Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 113 Cemburunya Keira


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Makan malam pun sudah Keira siapkan. Marvel juga sudah duduk di meja makan.


''Mah, kenapa Papa belum juga? Bukannya Papa sudah janji untuk pulang lebih cepat?'' Mendegar ucapan Marvel, Keira terdiam sejenak. Padahal perasaannya sendiri sedang tidak karuan.


''Mungkin Papa masih sibuk. Sebaiknya kamu makan saja dulu ya. Biar Mama yang menunggu Papa pulang.''


''Kasihan Mama. Mama sudah masak sebanyak ini tapi Papa malah ingkar janji,'' kata Marvel dalam hati.


Sementara itu, Kevin bersama Mauren baru saja selesai menikmati makan malam bersama klien. Hari ini Mauren berhasil memikat hati Kevin dengan cara mengajaknya bekerja sama dan dengan menunjukkan bahwa kini dirinya berbeda dengan dirinya yang dulu.


''Terima kasih untuk hari ini Mauren. Kamu sangat membantuku sampai kita lupa waktu.''


''Aku senang membantumu, Kevin. Setidaknya mereka semua deal dan mau menerima proyek baru kita. Tuan Steven Chou dari Hongkong tadi, pemilik emas terbaik di dunia. Jadi untuk smart watch kalangan atas milikmu, bekerja sama dengannya sangatlah tepat. Kualitas emasnya sudah tidak di ragukan. Selama lima tahun terakhir, aku belajar banyak hal Kevin. Dan Tuan Michael tadi mau mensuport aplikasi untuk smart watch milikmu jadi nanti smart watch itu memiliki identitas paten dari perusahaanmu.''


''Iya kamu benar. Aku bahkan belum berpikir sejauh itu, Mauren. Ide kamu memang brilian sih. Tidak terasa ini sudah jam 9, aku permisi dulu. Aku bahkan sampai melupakan janjiku bersama istri dan anakku.''


''Iya, sebaiknya kamu cepat pulang Kevin. Kasihan mereka pasti sangat kecewa dan aku juga mau pulang. Aku juga sangat lelah hati ini.''


Kevin dan Mauren kompak beranjak dari duduknya berjalan menuju halaman depan tempat parkir. Namun saat Mauren akan menuruni jalanan bertangga, ia terpeleset karena heelsnya. Kevin dengan tanggap menolongnya dan membuat Mauren memeluk erat Kevin. Kevin pun buru-buru melepaskan pelukan Mauren itu.


''Maaf Mauren. Kamu tidak apa-apa?''


''Tidak apa-apa. Maaf kalau aku memelukmu, aku hanya berusaha melindungi diriku suoaya tidak jatuh saja.'' Kata Mauren yang berlagak tidak enak, padahal ia sebenarnya sengaja melakukan itu supaya bibirnya menempel pada kemeja Kevin dan meninggalkan bekas lipstik.


''Hati-hati Kevin, aku pergi dulu."


''Kamu juga hati-hati dan terima kasih untuk kerja kerasmu hari ini.''


''Sama-sama Kevin.'' Kevin dan Mauren pun berlalu menuju mobil masing-masing.


-


Sesampainya di rumah, Kevin melihat Keira yang tertidur di ruang makan. Bahkan makanan itu masih tampak utuh. Kevin merasa bersalah karena melupakan janji makan malamnya. Kevin mendekat lalu mengecup pucuk kepala Keira dan itu membuat Keira terbangun. Melihat Kevin, wajah Keira mendadak berubah kesal.


''Baru pulang?'' sinis Keira.


''Maaf ya, Kei. Aku meeting dengan banyak klien pengembang proyek smart watch yang sedang aku rancang,'' jelas Kevin. Pandangan Keira lalu tertuju pada noda lipstik di kemeja Kevin.


''Yakin meeting dengan banyak klien? Bukan dengan teman lama kamu itu?''


''Sungguh aku tidak bohong. Baiklah, sekarang temani aku makan malam ya.''

__ADS_1


''Makan saja sendiri. Aku sudah mengantyk,'' ketus Keira. Keira pun berlalu meninggalkan Kevin menuju kamar. Kevin kemudian menyusul Keira menuju kamar.


''Kei, jangan marah. Maafkan aku ya. Aku tidak bohong.'' Kata Kevin sambil memeluk Keira dari belakang.


''Lalu noda lipstik di kemejamu?''


''Noda lipstik?'' tanya Kevin. Keira lalu melepaskan tangan Kevin yang melingkar memeluknya. Ia berbalik menghadap Kevin dan menarik kemeja Kevin yang ada bekas lipstik Mauren.


''Lalu ini apa? Meeting atau meeting?''


''Oh ini, astaga. Kamu salah paham, Kei. Aku saja tidak tahu kalau ada noda lipstik ini. Tadi pas mau pulang, Mauren hampir jatuh jadi aku berusaha memeganginya jadi ini pasti noda lipstiknya,'' jelas Kevin.


''Keganjenan banget sih. Oke dia cantik, seksi body kayak gitar spanyol, tapi dia sudah tahukan kalau kamu sudah punya istri? Kayak nggak ada cowok lain saja.'' Cerocos Keira dengan dengan dengusan kesal. Melihat Keira marah, bukanta kesal tapi Kevin justru gemas. Kevin kembali memeluk Keira dari belakang. Mengecup leher dan pipi istrinya itu.


