Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 26 Buka Hatimu, Kevin!


__ADS_3

Keesokan harinya, Kevin tampak lebih tenang karena ada Mbak Rima yang menjaga Marvel di rumah sakit. Di tambah kondisi Marvel yang berangsur membaik, membuat Kevin pagi-pagi sekali sudah berangkat ke kantor. Pagi itu Kevin sudah di sibukkan dengan berbagai meeting yang sempat tertunda karena Marvel sakit. Mulai dari meeting bersama para karyawan, dengan klien, menuju pabrik pengolahan kayu dan benang. Karena selagi ada kesempatan, Kevin selalu mengambil peluang itu. Mulai dari properti, furniture dan juga tekstil. Bahkan produknya pun memiliki kualitas terbaik sehingga bisa menembus pasar international. Itulah yang membuatnya sangat sibuk dan memiliki sedikit waktu untuk Marvel. Karena semakin Kevin sibuk, semakin ia mudah melupakan kenangan tentang Kania yang begitu membekas dalam benaknya.


Kini Kevin bersama Miko sedang duduk bersama menikmati secangkir moccacino di sebuah cafe. Miko memaksa Kevin untuk meluangkan waktu minum berdua.


''Aku dengar Marvel sudah membaik dan itu berkat Keira.''


''Bukan berkat dia tapi berkat dokter yang merawat Marvel dengan baik.''


''Hmmm sampai kapan elo akan seperti ini, Kev? elo nggak lihat apa kalau Marvel bahagia dekat dengan Keira. Walaupun gue baru ketemu tapi gue yakin dia orang baik.''


''Itu karena dia modus, Mik. Jaman sekarang mana ada sih cewek yang deket sama gue tulus. Pasti mereka mengincar sesuatu.''


''Tapi cewek-cewek itu nggak bisa kan ambil hatinya Marvel? iya kan? ayolah, Kev! buka hati dan pikiran elo. Setidaknya demi Marvel, elo coba. Kalau nggak cocok dan dia nggak tulus sama Marvel, ya udah elo tinggalin aja.''


''Mik, elo kan tahu kalau gue nggak bisa buka hati untuk wanita lain kecuali Kania.''


''Sadar Kevin! Kania sudah meninggal dan dia sudah bahagia bersama Tuhan. Gue yakin, kalau Kania juga pingin elo bahagia. Sumpah susah banget nyadarin elo." Kata Miko dengan frustasi.


''Sebenarnya gue kemarin mimpi tentang Kania dan dia bilang gitu sama gue. Dia pingin gue buka hati dan dia bilang kalau dia sudah bahagia disana. Tapi anehnya di mimpi itu masa iya ada Keira disana? Kania nunjuk ke arah Marvel dan Kania yang sangat dekat di mimpi gue.''


''Fix! itu tanda kalau Keira jodoh buat elo. Apalagi itu Kania sendiri yang nunjukkin itu.''


''Tapi kan mimpi bunga tidur. Bisa saja karena gue bete sama si ayam kampus itu, jadinya kebawa mimpi.''


''Elo juga jangan sembarangan ngatain orang, Kev. Emang Keira memang seperti itu?''

__ADS_1


''Elo sih, gampang ketipu sama wajahnya. Dia itu wanita sewaan, Mik. Masa iya gue milih wanita seperti itu buat jadi mamanya Marvel.''


''Maksudnya elo sewaan seperti apa? ada buktinya?''


''Ya itu dia pemilik pacarsewaan.com.''


''Ah serius elo, Kev?''


''Iya lah. Kan elo sendiri kemarin sempat merekomendasikan situs itu sama gue.''


''Eh iya juga tapi jujur sih gue belum buka situs itu. Tapi serius Keira pemilik akun itu? tahu gitu, gue isengin aja ya.'' Gurau Miko.


''Tapi situs itu sudah di tutup. Dia cerita kalau udah nggak buka jasa sewa lagi.''


''Oh jadi kalian udah saling cerita nih?'' goda Miko.


''Jadi Marvel minta di bawain celengan hanya untuk itu?''


''Iya, Mik. Ya gue nggak tahu gimana jalan pikiran Marvel. Kok bisa-bisanya dia pingin Keira buat jadi mamanya. Siapa tahu itu memang bisnis prostitusi yang berkedok seperti itu? iya kan?''


