pada jadi pengusaha. Aku masih begini-begini aja.
Johan : Begini apaanya Kei? Punta suami tajir, mapan dan sukses, kurang apa coba. Udah bener tugas elo ngrawat suami dan anak.
Laras : Bersyukur Kei, semua wanita di dunia, pasti ingin hidupnya makmur kayak elo.
Keira : Iya gue bersyukur kok. Kadang bete juga nggak ada kesibukan.
Johan : Fokus sama kehamilan elo dulu aja, Kei. Apalagi elo sempat keguguran jadi elo mesti hati-hati.
__ADS_1
Laras : Betul kata Johan. Menjadi Ibu dan istri adalah pekerjaan yang mulia Kei. Nanti gue juga bakalan kayak gitu kok. Elo masih suka mual dan muntah nggak?
Keira : Masih sering sesekali, Ras.
Laras : Gimana sih rasanya hamil? Enak nggak?
Keira : Rasain aja sendiri nanti, hahaha.
Johan : Suka ngidam nggak Kei?
Keira : Iya. Ngidamnya suka bikin Mas Kevin spot jantung. Habis gimana lagi, kalau nggak di turutin bawaannya pingin mewek melulu.
Laras : Gue yakin anak elo pasti cewek.
Johan : Kalau kayak gitu justru kebalikannya, Ras. Pasti anaknya cowok.
Laras : CEWEK!
Johan : COWOK!
Keira : Aduh kalian ini apaan sih? Cewek atau cowok sama aja yang penting sehat.
Laras : Kita taruhan!
Johan : Oke setuju! Apa taruhannya?
Keria : Kalian ini apa-apaan sih malah taruhan segala.
Laras : Udah Kei, ini urusan gue sama si Johan.
Johan : Iya Kei, elo diam aja. Elo rahasiain gendernya sampai elo lahiran.
Keira : Kalau kalian udah ribut gue angkat tangan 🤦
Laras : Uang lima juta, gimana?
Johan : Oke, gue setuju!
Laras : DEAL!
Johan : DEAL!
Laras : Oke, bye! Kei, sehat-sehat ya. Keep silent sampai lahiran.
Johan : Oke, bye juga! Sehat selalu ya Kei untuk Ibu dan babynya.
Keira : ?????
Kevin yang sedang berdiri di hadapan cermin, sedari tadi memperhatikan istrinya lewat pantulan cermin yang begitu sibuk dengan ponselnya. ''Sayang, kamu chat sama siapa sih? serius amat." Tanya Kevin penasaran.
''Ini si Johan share info di grup katanya dia besok mau launching cafe barunya, Mas."
"Oh begitu."
"Kamu mau nggak Mas bantuin aku?"
"Bantuin apa sayang?" ucapnya seraya berjalan mendekat kearah Keira.
"Ya bantu pelarisin Johan."
"Aku kan sudah memberimu kartu sayang, kamu bebas membelanjakan apapun."
"Poinnya bukan itu, Mas. Dia kan baru buka pasti senang kalau cafenya banyak yang mengunjungi. Jadi keramaian itu yang membuat daya tarik orang lain. Mereka pasti penasaran kenapa cafe itu ramai? otomatis mereka pasti ingin icip dong? Iya nggak, Mas. Strategi marketing, Mas. Ya supaya karyawan kamu tahu juga kalau ada cafe baru."
"Oh begitu, oke. Memang kapan bukanya?"
__ADS_1
"Besok jam 9, Mas."
"Ya sudah kalau begitu minta tolong Johan buat nyiapn tempat meeting disana untuk dua 15 orang, sekaligus makan siang disana. Untuk paginya, sediakan kue basah sama cappucino hangat untuk makan siangnya terserah mereka saja mau pilih yang mana. Kebetulan besok meeting terakhir sebelum launching proyek baru kita jadi mereka juga bisa santai di luar."
Keira kemudian memeluk suaminya. "Terima kasih ya suamiku, kamu baik sekali mau membantu usaha temanku. Makin cinta deh." Ucap Keira sambil memberikan ciuman ke wajah suaminya mulai dari kening sampai bibir.
"Aduh, pagi-pagi udah dapat sarapan kiss, langsung kenyang deh." Kata Kevin dengan senyum kecilnya.
"Apapun yang membuat kamu bahagia, akan aku lakukan sayang. Apalagi hanya untuk hal sekecil itu."
"Kalau begitu nanti aku boleh ya Mas, pergi ke cafenya Johan. Sekalian ngasih tahu dia, sekalian nanti aku menjemput Marvel."
"Iya sayang tapi pergi sama supir ya."
"Siap suamiku. Oh ya kamu mau sarapan apa?"
"Kamu tidak usah repot-repot, Bibi sudah menyiapkan semuanya."
"Ya sudah Mas, kalau begitu aku mau sarapan, lapar nih." Kata Keria sambil mengusap manja perutnya.
"Tidak mandi dulu?"
"Ah nanti saja, aku masih malas. Aku lapar nih, tumben bangun tidur lapar, biasanya muntah-muntah melulu."
"Baiklah ayo kita sarapan sama-sama. Sini aku gendong, sayang."
Keira mengangguk dan tersenyum menerima dengan senang hati tawaran suaminya.
"Morning anak tampan!" sapa Kevin.
"Morning juga Papa ku yang handsome."
"Buat Mama mana?"
"Morning Mamaku yang paling cantik."
Kevin kemudian menurunkan Keira dari gendongannya. Keira lalu memberikan kecupan hangat untuk putranya.
"Marvel, tas dan sepatunya sudah kamu berikan pada Anrez?"
"Belum Mah, Marvel kelupaan. Lagi pula setelah itu kan hari libur."
"Ya sudah kamu berikan hari ini saja ya."
"Iya Mah, sudah aku siapkan di mobil kok."
"Memangnya orang tuanya tidak tahu apa kalau sepatu dan tas anaknya rusak?" sahut Kevin merasa heran.
"Ya kan kamu tahu Mas, kalau Bu Tessa single mother dan sekarang sedang berjuang bersama Johan."
"Ya tapi untuk masalah sepatu dan tas masa iya sampai tidak memperhatian sih? Kan aneh."
"Hmmmm kamu saja bertahun-tahun mengabaikan Marvel, Mas." Sindir Keira.
"Lho-lho kok aku di bawa-bawa."
"Ya habisnya kamu suudzon terus sama mereka. Kita kan tidak tahu apa yang sedang mereka alami, Mas."
"Oke-oke, maaf. Aku salah tapi jangan ngegas."
"Siapa yang ngegas sih Mas? aku lagi duduk mau makan jadi nggak bawa gas," celetuk Keira pura-pura bodoh.
"Hmmmm salah lagi deh aku," gerutu Kevin dalam hati.
Bersambung..... Maaf yaaa upnya pelit, hehehe author sedang ada kesibuka lain, semoga bisa crazy up ya 🙏🙏
__ADS_1