''Kamu cemburu ya?'' bisik Kevin.


''Cemburu? Idih, siapa juga yang cemburu. Udah, aku mau tidur. Buang aja semua makanan di meja. Mulai besok kamu masak saja sendiri dan makan saja di kuar dengan klien mu itu.'' Keira lalu menepis tangan suaminya namun Kevin tidak membiarkan Keira lolos.


''Aku senang kamu marah.'' Ucapnya yang semakin erat memeluk Keira.


''Aku juga senang kalau kamu cemburu. Percayalah, aku tidak akan tergoda dengan Mauren. Ini semua hanya real bisnis, Kei. Sama sekali tidak ada perasaan di dalamnya.''


''Hei, kenapa istriku jadi minder seperti ini? Kamu itu sempurna.''


''Ah sudahlah, Mas. Aku mau tidur. Kalau kamu mau makan silahkan tapi kalau tidak buang saja makanannya.'' Keira akhirnya bisa melepaskan pelukan Kevin. Ia kemudian naik ke atas ranjang dan menutup sekujur tubuhnya dengan selimut. Kevin menghela nafas panjang, ia merasa sedih karena Keira marah padanya.


Ternyata, dari balik celah pintu Marvel melihat pertengkaran Papa dan Mamanya. Ia segera masuk ke kamar dan segera mengirim pesan pada Miko.


Marvel : Gawat, Om! Tante Mauren kembali dan membuat Papa-Mama bertengkar.


Miko : Apa? Si nenek sihir itu kembali? Kita harus atur strategi sebelum dia mengacau.


Marvel : Papa tadi menolak ajakan makan siang Mama dan aku. Dan Papa lupa dengan janji makan malamnya bersama kami. Mama marah karena melihat noda lipstik di kemeja Papa.


Miko : Baiklah, besok Om akan menemui Mama Keira supaya Mama Keira tidak salah paham dengan Papa.


Marvel : Terima kasih ya, Om.


Miko : Sama-sama. Pantau Papa dan Mama ya, kalau mereka belum baikan, kamu harus bisa mendamaikan mereka.


Marvel : Siap Om!

__ADS_1


Keesokan harinya, saat Kevin terbangun dari tidurnya, Keira sudah tidak ada di sampingnya. Ia melihat ponselnya jam sudah menunjukkan pukul 6.30. Kevin kemudian beranjak dari tempat tidurnya dan segera mandi bersiap ke kantor. Di bawah, Keira sedang menyiapkan sarapan untuk Marvel.


"Di habiskan ya sarapannya," kata Keira sambil mengelus kepala Marvel.


"Siap Mah!" jawab Marvel sambil melahap roti berlapis selai coklat di hadapannya.


"Pagi semua," sapa Kevin pada Marvel dan Keira. Kevin memberikan kecupan di pucuk kepala putranya, lalu memberikan kecupan di pipi Keira namun Keira tiba-tiba menghindar. Kevin merasa sedih karena Keira masih saja bersikap dingin padanya.


"Kei, mana sarapan untukku."


"Itu cuma ada roti sama selai. Percuma masak kalau harus terbuang." Kata Keira dengan sinis.


"Tidak apa-apa. Aku akan tetap memakannya. Ini sudah cukup kenyang kok." Kata Kevin dengan senyum lebarnya.


"Marvel, kamu sudah selesai kan sarapannya? Ayo Mama antar ke sekolah. Sekalian Mama juga mau ke panti."


"Oke Mah, aku ambil tas dulu di kamar ya."


"Iya, sayang." Kata Keira pada Marvel.


"Kei, kenapa kamu masih marah? Ayolah Kei, maafkan aku." Bujuk Kevin.


"Aku sudah memaafkanmu," ketus Keira.


"Apa yang harus aku lakukan supaya kamu tidak marah?"


"Katanya kamu senang melihatku, marah. Ya sudah aku akan tetap marah."


"Mah, Ayo!" sahut Marvel.


"Oke." Keira pun berlalu terlebih dahulu tanpa pamit pada Kevin. Sementara Marvel mendekati Papanya untuk mengatakan sesuatu.


"Papa sih bikin Mama marah. Udah capek-capek di masakin tapi malah di tolak. Akhirnya siomay itu di makan deh sama Om Leon."


"Leon? Kenapa jadi Om Leon?"


"Untuk menghibur Mama, aku membawanya ke taman terus ada Om Leon. Akhirnya kita bertiga makan bersama di taman, sampai orang mengira kalau kami keluarga kecil yang bahagia. Awas saja kalau Papa macam-macam, aku juga akan marah pada Papa. Aku berangkat dulu, Pah." Kata Marvel sambil mengecup pipi Papanya, kemudian berlalu.


"Apa? Leon? Kenapa ada Leon juga sih? Kenapa Keira juga tidak cerita kalau dia makan siang bersama Leon? Dan sekarang dia yang marah padaku. Memang si Leon kenapa bisa hadir di saat seperti ini? Tidak bisa di biarkan." Gumam Kevin dengan kesal.


Bersambung.... Sesuai janji, aku udah up 3 Bab, untuk part selanjutnya Insya Allah besok ya, like, komen dan votenya yaaa jangan lupa, makasih 🙏🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2