''Tapi kayaknya nggak deh, Kev. Gue soalnya punya beberapa teman, justru dia terbantu dengan jasa itu. Ya, malah ada salah satu temen gue, udah nikah juga dan dia iseng buat sewa jasa situs itu karena jenuh dengan rumah tangganya. Dia iseng mau ngajakin ngamar di hotel tapi di tolak mentah-mentah dan malah berakhir jadi sesi konseling buat dia. Ya, akhirnya dia sadar dan justru rumah tangganya jadi akur lagi. Jadi sudah pasti itu Keira. Dari dia berbicara dan membujuk Marvel, sudah jelas menunjukkan dia orang berpendidikan.''


Mendengar cerita Miko, Kevin hanya terdiam sambil berpikir namun tetap saja hatinya menolak semua kebaikan Keira pada Marvel.


''Kenapa elo nggak iyain aja permintaan Marvel? apalagi sebentar lagi ulang tahun dia juga.''

__ADS_1


''Sebenarnya penyebab Marvel sakit itu karen dia kecewa pada Keira. Dia meminta hadiah ulang tahun pada Keira untuk menjadi mamanya. Sampai dia bawa celengannya untuk membeli jasa Keira, meskipun hanya sebentar.''


''Kev, elo sadar nggak sih kalau perasaan Marvel sedalam itu pada Keira? gue nggak pernah lho lihat keceriaan Marvel seperti itu. Kenapa nggak elo kabulin aja sih permintaan Marvel? setidaknya mama sewaan untuk Marvel. Marvel sendiri bilang walaupun cuma sebentar. Seharusnya elo peka, Kev. Kalau Marvel memang butuh sosok ibu dan itu dia dapat dari Keira.''


''Gue pusing mikirin hal bodoh seperti ini.''


''Ini bukan hal bodoh tapi suara hati seorang anak yang merindukan kasih sayang ibunya. Elo nggak mikir apa kalau elo itu terlalu sibuk, waktu elo sedikit untuk Marvel, bahkan elo lupa kapan terakhir kali elo ngajakin dia jalan-jalan. Iya kan? dia hanya minta hadiah kecil, Kevin. Hadiah kecil supaya bisa merasakan kasih sayang mama meskipun itu hanya mama bayaran atau sewaan. Apa permintaan Marvel, nggak nyampai ke hati dan perasaan elo?''


''Ya tapi kenapa harus dia, Mik? bagi gue, dia itu udah minus. Seharusnya sebagai seorang wanita dia bisa menjaga martabat dan kehormatan tapi malah seperti itu. Gue nggak mau kalau sampai akhirnya Marvel yang menderita karena ibu tiri.''


''Makanya coba dulu, Kevin. Terima dan kabulkan permintaan Marvel, misal satu minggu saja. Dari sana kan elo bisa lihat, Keira tulus apa nggak? Keira gimana orangnya? elo singkirin deh rasa benci elo sama dia demi mengabulkan permintaan Marvel.'' Kata Miko yang berusaha merobohkan dinding keegoisan Kevin.


''Huft, sudahlah nanti gue pikirin lagi. Sekarang gue mau ke rumah sakit dulu.''


''Emang ya elo susah banget di bilangin. Emang apa yang membuat elo benci sama dia?''


''Karena dia datang tiba-tiba dan berusaha menganggu kehidupan gue dan Marvel. Gue cuma pingin di kehidupan gue cuma ada Marvel dan gue aja juga Kania.''


''Itu sama aja egois. Itu demi kepentingan elo sendiri bukan kepentingan Marvel juga. Saran gue, coba aja. Coba demi Marvel! elo bisa bayar dia kan? ya elo transaksi saja sebagai klien kalau elo nggak mau semudah itu mengiyakan permintaan Marvel.''


''Hmmm oke, nanti gue pikirin lagi. Udah gue mau ke rumah sakit.''


''Ya udah, gue juga ikut sekalian nengokin Marvel.''


''Sumpah ini orang keras kepala banget. Sampai mulut gue berbusa pun, sepertinya nggak akan ngaruh tapi semoga aja dia setuju dan memikirkan Marvel,'' gumam Miko dalam hati.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2