Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 265 Quality Time


__ADS_3

''Mah, besok aku boleh menginap di rumah Kakek Ammar?'' tanya Marvel membuka obrolan malam itu.


''Boleh dong sayang, besok Mama antar tapi ijin Papa dulu.''


''Boleh kan Pah?'' tanya Marvel pada Papanya.


''Boleh saja. Tapi tumben kamu mau menginap?''


''Lagi pingin main sama Kakek saja, Pah. Marvel mau menginap tiga hari disana.''


''Tapi kamu sekolah Marvel, Papa tidak ingin merepotkan Om Kenny dan Tante Cindy. Apalagi Tante Cindy juga sedang hamil.''


''Ya udah deh, minggu malam jemput aku kalau begitu, Pah.''


''Oke.'' Singkat Kevin.


''Marvel, kalau kamu ingin menginap lama, saat libur panjang sekolah saja ya.''


''Iya Mah.''


Selesai makan malam, Keira dan Kevin meluangkan waktu bersama Marvel di kamar sampai akhirnya Marvel tertidur. Setelah Marvel tertidur, Kevin dan Keira kembali ke kamarnya.


''Sayang, mumpung Marvel mau menginap di rumah Ayah, kita dinner berdua yuk! Sudah lama kita tidak pacaran.''


''Kamu ini langsung gercep ya, Mas.''


''Iya dong, sayang. Pokoknya besok kita pacaran dan berdua saja tanpa Marvel. Nanti kalau anak kita lahir, kita juga perginya sudah berempat. Apalagi nanti kamu akan sibuk mengurus anak kita.''


''Iya-iya, Mas. Sejak kita menikah, kita memang hampir tidak pernah jalan berdua selain honeymoon.''


''Kalau kamu mau, kita bisa babymoon juga sayang, gimana?''


''Terus Marvel gimana, Mas?''


''Marvel biar sama Miko atau sama Kakak kamu,'' ucap Kevin terkekeh.


''Dasar kamu ini. Kita pikirkan lagi nanti ya, Mas.''


''Iya sayang. Ya sudah kita istirahat yuk!"


''Iya Mas, aku juga sudah mengantuk. Jatah malamnya libur dulu ya.''


''Iya tidak apa-apa tapi besok aku tagih double jatahnya.''


''Hmmm tuh kan kamu ini memang paling bisa.''


''Iya dong, sayang.''


''Oh ya aku telepon Ayah dulu ya.''


''Oke.''


Keira lalu mengambil ponsel yang ada di nakas samping tempat tidur.


''Halo Ayah,'' sapa Keira.


''Halo Nak, ada apa?''


''Ayah bagaimana kabarnya? Ayah sudah makan belum?''


''Kamu tiga kali sehari lho kalau telepon selalu tanya seperti itu. Kamu ini lucu sekali.''


''Hehehe kan Kei sayang Ayah.''


''Ayah selalu baik Nak karena selalu ada kamu yang membuat Ayah semangat. Ayah pun juga sangat sayang kamu. Tapi ada apa Kei? Sepertinya ada sesuatu.''

__ADS_1


''Begini Yah, Marvel besok ingin menginap di rumah Ayah. Ayah tidak keberatan kan?''


''Tentu saja tidak, Kei. Ayah justru senang sekali kalau Marvel mau menginap disini. Ayah sering kesepian juga.''


''Marvel pasti senang sekali Yah. Ya sudah kalau begitu Yah, sampai ketemu besok ya. Ayah istirahat ya.''


''Iya Nak, kamu juga ya.''


''Iya Ayah, selamat malam.''


''Malam juga nak.'' Panggilan pun berakhir.


...****************...


''Kakek!" seru Marvel begitu tiba di rumah Kenny.


''Marvel, wah kamu semakin tumbuh tinggi dan semakin tampan ya,'' ucap Pak Ammar seraya memberikan pelukan untuk cucu sambungnya itu.


''Iya dong Kek karena Mama merawatku dengan penuh cinta.'' Kata Marvel dengan wajah cerianya.


''Bagaimana kabar Ayah?'' sapa Kevin sembari mengecup punggung tangan Pak Ammar.


''Ayah sehat, Nak. Ayo duduk dulu.'' Pak Ammar kemudian mengajak Kevin, Keira dan Marvel untuk duduk.


''Oh ya Ayah, kok sepi. Kak Kenny dan Mbak Cindy mana?'' sahut Keira.


''Mereka keluar sebentar, begitu Ayah memberi kabar Marvel mau menginap, mereka langsung pergi ke minimarket untuk mengisi stok kulkas.''


''Seharusnya tidak usah repot-repot Ayah. Jangan terlalu memanjakan Marvel disini,'' sahut Kevin.


''Tidak apa-apa nak. Marvel kan juga cucu dan keponakan Kenny. Mereka juga sangat menyayangi Marvel.''


Tak lama kemudian terdengar deru mobil Kenny. Mereka sangat senang begitu tahu Marvel akan menginap. Jadi Cindy mengajak Kenny untuk membeli snack untuk Marvel.


''Hai Om, aku mau menginap disini. Boleh kan?''


