
Selama perjalanan, rupanya Keira pun tertidur pulas. Kevin juga sudah menghubungi Alan untuk segeea datang ke rumahnya. Sesekali Kevin melihat ke arah Keira yang tampak pulas.
''Kania, bagaimana kalau aku mulai menyukai gadis ini? Dia sangat lucu dan apa adanya.'' Kata Kevin dalam hati.
Sesampainya di rumah, Kevin pun langsung menggendong Keira menuju kamar. Saat sampai di kamar, Kevin lalu membaringkan Keira ke atas tempat tidur. Namun Keira tiba-tiba terbangun.
''Mas, kita sudah di rumah?'' ucapnya sembaru berusaha untuk duduk.
''Iya. Kamu tertidur tadi. Sebaiknya kamu disini saja, sampai Alan kemari.''
''Mas sudah makan? Jangan sampai telat makan karena aku.''
''Iya, setelah kamu di periksa aku akan makan.''
''Tapi jangan ge-er ya. Aku menyuruhmu makan karena aku tidak ingin Marvel kehilangan Papanya.''
''Iya. Aku mengerti gadis cerwet. Nanti kamu tidur disini dan aku tidur di sofa.''
''Iya. Itu ide bagus. Karena aku butuh ruang untuk bergerak terutama untuk kaki ku.'' Kata Keira dengan senyum lebarnya.
-
Di lain tempat, Leon kini tengah berada di apartemen Lily.
''Kak Leon, tumben kemari,'' sinis Lily.
''Oh kebetulan sekali ada Ferdi juga disini. Aku ingin bicara dengan kalian.''
''Kak Leon mau minum apa?''
''Soft drink saja.'' Singkat Leon. Kini mereka tengah duduk bersama dengan saling berhadapan.
''Lily, Papa memberitahuku kalau kamu membuat keributan dan mencelakai istri Tuan Kevin. Apa itu benar?''
''Oh Papa sudah mengadu juga denganmu, Kak.''
''Memang kamu ada masalah apa dengan istri Tuan Kevin? Kamu tahu ini berdampak buruk dengan perusahaan kita. Apa kamu memikirkan sejauh itu?''
''Maaf, aku emosi. Aku tidak suka dia terus mendekati Ferdi.''
''Mendekati Ferdi? Apa mereka saling mengenal?'' selidik Leon yang semakin penasaran.
''Dia dan Ferdi pernah hubungan di masa lalu.'' Kata Lily.
__ADS_1
''E... itu dulu Kak. Saat kita masih SMA. Tapi ya sudahlah toh itu semua sudah berlalu. Kami sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi. Dan dia sudah bahagia dengan kehidupan barunya.'' Kata Ferdi yang tampak gelisah.
''Tapi sikap kamu keterlaluan Lily. Besok kamu ikut Kakak ke kantor Tuan Kevin untuk meminta maaf. Mau di terima atau tidak yang penting kita sudah beretikat baik. Lagian cuma masa lalu, kenapa kamu haru seperti itu? Kalian juga sebentar lagi akan menikah jadi apalagi yang membuat kamu ragu pada Ferdi, Lily? Seharusnya kamu harus lebih dewasa jangan kekanak-kanakan seperti ini. Awas saja kalau sampai kamu membuat masalah seperti ini, Kakak akan meminta Papa mencabut semua fasilitas yang kamu dan Ferdi gunakan. Paham kamu! Kamu juga Fer, nasihati Lily supaya tidak gegabah.'' Jelas Leon panjang lebar.
''Iya Kak. Sekali lagi aku juga minta maaf karena ini semua haris terjadi,'' kata Ferdi.
''Baiklah kalau begitu, aku pergi. Ferdi, sebaiknya kamu juga kembali ke apartemen mu. Kalian hidup di Indonesia bukan di Amerika.'' Tegas Leon seraya berlalu meninggalkan apartemen adiknya itu. Selepas Leon pergi, Lily sangat marah dengan Ferdi.
''Aku masih baik menutupi masa lalu kamu dengan wanita itu di hadapan keluarga ku. Jadi aku harap, kamu jangan bertingkah lagi.''
''Iya sayang, maafkan aku. Hal itu tidak akan terjadi lagi.'' Ferdi kemudian memeluk Lily dan mengecup keningnya.
''Kalau begitu aku pergi dulu ya. Kamu baik-baik. Sekali lagi maaf dan terima kasih untuk maaf yang selalu kamu berikan.''
''Tapi ingat sampai itu terjadi, lebih baik kamu pergi dari kehidupanku.''
''Tidak sayang. Aku sudah janji padamu. Apalagi sebentar lagi kita mau menikah. Aku mencintaimu.''
''Aku juga mencintaimu.''
-
Dokter Alan pun akhirnya tiba di rumah Kevin.
''Selamat malam Tuan dan Nyonya Kevin!" sapa Alan saat tiba di kamar Kevin.
''Ada apa ini Kevin-Keira? Kata Kevin kakimu terkilir. Apakah serangan Kevin semalam terlalu kuat atau terlalu liar?''
''Maksud dokter serangan apa ya? Aku tidak mengerti. Aku tadi terpeleset saja saat setelah nonton bioskop,'' jawab Keira dengan polosnya.
''Jangan banyak bicara Alan, cepat periksa kakinya.'' Sahut Kevin.
''Tenang Tuan Kevin, aku juga sedang memeriksa kakinya.''
''Maaf ya Kei, aku pegang kakimu dulu.'' Sambung Alan. Mendengar ucapan Alan, membuat Kevin seketika berdiri di dekat Keira. Melihat apa yang ingin Alan lakukan.
''Au, pelan-pelan dokter.'' Rintih Keira.
''Sepertinya pergelangan kakimu yang bermasalah, Kei.''
''Iya dokter, sampai pinggulku terasa sakit. Karena lantainya basah dan aku berlari mengejar dia.'' Kata Keira sambil melirik kearah Kevin.
''Kevin, memangnya apa yang terjadi? Kenapa kamu tidak menjaga Keira dengan baik? Membiarkan istrimu jatuh sampai seperti ini?'' Oceh Alan dengan tatapan sinis ke arah Kevin.
__ADS_1
''Dia marah karena aku nonton film bersama dengan temanku. Dia juga tidak mau menemaniku. Padahal aku dan temanku sudah meminta ijin,'' kata Keira yang mengadu pada Alan.
''Lagi pula siapa yang mau di ajak nonton film animasi anjing.'' Ketus Kevin.
''Aku kan juga butuh hiburan yang bisa mengusir rasa bosan ku. Kamu pikir aku tidak bosan apa beberapa hari dirumah. Bahkan Mas sengaja memingitku di rumah dan tidak di ijinkan keluar kecuali dengan Mas.''
''Oh benar kan dugaan ku selama ini. Dan akhirnya kalian juga menikah. Kalian ini sama-sama gengsi sepertinya. Kei, tahukah kamu kalau Kevin itu cemburu. Dia memang selalu gengsi dengan perasaannya sendiri. Jadi kamu harus mengerti itu. Kalau tidak cemburu, tidak mungkin dia marah seperti itu.''
''Sepertinya dia bukan cemburu tapi hobinya memang marah-marah.''
''Hahaha kalian ini memang menggemaskan sekali. Seperti pasangan muda yang sedang jaga gengsi padahal sebenarnya saling cinta.''
''Alan, aku memanggilmu kesini untuk menjadi dokter bukan untuk menjadi penasihat cinta.''
''Itu sampinganku, Kevin. Aku sudah memasang perban di kaki Keira. Sebaiknya di bedrest dulu dan jangan memakai heels dulu ya. Dan ini salep jel untuk pinggul kamu, Kei. Ini untuk tulang jadi kamu tinggal mengoleskannya saja sambil di pijit pelan-pelan ya. Aku sudah memeriksanya dan tidak ada bagian yang serius termasuk di area pinggul. Itu hanya efek syok saat kamu terjatuh tadi. Tiga hari lagi aku akan datang kemari. Untuk obat, aku hanya memberimu vitamin dan peresa nyeri saja.''
''Terima kasih ya dokter Alan.''
''Oh ya aku sampai lupa mengucapkan hari pernikahan untuk kalian. Maaf saat itu aku tidak bisa hadir. Karena aku dan istri juga anak-anakku sedang mengajak berlibur ke luar negeri. Jadi sebagai gantinya, setelah Keira sembuh, istriku ingin mengundang kalian makan malam di rumah. Semoga kalian tidak keberatan ya.''
''Iya dokter, kami pasti akan datang. Terima kasih ya dokter Alan.''
''Sama-sama Keira. Kevin, aku balik dulu ya. Ingat ya jaga Keira baik-baik jangan sampai seperti ini lagi.'' Pesan Alan sambil menepuk bahu Kevin.
''Iya baiklah. Ayo aku akan mengantarmu kedepan.'' Kata Kevin sambil merangkul sahabatnya itu.
''Aku harus mengganti pakaianku dan segera mengoleskan salep ini.'' Keira kemudian berusaha turun dari tempat tidur. Ia berusaha berjalan dengan menyeret kaki kanannya. Namun rasa ngilu itu membuat keseimbangannya hilang dan ia pun terjatuh.
''Aduh!'' rintih Keira. Kevin yang masuk ke kamar, terkejut melihat Keira terjatuh di lantai.
''Kei! Apa yang kamu lakukan? Baru juga memanggil dokter malah seperti ini lagi.'' Kevin kemudian mengangkat tubuh Keira kembali keatas tempat tidur.
''Aku hanya ingin mengambil piyama ku.''
''Kenapa tidak menungguku? Kenapa malah melakukannya sendiri? Kamu ingin sembuh atau semakin ingin sakit?'' cerocos Kevin yang tidak bisa menutupi kekhawatirannya. Ia bahkan merasa bersalah karena membuat Keira seperti ini.
''Duduk disini dan aku akan mengambilkan pakaianmu.'' Ucap Kevin sembari berlalu menuju almari, mengambil pakaian untuk Keira. Beberapa saat kemudian, Kevin kembali.
''Ini cepatlah ganti pakaianmu.''
''Tapi Mas keluar dulu.'' Pinta Keira.
''Iya-iya baiklah.'' Kevin kemudian berlalu meninggalkan kamarnya. Ia menuju dapur, meminta Bi Nani menyiapkan makan malam untuk Keira dan juga dirinya.
__ADS_1
Bersambung....
Buat yang nanya kapan bucinnya? Sabar ya. Tahu kan kalau Keira ini di kontrak, mau maju pun tidak bisa apalagi si Tuan Kevin menuliskan denda sebesar itu. Jadi, tunggu Tuan Kevin yang khilaf sampai Keira terbujuk ya?? Hehehehe.....