''Tentu saja boleh, Marvel. Om senang sekali kamu disini.''


''Maaf ya Kak, kalau kami merepotkan. Tiba-tiba saja semalam Marvel bilang seperti itu.'' Kata Keira.


''Ya ampun Kei, seperti dengan siapa saja. Kita kan saudara,'' sahut Cindy.


''Kevin, bagaimana kabarmu?'' sapa Kenny sembari keduanya saling berpelukan.


''Baik, Ken. Bagaimana denganmu?''


''Aku juga baik. Aku semakin berisi.''


''Itu tandanya makmur,'' celetuk Kevin dengan tawa kecilnya. Setelah mengobrol cukup lama, akhirnya Kevin dan Keira pamit dan meninggalkan Marvel disana.


Sepulang dari rumah Kenny, Kevin mengajak Keira untuk menonton bioskop. Setelah puas menonton film, Kevin mengajak Keira untuk makan siang bersama.


''Bagaimana sayang, apa kamu suka kencan kita hari ini?''


''Suka dong, Mas. Setelah ini kita kemana lagi, Mas?''


''Bagaimana kalau kita istirahat di hotel saja? Setelah itu kita jalan-jalan malam lagi. Apa kamu setuju?''


''Setuju Mas.''


''Ya sudah habiskan dulu makanannya ya, setelah ini kita ke hotel.''


''Jadi kita sama sekali tidak pulang?''


''Tidak usah, kita liburan tipis-tipis saja.''

__ADS_1


''Aku kan tidak bawa baju ganti, Mas.''


''Nanti kita beli saja. Aku ingin membuat candle light dinner untuk kita nanti. Aku akan menyiapkan candle light dinner yang indah untuk kamu.''


''Romantis sekali kamu, Mas. Jadi makin cinta, hehehe.''


''Tentu saja. Apapun akan aku lakukan untuk membuatmu bahagia sayang.''


''Terima kasih ya, Mas.''


''Sama-sama istriku.''


Setelah selesai makan siang, Kevin mengajak Keira untuk membeli pakaian di butik. Setelah puas belanja, mereka kemudian menuju hotel untuk beristirahat.


''Oh capeknya! Baru jalan segitu aku sudah capek, Mas.'' Ucap Keira seraya duduk di tepi ranjang.


''Namanya juga sedang hamil. Sini aku pijitin kaki kamu.'' Kevin kemudian memangku kedua kaki Keira dan memijatnya.


''Bagaiamana pijitan aku enak?''


''Lebih keras dong, Mas.''


''Oke sayang.''


''Nah, gitu pas Mas.'' Ucap Keira.


''Mas, perut aku kok belum gede-gede ya.'' Ucap Keira.


''Usia kandungan kamu baru berapa bulan sayang, itu udah kelihatan nonjol juga. Perut kamu udah buncit. Kamu ini lucu sekali.''


''Mas nanti kalau perutku sudah terlihat besar, kita foto maternity ya.''


''Iya sayang, apapun yang kamu mau.'' Ucap Kevin.


''Aku beruntung sekali memiliki kamu, Mas.''


''Begitu pula denganku.''


Malam harinya, Kevin mengajak Keira menuju restoran. Malam itu Keira tampak sangat cantik dengan dress press body nya. Terlihat perutnya yang membuncit begitu tampak lucu dan menggemaskan. Suasana makan malam semakin romantis, saat pemain biola memulai menggesekkan dawainya.


''Ya ampun Mas, kamu mempersiapkan semua ini?''


''Iya sayang. Katanya mau pacaran, ya sudah aku harus total dong. Mumpung Marvel di rumah Ayah jadi kita manfaatkan waktu ini.''


''Kamu memang yang terbaik, Mas. Mana ada pemain biolanya lagi. Aku baru pertama kali ini lho mendapat hal seromantis ini.''


''Dan aku senang karena aku yang pertama melakukan ini.''


''Iya Mas, kamu yang pertama dan terakhir.''


''Bagaimana setelah makan kita dansa?''


''Boleh deh, Mas.''


Setelah selesai makan, Kevin mengajak Keira berdansa. Mata Kevin tidak lepas dari wajah istrinya itu.


''Kamu semakin hari semakin cantik saja apalagi semenjak hamil. Aku yakin pasti anak kita perempuan dan dia akan secantik kamu nanti.''


''Mau perempuan atau laki-laki yang penting sehat dan tidak kurang satu apapun, Mas.''


''Iya sayang tapi aku yakin kalau dia nanti perempuan. Sekarang malah aku yang menjadi semakin tidak sabar menanti kehadiran buah hati kita. Kamu sehat-sehat ya sayang.''


''Iya Mas, aku akan menjaga diri aku dan juga baby kita.'' Mereka kemudian saling berpelukan. Kevin lalu memberikan kecupan sangat dalam di kening Keira. Malam itu mereka lewati waktu bersama, bak sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta.


Bersambung.... Maaf ya baru up, authornya tepar nih karena cuaca yang ekstrem ini 😁 buat kalian sehat2 ya semuanya ❤️🤗

__ADS_1


__ADS_2